Connect with us

Metro

PAN Jabodetabek Merayakan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di TMII Jakarta

Published

on

JAKARTA – Perkumpulan Amarasi Nekamese (PAN) Jabodetabek merayakan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Anjungan Nusa Tenggara Timur (NTT) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (30-01-2022) pagi pukul 10.00 wib-selesai.

Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dipimpin Pdt Dedi R Kurniawan dengan Thema:_Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan_

Pantauan awak media di lokasi acara, dihadiri ribuan orang Amarasi se-jabodetabek dan para tamu undangan.

Acara berlangsung meriah dengan penuh kasih kekeluargaan dan persembahan lagu pujian dari Vonny Neparasi dan pemuda Amarasi perwakilan Bekasi juga tarian daerah asli Amarasi Rabeka yang dibawakan oleh perwakilan Amarasi Barat.

Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB JAYA) Hercules Rosario Marshal dalam sambutannya menyatakan bahwa pada hari ini kita dapat berkumpul disini untuk merayakan Natal 2021 dan Tahun 2022 bersama keluarga besar Perkumpulan Amarasi Nekamese Jabodetabek.

Dalam kesempatan ini saya sangat bangga karena adinda saya Sonny dapat mempersatukan kita melalui acara ini dan juga kepada seluruh anggota GRIB JAYA yang berkesempatan hadir,” ujar Ketum GRIB JAYA.

Hercules katanya lagi, bahwa kita harus bersatu seluruh Diaspora NTT khusus nya Perkumpulan Amarasi Nekamese Jabodetabek.

“Kalau kita bersatu kita pasti kuat dan saya percaya ke depannya kita pasti kuat dan dengan acara seperti ini dapat memperkuat tali silaturahmi kita,” tuturnya.

Sementara Ketua Umum Perkumpulan Amarasi Nekamese (PAN) Jabodetabek Sonny Foni Kilikily mengatakan, acara seperti ini punya tujuan yakni kami ingin merangkul semua saudara-saudara keluarga besar Diaspora NTT khusus masyarakat Amarasi Kabupaten Kupang yang ada di Jabodetabek untuk kita bersama-sama dalam suka maupun duka,” pungkasnya.

PAN Jabodetabek sudah berdiri sejak tahun 2019. Dan acara seperti ini kami sudah lakukan, namun dua tahun terakhir yaitu tahun 2020 dan 2021 kami tidak adakan karena kondisi pandemi Covid -19 dan puji Tuhan tahun ini 2022 kami bisa laksanakan,” ungkap Sonny.

Ketum PAN Jabodetabek menambahkan, bahwa kami sudah berbuat contohnya tahun kemarin bencana seroja di NTT khusus di Amarasi.

Kami berharap agar ke depan Perkumpulan Amarasi Nekamese lebih baik dan tentu tidak terlepas dari dukungan semua saudara dan sesepuh Amarasi yang ada di Jabodetabek dan saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik dan juga saya ucapkan berterima kasih kepada Ibu DR (CN ) Hj Rizayati SH, MM Direktur Utama PT Defa Dirgantara Jaya dan PT Imza Rizky Jaya atas dukungannya dalam acara ini,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum PAN Jabodetabek Wilmard Donall Abineno S,Sos berharap kiranya perayaan natal 2021 dan tahun baru 2022 keluarga besar PAN Jabodetabek hari ini dapat mengikat tali persaudaraan seluruh masyarakat Diaspora NTT khusus Amarasi Nekamese terus di pererat,” harap pria asal Ponain ini.

Ketua panitia Taku Rasi Ataupah menjelaskan bahwa sebagai ketua panitia ini merupakan sebuah tanggung jawab artinya bahwa kegiatan natal tahun ini harus terlaksana.

Dan ini kami di beri waktu hanya satu bulan tapi puji Tuhan dapat dukungan dari seluruh saudara-saudari dan sesepuh seluruh keluarga besar Amarasi sehingga acara natal 2021 dan tahun baru 2022 dapat terlaksana pada hari ini,” tutup Ataupah.

