Connect with us

Metro

Grand Launching HI Taichan di Kota Bekasi Dihadiri Anggota DPRD Kota Bekasi

Published

on

Kota Bekasi – Taichan Harapan Indah (HI) milik pengusaha Lukman Hakim alias bang Alex Giblo menggelar Grand Launching dilokasi baru Resto Taichan HI Jalan Boulevard Hijau Raya No.5 Rt 007/Rw 009 Kota Harapan Indah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Sabtu sore (13/11/2021).

Untuk berbagi kepada sesama agar semua kalangan masyarakat bisa ikut mencicipi semua menu sajian yang ada di Taichan Hi itu. Khusus di Hari Grand Launcing Taichan HI memberikan diskon harga 50 persen.

Hadir di acara tersebut sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi antara lain H Abdul Muin Hafidz SE M.Pd dari PAN, Agus Rohadi SE juga dari PAN dan Ahmad Faisal Hermawan SE, M.M dari PDI Perjuang.

Turut hadir GMBI Distrik Kota Bekasi, Ketua Forum Komunikasi RW (FKRW) Kecamatan Bekasi Utara Ahmad Yani. Camat dan Kapolsek Medan Satria serta Lurah Pejuang yang diwakili oleh Wakilnya.

Karangan bunga ucapan selamat dari berbagai kalangan terlihat berjejer memenuhi lokasi acara. Diantaranya dari kalangan dewan, yakni anggota DPR RI PAN hj Intan Fauzi SH. L.L.M, Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Barat HM Hasbulloh Rahmad. S.Pd M.Hum, seluruh jajaran anggota fraksi PAN DPRD Kota Bekasi, anggota DPRD Kota Bekasi PDI Perjuangan Ahmad Faisal Hermawan SE dan Rudi Heryansyah.

Dari pengurus partai PAN Kota Bekasi antara lain, dari Ketua DPD PAN Kota Bekasi Fatur R Duata dan dari seluruh jajaran pengurus DPD PAN Kota Bekasi. Dari kalangan pejabat pemerintahan antara lain, Camat Medan Satria beserta jajaran dan Lurah Pejuang beserta jajaran.

Sementara itu dari kalangan pengusaha antara lain dari PT. Priscolin, PT. Sahara Indah Permai (SIP) H Agus Abdulloh, CV. Bangkit Tiga Saudara H Faisol Hayaqi, PT. Lestari Jaya H. Mamat, Komisaris LRT Jakarta Romy Bareno, PT. Alvi Yana Jaya, Koperasi Unit Mandiri Pejuang dan PT. Aneka Mitra Gemilang.

Dari Ormas karangan bunga ucapan selamat dari Ketua Distrik LSM GMBI Kota Bekasi Abah Zakaria.

Meski diguyur hujan deras acara Grand Launching berlangsung cukup meriah para tamu yang hadir tampak sumringah menikmati lezatnya aneka hidangan menu andalan Taichan HI antara lain sate Taichan, sop iga tak ketinggalan pula sajian minuman teh hangat + pisgor dan kopi panas + pisgor apalagi sambil diiringi alunan musik pengantar dari “Taichan Band” Pimpinan Anto yang tampil memukau secara live.

Anggota DPRD Kota Bekasi PAN H abdul Mu’in Hafiedz ketika diwawancarai mengaku sangat bangga dengan Alex yang telah begitu gigih membangun dunia usaha serta dunia politik. Ia berharap mudah-mudahan ini merupakan ujud nyata Alex dalam berbakti pada keluarga, pada masyarakat dan pada bangsa dan negara.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas dibukanya Taichan HI diboulevard dan saya mengajak kepada seluruh masyarakat THB, Pejuang dan Harapan Indah untuk datang mencicipi masakan yang khas dan sangat luar biasa ini yang ada di Taichan HI ini,” ucap Sekjen DPD PAN Kota Bekasi.

Agus Rohadi yang juga anggota DPRD Kota Bekasi dari PAN mengaku sangat puas dengan kelezatan sate taichan yang yang ada di Taichan HI ini. Ia berharap semoga Taichan HI milik Alex mendapat tempat dihati masyarakat dan bisa berkembang sehingga bisa membuka cabang ditempat lainnya.

