Connect with us

TNI / Polri

*Bupati Alor Amon Djobo : Kinerja TNI Dalam Penanggulangan Bencana Alor ‘Luar Biasa’*

Published

on

Kalabahi – Mengawali penyampaiannya, Bupati Alor Drs. Amon Djobo menyampaikan terima kasih kepada Satgas TNI AD Yonzikon 13/KE, dimana Alor merupakan daerah kepulauan sehingga dalam membangun daerah ini sangat-sangat sulit. Baik itu teritorial, infrastruktur, maupun pelaksanaan kegiatan pemerintahan, memang sangat sulit.

Tetapi puji Tuhan, melalui kolaborasi atau kerja sama antara Pemda dan TNI khususnya Kodim 1622/Alor, maka yang sulit sekalipun menjadi baik.

“Pak Dandim ini, mulai dari Dandim ganti Dandim tetapi beliau sekarang ini punya kerendahan hati, ketulusan bekerja dalam melayani masyarakat di Kabupaten Alor sangat luar biasa. Apalagi bencana saat ini, beliau turun langsung bersama prajuritnya disegala tempat dan medan yang sulit sekalipun”, kata Amon.

Dijelaskan Bupati 2 periode ini, sejak kehadiran Dandim Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag di Kodim 1622/Alor, Pemda memberikan beberapa tugas terutama infrstruktur dasar terutama jalan-jalan didaerah yang paling sulit. Kerja sama TNI di Alor dengan Pemda itu, setiap tahun dialokasikan dana untuk jalan-jalan yang sulit menuju kantong ekonomi cepat tumbuh.

“Kami percayakan teman-teman TNI yang turun melalui Karya Bakti TNI bersama masyatakat. Ini sudah berjalan sejak hampir 3 tahun ini. Karena TNI kerja tidak mencari nama atau pujian, mereka kerja target selesai dan masyarakat nikmati”, ungkapnya.

Terus terang, Pemda Alor sangat percaya dengan Kodim 1622/Alor pada setiap pelaksanaan karya bakti. Berhubung dengan bencana dimana karya bakti sedang dilaksanakan oleh TNI di Pulau Pantar sehingga Dandim langsung memerintahkan anggotanya turun membantu masyarakat terutama membuka akses jalan yang terputus dan tertutup material banjir dan longsor.

Terkait dengan pengawasan dibidang keamanan tentu sangat sulit karena daerah kepulauan, tapi Dandim bersama anggotanya cukup luar biasa dalam kolaborasi dan koordinas kerja. Lalu ada kegiatan TNI di Kodim 1622/Alor, Pemda selalu memberikan dukungan seperti, dalam penanganan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Alor, TNI hadir juga ditengah-tengah masyarakat membangun lahan pertanian di Desa Tanglapui Kecamatan Alor Timur sebanyak 186 hektar dengan hasil panen mencapai 270 ton gabah kering.

“Ini kerja sama kami dengan TNI, Covid-19 TNI turun himbau dan buat operasi pendisiplinan, tetapi mereka juga peduli dengan perutnya masyarakat sehingga tidak menderita kelaparan”, jelas Djobo.

Ditambahkannya, keterlibatan TNI Kodim 1622/Alor membantu Pemda dibidang infrastruktur, buka jalan, air bersih, bangun rumah rakyat, bangun taman baca. Jadi yang luar biasa lagi masalah ketersediaan pangan lokal, TNI turun tangan kerja membantu masyarakat tidak hanya di Tanglapui, tapi di Desa Air Mancur Kecamatan Alor Timur Laut dan Desa Pailelang Kecamatan Alor Barat Daya.

“Coba bayangkan kerjanya teman-teman TNI harus kita akui dan apresiasi. Pak Dandim dengan teman TNI lainnya di Kodim 1622/Alor sudah terlalu banyak berbuat untuk masyarakat di Alor ini. Inilah karya orang-orang yang dengan ketulusan mau bekerja melayani masyarakat”, ujarnya.

Sebagai pimpinan di daerah ini, sangat apresiasi kinerja Dandim 1622/Alor bersama anggotanya. Pada kesempatan ini, Pemda berterima kepada Panglima TNI, Kasad, Pangdam IX/Udayana, serta Danrem 161/Wira Sakti.

