Connect with us

Metro

Eko Pratama (Ketua Relawan Prabowo Muda) Ada 17 Program Prioritas Gerakan 1.000 Forum Kenapa Harus Mendukung Prabowo

Published

on

Jakarta, 4 Oktober 2023 – Relawan Yakin Indonesia Maju (YIM) Menggelar Diskusi Publik dengan tema ; “Prabowo Mencari Cawapres (Yusril Ihza Mahendra Pilihan Terbaik)” dan Deklarasi Pasangan Prabowo Subianto – Yusril Ihza Mahendra sebagai pasangan Bakal Calon Presiden – Wakil Presiden 2024 di Warunk UpNormal Taman Kuring Jakarta pada hari Rabu, 4 Oktober 2024.

Relawan Yakin Indonesia Muda (YIM) meyakini bahwa Prabowo – Yusril mampu membawa Indonesia lebih maju ke depannya dengan kapasitas dan integritas yang dimiliki oleh pasangan capres-cawapres ini.

Kami selaku Relawan YIM akan memastikan kemenangan Prabowo Subianto – Yusril Ihza Mahendra dengan berbagai visi misi yang beliau canangkan untuk Indonesia Maju.

Dalam agenda Diskusi Publik yang membahas Prabowo Mencari Cawapres 2024, maka dihadirkan oleh Narasumber yang berkompenten berpengalaman dibidang politik yaitu ;
1. Dr. Fahri Bachmid, S.H., M.H. Pakar (Hukum Tata Negara)
2. Dr. Anggawira, M.M., M.H. (Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
3. Dr. Ujang Komarudin, M.Si. (Pengamat Politik)
4. Bung Kamal Ketua Relawan Yakin Indonesia Maju (YIM)
5. Bintang Siregar (Aktivitis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)
6. Eko Pratama (Ketua Relawan Prabowo Muda)
7. Host : Kamaratih Kusuma
(Presenter TV)

Eko Pratama (Ketua Relawan Prabowo Muda) Saat ditemui awak Media Online seusai menghadiri sebagai narasumber Diskusi Relawan Prabowo Mencari Cawapres : Yusril Ihza Mahendra Pilihan Terbaik memberikan wawancara ;”Kalau pergerakan kita sejauh ini sudah canvasing di generasi milenial dan generasi z dimana kita membantu menerjemahkan program Pak Prabowo yang sudah di rilis. Sejauh ini ada 17 program prioritas itu yang kita buat gerakan yang namanya gerakan 1.000 forum kenapa harus mendukung Prabowo. Itu yang kita sampaikan kepada masyarakat khususnya generasi muda, gen z dan milenial. Mereka harusnya paham pikiran Pak Prabowo sebenarnya simple.

Karena memang mungkin keterbatasan, Indonesia luas kita sebagai generasi muda harus mampu membantu menerjemahkan itu kepada masyarakat luas itu yang kami lakukan selama ini. Kalau di Prabowo Muda ada namanya Gerakan 1.000 Forum kenapa harus Prabowo.

Terkait suara milenial harusnya bisa meraih sekitar 70% karena Pak Prabowo sangat digandrungi oleh anak-anak muda, gen z dan milenial. Yang disampaikan Pak Prabowo itu simple tapi itu kebutuhan, bagaimana Pak Prabowo itu sangat cakap dalam mempersiapkan masa depan anak-anak muda.

Dia tidak ada beban, bebannya hanya bagaimana kemudian menyamakan frekuensi dari seluruh pendukungnya.

Tokoh sekaliber Pak Prabowo mampu melakukan itu. Kalau Pak Yusril urusan Tata Negara saya kira clear. Dalam Pilpres bukan hanya itu konteksnya, ada elektoral yang harus kita kejar sama-sama karena kemenangan Pak Prabowo di survei-survei itu tipis sekali.

Cawapres tentu saja harus memberikan insentif elektoral yang kuat. Soal produk hukum yang selama ini dikeluarkan yang menurut bahasan masyarakat masih banyak merugikan, saya kira yang baik silahkan diteruskan seperti IKN itu sudah menjadi konsesi bersama dan harus dilanjutkan.