“Saya ucapkan selamat atas dibukanya sate Taichan Hi ini, sate Taichannya mantap yakin makan 10 kurang makan 20 kurang makan 30 kurang, semoga Taichan HI ini bisa mewarnai kuliner yang ada di Harapan Indah ini,” ucapnya

Ahmad Faisal Hermawan anggota DPRD Kota Bekasi dari PDI Perjuangan juga tak ketinggalan mengaku sangat puas dengan lezatnya menu masakan di Taichan HI ini apalagi didukung dengan tempatnya yang enak dan kekinian.

“Saya ucapkan selamat dan sukses untuk bang Alex dan Taichan HI nya. Saya mengajak kaum millenial untuk berkunjung ke tempat ini karena tempatnya enak dan makanannya juga enak,” ucap Sekjen DPD PDI Perjuangan Kota Bekasi.

Alex sang pemilik restoran yang juga ketua DPC PAN Bekasi Utara merasa terharu dan mengucapkan ribuan terima kasih atas dukungan moril yang diberikan berbagai pihak kepadanya baik secara langsung maupun lewat karangan bunga,

“Saya ucapkan terima kasih yang mendalam atas suport dan dukungan semua pihak, terutama untuk para anggota dewan, para pengusaha, Camat Medan Satria, Lurah Pejuang dan tak lupa juga untuk ketua LSM GMBI distrik kota Bekasi beserta jajarannya. Kami tak bisa membalasnya hanya Alloh yang nanti akan membalas,” ucap Alex penuh haru.

Grand Launching Taichan HI milik Alex Giblo dimaksudkan bukan launching untuk buka pertama usaha kulinar Taichannya. Tapi launching buka pertama di lokasi baru. Taichan HI milik bang Alex sebenarnya sudah lama beroperasi dan sudah sangat terkenal di kawasan Harapan Indah dan sekitarnya, karena satu dan lain hal resto Taichan HI pindah ke lokasi baru tidak jauh dari lokasi awal tapi masih dikawasan Harapan Indah Juga.

Grand Launcing digelar dengan tambahan menu sajian paket Teh hangat + pisgor dan paket kopi panas + Pisgor dengan harga yang sangat terjangkau perpaket Rp. 15.000.

Continue Reading

Metro

STOP BAHAS “GEN-GEN”, KEMBALIKAN DIDIKAN KE BHINEKA TUNGGAL IKA

Published

on

By

Agus Harta Ketua Bidang Pemuda Dan Olahraga PP AMPG

Bangsa ini sedang terlalu sibuk berdebat tentang label. Gen Milenial disebut tahan banting. Gen Z disebut tidak sabaran. Gen Alfa disebut korban gadget. Seolah-olah karakter, etos kerja, dan masa depan 270 juta rakyat bisa dikotak-kotakkan hanya berdasarkan tahun lahir.

Saya menyebutnya: omon-omon pengelompokan generasi. Mari kita menoleh sebentar. Lihat Jepang, China, bahkan Iran. Kapan terakhir kita mendengar negara-negara itu sibuk membahas “Gen Z vs Milenial”? Tidak ada. Yang mereka ajarkan turun-temurun adalah satu hal: disiplin waktu, disiplin ilmu, dan tanggung jawab pada bangsa. Hasilnya kita lihat sekarang. Mereka maju karena fokus mendidik, bukan mendebat label.

Di negeri kita, teori pengkotak-kotakan generasi justru masif. Masuk ke seminar, konten media sosial, ruang rapat, bahkan kebijakan. Padahal secara ilmiah dasarnya rapuh. Ini lebih mirip mitos zaman dulu, feodal, seperti ramalan. Bahayanya, tanpa sadar ini menciptakan sekat baru. “Oh dia Gen Z, ya wajar.” “Oh dia Milenial, pasti begini.” Lama-lama kita kehilangan rasa satu bangsa. Bukankah ini justru bertentangan dengan cita-cita para pendiri?

Para almarhum dan almarhumah pejuang bangsa tidak pernah sibuk membahas generasi. Yang mereka genggam erat adalah *Bhineka Tunggal Ika* di bawah naungan *Garuda Pancasila*. Mereka adalah para pemikir ilmiah dan logis. Mereka sudah mengunci generasi mendatang dengan satu semboyan: berbeda-beda, tetapi tetap satu. Tidak ada dikotomi suku, agama, daerah.

