Connect with us

Metro

SC KIBBM Gelar Konsolidasi Dukung Pemuda Indonesia Untuk Bersatu Adakan Aksi Bela Rakyat Palestina

Published

on

Jakarta, Senin, 23 Oktober 2023 – Steering Committee Koalisi Indonesia Bela Baitulmaqdish (KIBBM) berencana menggelar aksi sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina sehingga Melalui aksi ini, untuk mendukung bela rakyat Palestina yang sudah jatuh korban ribuan jiwa.

Menurut Selo ditargetkan aksi bela Palestina ini akan diikuti ribuan orang dari berbagai kalangan. “Seluruh Pemuda Indosia diharapkan dapat hadir mendukung perjuangan rakyat Palestina,” kata Selo, kepada awak media yang hadir.

Selo, Koordinator Ormas Muslim KIBBM didampingi Novi, Media Center KIBBM mengatakan bahwa ditargetkan aksi bela Palestina ini akan diikuti ribuan orang dari berbagai daerah. “Masyarakat baik Pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang agama, suku bangsa diharapkan dapat hadir mendukung perjuangan rakyat Palestina,” kata Selo, saat jumpa pers di Hotel Balairung, tepatnya di Matraman, Jakarta Pusat Lt.3 pada Senin, 23 Oktober 2023 malam.

Selo mengatakan, adanya tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah Indonesia. Salah satunya pemerintah membuka jalan bagi para relawan untuk memberikan bantuan langsung di Palestina. “Kami menghimbau agar seluruh pemuda Indonesia berkumpul berharap pemerintah untuk memfasilitasi kami berangkat ke Palestina,” kata Selo.

“Untuk itu,” lanjut Selo,” kami mengajak seluruh pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang, suku, agama serta ras adat istiadat bersatu untuk kita adakan Aksi Bela Palestina yang diharapkan dapat dihadiri oleh berbagai kalangan termasuk dari eksekutif, yudikatif, legislatif, serta masyarakat terutama Pemuda Indonesia,” sambung Selo.

Selo Perwakilan Koalisi Indonesia Bela Baitulmaqdish (KIBBM) dalam sesi konferensi pers menjelaskan bahwa, “Hari Sabtu 28 Oktober 2023 kita aksi, aksi dimulai dari pagi hari dan Insya Allah Dzuhur selesai.

Aksi damai terkait yaitu pertama ini sikap bangsa Indonesia terutama dalam hal ini Sumpah Pemuda Indonesia. Jadi beberapa negara sudah melakukan aksi yang besar seperti di Maroko, London dan Amerika. Di Indonesia belum besar padahal kita negara mayoritas Islam. Temanya Sumpah Pemuda Indonesia melawan pembantaian di Palestina. Kita mau buat statement bahwa kita Bangsa Indonesia punya kepedulian yang besar terhadap Palestina.

Yang kedua kita mendorong lobi-lobi diplomatik menguatkan pemerintah, pemerintah tidak sendiri. Selama ini Bu Retno Kemenlu sudah bekerja di PBB untuk pembebasan Palestina beserta negara-negara lain. Jadi kita dari sisi masyarakat juga ikut support langkah-langkah pemerintah.

Yang ketiga kita akan mendorong pembukaan akses untuk logistik untuk bantuan ke masyarakat di Gaza karena kemarin waktu dibuka di Rafah sudah di bom lagi sama Israel.

Gudang logistik begitu di load dan mau di reload di bom jadi hancur itu. Jadi kelakuan Israel begitu, dibuka masuk sekian kontainer kemudian di bom. Masih perlu upaya ekstra dari Umat Muslim,” tutur Selo.

Selo juga menerangkan tujuan aksi bela Palestina ini, “Kita tidak hanya mendorong pembukaan Rafah, karena dibukanya perbatasan itu wilayah pemerintah maka harus lobi pemerintah. Ketika itu dibuka maka semua yang diperlukan akan kita support, bukan hanya logistik tapi juga kesehatan dan lain-lain,” terang Selo.

Selo juga menambahkan, “Bahkan saya dengar dari organisasi di Bandung itu juga siap mensupplai untuk air. Rumah Sakit hancur maka harus dibangun ulang. Tadi Netanyahu sudah bilang kosongkan Rumah Sakit, artinya mau di bom.

Itu kerjaan kita untuk membangun lagi Rumah Sakit. Jadi semua yang bisa kita bantu Masyarakat Gaza kita bantu Insya Allah,” tambah Selo.

Juga diungkapkan progress tahapan aksi bela Palestina yang akan diadakan ini, “Saat ini H-4 menuju aksi, jadi terakhir tadi ada kalimat penting dari para Ulama disini. Kita harus himbau terutama di hari Jumat, himbauan kepada seluruh Masjid Khotbah Jumat isinya tentang Palestina.

