Connect with us

Metro

2700 Lulusan Fakultas Kedokteran Terhambat Untuk Memperoleh Ijazah

Published

on

Jakarta – Saat ini ada 2700 lulusan fakultas kedokteran terhambat untuk memperoleh ijazah. Hal ini disebabkan oleh keluarnya surat edaran no. 598/E.E3/DT/2014 tanggal 8 juli 2014 yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kemenristekdikti.

Surat edaran tersebut berisi ketentuan bahwa semua lulusan fakultas kedokteran yang selesai menempuh pendidikan profesi dan diyudisium setelah tanggal 8 juli 2014 tidak diberikan ijazah sebelum lulus UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa
Program Profesi Dokter) bentukan Kemenristekdikti.

Surat Edaran ini menjadi pegangan seluruh FK se-Indonesia dalam menerbitkan ijazah. Keluarnya surat edaran ini berdampak pada banyaknya korban lulusan Fakultas Kedokteran yang akhirnya tidak diberikan ijazah. Padahal ijazah merupakan hak yang tidak bisa ditawar-tawar oleh siapapun yang menyelesaikan pendidikan di institusi pendidikan.

Langkah Kemenristekdikti dalam menahan ijazah para lulusan Fakultas Kedokteran tidak punya dasar yang kuat. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 10 Tahun 2017 telah memberikan penjelasan bahwa uji kompetensi bukan merupakan syarat untuk diterbitkannya ijazah.

Uji kompetensi hanya merupakan syarat untuk memperoleh sertifikat kompetensi yang dalam dunia kedokteran diampu oleh kolegium. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pihak Kemenristekdikti untuk menahan ijazah lulusan Fakultas Kedokteran karena alasan uji kompetensi.

Tertahannya ijazah dokter ini menyebabkan banyak lulusan fakultas kedokteran yang inginmengabdi untuk bangsa di daerah terpencil tidak dapat mewujudkan cita-citanya.

Selain itu, para lulusan Fakultas Kedokteran ini mengalami kerugian ekonomi. Para lulusan ini menderita kerugian kurang lebih 54 milyar rupiah per semester dikarenakan keharusan membayar SPP terus menerus meskipun tidak lagi kuliah.

Jika dihitung masa 1 tahun menganggur, maka para lulusan ini telah menderita kerugian kurang lebih 320 miliar rupiah. Ini bukan hanya pemerasan tapi juga pencurian yang mengatasnamakan negara melalui panitia UKMPPD.

Para lulusan Fakultas Kedokteran yang ditawan ijazahnya menghimpun diri dalam wadah perjuangan Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI). Pada tanggal 28 Maret 2019 tercapai kesepakatan di atas materai antara PDMI dengan Kemenristekdikti lewat Dirjen Belmawa bahwa akan menyelesaikan masalah polemik Ijazah Dokter Pada tanggal 5 April 2019.

Hasilnya justru mengecewakan karena bukannya memutuskan pemberian ijazah yang lama tertawan, justru akan
digelar Focus Group Discussion (FGD) di Kemenristekdikti pada tanggal 11 April 2019 yang sebenarnya merupakan proses pengulangan atas tahapan sebelumnya.

Kekecewaan tersebut diekspresikan PDMI dalam bentuk unjuk rasa di Depan Istana Negara pada tanggal yang sama dengan agenda Menagih Janji Kemenristekdikti.

Salam
Pergerakan Dokter Muda Indonesia

Continue Reading
1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metro

FORMASI Akan Gelar Aksi Jika KPK Tidak Segera Periksa Bupati Gowa Terkait Dugaan Gratifikasi dan Korupsi

Published

on

By

JAKARTA, 19 Juli 2026 – Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (FORMASI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menindaklanjuti berbagai dugaan yang mencuat dalam proses penyelidikan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum FORMASI, Jalih Pitoeng, usai bertemu dengan sejumlah aktivis antikorupsi yang terdiri dari Aliansi Mahasiswa Hukum, Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah, serta insan pers Jakarta yang hadir di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

Dalam keterangannya, Jalih Pitoeng meminta KPK segera melakukan telaah dan penyelidikan terhadap seluruh dugaan yang berkembang dalam proses Pansus Hak Angket DPRD Gowa.

