Connect with us

TNI / Polri

Athletics Open Danjen Kopassus Road Run 10 K Pecahkan Rekor MURI

Published

on

JAKARTA, – Penyelenggaraan kejuaraan Lomba Lari 10 Km bertajuk “Athletics Open Danjen Kopassus Road Run 10 K” dalam rangka memperingati HUT ke -70 Kopassus yang dimulai sejak tanggal 2.s.d. 5 Juni 2022 di kawasan Stadion Madya Senayan Jakarta menjadi event penyelenggaraan kejuaraan terbuka terbesar yang pernah ada di Indonesia dan meraih rekor MURI yang diikuti peserta sebanyak 2.779 orang.

Kejuaraan Lomba lari 10 K terbuka terbesar di Indonesia yang bertemakan “Tunjukan Yang Terbaik, Jadilah Sang Juara” ini merupakan kerja sama antara Kopassus dengan Pengurus Besar Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) ini diikuti atlet dari berbagai unsur yaitu TNI-Polri, Pelajar dan Umum yang bersaing memperebutkan 32 nomor perlombaan Putra dan Putri.

Peserta yang mengikuti Lomba lari tersebut sangat antusias dan bersemangat karena selama dua tahun terakhir kejuaraan semacam ini tidak digelar di tanah air dikarenakan pandemi Covid-19, sehingga mendapatkan respons positif dari masyarakat yang hadir mengikuti lomba lari tersebut hingga memecahkan rekor MURI sebagai penyelenggaraan kejuaraan atletik terbesar yang pernah ada dalam sejarah kejuaraan terbuka di tanah air. Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) diserahkan langsung oleh sang pendiri MURI, Prof. Dr. Jaya Suprana kepada Danjen Kopassus, Mayjen TNI Iwan Setiawan.

Ketua PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan yang memimpin langsung upacara penutupan “Athletics Open Danjen Kopassus Cup 2022”, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan terbuka terbesar di tanah air ini dan berharap akan muncul bibit-bibit atlet dan membantu perkembangan olahraga atletik di Indonesia.

” Saya pikir, kegiatan ini akan membantu pengembangan atletik kita. Saya sudah bicara dengan Pak Kasad, mohon izin agar prajurit-prajurit Angkatan Darat dapat juga menjadi atlet nasional,” ucap Luhut kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M M., yang hadir pada upacara penutupan.

Pemenang pada Road Run 10 K pada kejuaraan Athletics Open Danjen Kopassus Cup ini, Kategori TNI/Polri Putra juara pertama diraih Pratu Riki Luther Simbolon dari Divif 1 Kostrad, Juara ke-dua diraih Pratu Laode Safrudin dari Divif 3 Kostrad, sedangkan posisi juara ke-tiga Praka Wilder Carolis dari Grup 1 Kopassus.

Untuk Kategori Putri TNI/Polri, Finish Pertama Sertu (K) Bektiningsih Prima Dianfitri dari Persatuan Atletik Angkatan Darat (PAAD), Finish kedua Sertu Yanita Fari dari PAAD, serta peraih posisi ketiga, Sertu Endah Eka dari Ditkumad.

Sedangkan pada Kategori Umum Putra, atlet Samsudin Massa dari PRF pelari pertama yang menginjakan kakinya di garis finish, juara kedua diraih Rahmad Setiabudi dari Malang, serta juara ketiga pelari Rudi Febriade dari PAAD.

Juara Umum Pertama pada Kejuaraan Open Athletics Danjen Kopassus Cup diraih oleh PAAD dengan perolehan 7 Emas, dan 3 Perak, disusul posisi juara umum kedua Kontingen PASI Sleman dengan raihan 4 Emas, 2 Perak dan 2 Perunggu, juara umum ketiga dicapai oleh PPOP DKI Jakarta dengan torehan 2 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel Layani Aksi Penyampaian Pendapat di Jakarta

Published

on

By

Jakarta,  – Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani aksi penyampaian pendapat sejumlah elemen masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kamis (18/6/2026).