Turut hadir:

-Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (P) Moeldoko yang mewakili bapak Edison Napitupulu

-Bupati Kupang Drs Korinus Masneno MSi Yang mewakili Bapak Chris Koroh

– Kementerian Agama Bimas Kristen Ibu Suryana Sitompul

-Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB JAYA) Bapak Hercules Rosario Marshal

-Kepala Anjungan Nusa TenggaraTimur (NTT) TMII ibu Natalia Eni Pudjiastuti S,AP

-Sesepuh Amarasi Bapak Roy Bait

Acara Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid -19.

Continue Reading

Metro

JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2026 Diikuti 350 Pecatur dari 8 Negara

Published

on

By

JAKART – Turnamen catur internasional JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2026 kembali digelar di Jakarta pada 22-26 Mei 2026. Ajang yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, itu diikuti 350 pecatur dari delapan negara dan menjadi salah satu turnamen catur terbesar di Indonesia tahun ini.Selain Indonesia sebagai tuan rumah dengan 342 peserta, turnamen juga diikuti pecatur dari Australia, Jepang, Jerman, Malaysia, Singapura, Uzbekistan, dan Italia.

Para peserta bersaing dalam sembilan babak catur standar menggunakan Sistem Swiss dengan total hadiah mencapai Rp180 juta.Ketua Panitia wasit Devina, , mengatakan turnamen dibagi ke dalam dua kategori berdasarkan elo rating masing-masing peserta.“Pecatur dengan elo rating di bawah 2.000 masuk kategori Challenger.

Sedangkan pecatur dengan rating 2.000 ke atas akan bersaing di kategori Open,” ujar Devani  di Jakarta, Sabtu (23/5/2026)

Turnamen ini juga menjadi kesempatan penting bagi pecatur Indonesia untuk meningkatkan elo rating internasional tanpa harus mengikuti kompetisi di luar negeri.

PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk yang dinilai konsisten membantu perkembangan olahraga catur nasional melalui penyelenggaraan turnamen dan program pembinaan usia dini

Corporate Affairs PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk,  penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi kelima turnamen JAPFA FIDE Rated Chess Tournament.“Melalui turnamen ini, para pecatur Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menaikkan elo rating tanpa harus mengeluarkan biaya besar mengikuti turnamen di luar negeri,” kualitas turnamen catur di Indonesia kini semakin diperhitungkan.

Continue Reading

Metro

Terbukti Diminati Siswa Luar Daerah, Program ‘Live In’ Kulon Progo Layak Jadi Kebijakan Sekolah Lokal

Published

on

By

KULON PROGO – Keunggulan potensi wisata edukasi di Kabupaten Kulon Progo sebenarnya sudah tidak diragukan lagi, bahkan magnet wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di bumi Binangun ini telah lama memikat dunia pendidikan dari luar daerah.

Melihat realita tersebut, Dewan Pakar Pirukunan Tuwanggana Kulon Progo yang juga aktif sebagai aktivis NGO, Priyo Santoso, S.H., M.H., mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dengan meminta Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan untuk bersinergi menelurkan kebijakan yang mengarahkan kegiatan luar sekolah siswa lokal ke destinasi wisata daerah sendiri.

Menurut Priyo, kegiatan seperti outing class, live in, perkemahan, atau sejenisnya akan jauh lebih optimal jika memaksimalkan potensi lokal karena selain efisien dari segi pembiayaan bagi wali murid, perputaran ekonominya akan langsung dirasakan oleh masyarakat Kulon Progo.

Potensi wisata di Kulon Progo sebenarnya tidak kalah dengan daerah lain, bahkan justru di sini suasananya jauh lebih alami dan mempesona, namun keunggulan ini memang memerlukan dukungan kebijakan yang kuat dari para pemangku kebijakan agar bisa dioptimalkan untuk edukasi siswa kita sendiri.

Priyo yang juga terjun langsung sebagai praktisi lapangan melalui Keren Kayu Homestay di Kalurahan Banaran membeberkan bukti nyata, di mana selama ini program live in atau tinggal bersama induk semang yang ia kelola justru sangat diminati dan menjadi langganan sekolah-sekolah dari luar Yogyakarta.

Siswa-siswa dari luar Jogja saja berbondong-bondong datang ke Banaran untuk melihat potensi lokal dan membaur dengan warga, sehingga tentu akan sangat elok dan membanggakan jika anak-anak asli Kulon Progo juga diajak untuk mengenali serta mencintai kekayaan tanah kelahirannya sendiri sejak dini.