“Saya omong dimana-mana, TNI tidak pernah buat susah orang dan tidak pernah buat pencitraan. Saya omong betul ini. Sejengkal tanah pasti TNI pertahankan, itu betul karena TNI hadir untuk bangsa dan negara serta masyarakat. Contohnya saat ini, saat terjadi bencana tapi kami tidak sendiri. Hari pertama bencana, seluruh infrastruktur rusak dan tertutup, tapi Pangdam dan Danrem datang. Disana sudah ada prajurit yang mendahului disana dan juga ibu-ibu Persit”, tutur Djobo.

Lanjutnta, pasca bencana semua menjadi lumpuh, tapi TNI tampil di masyarakat membantu pencarian jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor, bantu menguburkan jenazah para korban, bantu distribusi logistik, menyiapkan air bersih, dapur umum, sandang, dan sebagainya. TNI sudah buat itu dengan tulus.

Saat vicon dengan Pangdam, kami didukung jembatan dan sekarang sudah selesai dibangun. Walau hanya 1 tapi tidak masalah, yang kami butuh adalah perhatian TNI terhadap kami. Mereka kerja siang malam akhirnya direncanakan 11 hari baru selesai tapi baru 5 hari sudah selesai dan akan diresmikan besok Kamis (6/5/2021) oleh Bapak Danrem 161/Wira Sakti.

“Sebagai Bupati saya akan usulkan kepada Kasad supaya naikan pangkat bagi teman-teman TNI di Kodim 1622/Alor yang sangat membantu dalam tugas kemanusiaan pasca bencana. Lebih baik aksi naik pangkat saat masih hidup, kalau mati baru kasi naik anumerta, dia sudah tidak menikmati. Saya akan usulkan ke Kasad”, ucap Amon.

(Pendim 1622)

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Lampung Promosikan Tapis dan Produk UMKM Khas Bumi Ruwa Jurai di Pameran Kreasi Bhayangkari Jakarta

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Lampung menampilkan beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Lampung dalam ajang Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Mengusung tema Siger sebagai simbol kebanggaan budaya Lampung, booth Bhayangkari Lampung menyuguhkan aneka kerajinan tradisional hingga kuliner khas yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Lampung, Ny. Andria Boby, mengatakan tema Siger dipilih untuk memperkenalkan identitas budaya Lampung melalui berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai seni dan kearifan lokal.

“Tahun ini kami mengangkat tema Siger. Kami membawa kain Tapis dengan motif Siger, tas celugam khas Pesisir Barat, sulam usus, serta berbagai produk kerajinan lainnya yang menjadi kebanggaan Lampung,” ujar Andria di sela-sela pameran.

Salah satu produk yang menjadi daya tarik utama adalah kain Tapis tradisional hasil tenun manual dari perajin Lampung Selatan. Proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi membuat kain tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dengan harga mulai dari jutaan rupiah hingga mencapai Rp25 juta per lembar.

“Harga Tapis paling mahal sekitar Rp25 juta. Perbedaannya terlihat dari jenis benang yang digunakan. Tapis premium menggunakan benang berwarna cokelat dengan kualitas lebih tinggi, sedangkan yang lebih terjangkau menggunakan benang emas kuning,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan satu lembar kain Tapis dapat memakan waktu antara tiga bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat kerumitan motif yang dipesan.
“Kalau motifnya sederhana bisa selesai dalam beberapa bulan. Namun untuk motif yang padat dan detail, pengerjaannya bisa sampai tahunan sesuai permintaan,” katanya.

Pada pameran kali ini, PD Bhayangkari Lampung melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan dari berbagai Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari di seluruh wilayah Lampung. Selain produk fesyen dan kerajinan, pengunjung juga disuguhi berbagai kuliner khas seperti keripik pisang, klenting, dan kopi Lampung yang menjadi favorit masyarakat.

Tak hanya mempertahankan warisan budaya, Bhayangkari Lampung juga menghadirkan inovasi melalui pengembangan kain Tapis dengan desain modern yang memadukan motif tradisional dan material benang wol, sehingga tampil lebih variatif dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Andria, inovasi tersebut merupakan upaya untuk menjaga eksistensi kain Tapis agar tetap diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap keikutsertaan dalam Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari mampu memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku UMKM daerah.