Kalau yang masih belum tepat seperti Omnibuslaw mungkin bisa ditinjau ulang dan banyak mekanisme-mekanisme yang bisa ditempuh.

Apabila demokrasi kita suara-suara dari bawah bisa dihimpun oleh lembaga yang namanya DPR tingkat II, tingkat I sampai DPR RI senayan yang kemudian membuat produk undang-undang ditingkat pusat harus bisa lebih mendalami untuk menjadikan produk hukum menjadi clear tidak merugikan dan mempermudah banyak hal yang akan dikejar dari Republik ini.

Harapan kami tentunya Pak Prabowo bisa menang karena memang ini adalah kesempatannya Pak Prabowo. Kalau saya kutip kata Pak Anies Matta Ketum Partai Gelora, Pak Prabowo adalah the man of the momment.

Memang ini waktunya Pak Prabowo untuk bekerja secara utuh. Indonesia butuh kepemimpinan strategis yang mana hari ini diantara ketiga Capres ini Pak Prabowo yang terbaik,” tutupnya.

Continue Reading

Metro

Sahabat Tani Indonesia Tempuh Jalur Hukum, Apresiasi Polda Metro Jaya Atas Ruang Aspirasi Petani

Published

on

By

Jakarta, – Sahabat Tani Indonesia menyatakan akan mengambil langkah hukum kepada Feri Amsari dengan melaporkan dugaan penyebaran informasi yang menyesatkan kepada aparat penegak hukum. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga ketertiban umum serta melindungi petani agar ruang publik tetap sehat dan stabil.

“Kami tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang mencoba memanipulasi informasi dan membenturkan masyarakat petani dengan pemerintah,” ujar, H. Ben Nofri Baso perwakilan Sahabat Tani Indonesia, Kamis (17/4/2026).

Ia menegaskan, penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta dapat merugikan petani dan mengganggu stabilitas sektor pertanian. Karena itu, pelaporan ke aparat penegak hukum menjadi langkah tegas organisasi dalam melawan disinformasi.

Dalam kesempatan yang sama, Sahabat Tani Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Metro Jaya, khususnya Kapolda Metro Jaya, yang telah memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait pihak-pihak yang dinilai mencoba membenturkan masyarakat petani dengan pemerintah di bawah kepemimpinan saat ini.

“Kami berterima kasih kepada abangda Kapolda Metro Jaya yang sudah membuka pintu dialog. Ini bukti bahwa polisi hadir mendengarkan suara petani,” ucap H. Ben Nofri Baso Sahabat Tani Indonesia berharap sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat penegak hukum terus terjaga demi mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia.

Continue Reading

Metro

Mualaf Tionghoa Tegaskan Peran Sebagai Jembatan Ukhuwah dan Persatuan Bangsa

Published

on

By

Jakarta – Abdurrahman Ong, Klai Perwakilan Mandat dari organisasi-organisasi mualaf dan yayasan mualaf Indonesia, menegaskan pentingnya peran Persatuan  Islam Tinghoa Indonesia (PITI) dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun jembatan komunikasi lintas identitas di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam wawancara dengan sejumlah media, Abdurrahman Ong menjelaskan bahwa esensi Islam yang inklusif dan penuh keindahan tercermin dalam semangat persaudaraan tanpa memandang perbedaan ras maupun latar belakang.

“Inti dari Islam adalah ukhuwah Islamiyah, di mana kita diajarkan untuk bergaul dengan sesama muslim tanpa melihat perbedaan ras. Islam itu indah, dan meskipun kita terlahir berbeda, pada dasarnya kita adalah satu tubuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesan persatuan tersebut tidak hanya ditujukan secara internal umat Islam, tetapi juga penting disampaikan secara eksternal sebagai upaya meredam potensi segregasi ras di Indonesia.

Menurutnya, keberagaman harus dipandang sebagai rahmat yang memperkaya kehidupan berbangsa.