Isinya tentang aksi bela Palestina di hari Sabtu, 28 Oktober 2023. Jadi hadirkan seluruh Jamaah di seluruh Masjid di Jakarta dan sekitarnya untuk hadir di Silang Monas, 28 Oktober 2023 jam 6 pagi,” tutupnya Selo.

Sinergis dengannya, Novi perwakilan KIBBM menjelaskan,
“Dalam sesi konferensi pers terkait pengumpulan dana, kita tidak menghimbau dan mengumpulkan pada satu rekening tetapi kita memberikan masukkan dan himbauan untuk disalurkan NGO-NGO yang sudah dipercaya. Tentunya kita meminta dari MUI dan Pemerintah untuk bisa mensupport agar bantuan-bantuan yang sudah dikumpulkan ini bisa melalui Pemerintah agar lebih resmi dan legal. Tentunya dari pemerintah G2G lebih dapat itu salah satu tujuan dari aksi ini,” tutup Novi.

Sebagai informasi tambahan, Acara konsolidasi untuk Aksi Bela Palestina di Hotel Balairung Jakarta yang di selenggarakan oleh Koalisi Indonesia Bela Baitulmaqdish (KIBBM) turut dihadiri dihadiri oleh Steering Commitee KIBBM
– Ust. Zaitun Rasmin
– Ust. Bachtiar Nasir
– Ust. Oke Setiadi
– Ust. Muhammad Faisal
– Ust. Erick Yusuf
Beserta rekan-rekan media.

Continue Reading

Metro

Munif Haryadi Terpilih Ketua APPSI DKI Jakarta Siapkan Program Konsolidasi dan Perlindungan Usaha

Published

on

By

Jakarta, – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 di Gedung Juang, Jakarta, Minggu (12/04/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini menjadi momentum penting dalam proses pergantian kepemimpinan organisasi sekaligus penguatan struktur kepengurusan hingga ke tingkat paling bawah. Muswil juga menjadi forum strategis untuk menyusun langkah-langkah organisasi dalam mendukung penguatan sektor perdagangan pasar tradisional di ibu kota.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum APPSI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah. Turut hadir lima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta sekitar 120 komunitas pedagang pasar dari seluruh wilayah Jakarta.

“Muswil ini merupakan agenda lima tahunan untuk pergantian kepemimpinan. Hari ini dihadiri oleh lima DPD pengurus dan sekitar 120 komunitas pedagang pasar di Jakarta.

Melalui musyawarah ini, kita melakukan pembenahan struktur organisasi sampai ke tingkat paling bawah agar mampu mengawal dan menjalankan program Bapak Prabowo Subianto di sektor pedagang pasar,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Munif Haryadi terpilih sebagai Ketua APPSI DKI Jakarta untuk periode kepengurusan berikutnya.

Dalam wawancaranya kepada media, Munif menjelaskan bahwa program jangka pendek kepengurusan baru akan difokuskan pada konsolidasi internal organisasi guna memperkuat soliditas antar pedagang dan pengurus di seluruh wilayah Jakarta.

“Program jangka pendek kami adalah konsolidasi ke dalam, memperkuat koordinasi organisasi dan menyatukan visi seluruh pedagang pasar agar bergerak dalam satu komando untuk memperjuangkan kepentingan bersama,” kata Munif.

Sementara itu, untuk program jangka panjang, pihaknya akan fokus pada perlindungan lokasi usaha pedagang, pelibatan pedagang dalam setiap proses penataan pasar, serta peningkatan kesejahteraan pelaku ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, selama ini pedagang kerap kurang dilibatkan dalam kebijakan penataan pasar yang dilakukan pemerintah daerah, padahal mereka merupakan tulang punggung ekonomi rakyat.

“Kami ingin memastikan lokasi pedagang yang sudah jelas harus dilindungi.
Dalam setiap penataan pasar, pedagang harus dilibatkan karena merekalah pelaku utama ekonomi kerakyatan.

Dengan begitu ekonomi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.

Munif juga menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi pedagang pasar, seperti praktik tengkulak dan panjangnya rantai distribusi bahan pokok yang berdampak pada ketidakstabilan harga.

Ia optimistis, dengan dukungan Ketua Umum APPSI yang juga dekat dengan pemangku kebijakan di sektor pertanian, berbagai persoalan tersebut dapat diatasi.

“Pedagang sering menghadapi permainan pasar dan tengkulak. Karena Ketua Umum kami sangat dekat dengan pemangku kebijakan, kami berharap bisa memutus mata rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga harga bahan pokok menjadi lebih stabil dan pedagang bisa lebih sejahtera,” tambahnya.

Munif menegaskan, kepengurusan baru akan berkomitmen memperjuangkan kepentingan pedagang pasar secara kolektif.

