Connect with us

nasional

HDMI Gelar Rakornas Ke-1 Secara Daring dan Offline

Published

on

Jakarta – Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-1 secara daring dan offline di Graha Duta Faras Jln. Duren Tiga Raya, Pancoran, Jakarta-Selatan, Sabtu-Minggu, 30-31 Oktober 2021.

Rakornas ini dihadiri Dai dan Daiyah se-Jabodetabek secara offline dan dibuka oleh Gubernur Anies Baswedan secara daring serta penutupan Rakornas akan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Mujirin.

Awak media berkesempatan menemui Sekretaris Umum Dr. Derysmono, Lc, MA dan mengatakan untuk program di tahun 2022. “Program menjelang tahun 2022 adalah mengajak seribu Dai untuk menyiarkan Islam, kedua untuk memperkuat solidaritas dan bersinergi dengan semua pihak, ketiga berwawasan luas, kebangsaan, kebhinekaan dan keislaman, keempat yaitu mualaf center memberi bantuan bagi yang baru belajar Islam,” katanya dengan ramah.

Untuk itu,tambahnya,dalam waktu dekat ini akan memberikan kajian Islam secara daring.

“Dalam waktu dekat ini akan memberikan kajian Islam secara daring, walaupun saat ini Jakarta sudah landai (kasus Covid-19),” tuturnya.

Derysmono juga menjelaskan tentang independensi HDMI dan kajian-kajian mengenai Islam. “Kajian-kajian keislaman yang harmonis ,kerahmatan ilalamin dan kebangsaan. Karena banyak juga WNI yang berada di luar negeri untuk mengikuti kajian-kajian ini.

Antara lain temanya khusus perempuan. Terkait independensi, HDMI bersinergi dan bekerja-sama dengan semua pihak, bahwa ada Dai-dai yang beraliansi politik namun HDMI mempunyai tujuan baik untuk berdakwah, di masa pandemi ini banyak ulama yang meninggal. Maka tugas HDMI meneruskan tugas ulama untuk menasihati, memberikan ilmu dan contoh kepada masyarakat sehingga masyarakat memiliki optimisme,” bebernya dengan semangat.

“Untuk pengkaderan jumlah anggota 1000 orang dari Provinsi Aceh sampai Papua, dan juga ada di 20 Kabupaten dan Kota,” pungkasnya.

Perlu diketahui,syarat-syarat untuk menjadi anggota HDMI tidak mutlak, mempunyai pendidikan secara berjenjang karena masyarakat kita dari pedesaan dan perkotaan banyak juga yang tidak mempunyai pendidikan formal contoh Gus Baha yang tidak bergelar Doktor tetapi mempunyai banyak pengikutnya.

“HDMI akan melakukan tes wawasan bagi anggotanya dan sertifikasi. HDMI berkolaborasi dengan semua ormas antara lain NU,Perti, Muhammadiyah dll untuk bersinergi,” tambahnya.

“Untuk interpreuner nantinya akan diberikan pada materi Rakornas HDMI karena untuk merubah stigma biasanya Dai diberikan bantuan dalam berdakwah. Nantinya ke depan hasil dakwahnya dapat digunakan untuk membangun mesjid atau pesantren.Contohnya Nabi Muhammad yg berdakwah sambil berdagang. HDMI sering memberikan bantuan ke Papua dan NTT dalam bentuk dana dan buku keislaman,”ungkapnya.

Sementara itu, untuk Daiyah mempunyai bidang otonom untuk dapat bergerak sendiri pada bidangnya.

Kegiatan ini di berlakukan secara protokol kesehatan yang ketat dengan 5 M, sebelumnya telah melantik 34 pengurus propinsi.

Humas HDMI Izharul Haq mengatakan menolak radikalisme karena Islam adalah rahmatan i’lalmin.

Islam adalah rahmatan i’lalmin dan terus memberikan edukasi atau training agar Dai bersikap baik. HDMI juga memberikan sertifikasi bersama MUI, untuk usia Dai yang bergabung dalam HDMI ini maksimal 45 tahun,” urainya kepada awak media.

HDMI memberikan pelatihan berjenjang dengan materi ilmu agama untuk kotib atau mubalik. Sedangkan dalam rangka sumpah pemuda beliau mengajak Dai-dai muda untuk berdakwah secara baik, tidak memukul, tidak menghardik, tetapi membangun bangsa.

HDMI juga mendukung program pemerintah untuk mempercepat mengatasi pandemi Covid-19 dengan vaksinasi guna membentuk Herd Komunity.

Continue Reading

nasional

Kunjungan Serta Audiensi ke Dinas Pariwisata Kulon Progo Terkait Penyelenggaraan Event JIKF (Jogja International Kite Festival)

Published

on

By

Kulon Progo, karyapost.com — Dalam upaya memperkuat sinergi pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM daerah, jajaran panitia JIKF (Jogja International Kite Festival) melakukan kunjungan dan audiensi ke Dinas Pariwisata Kulon Progo, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi agenda penting dalam pemaparan koordinasi penyelenggaraan Festival Layang-Layang Internasional yang direncanakan berlangsung pada tanggal 4–5 Juli 2026 di Lapangan Tayuban, Panjatan, Kulon Progo.

Dalam audiensi tersebut, panitia menyampaikan konsep kegiatan, kesiapan teknis, hingga potensi dampak positif event terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat. Festival berskala internasional ini diharapkan mampu menjadi magnet wisata baru sekaligus wadah promosi budaya dan UMKM lokal.

