Connect with us

Metro

Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina Mengadakan Persiapan Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (511 Monas)

Published

on

Jakarta, 2 November 2023 – Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina Mengadakan Persiapan Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (511 Monas), yang diselenggarakan di Hotel Balairung Jakarta pada hari Kamis, 2 November 2023.

Adapun Aksi Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina yang rencanannya digelar di Kawasan Monas pada hari Minggu, 5 November 2023 yang dihadiri oleh Seluruh tokoh masyarakat, Ormas. OKP Komunitas, DKM Masjid, dll.

*Pengarah:*
1. M. Din Syamsuddin (PPIP)
2. Hidayat Nurwahid (KPA)
3. Marsudi Syuhud (MUI)
4. Anwar Abbas (MUI)
5. Amirsyah Tambunan (MUI)
6. Sudarnoto A Hakim (MUI)
7. Pdt. Henrek Lokra (PGI)
8. Romo Heri Wibowo (KWI)
9. KS Arsana (PHDI)
10. Philip Widjaja (Permabudhi)
11. Chandra Setiawan (Matakin)
12. Syamsul Maarif (NU)
13. Abu Bakar (Muhammadiyah)
14. Sabriati Aziz (BMIWI)
15. Budi Djatmiko (APTISI)
16. Jumhur Hidayat (KSPSI)
17. (BEM)
*18. Hj.Ika Sa’diah,S.H,M.Pd,M.H Angkatan Puteri Al Washliyah (APA) DKI – JKT*

*Pelaksana:*
1. Ketua : Bachtiar Nasir
2. Wakil Ketua : Cholil Nafis (MUI)
3. Wakil Ketua : Zaitun Rasmin (MUI)
4. Sekretaris : Pdt. Jimmy Sorin (PGI)
5. Wakil Sek : Syahrul Hasan (Muhammadiyah)
6. Bendahara : Erni Juliana (MUI)
7. Wakil Bendahara : Matakin

ALIANSI RAKYAT INDONESIA BELA PALESTINE dari ORMAS Pimpinan Wilayah Angkatan Puteri Al Washliyah DKI Jakarta*

*Ketua Umum ,*

*Hj.Ika Sa’diah,S.H,M.Pd,M.H*

*Sekretaris Umum,*

*Dr.Syifa Awalia,S.Pdi,S.E,Sy,M.M*

List Nama yang Ikut :

1.Hj.Ika Sa’diah,S.H,M.Pd,M.H

2.Dr.Syifa Awalia,S.Pdi,S.E,Sy,M.M

3. Aryati,S.Pdi,M.Pdi

4.Robiayatul Adawiyah,S.Pdi

5.Masita,A.Md

6. Hasinatul Mawaliyah,S.Sos

7.Chaerul Bariyah,S.E

8. Fitria Juwita Santi,S.Pd,M.Pd

9. Maryati,S.S

10. Tri Rahayu,S.S,M.M

11. Dll

Saat ditemui awak media online, Ustadz Erick Yusuf (Wakil Ketua LSBPI MUI Pusat) menjelaskan bahwa kegiatan ini sebetulnya inisiatif dari masyarakat yang kemudian ditangkap oleh Aliansi Indonesia Bela Palestina/Rakyat Indonesia Bela Palestina yang kemudian disupport oleh MUI.

Persiapan yang kita lakukan sebetulnya sangat sempit dari tanggal 28 kemarin baru kita mendapatkan informasi sekitar tanggal 30 kemudian kita harus bergerak tanggal 5. Kita tidak bisa menunggu lama karena saudara-saudara kita disana itu sudah tidak bisa menunggu waktu.

Persiapan yang dilakukan adalah kita berkonsolidasi semua di MUI dari tadi berbagai perwakilan dari berbagai ormas. Karena di MUI membawahi hampir seluruh ormas Islam. Tadi kita sudah konsolidasi internal dan juga berkonsolidasi dengan komunitas-komunitas, para tokoh dan lain-lain yang berada di MUI.

Kita sudah konsolidasi kemudian MUI sendiri sudah kemudian berkoordinasi dengan berbagai stakeholder seperti misalnya Kapolda dan Mensesneg itu tadi dari MUI langsung koordinasi dan kemudian izin di Monas bisa didapatkan langsung suratnya.

Ini kita lakukan agar supaya secepat mungkin terkait perizinan, legal formal dan lain-lain kita selesai. Kemudian tadi kami memberikan surat kepada pertama yaitu MUI Daerah untuk menginformasikan jika kemudian bisa mengajak saudara-saudara dari daerah untuk ikut kegiatan ini.

Kemudian kita juga mengirimkan surat kepada Dewan Masjid Indonesia. Untuk kemudian para takmir-takmir Masjid esok di hari Jumat itu mengajak dan mengumumkan agar supaya hadir di Ahad tanggal 5. Kami juga mengirimkan surat ajakan selain kepada MUI Daerah, DMI, Takmir-takmir Masjid dan berbagai organisasi. Kalau tim teknis karena kami di tanggal 28 sudah melakukan hal yang sama, ini hanya diperbesar.

Jadi seperti yang kami sampaikan seperti sound system dan lain-lain diperbesar sampai lebih dari 100 ribu watt. Juga panggung dan ambulance sudah ada diatas 30 bahkan terus bertambah lembaga-lembaga yang ingin menitipkan ambulance kemudian keamanan dan lain-lain semua sudah dipersiapkan.

Jadi Insya Allah agar supaya tertib juga tadi kita minta media terutama media mainstream, peralatan-peralatan yang digunakan berkoordinasi dengan kami supaya tidak menghalangi pandangan, tripod-tripodnya dan lain-lain. Kami minta dukungan seperti bagaimana kebersihan dan lain-lain.