“Harapan saya ke depan, seluruh pedagang bisa satu komando demi kepentingan bersama. Siapa yang akan membela kepentingan kita kalau bukan diri kita sendiri. Kita tidak bisa hanya berharap kepada pihak lain,” tutupnya

Continue Reading

Metro

Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DPW DKI Jakarta Gelar Musyawarah Wilayah

Published

on

By

Jakarta, – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-V yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22, bertempat di Gedung Juang, Jakarta, Sabtu (12/04/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus penyusunan program kerja strategis untuk memperkuat peran pedagang pasar tradisional di Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh lima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta sekitar 120 komunitas pedagang pasar dari seluruh wilayah Jakarta.

Ketua Umum APPSI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muswil ini menjadi forum penting untuk melakukan pembenahan organisasi hingga ke tingkat paling bawah.

“Muswil ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai momentum pergantian kepemimpinan.

Hari ini hadir lima DPD pengurus dan 120 komunitas pedagang pasar di Jakarta. Kita melakukan pembenahan struktur organisasi sampai ke lapisan terbawah agar mampu mengawal dan menjalankan program Presiden Bapak Prabowo Subianto, khususnya di sektor perdagangan pasar,” ujar Sudaryono.

Ia menekankan bahwa APPSI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar, termasuk mengawasi praktik kenaikan harga yang merugikan masyarakat.

“Pedagang pasar harus menjadi bagian terdepan dalam menjaga stabilitas harga barang, seperti minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya, agar tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar,” tambahnya.

Selain itu, Sudaryono juga menyoroti pentingnya perubahan wajah pasar tradisional agar lebih modern, bersih, dan nyaman, sehingga mampu menarik minat masyarakat dari seluruh lapisan, termasuk kalangan menengah ke atas.

“Kita harus mengubah stigma bahwa pasar tradisional itu becek, kotor, dan penuh sampah. Program ke depan adalah bagaimana menjadikan pasar rakyat lebih tertata, bersih, dan menarik, sehingga masyarakat kelas menengah ke atas juga nyaman berbelanja di pasar tradisional,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan pasar tradisional harus terus dipertahankan agar tidak ditinggalkan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan pasar modern.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan seluruh pengurus dan anggota APPSI untuk terus melakukan pemantauan serta advokasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pedagang pasar.

“Setiap persoalan yang terjadi di pasar harus didata dan diinput agar bisa kita akomodasi dan selanjutnya kita sampaikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk kepada gubernur, pada waktu yang tepat,” katanya.

Sudaryono menegaskan bahwa APPSI siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan penguatan pasar tradisional.

“APPSI adalah bagian dari pasukan Bapak Prabowo Subianto. Kami siap mendukung setiap kebijakan dan program yang dijalankan demi kesejahteraan pedagang pasar dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Muswil V ini diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa APPSI DKI Jakarta semakin solid, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan para pedagang pasar di ibu kota.

Continue Reading

Metro

DPP GMNI Gelar Puncak Dies Natalis ke-72, Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Ideologi

Published

on

By

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menggelar puncak Dies Natalis ke-72 pada Sabtu (11/4/2026) di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, sebagai keynote speaker. Turut hadir Ketua Umum GMNI M. Risyad Fahlefi, Sekretaris Jenderal GMNI Patra Dewa, Bendahara Umum Anselmus Ersandy S., serta Ketua Panitia Dies Natalis ke-72, Adi Suherman Tebwayanan.

Dalam sesi diskusi, sejumlah tokoh nasional turut dihadirkan, di antaranya Eros Djarot, Ir. Suko Sudarso, Theo L. Sambuaga, serta Prof. Dr. Drs. Adv. Ganjar Razuni.

Dalam sambutannya, Faisol Riza menekankan bahwa implementasi Pasal 33 UUD 1945 hanya dapat dilakukan oleh negara yang kuat, terutama dalam mengelola kekayaan alam yang melimpah. Menurutnya, kemampuan finansial menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah berinisiatif membentuk Danantara sebagai upaya mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, peluang masuknya investasi dinilai sangat besar.

“Kita tidak punya alasan untuk menjadi negara tertinggal. Potensi kita sangat besar, dan generasi muda harus melihat peluang industrialisasi sebagai masa depan bangsa,” ujar Faisol.

Sementara itu, Ketua Umum GMNI, M. Risyad Fahlefi, dalam orasinya menyoroti pentingnya menjaga konsolidasi organisasi di tengah dinamika politik yang kerap kehilangan arah ideologis.

Mengutip ajaran Soekarno, Risyad menegaskan bahwa konsep berdikari tidak hanya bermakna kemandirian ekonomi, tetapi juga kemandirian dalam berpikir agar tidak mudah terpengaruh kepentingan sesaat.

“GMNI harus menjadi ruang perjuangan ideologis yang kuat. Momentum Dies Natalis ini harus dimanfaatkan untuk menemukan kembali jati diri perjuangan kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh kader GMNI untuk memperkuat solidaritas dan konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pasal 33 UUD 1945, demi terwujudnya kemandirian politik dan ekonomi bangsa.

Continue Reading

Trending