Semboyan itu kemudian diperkuat oleh *Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928*: Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Itu kontrak kita sebagai anak bangsa. Bukan kontrak “kamu Gen ini, aku Gen itu”.

Lalu di mana letak persoalannya hari ini? Banyak pejabat negara yang korup, lupa pada perjuangan, dan lupa pada sumpahnya. Apakah itu salah “generasi”? Tidak. Itu salah karena meninggalkan nilai. Karena ketika nilai Bhineka dan Sumpah Pemuda ditinggalkan, yang muncul adalah ego kelompok, ego golongan, dan ego pribadi.

Maka solusinya bukan menambah label baru. Solusinya kembali ke rumah, kembali ke sekolah, kembali ke lingkungan.

*Didiklah anak-anak kita secara utuh.*
Pertama, dengan *Ilmu Agama* sebagai kompas moral. Kedua, *Ilmu Pengetahuan Sosial dan Alam* sebagai cara berpikir. Ketiga, *Teknologi Digital* sebagai bekal zaman. Dan di atas semuanya, ajarkan *kedisiplinan dan keteraturan*.

Interaksi sosial antara anak dan orang tua harus persuasif, bukan otoriter. Batasi dan arahkan pergaulan mereka. Jika ada anak yang sudah terpapar gadget, game online berlebihan, jangan langsung menghakimi. Duduk, diskusi, cari solusi bersama. Menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan masa depan satu keluarga.

Contoh kecil tapi berdampak: Jika ada halaman kosong di rumah atau di lingkungan, sulap jadi taman bunga dan buah. Buat kolam ikan. Jadikan rumah sebagai ruang edukasi yang berkelanjutan, bukan hanya seremoni 17 Agustus atau 28 Oktober setahun sekali.

Latih anak-anak kita di dunia teknologi yang positif. Ajari desain grafis agar bisa buka jasa. Ajari digital marketing agar bisa jual produk UMKM. Ajari service elektronik agar punya keterampilan. Jangan pernah bosan berpikir untuk membekali mereka.

Sebaliknya, berhentilah mengajarkan generasi muda hal yang tidak membangun. Joget-joget TikTok tanpa arah, konten tanpa nilai, hanya akan menghabiskan waktu dan mengikis daya juang.

Wahai para orang tua, guru, dan pemimpin. Sudah saatnya kita berhenti terjebak dalam wacana “Gen-gen”. Sudah saatnya kita kembali ke pangkuan *Bhineka Tunggal Ika* dan *Sumpah Pemuda*.

Karena kemajuan bangsa tidak ditentukan oleh tahun berapa kita lahir. Tetapi ditentukan oleh ilmu apa yang kita pelajari, disiplin apa yang kita latih, dan nilai apa yang kita jaga bersama.

Jakarta, 22 April 2026

Continue Reading

Metro

Bhayangkari Kaltim Pamerkan Produk UMKM Unggulan, Siap Tembus Pasar Internasional

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) menampilkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan dalam pameran yang digelar di Jakarta. Produk-produk tersebut merupakan hasil karya UMKM binaan dari 10 cabang Bhayangkari Polres di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Ketua Urusan UMKM Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, Ineke, mengatakan seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil kurasi dari masing-masing cabang Bhayangkari yang membawa produk khas daerahnya.
“Setiap cabang Bhayangkari dari Polres di Kalimantan Timur membawa produk unggulan daerah masing-masing, kemudian kami satukan dalam pameran ini agar masyarakat bisa melihat keberagaman hasil karya UMKM Kaltim,” kata Ineke di sela pameran di Jakarta.
Ia menjelaskan, berbagai produk yang dipamerkan antara lain tas, vest, celana, koper, hingga aneka kerajinan tangan berbahan dasar rotan yang menjadi salah satu ciri khas Kalimantan Timur. Menurutnya, dibandingkan pameran sebelumnya, kualitas dan desain produk tahun ini semakin berkembang dengan sentuhan inovasi yang mengikuti tren pasar.
Selain mengedepankan kualitas, sejumlah produk juga mengangkat identitas budaya dan kekayaan alam Kalimantan Timur, termasuk ornamen khas Ibu Kota Nusantara (IKN). Beberapa produk menampilkan motif Burung Enggang sebagai simbol budaya Kalimantan, serta suvenir bergambar Beruang Madu yang menjadi ikon Kota Balikpapan.