“Harapan kami, bangsa ini bisa melihat perbedaan sebagai rahmat. Justru dari perbedaan itulah kita bisa saling menguatkan,” katanya.

Abdurrahman Ong juga menekankan pentingnya syiar Islam yang inklusif kepada komunitas Tionghoa. Ia menyebut, mualaf Tionghoa memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara identitas keislaman dan budaya Tionghoa.

“Kami membawa dua identitas sekaligus, sebagai Tionghoa dan sebagai Muslim. Dari situ kami bisa menjadi jembatan syiar dan komunikasi antar berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.

Dalam upaya memperkuat kerukunan, kegiatan yang digagas PITI juga melibatkan berbagai elemen, termasuk organisasi non-muslim dari komunitas Tionghoa. Hal ini dilakukan agar tercipta saling pengertian serta memperkuat rasa kebersamaan.

“Kami juga mengundang organisasi non-muslim Tionghoa agar mereka melihat bahwa komunitas ini ada, dan kita bisa hadir sebagai satu kesatuan yang besar,” tambahnya.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan digelar secara rutin setiap tahun dengan lokasi yang berpindah-pindah, baik di masjid maupun tempat bernuansa budaya Tionghoa, sebagai simbol harmonisasi identitas.

Abdurrahman Ong menegaskan bahwa menjadi seorang Muslim tidak berarti meninggalkan identitas budaya Tionghoa, begitu pula sebaliknya.

Menurutnya, kedua identitas tersebut justru dapat berjalan beriringan dalam harmoni.
“Kita tidak bisa meninggalkan salah satu identitas.

Justru kita harus mampu melebur dan menjadikan keduanya sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan,” pungkasnya.

Continue Reading

Metro

FTPI Restui Promotor Maluku Gelar Sabuk Emas Presiden RI ke-III di Era Prabowo

Published

on

By

Jakarta – Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) memastikan Sabuk Emas Presiden RI ke-III akan digelar di era Presiden Prabowo Subianto. Untuk hajatan bergengsi itu, FTPI resmi mendukung Nikolas Johan Kilikily, SH., MH, promotor Pattimura Internasional Big Fight dari Maluku Barat Daya Promotion.

Kepastian dukungan disampaikan langsung oleh pencetus Sabuk Emas Presiden RI, Yance Rahayaan, http://S.Sos. Ia menegaskan langkah ini diambil setelah event Pattimura Internasional Big Fight 2026 tuntas digelar. “FTPI selaku pencetus akan mengantar promotor dari Maluku ini menuju Sabuk Emas Presiden RI ke-III,” ujar Yance yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas FTPI Pusat.

Sabuk Emas Presiden RI merupakan ajang tertinggi tinju profesional di tanah air. Sebelumnya, sabuk pertama diperebutkan pada 2016 di Gedung Balai Sarbini, Jakarta. Edisi kedua menyusul pada 2018 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI. Kedua event tersebut lahir di era Presiden Joko Widodo atas prakarsa Yance Rahayaan.

Ketua Umum FTPI Pusat Neneng A Tuty, SH menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah administratif. “Setelah Pattimura Internasional Big Fight selesai dan berhasil, FTPI akan menyurati Presiden dan Menpora. Kami mengusulkan Sabuk Emas Presiden RI ke-III dilaksanakan dengan promotor Nikolas Johan Kilikily,” tegas Neneng,

Menurut Yance, penunjukan promotor asal Maluku itu bukan tanpa alasan. Nikolas dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam pembinaan tinju nasional. “Beliau punya jiwa kepahlawanan Pattimura Muda Lawamena Haulala dan integritas tinggi. Komitmennya untuk tinju Indonesia tidak diragukan,” kata Yance, alumni FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta.

Dengan dukungan penuh FTPI, Sabuk Emas Presiden RI ke-III diproyeksikan menjadi panggung kebangkitan tinju nasional sekaligus pembuktian kapasitas promotor daerah di level tertinggi.

Continue Reading

Trending