Ketua Panitia JIKF 2026 bapak Anang menyampaikan bahwa penyelenggaraan event ini membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“JIKF bukan sekadar festival layang-layang internasional, namun juga menjadi ruang promosi potensi daerah, budaya, pariwisata, dan UMKM Kulon Progo agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Usai melakukan audiensi di Dinas Pariwisata Kulon Progo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Angkringan Pasar Mbah Nana, yang dikenal sebagai salah satu penggerak UMKM lokal.

Dalam suasana penuh keakraban, panitia berdiskusi mengenai keterlibatan pelaku usaha kecil dalam mendukung kesuksesan event internasional tersebut.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pondok Pesantren Darussalam yang diasuh oleh Bapak Kyai Toha.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menjalin koordinasi terkait produk UMKM yang akan mengisi salah satu outlet dalam event JIKF 2026. Salah satu produk unggulan yang dipersiapkan adalah kuliner tradisional Nasi Thiwul, sebagai bagian dari promosi makanan khas daerah kepada para pengunjung.

Selain itu, panitia juga melakukan pertemuan dan sosialisasi bersama Bapak Kasdim Kulon Progo terkait pelaksanaan festival. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan dukungan lintas sektor demi terciptanya penyelenggaraan acara yang aman, tertata, dan profesional.

Panitia menegaskan bahwa event berskala internasional memerlukan penataan yang matang serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, seluruh tim terus bergerak melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari aspek teknis, pengelolaan venue, hingga pemberdayaan UMKM lokal.

RM Kukuh Hertriasning wayah dalem Sri Sultan HB VIII menjelaskan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, JIKF 2026 diharapkan mampu menjadi agenda unggulan yang memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya di Kulon Progo dengan pesan yang tersampaikan ” DARI KULON PROGO UNTUK INDONESIA”.

Jurnalis Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

nasional

Abdillah Arif Nasution Resmi Dilantik sebagai Dekan FEB USU, Dapat Ucapan Selamat dari Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM

Published

on

By

Jakarta — Abdillah Arif Nasution resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kepemimpinan dan pengembangan akademik di lingkungan FEB USU.

Ucapan selamat dan sukses turut disampaikan oleh Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM, Presiden Eksekutif Pengurus Besar Persatuan Sekolah Tinggi Swasta dan Negeri. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta membawa kemajuan bagi institusi pendidikan yang dipimpin.Selasa (5/5/2026)

“Selamat dan sukses atas pelantikan Saudara Abdillah Arif Nasution sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Semoga dapat mengemban amanah ini dengan integritas, dedikasi, dan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar
Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM dalam keterangannya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai inovasi dan terobosan strategis, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, riset, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai salah satu fakultas unggulan, FEB USU memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap dinamika global. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa semangat pembaruan serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dilantiknya Abdillah Arif Nasution, civitas akademika menaruh harapan besar akan lahirnya berbagai program unggulan yang mampu meningkatkan daya saing institusi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Continue Reading

nasional

Gus Imam: Deklarasi Ampetra Jadi Momentum Satukan Visi Penambang Tradisional

Published

on

By

Jakarta, 3 Mei 2006 — Ketua DPW Ampetra Jawa Tengah, Gus Imam Susanto, menilai Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia di Jakarta sebagai momentum penting dalam menyatukan visi para penambang tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam wawancara usai kegiatan, Gus Imam menyampaikan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses panjang konsolidasi organisasi yang telah dipersiapkan secara matang.

“Agenda ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Sehari sebelumnya kita sudah lakukan pertemuan awal untuk konsolidasi. Yang hadir juga cukup luas, dari pengurus pusat hingga wilayah di berbagai provinsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran perwakilan daerah, termasuk dari Jawa Tengah, merupakan bentuk komitmen dalam membangun organisasi yang solid dan terstruktur. Dari total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sebagian besar telah terbentuk kepengurusan, meski dalam deklarasi diwakili oleh sejumlah delegasi.

Lebih lanjut, Gus Imam menegaskan bahwa arah perjuangan Ampetra ke depan akan difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan badan hukum berbasis koperasi.

“Kita ingin membangun kelembagaan yang jelas. Fokus kita bukan ke PT atau perseorangan, tapi ke koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan. Ini penting agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan Ampetra di Jawa Tengah diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan tradisional. Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya di wilayah tersebut.

“Dari hasil pemetaan kami, sekitar 25 kabupaten di Jawa Tengah memiliki potensi tambang, terutama pasir dan batuan. Ini sangat dibutuhkan, misalnya untuk proyek strategis seperti pembangunan Tol Jogja–Bawen,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa para penambang tradisional masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait perizinan. Kondisi ini kerap menimbulkan ketidakpastian bahkan potensi konflik antara masyarakat dan pemerintah.

“Kendala utama ada di perizinan. Banyak penambang yang belum mendapatkan pendampingan yang memadai. Di sinilah peran Ampetra menjadi penting, untuk menjembatani agar aktivitas tambang bisa berjalan legal, aman, dan tidak melanggar aturan,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui pendampingan dan penguatan kelembagaan, para penambang tradisional dapat bekerja dengan lebih tenang serta memiliki kepastian hukum.

Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia diharapkan menjadi titik awal gerakan besar dalam menata sektor pertambangan tradisional agar lebih terorganisir, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Continue Reading

Trending