Melalui program edu-wisata lokal yang terstruktur, karakter cinta daerah pada generasi muda akan terbentuk dengan lebih kuat karena mereka bisa berinteraksi langsung serta belajar dari para petani, perajin, dan pelaku UMKM setempat.

Priyo berharap catatan keberhasilan dari lapangan ini bisa mengetuk hati para pengambil kebijakan untuk segera melahirkan regulasi bersama demi kemajuan ekonomi kreatif sekaligus penguatan pendidikan karakter di Kulon Progo.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

PRIYO SANTOSO S.H,M.H KETUA LKAP KULON PROGO AJAK SEMUA PIHAK PRIORITASKAN JEMBATAN BEDOYO GUPIT

Published

on

By

KULON PROGO –23/5/2026 – Karyapost, Keberadaan infrastruktur yang mumpuni menjadi kunci utama dalam merawat kesejahteraan dan keselamatan masyarakat pedesaan.

Berangkat dari komitmen tersebut, Lembaga Kajian dan Advokasi Pembangunan (LKAP) Kulon Progo mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Jembatan Bedoyo dan Jembatan Gupit yang membentang di atas Sungai Gunsairo,kawasan Pesisir Karangsewu.

Ketua LKAP Kulon Progo, Priyo Santoso, S.H., M.H., yang juga berprofesi sebagai Advokat dan sehari-hari berkantor di Sidakan, Banaran, Galur, menyampaikan bahwa jembatan warisan era Orde Baru tersebut sudah saatnya mendapatkan sentuhan perbaikan dan pelebaran dari pemerintah.

Sebagai lembaga yang konsen dalam dukungan kajian dan advokasi pembangunan, pihaknya melihat ada urgensi yang sangat nyata di lapangan di mana jembatan dengan lebar sekitar 125 sentimeter tersebut kapasitasnya kini sudah melampaui batas daya dukung untuk mobilitas modern masyarakat.

Priyo Santoso menjelaskan bahwa aspek kemaslahatan masyarakat menjadi alasan utama mengapa jembatan ini perlu segera ditingkatkan kapasitasnya agar bisa dilalui oleh armada roda empat atau mobil logistik.

Saat ini kawasan pesisir selatan Karangsewu tumbuh subur sebagai sentra komoditas hortikultura, terutama cabai dan sayur-mayur namun potensi ekonomi yang melimpah tersebut terkendala akses angkutan karena petani masih harus melangsir hasil panen menggunakan sepeda motor menuju jalur utama.

Jika jembatan diperlebar, armada mobil pikap bisa langsung masuk ke lahan, memotong biaya logistik, sekaligus menjaga kesegaran hasil bumi hingga ke tangan konsumen.

Di sisi lain, aspek keselamatan warga juga menjadi pertimbangan krusial yang tidak kalah penting.

Mengingat posisinya yang berada di wilayah pesisir selatan dengan potensi rawan bencana tsunami, keberadaan jembatan yang representatif merupakan sebuah keharusan maka jembatan bedoyo dan gupit selama ini menjadi jalur evakuasi paling logis bagi warga di bantaran Sungai Gunsairo, sehingga pelebaran jembatan dipastikan akan memberikan rasa aman yang lebih tinggi serta meminimalkan risiko penumpukan arus transportasi saat situasi darurat terjadi.

Lebih lanjut, Priyo Santoso menambahkan bahwa LKAP yang selalu bergerak berbasis data dan kepentingan publik memandang usulan pembangunan ini sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan lintasan komunikasi dan ekonomi antar wilayah selatan.

Pihaknya mengetuk pintu hati pemangku kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk bersama-sama memberikan perhatian pada jembatan ini karena langkah tersebut bukan sekadar membangun fisik beton, melainkan wujud kehadiran negara dalam merawat urat nadi ekonomi petani sekaligus melindungi keselamatan jiwa warga pesisir.

Advokat Galur tersebut menyatakan optimisme bahwa pemerintah akan merespons harapan masyarakat ini dengan bijak dan menempatkannya sebagai prioritas program ke depan.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Trending