Connect with us

Metro

Deklarasi Pemilu Asyik: Seruan Agar Semua Warga Bisa Mendapatkan Literasi Pemilu, Berpartisipasi Aktif, dan Menggunakan Hak Pilih Tanpa Halangan

Published

on

Jakarta, 12 Agustus 2023 — Sehubungan Pemilu Serentak 2024, Ayo Nyoblos kembali digelar dalam serangkaian program/kegiatan terkait literasi pemilu, di antaranya sosialisasi, pelatihan/ToT (Train of Trainers), serial klip Ayo Nyoblos, serial meme Ayo Nyoblos di media sosial, kartu permainan, pin Ayo Nyoblos, serta Panduan Asyik (cetak dan digital).

“Ayo Nyoblos adalah program dari Gerakan Kebangsaan Indonesia (GKI): satu badan pelayanan Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Barat yang menggelar berbagai program/kegiatan bertema kebangsaan dengan semangat inklusif, toleransi, dan kebhinnekaan,” ujar Ketua Umum GKI Sinode Wilayah Jawa Barat Pdt. Sheph Davidy Jonazh.

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan Ayo Nyoblos, pada hari Sabtu, 12 Agustus 2023, dilakukan Deklarasi Pemilu Asyik bersama mitra-mitra kebangsaan GKI, seperti: Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Rumah Kepemimpinan, Jemaah Ahmadiyah Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Komunitas Baha’i, Komunitas Sikh, Katedral (Katolik), Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, dan lembaga pendidikan yang memiliki akses ke pemilih pemula (BPK PENABUR, Universitas Maranatha, dan Universitas Krida Wacana/Ukrida).

Deklarasi Pemilu Asyik yang dihadiri Komisioner Bawaslu Lolly Suhenty dan Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata ini, bertempat di Kantor GKI Sinode Wilayah Jawa Barat: Jl. Tanjung Duren Raya 4, Gedung UKRIDA Blok E Lantai 4, Jakarta Barat 11470.

Pemilu adalah pesta demokrasi. Laiknya pesta, pemilu pada dasamya menyenangkan, gempita, dan dinantikan dengan sukacita: bukan menakutkan, teror, hoaks, apalagi menimbulkan perpecahan. Itu sebabnya, Gerakan Ayo Nyoblos 2024 mengusung tema “Pemilu Asyik”. Menurut Lina Tjindra selaku Ketua Ayo Nyoblos 2024: “Ayo Nyoblos adalah gerakan literasi pemilu dengan semangat netral-objektif-inklusif guna membantu jemaat atau warga dalam menggunakan hak pilihnya tanpa terkendala ketidaktahuan.”

Pada hari yang sama, digelar Pelatihan Ayo Nyoblos bagi 50 utusan gereja, klasis, dan lembaga mitra Gerakan Kebangsaan Indonesia GKI -dari area Jakarta, Bogor, Tangerang, hingga Sukabumi dan Banten. Pelatihan perdana ini berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang memberikan materi pelatihan. Para peserta diharapkan dapat menjadi inisiator Gerakan Ayo Nyoblos (literasi pemilu) dan Ayo Pantau (literasi pengawasan/ pemantauan pemilu) di gereja/klasis dan lembaga/komunitas asalnya.

DEKLARASI PEMILU ASYIK, PEMILU BAGI SEMUA

Kami, lembaga serta komunitas keagamaan, kepercayaan, pendidikan, dan masyarakat sipil, mengajak seluruh Warga Negara Indonesia untuk:

1. Menyambut Pemilu 2024 sebagai Pesta Demokrasi dengan semangat dan penuh kegembiraan.

2. Berpartisipasi aktif mendukung KPU dan Bawaslu mewujudkan Pemilu 2024 menjadi pemilu yang asyik, damai dan berkualitas yang berlangsung LUBER dan JURDIL.

3. Menolak politik uang, berita kebohongan atau hoaks, ujaran kebencian, dan politik identitas yang tidak sesuai dengan semangat kebangsaan.

Kami juga mendorong semua pihak berwenang untuk mendukung setiap warga agar dapat menggunakan hak pilihnya tanpa halangan dan tanpa melihat agama, kepercayaan, suku, warna kulit, dan pilihan politiknya.

Kantor GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, Jakarta, 12 Agustus 2023

Tentang Gerakan Kebangsaan Indonesia

Gerakan Kebangsaan Indonesia adalah badan pelayanan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sinode Wilayah Jawa Barat di bidang kebangsaan. Sesuai dengan tugas pelayanannya untuk membangun semangat kebangsaan, Gerakan Kebangsaan Indonesia mengadakan kegiatan lintas iman yang bersifat inklusif, toleransi, dan bhinneka.