Ineke mengatakan pemasaran produk UMKM binaan Bhayangkari Kaltim saat ini masih berfokus pada pasar dalam negeri. Namun, pihaknya tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor melalui kolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Ke depan kami berencana mengikuti kegiatan promosi UMKM di Malaysia pada September mendatang bersama BRI. Harapannya produk-produk UMKM binaan Bhayangkari Kaltim bisa mulai dikenal di pasar internasional,” ujarnya.

Produk-produk yang dipamerkan dipasarkan dengan harga yang bervariasi, mulai sekitar Rp100 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, bergantung pada jenis produk, bahan baku, dan tingkat kerumitan proses pembuatannya.

Melalui pameran tersebut, Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur berharap produk-produk UMKM lokal semakin dikenal masyarakat luas, mampu memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapan kami tentu produk-produk UMKM binaan Bhayangkari maupun UMKM daerah secara umum semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu memberikan manfaat bagi para pelaku usaha di Kalimantan Timur,” tutur Ineke.

Continue Reading

Metro

IPB Terjunkan Mahasiswa KKNT di Desa Pandowan, Kulon Progo, Usung Inovasi untuk Desa Berkelanjutan

Published

on

By

KULON PROGO – Karya post.com,20/7/2026, Kalurahan Pandowan, Kapanewon Galur, kini tengah bersiap melangkah menjadi pelopor desa mandiri di Kulon Progo. Melalui program pengabdian masyarakat selama 40 hari, 8 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB) ditempatkan di Pedukuhan Prembulan akan menancapkan fondasi kuat dalam optimalisasi potensi lokal dan modernisasi tata kelola desa.

KKNT Inovasi IPB Desa Pandowan 2026 mengusung tema “Pandowan Berkarya: Pertanian Inovatif, Edukasi Sains dan Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”, dengan harapan dapat menghadirkan berbagai program kerja yang mampu menjawab tantangan di bidang pertanian, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Mahasiswa IPB berangkat dengan membawa berbagai program kerja, mulai dari menyulap berbagai limbah rumah tangga menjadi berkah, pembuatan peta administrasi Desa Pandowan, fasilitas bimbingan belajar bagi siswa siswi Sekolah Dasar di Desa Pandowan, dan beberapa kegiatan menarik yang akan dilaksanakan di SD Negeri Prembulan seperti praktikum eksperimen kimia sederhana, pembuatan pohon harapan dan kegiatan menarik lainnya. Selain itu, akan ada kegiatan puncak ketika masa KKN akan berakhir berupa Jalan Pagi Sehat (JAPAS), senam, perlombaan, dan akan ada nonton bersama “_After Movie_ KKNT Inovasi IPB Desa Pandowan 2026”.

Perwakilan KKNT IPB Desa Pandowan, Ganesha Harrymurti, mengungkapkan bahwa seluruh program yang dirancang bukan sekadar untuk memenuhi tugas akademis, melainkan investasi jangka panjang untuk masyarakat.
“Harapan besar kami, kami dapat berdampak baik dan bisa diterima dari berbagai program kerja kami” ujar Ganesha selaku Koordinator Desa kelompok KKNT IPB Desa Pandowan.

Gayung bersambut, langkah konkret para mahasiswa ini mendapat dukungan tinggi dari Pemerintah Kalurahan setempat. Lurah Pandowan, Budi Santoso, menyatakan rasa bangga dan menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program ini.

Selama 40 hari ke depan, berbagai program tersebut akan dijalankan secara bertahap bersama masyarakat dengan mengedepankan prinsip partisipatif dan keberlanjutan. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan warga, KKNT Inovasi IPB 2026 diharapkan mampu menjadi katalis lahirnya inovasi-inovasi lokal yang berdampak nyata serta memperkuat langkah Kalurahan Pandowan menuju desa yang berdaya, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Mahasiswa KKN IPB Tiara Kinar Oktavian

Continue Reading

Trending