“Kami meminta KPK segera melakukan penyelidikan, dan pemeriksaan serta langkah hukum sesuai kewenangannya terhadap seluruh dugaan yang berkembang dalam proses Pansus Hak Angket DPRD Gowa.

FORMASI menilai seluruh dugaan yang berkembang dalam forum Pansus perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum dan ketentuan yang berlaku agar masyarakat tahu karena merupakan hak konstitusional mereka.

Selain itu, FORMASI menegaskan akan terus mengawal proses tersebut. Apabila dalam waktu 7 x 24 jam sejak penyampaian laporan desakan ini belum ditindak lanjuti oleh KPK, maka FORMASI berencana menggelar aksi unjuk rasa secara damai di depan Gedung Merah Putih KPK.

“Kami ingin mengembalikan Marwah KPK sebagai pengemban amanat reformasi, dimana KPK dibentuk sebagai jawaban atas amanat TAP MPR No 11 tahun 1998 tentang KKN,” tegas Jalih Pitoeng mengingatkan.

“Jika KPK mengabaikannya, maka kita akan menggelar aksi Akbar di gedung KPK,” ungkap Jalih Pitoeng.

Melalui aksi tersebut, FORMASI menyatakan akan mendesak KPK untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Gowa Husniah Talenrang.

Continue Reading

Metro

Agung Prajoko terpilih menjadi ketua PK Partai Golkar Wilayah Kapanewon Galur Kabupaten Kulon progo Daerah istimewa Yogyakarta

Published

on

By

Kulon Progo – Karya post.com ,Muscam PK Partai Golkar Kapanewon Galur bertempat di aula rumah aspirasi Agus Supriyanto SM salah satu Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo dari Fraksi Golkar di dusun prembulan Kalurahan Pandowan Kapanewon Galur Kabupaten Kulon Progo, acara tersebut berlangsung dari pukul.08.30 wib-selesai di hadiri anggota kader golkar Wilayah Kapanewon Galur, KPPG Galur, AMPG dan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten kulon Progo dengan susunan acara sebagai berikut yaitu pembukaan, doa bersama,menyanyikan lagu indonesia raya,sambutan dari Ketua DPD Partai Golkar, pengukuhan pengurus PK Golkar Wilayah Kapanewon Galur dan sambutan Agus Supriyanto SM Anggota DPRD kulon Progo dari Fraksi Golkar dapil pemilihan Galur – Lendah (18/7/2026).

Wisnu Prasetya Ketua DPD Partai Golkar menjelaskan instruksi dari DPP Partai Golkar agar segenap pengurus di tingkat provinsi,kabupaten maupun kecamatan untuk segera melaksanakan muscam pengurus di tingkat kecamatan yang ada di kabupaten kulon Progo,jadwal hari ini kegiatan tersebut sudah kami laksanakan alhamdulillah berjalan dengan lancar kemudian Wisnu Prasetya menyampaikan bahwa Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Kulon progo pada bulan november tahun 2025 yang mengamanatkan kepada saya sebagai ketua DPD Partai Golkar kabupaten kulon Progo untuk agenda dalam waktu dekat kami akan segera mengadakan konsolidasi internal pengurus partai di DPD sampai di tingkat PK /pengurus kecamatan termasuk menjaring kader-kader muda melalui AMPG dalam pemenangan Partai golkar di pemilu 2029 khususnya di wilayah kabupaten Kulon Progo Daerah istimewa Yogyakarta begitu disampaikan kepada awak media.

Agung Prajoko Ketua PK Partai Golkar terpilih untuk Kapanewon Galur  menyampaikan dirinya siap mengemban tugas partai dengan baik kemudian akan melaksanakan tugas dari ketua DPD Partai Golkar untuk konsulidasi internal khususnya bersama kader-kader anggota partai Golkar khususnya di wilayah kapenewon Galur dalam persiapan untuk pemenangan pemilu 2029 nanti.