Sepanjang tahun 2023 ini, Gerakan Kebangsaan Indonesia GKI memfokuskan kinerjanya ke Gerakan Ayo Nyoblos yang mengangkat pentingnya peran aktif umat dalam pesta demokrasi sebagai wujud tanggung jawab warga negara dalam berbangsa dan bernegara. Ayo Nyoblos — yang diinisiasi dari program Kebangsaan GKI Klasis Jakarta Selatan bertujuan meningkatkan partisipasi jemaat GKI pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya dalam menyukseskan Pemilu Serentak perdana tahun 2019. Apresiasi dari banyak pihak, mendorong GKI menggaungkan kembali Ayo Nyoblos 2024, kali ini dengan tema “Pemilu Asyik”.

Continue Reading

Metro

UBAH MINYAK JELANTAH & SAMPAH JADI CUAN

Published

on

By

Jakarta 08 Juni 2026 – Kolaborasi Warga Makasar Bukti Sampah Jakarta Bisa Jadi Solusi, Bukan Masalah, Minyak jelantah yang selama ini jadi biang banjir dan pencemar air, kini disulap jadi lilin aromatherapy bernilai ekonomi tinggi. Inovasi ini digagas Bang Wisnu, Penggiat Lingkungan “Komunitas Hijau Ceria Jakarta” di RT 03/RW 04, Kel. Makasar, Kec. Makasar, Jakarta Timur.

Koordinator Presidium Gerakan Aktivis Jakarta, Agus Harta, saat berjumpa langsung dengan Bang Wisnu menyebut ini contoh nyata ekonomi sirkular dari bawah. “Minyak jelantah itu bahaya. Dibuang ke got, bikin air mampet, oksigen habis, ikan mati. Nyumbat pipa, Jakarta banjir. Tapi di tangan Bang Wisnu, sampah jadi rupiah,” tegas Agus, Senin (8/6)

*DARI LIMBAH JADI LILIN WANGI*
Komunitas Hijau Ceria memulai dari pengepulan minyak goreng bekas warga. Dibeli Rp4.000 – Rp6.000/liter, tergantung tingkat keruhnya. Minyak disaring, diolah, dicampur bahan alami, lalu dicetak jadi lilin aromatherapy.

“Ini bukan sekadar lilin. Ini edukasi. Warga jadi sadar, jelantah jangan dibuang. Kumpulin, ada harganya. Lingkungan selamat, dapur ngebul,” ujar Bang Wisnu.

*AJAKAN KOLABORASI: JAKARTA BISA BERESKAN SAMPAH SENDIRI*
Gerakan Aktivis Jakarta melihat potensi besar komunitas independen seperti Hijau Ceria. Agus Harta menegaskan, saatnya kolaborasi pentahelix digerakkan.

“Kami optimis Jakarta bisa berbenah dan selesaikan persoalan sampahnya sendiri. Kuncinya: kolaboratif. Legislatif, Pemda di semua jenjang, swasta, dan masyarakat harus transparan dan jalan bareng. Tingkatkan kesadaran berkelanjutan,” kata Agus.

Agus secara khusus mendorong Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta turun langsung ke lapangan. “Jangan cuma rapat di gedung. Temui Bang Wisnu, temui pemulung, temui bank sampah. Biar regulasi yang dibuat sesuai fakta lapangan. Mudah dicerna semua kalangan, bukan cuma jadi menara gading,” tutup Agus.

Gerakan Aktivis Jakarta menyatakan siap menemani dan mengadvokasi perjuangan komunitas lingkungan seperti Hijau Ceria agar replikasi program ini bisa masif di 44 Kecamatan se-DKI Jakarta.

Continue Reading

Metro

Menuju Sertifikasi Indikasi Geografis, Dinas Perikanan dan UGM Dampingi Kampung Lele Asap Jati Banaran

Published

on

By

KULON PROGO –Karyapost.com, Langkah strategis untuk melindungi dan melejitkan potensi ekonomi lokal terus digulirkan di Bumi Binangun.

Kali ini komoditas unggulan daerah yaitu Lele Asap Jati dari Banaran,Galur, Kulon progo,Yogyakarta,bersiap melangkah ke panggung hukum dan pasar yang lebih luas melalui program pendampingan sertifikasi Indikasi Geografis (IG).

Langkah nyata ini diwujudkan melalui sinergi kokoh antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo bersama tim akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan krusial ini digelar secara guyub di kediaman Bapak Dukuh Jati, Kalurahan Banaran, pada Senin (8/6/2026).

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo,Kepala Bidang Pengolahan dan pemasaran R. Wakhid Purbiyantoro, S.T., tim pendamping dari UGM, jajaran Pemerintah Kalurahan Banaran, kelompok pengolah lele asap serta tokoh masyarakat setempat.