“Kami berharap masyarakat semakin bangga mengenakan kain Tapis, baik untuk acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Kini Tapis hadir dalam berbagai model yang lebih modern sehingga bisa digunakan oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Semoga melalui pameran ini produk-produk UMKM Lampung semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tutup Andria.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Pamerkan Mutiara Laut hingga Minyak Kayu Putih di Kreasi Bhayangkari

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku membawa berbagai produk unggulan khas Maluku dalam ajang Pasar Murah dan Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Produk yang dipamerkan mulai dari mutiara laut, minyak kayu putih, tenun khas Maluku, hingga aneka kuliner tradisional.

Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku, Vitri Dadang Hartanto, mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil karya UMKM binaan dari 11 cabang Bhayangkari atau Polres di wilayah Maluku.

“UMKM yang dilibatkan berasal dari seluruh daerah di Maluku. Kami memiliki 11 cabang Bhayangkari di tingkat Polres dan semuanya membawa produk unggulan masing-masing,” kata Vitri di lokasi pameran, Senin (21/7/2026).

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Maluku menjadi kekuatan utama produk-produk yang dipamerkan. Beberapa di antaranya adalah tenun khas Maluku, mutiara laut, sukun olahan, makanan berbahan kenari, nastar premium, hingga minyak kayu putih asal Pulau Buru.

“Perairan Maluku sangat luas sehingga menghasilkan mutiara dengan kualitas yang sangat baik dan sudah terkenal. Kami juga membawa minyak kayu putih dari Pulau Buru yang menjadi salah satu produk unggulan Maluku,” ujarnya.

Vitri mengungkapkan, mutu produk UMKM Maluku telah diakui hingga pasar internasional. Salah satu produk yang telah berhasil menembus pasar ekspor adalah mutiara laut karena dinilai memiliki kualitas tinggi.

Ia berharap penyelenggaraan Kreasi Bhayangkari dapat terus menjadi ruang promosi bagi UMKM daerah sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain membantu memasarkan produk UMKM, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” tutupnya.

Continue Reading

TNI / Polri

UMKM Maluku Utara Promosikan Produk Unggulan di Kreasi Bhayangkari 2026, Olahan Kenari Jadi Favorit Pengunjung

Published

on

By

Jakarta – Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Maluku Utara mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Pameran Kreasi Bhayangkari 2026 di Jakarta. Beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, perhiasan, ikan asin hingga kain batik khas Maluku Utara dipamerkan sebagai upaya memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Ny. Sofia Margareta Widjaja, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut merupakan bagian dari komitmen Bhayangkari untuk mendukung pemberdayaan UMKM binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Maluku Utara kepada masyarakat luas. Ada makanan khas, perhiasan, kain batik, hingga berbagai kerajinan yang merupakan hasil karya UMKM daerah,” ujar Sofia kepada awak media di sela-sela pameran.

Menurut Sofia, produk kuliner menjadi daya tarik utama di stan Maluku Utara. Olahan kenari, keripik pisang mulut bebek, ikan asin, hingga berbagai makanan khas lainnya menjadi produk yang paling banyak diburu pengunjung selama pameran berlangsung.

“Produk yang paling diminati adalah olahan kenari, kemudian kain, ikan asin, dan keripik. Untuk makanan unggulan kami, olahan kenari dan pisang mulut bebek menjadi favorit pengunjung,” katanya.

Ia menjelaskan harga produk yang ditawarkan juga cukup terjangkau, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp40.000 sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pada ajang Kreasi Bhayangkari 2026, Bhayangkari Daerah Maluku Utara membawa sedikitnya 10 UMKM binaan untuk memamerkan produk unggulan mereka. Meski saat ini sebagian besar produk masih dipasarkan di dalam negeri, Sofia optimistis pameran tersebut dapat menjadi langkah awal memperluas jaringan pemasaran hingga ke pasar internasional.

Menurutnya, pameran seperti Kreasi Bhayangkari tidak hanya menjadi sarana promosi dan penjualan produk, tetapi juga media untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, dan potensi ekonomi Maluku Utara kepada masyarakat Indonesia.

“Harapan kami, masyarakat Indonesia semakin mengenal produk-produk dari seluruh nusantara, khususnya Maluku Utara. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui potensi daerah kami, sehingga melalui pameran ini mereka bisa melihat langsung kualitas dan keunggulan produk-produk UMKM Maluku Utara,” ujar Sofia.

Pameran Kreasi Bhayangkari 2026 menjadi wadah bagi UMKM dari berbagai daerah untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah melalui promosi produk unggulan dari seluruh Indonesia.

Continue Reading

Trending