Nur Patria Ebenhaezer Puay dari pengurus DPD Partai Golkar kabupaten kulon Progo kami mengapresiasi kegiatan Muscam PK Partai Golkar di wilayah kapenewon Galur kemudian menjelaskan bahwa AMPG dalam waktu dekat akan mengadakan kegiatan menjaring generasi muda untuk masuk menjadi anggota partai Golkar dalam orientasi pembelajaran politik kepartaian sekaligus bertujuan mencetak kader muda baru dalam estafet kepemimpinan di masa depan untuk berbagi dan berbakti ujarnya.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Belajar dari Al-Falah Sragen Strategi PCM Galur Wujudkan Manajemen Masjid Modern dan Berdaya

Published

on

By

KULON PROGO– Karyapost.com,Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Galur mengambil langkah progresif dalam memodernisasi tata kelola tempat ibadah.

Pada hari Sabtu (18/7/2026), PCM Galur memboyong puluhan pengurus takmir masjid di wilayahnya untuk melakukan studi tiru ke Masjid Al-Falah, Sragen,Jawa Tengah.

Kunjungan ke masjid yang dikenal luas sebagai salah satu kiblat manajemen tempat ibadah mandiri di Indonesia ini diharapkan dapat membawa pulang formula sukses untuk diterapkan di tingkat lokal.

Ketua PCM Galur sekaligus pimpinan rombongan, Ismail Taufik, menegaskan bahwa agenda ini sengaja dirancang untuk membuka cakrawala baru bagi para pengurus takmir. Melalui studi tiru ini, para takmir diharapkan mendapatkan wawasan segar mengenai pengelolaan masjid yang lebih mandiri, profesional, dan berdaya bagi kesejahteraan umat.

Pemilihan Masjid Al-Falah Sragen dinilai sangat tepat karena rekam jejaknya yang luar biasa dalam mentransformasikan masjid menjadi pusat peradaban masyarakat.

Kehadiran rombongan dari Kulon Progo ini disambut hangat oleh pihak tuan rumah. Imam Masjid Al-Falah, Muhammad Lutfil, mengaku sangat tersanjung karena tempatnya dijadikan sebagai sasaran referensi utama. Menariknya, ia mengingatkan kembali tentang nilai historis keilmuan yang saling bertautan, di mana dahulu Masjid Al-Falah justru banyak belajar dan mengambil inspirasi awal dari Yogyakarta. Bagi Muhammad Lutfil, kunjungan ini merupakan ruang silaturahmi ilmu yang luar biasa untuk saling menguatkan antardaerah.

Dalam pemaparannya, Muhammad Lutfil membagikan kunci keberhasilan pengelolaan Masjid Al-Falah, salah satunya terletak pada keberanian melakukan regenerasi kepengurusan.

Saat ini, pengelolaan harian masjid didominasi oleh anak-anak muda yang berusia di bawah 40 tahun. Struktur kelembagaannya didorong untuk terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, didukung oleh skema pendanaan kreatif dari berbagai sumber sehingga tidak hanya bertumpu pada kotak infak konvensional.
Satu prinsip emas yang paling menggugah dari pertemuan ini adalah filosofi pemakmuran umat yang diterapkan di Sragen.

Manajemen Masjid Al-Falah menekankan pentingnya memakmurkan pelayanan dan jamaah terlebih dahulu sebelum melangkah pada inovasi pengembangan fisik. Ketika sebuah masjid secara totalitas melayani kebutuhan jamaah dengan transparan dan tulus, maka kepercayaan publik akan tumbuh subur dengan sendirinya. Alhasil, dukungan dari semua pihak, baik moril maupun materiil, akan mengalir tanpa perlu diminta secara berlebihan.

Melalui studi tiru ini, PCM Galur berharap para pengurus takmir dapat membawa pulang spirit dan formula sukses tersebut untuk diimplementasikan di masjid-masjid lokal Galur.

Langkah nyata ini diharapkan mampu memicu gelombang baru di mana masjid tidak sekadar menjadi tempat bersujud, melainkan juga generator kesejahteraan sosial, ekonomi, dan spiritual yang adaptif terhadap zaman.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Trending