Sertifikasi Indikasi Geografis (IG) ini dibidik bukan sekadar sebagai label formalitas melainkan sebagai bentuk perlindungan hukum atas hak kekayaan intelektual komoditas lokal.

Karakteristik rasa, aroma dan proses pengasapan tradisional khas Jati Banaran merupakan aset daerah yang tidak dimiliki oleh wilayah lain sehingga sangat layak mendapatkan proteksi hukum dari negara melalui Kementerian Hukum dan HAM.

Kegiatan pendampingan ini sangat penting dan juga memantik diskusi dinamis mengenai masa depan produk lokal dari kabupaten Kulon Progo pada umumnya.

Tokoh masyarakat setempat yang juga pengamat civil society, Priyo Santoso, S.H., M.H., memberikan catatan dan usulan strategis kepada jajaran penentu kebijakan yang hadir ,
dalam interupsinya  Priyo Santoso menekankan bahwa momentum Lele Asap Jati Banaran ini harus menjadi pemantik awal bagi gerakan yang lebih masif dan mendorong pemerintah daerah untuk tidak berhenti di satu komoditas saja kemudian apresiasi setinggi-tingginya juga diberikan kepada Dinas Perikanan dan UGM.

Kami berharap ke depan dapat mengusulkan kepada Pemerintah Daerah bisa lebih progresif memfasilitasi sertifikasi Indikasi Geografis bagi potensi-potensi lokal lainnya yang ada di kabupaten Kulon Progo yang mana kaya akan produk hasil bumi maupun kuliner yang memiliki ciri kekhususan serta keunikan geografis yang kuat maka jika semua diproteksi dan difasilitasi dengan IG, tentunya ini akan menjadi benteng hukum sekaligus motor penggerak kesejahteraan bagi masyarakat ujar Priyo Santoso tegas kepada awak media.

Merespons antusiasme tersebut pihak dinas dan tim UGM berkomitmen untuk terus mengawal proses penyusunan dokumen ruang lingkup komoditas Lele Asap ini hingga tuntas kemudian Kehadiran akademisi diharapkan mampu menjembatani aspek ilmiah,standardisasi mutu,higienitas tanpa menghilangkan otentisitas tradisi lokal yang sudah mengakar.

Melalui perlindungan Indikasi Geografis, Kampung Lele Asap Jati , Banaran , Galur Kulon progo, Yogyakarta diproyeksikan mampu menjadi episentrum baru untuk pemberdayaan ekonomi lokal kemudian hak paten geografis ini diyakini akan meningkatkan daya tawar produk di pasar modern, melindungi hak-hak kelompok pengolah lokal serta membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat yang ingin berdaulat dan mandiri membangun konsep ekonomi kreatif yang mengedepankan semangat kearifan lokal.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Hadiri Workshop PAN 2026, Muslih Dorong Kesadaran Lingkungan dan Ketahanan Pangan untuk Kemajuan Daerah

Published

on

By

Jakarta – Anggota DPRD Kabupaten Jepara dari Partai Amanat Nasional (PAN), Drs. H. Muslih, M.H., menghadiri Workshop PAN 2026 yang digelar pada 7–9 Juni 2026 di Hotel Sultan Jakarta.

Kegiatan yang mengusung tema “Bantu Rakyat Pilah Sampah” tersebut diikuti kader dan anggota legislatif PAN dari berbagai daerah di Indonesia. Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah, serta mendorong kepedulian terhadap isu lingkungan, ketahanan pangan, dan pelayanan publik.

Dalam wawancara dengan awak media pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, Minggu (7/6/2026), Muslih menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam Workshop PAN 2026 sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan dan penguatan sektor pangan.

Menurutnya, program-program yang dibahas dalam workshop sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Tema lingkungan dan pangan sangat baik untuk masa depan. PAN terus berupaya menggerakkan masyarakat agar semakin maju dan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, daerah akan berkembang lebih baik dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Muslih.

Ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, mengelola limbah rumah tangga, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan yang harus terus diperkuat di seluruh daerah.

Selain itu, Muslih juga menilai bahwa semangat reformasi dan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat perlu terus dijaga melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Berbagai materi yang disampaikan dalam workshop, menurutnya, dapat menjadi referensi bagi para kader dan anggota legislatif PAN dalam merumuskan program pembangunan di daerah masing-masing.

“Kita berharap Indonesia semakin maju, lingkungan semakin bersih, dan tata kelola pembangunan semakin baik sehingga daerah-daerah di Indonesia dapat berkembang tanpa menghadapi persoalan lingkungan yang menghambat kemajuan masyarakat,” tambahnya.

Workshop PAN 2026 menjadi ajang konsolidasi nasional bagi kader PAN untuk memperkuat sinergi, bertukar pengalaman, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Melalui kegiatan tersebut, PAN berharap dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi dan kebijakan daerah yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat peran partai dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Continue Reading

Trending