Connect with us

TNI / Polri

Sertijab Danpusdikter Pusterad Diwarnai Suasana Pandemi Covid -9 Virus Corona

Published

on

Bandung – Komandan Pusat Teritorial Mayor Jenderal TNI Arif Rahman, M. A memimpin pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Pusat Pendidikan Teritorial dari Kolonel Inf. Toto Nurwanto, S.I.P., M.Si. kepada Brigadir Jenderal Mohammad Fadjar, MPICT berlangsung di Pusat Pendidikan Teritorial Pusterad Jl. Raya Gado Bangkong 146 Padalarang Bandung Barat 30 April 2020.

Danpusterad dalam sambutan tertulisnya mengatakan sebagaimana lazimnya dalam suatu organisasi yang dinamis, khususnya TNI Angkatan Darat dimana pembinaan organisasi akan disusun terencana dan terinci sehingga secara berjenjang akan dilakukan pergantian jabatan bagi para perwira untuk kepentingan pembinaan satuan yang lebih besar.

Adanya validasi organisasi di tubuh Pusterad termasuk didalamnya peningkatan grade Danpusdikter sebelumnya berpangkat Kolonel menjadi Brigadir Jenderal tidak lepas dari konteks pembinaan organisasi untuk meningkatkan kinerja, sehingga diharapkan akan mencapai kualitas hasil karya organisasi yang lebih baik atau satuan akan terus dapat meningkat dari hari ke hari.

Sedangkan dalam konteks pembinaan personel adalah diprioritaskan untuk memantapkan kualitas kepemimpinan, meningkatkan kredibilitas, manajerial, profesionalisme dan produktivitas dalam membangun sistem kerja yang efektif dan efisien.

Dalam rangkaian serah terima jabatan Komandan Pusdikter Pusterad ini, “lanjut Danpusterad”, ada hal berbeda dengan tata upacara serah terima jabatan sebelumnya, dimana ditengah situasi bencana nasional pandemi covid 19 virus corona, protokol dan aturan pemerintah yaitu dengan menggunakan masker, mengambil jarak, penyerahan tongkat komando maupun penyematan tanda jabatan dan lain-lain dilaksanakan tidak secara langsung.

Hal berbeda lainnya adalah adanya pelaksanaan sumpah jabatan dan penandatanganan pakta integritas, semua itu dalam rangka menegaskan komitmen kita untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi khususnya di lingkungan TNI Angkatan Darat, sumpah jabatan dan penandatanganan pakta integritas diwajibkan kepada seluruh pejabat TNI Angkatan Darat yang melaksanakan serah terima jabatan berpangkat Letkol, Kolonel, pada jabatan Komando serta Pati pada jabatan Komando dan Staf.

Dalam kesempatan tersebut, Danpusterad juga mengucapkan selamat kepada Kolonel Inf. Toto Nurwanto, S.I.P., M.Si. beserta istri, atas penempatan jabatan sebagai Wakil Asisten Teritorial Kasad yang secara otomatis nantinya dinaikkan pangkat menjadi Brigadir Jenderal. Pengangkatan jabatan satu tingkat lebih tinggi ini diharapkan tugas dan tanggung jawab jabatan kita adalah suatu amanah dan merupakan suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, “imbuhnya”.

Turut hadir mendampingi Danpusterad menyaksikan sertijab tersebut diantaranya Wadan Pusterad yang kini telah menjabat sebagai Komandan Secapa AD Brigadir Jenderal TNI TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A., Sekretaris Pusterad Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin, S.I.P., M.Si, Dansatintelter Kolonel Inf I Made Riawan, S. Psi., dan perwakilan personel jajaran Pusdikter Pusterad. (red).

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel Layani Aksi Penyampaian Pendapat di Jakarta

Published

on

By

Jakarta,  – Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani aksi penyampaian pendapat sejumlah elemen masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kamis (18/6/2026).

Personel akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan, antara lain area Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

“Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Adapun personel yang dilibatkan terdiri dari unsur Polda Metro Jaya sebanyak 2.359 personel, jajaran Polres sebanyak 372 personel, serta BKO sebanyak 1.400 personel. Unsur BKO tersebut meliputi TNI sebanyak 200 personel, Korbrimob sebanyak 900 personel, dan Korsabhara sebanyak 300 personel.

Sejumlah elemen masyarakat dijadwalkan menyampaikan aspirasi di beberapa lokasi. Di area Monas diperkirakan terdapat massa dari sejumlah organisasi kemahasiswaan dan masyarakat. Sementara itu, massa lainnya direncanakan berada di kawasan Bundaran HI/Dukuh Atas dan Gedung Kemenaker RI.

Lebih lanjut Kombes Budi menjelaskan, pola pelayanan dan pengamanan dilakukan secara preemtif, preventif, serta penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran. Petugas juga disiagakan untuk pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas,” katanya.

Kombes Budi menambahkan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional menyesuaikan perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan yang menjadi titik kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan kepolisian terdekat atau Call Center 110.

Continue Reading

TNI / Polri

Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya Dapat Apresiasi dari Masyarakat

Published

on

By

Jakarta — Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga, Ahmad, menyampaikan kepuasannya usai mengurus pembukaan blokir dan berkas kendaraan di layanan BPKB Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).

Ahmad mengaku pelayanan yang diberikan petugas berjalan dengan baik dan memuaskan. Menurutnya, proses pengurusan dapat dilakukan dengan lancar serta petugas memberikan pelayanan yang ramah.

“Ya baik, alhamdulillah. Pelayanannya cukup baik,” ujar Ahmad.

Saat ditanya mengenai saran atau masukan terhadap pelayanan yang diberikan, Ahmad mengaku sejauh ini tidak menemukan kendala yang berarti.

“Selama ini sih tidak ada, sudah cukup,” tambahnya.

Sementara itu, Pamin Seksi BPKB Polda Metro Jaya, Ipda Feri Prasetyo, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan transparan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik dan nyaman,” ujar Ipda Feri Prasetyo.

Continue Reading

TNI / Polri

Korlantas Tegaskan Hanya Polri Berwenang Terbitkan SIM

Published

on

By

Jakarta – Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa hanya kepolisian yang berwenang menerbitkan surat izin mengemudi (SIM).

Penegasan ini ia sampaikan dalam rangka mencegah terjadinya pemalsuan SIM atau penerbitan SIM oleh pihak tertentu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Polri.

“Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa satu-satunya institusi yang berwenang menerbitkan SIM adalah Polri. Ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelas Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo dalam keterangan, Senin (15/6/26).

Ia menjelaskan, kewenangan tersebut secara tegas diatur dalam Pasal 87 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.”

Selain itu, dalam Pasal 87 ayat (3) juga disebutkan bahwa Polri wajib menyelenggarakan sistem informasi penerbitan SIM.

Brigjen Pol. Wibowo menekankan, SIM bukan sekadar kartu identitas pengemudi, melainkan juga dokumen negara yang menjadi bukti legitimasi kompetensi, registrasi, dan identifikasi pengemudi kendaraan bermotor yang diterbitkan berdasarkan proses verifikasi, pengujian, serta pencatatan dalam sistem informasi yang dikelola Polri.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi atau penawaran yang berpotensi menyesatkan terkait penerbitan SIM di luar mekanisme resmi Polri.

“Oleh karena itu, dokumen apa pun yang diterbitkan oleh pihak lain tidak dapat disamakan, menggantikan, ataupun dianggap sebagai SIM yang sah menurut hukum Indonesia,” ujarnya.

Continue Reading

Trending