Connect with us

TNI / Polri

Sambut HUT TNI Ke-76, Korem 162/WB Gelar Baksos Penyaluran Paket Sembako, Donor Darah dan Serbuan Vaksinasi Covid-19

Published

on

JAKARTA, – Dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati pada tanggal 5 Oktober mendatang, Korem 162/WB menggelar kegiatan Bakti Sosial di SMP Negeri 6 Mataram jalan Udayana Kecamatan Selaparang Kota Mataram, Minggu (26/9/2021).

Dalam keterangan tertulis penerangan Korem 162/WA, bakti sosial meliputi donor darah, serbuan vaksinasi Covid-19 dan pembagian paket sembako kepada kaum dhuafa, dihadiri para pimpinan TNI Polri NTB, Gubernur, Waka Polda, Kasrem 162/WB, Sekda NTB, para Kasi Korem 162/WB dan PJU Polda NTB, Ketua Veteran NTB, Ketua dan Pengurus Dharma Pertiwi Daerah NTB, Ketua Bhayangkari NTB serta undangan lainnya.

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan, dalam Baksos ini ,TNI menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu terutama kaum dhuafa, anak-anak yatim piatu, lanjut usia (lansia) dan petugas kebersihan kota Mataram.

Untuk vaksinasi, lanjutnya, sesuai dengan program pemerintah pusat di mana NTB diharapkan dapat mencapai Herd Immunity untuk menjamin terlaksananya World Superbike (WSBK) bulan November nanti maupun MotoGP tahun depan, pihaknya menyiapkan hari ini 40.000 dosis vaksin untuk se -NTB. Sedangkan khusus di lokasi kegiatan pagi ini 1000 dosis dengan sasaran masyarakat di seputaran Kota Mataram.

“Saat ini kota Mataram vaksinasi sudah lebih dari 80 persen, dengan 1000 dosis ini diharapkan menjadi lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Demikian juga donor darah, Pati TNI Bintang Satu itu berharap bisa menghasilkan hingga 500 kantong darah untuk memenuhi stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI), sehingga masyarakat bisa mendapatkan dengan cepat saat membutuhkan darah.

“Karena setetes darah dapat membantu menyelamatkan nyawa khususnya orang-orang dalam kondisi kritis,” tuturnya.

Pada peringatan HUT TNI Ke-76 tahun ini, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani juga memohon doa restu kepada seluruh masyarakat agar diberikan kekuatan lahir dan batin sehingga TNI dapat berbuat yang terbaik dan lebih maksimal untuk rakyat dan bangsa Indonesia.

Sedangkan Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal mengungkapkan, TNI adalah mitra terpenting dan strategis dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian baik menjaga keamanan, melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat serta pemeliharaan Kamtibmas. Apalagi di masa-masa krisis, Kepolisian tentunya akan selalu bersinergi sampai kapanpun, karena TNI Polri terdepan dalam menjaga keamanan masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dikatakan Kapolda, di masa pandemi Covid-19 saat ini, TNI Polri di NTB selalu bergandengan tangan melakukan berbagai upaya, menggelar vaksinasi massal percepatan laju vaksinasi untuk mendukung pemerintah daerah. Personel TNI dan Polri bersatu padu mewujudkan Herd Immunity di Provinsi NTB.

“Selamat kepada TNI khususnya Korem 162/WB, Lanal Mataram, Lanud ZAM. Kepolisian daerah NTB selalu mendukung apapun tugas-tugas TNI untuk rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan rasa bangga dan bahagia mendapat laporan dari Kapolda NTB bahwa vaksinasi masyarakat Lombok Tengah saat ini sudah melebihi 50 persen. Ia pun berharap dalam seminggu lagi bisa melebihi target 70 persen dari persyaratan yang diberikan pemerintah pusat untuk bisa menyelenggarakan internasional event di NTB.

“Ini tidak mungkin bisa terlaksanakan tanpa kerja keras dan kekompakan kita bersama. Semoga kerja sama dan kolaborasi kita terus berlanjut sehingga pekerjaan yang begitu berat terasa ringan untuk dijinjing bersama,” pintanya.

Demikian juga Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariyadi menambahkan, soliditas tiga pilar (TNI, Polri dan Pemda) di Provinsi NTB merupakan kekuatan utuh untuk menyukseskan berbagai event-event internasional yang dipercayakan pemerintah pusat di NTB. “Mari semua warga masyarakat kita bergandengan tangan dukung pemerintah, dukung TNI, dukung Polri. Insyaa Allah NTB Gemilang,” tandasnya.

Sebagai informasi, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh TNI di seluruh Kabupaten/Kota di NTB dalam rangka menyambut HUT TNI Ke-76 Tahun 2021. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Di Akhir Ramadhan, Polisi Ungkap Sabu 26,7 Kg Jaringan Medan–Jakarta

Published

on

By

Jakarta Pusat – Menjelang akhir bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 26,7 kilogram dari jaringan lintas daerah Medan–Jakarta. Pengungkapan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Minggu, 15 Maret 2026, di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, sebagai hasil pengembangan penyelidikan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat terhadap jaringan peredaran narkotika antarprovinsi. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial K yang diduga merupakan bagian dari jaringan Medan–Jakarta.

“Pelaku memanfaatkan momentum saat aparat tengah fokus pada pengamanan arus mudik dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan narkotika terus beradaptasi dengan berbagai situasi,” ujar Kapolres, Jumat (20/3/2026).