Personel akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan, antara lain area Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

“Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Adapun personel yang dilibatkan terdiri dari unsur Polda Metro Jaya sebanyak 2.359 personel, jajaran Polres sebanyak 372 personel, serta BKO sebanyak 1.400 personel. Unsur BKO tersebut meliputi TNI sebanyak 200 personel, Korbrimob sebanyak 900 personel, dan Korsabhara sebanyak 300 personel.

Sejumlah elemen masyarakat dijadwalkan menyampaikan aspirasi di beberapa lokasi. Di area Monas diperkirakan terdapat massa dari sejumlah organisasi kemahasiswaan dan masyarakat. Sementara itu, massa lainnya direncanakan berada di kawasan Bundaran HI/Dukuh Atas dan Gedung Kemenaker RI.

Lebih lanjut Kombes Budi menjelaskan, pola pelayanan dan pengamanan dilakukan secara preemtif, preventif, serta penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran. Petugas juga disiagakan untuk pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas,” katanya.

Kombes Budi menambahkan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional menyesuaikan perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan yang menjadi titik kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan kepolisian terdekat atau Call Center 110.

Continue Reading

TNI / Polri

Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya Dapat Apresiasi dari Masyarakat

Published

on

By

Jakarta — Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga, Ahmad, menyampaikan kepuasannya usai mengurus pembukaan blokir dan berkas kendaraan di layanan BPKB Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).

Ahmad mengaku pelayanan yang diberikan petugas berjalan dengan baik dan memuaskan. Menurutnya, proses pengurusan dapat dilakukan dengan lancar serta petugas memberikan pelayanan yang ramah.

“Ya baik, alhamdulillah. Pelayanannya cukup baik,” ujar Ahmad.

Saat ditanya mengenai saran atau masukan terhadap pelayanan yang diberikan, Ahmad mengaku sejauh ini tidak menemukan kendala yang berarti.

“Selama ini sih tidak ada, sudah cukup,” tambahnya.

Sementara itu, Pamin Seksi BPKB Polda Metro Jaya, Ipda Feri Prasetyo, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan transparan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik dan nyaman,” ujar Ipda Feri Prasetyo.

Continue Reading

TNI / Polri

Korlantas Tegaskan Hanya Polri Berwenang Terbitkan SIM

Published

on

By

Jakarta – Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa hanya kepolisian yang berwenang menerbitkan surat izin mengemudi (SIM).

Penegasan ini ia sampaikan dalam rangka mencegah terjadinya pemalsuan SIM atau penerbitan SIM oleh pihak tertentu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Polri.

“Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa satu-satunya institusi yang berwenang menerbitkan SIM adalah Polri. Ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelas Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo dalam keterangan, Senin (15/6/26).

Ia menjelaskan, kewenangan tersebut secara tegas diatur dalam Pasal 87 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.”

Selain itu, dalam Pasal 87 ayat (3) juga disebutkan bahwa Polri wajib menyelenggarakan sistem informasi penerbitan SIM.

Brigjen Pol. Wibowo menekankan, SIM bukan sekadar kartu identitas pengemudi, melainkan juga dokumen negara yang menjadi bukti legitimasi kompetensi, registrasi, dan identifikasi pengemudi kendaraan bermotor yang diterbitkan berdasarkan proses verifikasi, pengujian, serta pencatatan dalam sistem informasi yang dikelola Polri.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi atau penawaran yang berpotensi menyesatkan terkait penerbitan SIM di luar mekanisme resmi Polri.

“Oleh karena itu, dokumen apa pun yang diterbitkan oleh pihak lain tidak dapat disamakan, menggantikan, ataupun dianggap sebagai SIM yang sah menurut hukum Indonesia,” ujarnya.

Continue Reading

Trending