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat kurang lebih 26,7 kilogram serta 900 cartridge rokok elektrik yang diduga mengandung zat berbahaya jenis etomidate. Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit kendaraan, telepon genggam, serta sejumlah barang bukti pendukung lainnya.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu S. Kuncoro menambahkan, pelaku menggunakan modus menyembunyikan narkotika di dalam ban kendaraan yang diangkut menggunakan mobil towing. Kendaraan yang digunakan diketahui merupakan Mitsubishi Pajero dengan pelat nomor tidak resmi atau pelat tempel.

“Barang bukti disembunyikan di dalam dua ban, satu ditempatkan di atas kendaraan dan satu lagi sebagai ban serep di bagian bawah. Modus ini digunakan untuk mengelabui petugas,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pendalaman, tersangka diketahui merupakan residivis kasus narkotika dan diduga telah beberapa kali melakukan pengiriman barang haram tersebut. Total nilai barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp25,9 miliar, dengan estimasi jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan sebanyak 25.900 orang.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling banyak Rp10 miliar.

Tidak hanya mengungkap kasus narkotika jaringan lintas daerah, dalam periode yang sama Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat juga berhasil mengungkap 14 kasus peredaran obat keras daftar G di sejumlah wilayah rawan. Dari pengungkapan tersebut, diamankan 14 orang tersangka dengan barang bukti sebanyak 35.143 butir obat berbahaya yang diedarkan secara ilegal di wilayah Tanah Abang, Sawah Besar, Kemayoran, Cempaka Putih, dan Johar Baru.

Kapolres menegaskan bahwa Polri akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan secara komprehensif, baik melalui langkah preventif maupun represif, guna menekan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Kami tidak akan lengah. Setiap celah peredaran akan kami tutup demi melindungi masyarakat dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang,” tegasnya.

Polres Metro Jakarta Pusat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkotika dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Peran serta masyarakat sangat penting. Kami mengimbau untuk tidak ragu melaporkan melalui layanan Kepolisian 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat apabila menemukan indikasi peredaran narkotika,” pungkas Kapolres.

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Imbau Warga Tidak Konvoi Saat Malam Takbiran

Published

on

By

Jakarta,  –  Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan saat malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Warga diminta merayakan malam takbiran dengan kegiatan positif di lingkungan masing-masing, seperti memakmurkan masjid.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menyampaikan imbauan tersebut saat meninjau pengamanan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (20/3/2026).

“Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada masyarakat ibu kota kiranya untuk pelaksanaan malam takbir tidak melaksanakan konvoi. Bisa memakmurkan masjid-masjid di lingkungan sekitar, di lingkungan sendiri,” ujar Komarudin.

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan masyarakat diperkirakan akan meningkat pada malam terakhir bulan Ramadan. Oleh karena itu, aparat gabungan TNI-Polri disiagakan di berbagai titik strategis yang berpotensi dipadati warga.

Khusus di ruas Jalan Sudirman–Thamrin, sebanyak 557 personel dikerahkan untuk mengamankan situasi. Petugas juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan kerumunan masyarakat.

Untuk di ruas Jalan Sudirman-Thamrin sendiri, tidak kurang dari 557 personel kita terjunkan, karena ada beberapa ruas jalan yang nantinya akan kita rekayasa, termasuk antisipasi sekiranya banyak antusias masyarakat yang akan datang ke tempat ini,” jelasnya.

Continue Reading

TNI / Polri

Monitoring Malam Takbiran, Kapolri Pastikan Pengamanan Rangkaian Perayaan Idulfitri

Published

on

By

Sumut – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh stakeholder terkait melaksanakan monitoring pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/3/2026), malam.

Sigit melakukan pemantauan pengamanan dan pelayanan malam Takbiran di seluruh Indonesia secara virtual. Dalam kesempatan ini, Sigit memastikan seluruh rangkaian Idulfitri 2026 harus berjalan aman dan kondusif.

“Mungkin ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan bahwa malam ini sampai dengan besok tentunya kita melaksanakan rangkaian kegiatan. Yang pertama adalah kegiatan takbir keliling yang tentunya dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia yang harus kita amankan dan ini melibatkan pengamanan kurang lebih 72.016 lebih personel,” kata Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga menginstruksikan kepada seluruh personel untuk memberikan pengamanan dan pelayanan optimal saat masyarakat menunaikan Salat Idulfitri (Id) pada seluruh wilayah Indonesia.

“Dan juga besok akan dilaksanakan kegiatan Salat Id yang juga harus dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Dan pasca-itu kemudian tentunya akan ada kegiatan tradisi halal bihalal dan juga kegiatan-kegiatan lanjutan yang tentunya harus kita amankan,” ujar Sigit.

Di sisi lain, Sigit menyebut, Polri dan stakeholder terkait juga telah bersiap untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran. Diprediksi hal itu terjadi pada tanggal 24-25 Maret 2026 dan gelombang kedua di 28-29 Maret 2026.

Menurut Sigit, Kepolisian dan jajaran terkait, sudah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas saat momentum arus mudik sampai dengan balik nantinya. Hal itu untuk mencegah terjadinya kemacetan akibat lonjakan volume kendaraan.

“Kemudian berbagai upaya tentunya telah dilakukan mulai dari bagaimana mengatur ganjil-genap, kemudian contraflow, dilanjutkan one way lokal maupun one way nasional. Semua dilakukan untuk mengurai potensi-potensi kemacetan yang ada,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan, pada arus mudik tahun ini, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 3,23 persen. Sedangkan, angka fatalitas atau korban meninggal dunia menurun 24,61 persen dibandingkan pada Operasi Ketupat 2025.

“Oleh karena itu tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat pemudik,” ucap Sigit.

Sementara itu, Sigit tak lupa mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan. “Kita tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain,” tutup Sigit.

Continue Reading

Trending