Jadi kita Insya Allah akan mulai pukul 6 sampai paling lambat pukul 10 karena kita sudah harus selesai karena sangat panas. Ini sudah sangat viral, kemarin saja di tanggal 28 kita sudah 1,3 juta. Insya Allah 2 kali lipat – 3 kali lipatnya sudah bagus. Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia itu sangat concern dan sangat peduli terhadap Palestina.

Ketika kita sudah berkumpul dengan jumlah yang sangat banyak, kita kepada internasional bahwa Indonesia itu akan selalu istiqomah dengan memperjuangkan pertama kemerdekaan Palestina, kedaulatan Palestina, keadilan dan kemanusiaan.

Nanti kita membuat international conference di Indonesia. Jadi dengan tiba-tiba Indonesia bisa 2-3 jutaan orang berkumpul, kita sampaikan kepada dunia ayo kita kumpul di Indonesia untuk langkah-langkah strategis yang bisa kita ambil untuk Palestina. Artinya ini bukan hanya tokoh Ulama saja tapi keterlibatan pemerintah dan lain-lain.

Kita minta seluruh stakeholder dan seluruh elemen untuk bergabung. Jika seandainya diperkenankan Bangsa Indonesia untuk berjihad saya kira 1 juta saja tidak cukup. Berangkat semua orang-orang Indonesia untuk jihad disana. Tapi permasalahannya tidak bisa seperti itu, makanya kita itu Samina wa athona sama pemerintah.

Kita berkumpul mengumpulkan seluruh potensi dan Alhamdulillah MUI ini sudah terkumpul sekitar 23 milyar yang kita akan salurkan ke Palestina. Misalnya besok kita berkumpul mungkin bisa jadi lebih banyak lagi yang bisa kita bantu kesana.

Masuknya musim dingin disana kita juga harus sesegera mungkin bagaimana mengantisipasi agar saudara-saudara kita tidak panik kedinginan.

“Kita sudah tegas tidak boleh ada satupun atribut politik. Jadi kita dipersatukan kepada Palestina tanpa ada atribut-atribut politik. Jangan sampai ada salah satu partai politik atau 2 dan 3 partai, kita akan antisipasi hal itu. Kita menggunakan baju putih tidak boleh membawa atribut-atribut politik. Kegiatan ini lintas agama harus berkaitan dengan semua elemen.

Akan diolah oleh SC terkait siapa yang hadir dan berbicara karena waktunya sangat sempit. Nanti bukan hanya orasi ada juga nasyid dan pembacaan puisi,” tutupnya Ustadz Erick.

Continue Reading

Metro

Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Gelar Resonansi Awal Tahun “Merawat Kemajukan Dalam Kerukunan Dan Kebersamaan”

Published

on

By

Jakarta — Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menegaskan kembali peran strategis dialog dan kerja sama lintas peradaban sebagai fondasi menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan sosial, ekonomi, politik, dan global. Penegasan ini disampaikan dalam forum “Resonansi CDCC 2026: Urgensi Merajut Kemajemukan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa”, yang menghadirkan para tokoh nasional dan pemikir lintas bidang.

Ketua CDCC Prof. Dr. M. Din Syamsuddin dalam kata sambutannya mengulas sejarah berdirinya CDCC sebagai lembaga yang sejak awal didedikasikan untuk mengembangkan dialog, kerja sama, dan perdamaian antarperadaban. CDCC didirikan pada tahun 2006 dan telah berbadan hukum sebagai yayasan, dengan rekam jejak panjang dalam kegiatan dialog lintas agama, forum internasional, serta kerja sama global.

“Kemajemukan bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah memilih untuk lahir dalam keragaman agama, suku, bahasa, dan budaya. Karena itu, kemajemukan wajib dirawat dan dikembangkan untuk kemajuan bangsa,” tegas Prof. Din.

Namun demikian, Prof. Din mengingatkan bahwa kerukunan tidak hadir secara otomatis. Ia harus direkayasa secara nyata melalui dialog, keadilan, dan kebijakan publik yang berpihak pada persatuan. CDCC menyatakan keprihatinan atas munculnya gejala “retaknya perahu besar bangsa” akibat sentimen primordial (SARA), ketimpangan sosial ekonomi, serta disharmoni hubungan antara rakyat dan pemerintah. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengancam stabilitas dan integrasi nasional.

Ketidakpuasan Sosial dan Tantangan Ekonomi 2026

Ketua Yayasan CDCC Prof. Dr. Didik J. Rachbini dalam paparannya menyoroti fenomena ketidakpuasan sosial yang memuncak pada demonstrasi masyarakat di berbagai daerah pada Agustus hingga awal September 2025. Menurutnya, unjuk rasa tersebut mencerminkan persoalan struktural ketidakadilan ekonomi, kecemasan kelas menengah, serta tekanan berat yang dirasakan kelompok bawah dan sektor informal.

“Secara makro ekonomi Indonesia relatif stabil dan inflasi terjaga, tetapi kualitas pertumbuhan masih rendah. Pertumbuhan belum cukup menciptakan lapangan kerja formal, produktivitas masih lambat, dan ketergantungan pada konsumsi domestik serta komoditas masih tinggi,” jelas Prof. Didik.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga, seperti Vietnam, karena sektor manufaktur dan teknologi belum sepenuhnya menjadi mesin pertumbuhan baru. Tahun 2026 dinilai sebagai fase krusial, di mana reformasi kebijakan ekonomi dan kualitas kepemimpinan ekonomi akan sangat menentukan apakah pertumbuhan yang lebih adil dapat terwujud.

CDCC mengingatkan agar persoalan ekonomi tidak dibiarkan berkembang menjadi krisis sosial dan politik, apalagi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab hingga menimbulkan kekacauan politik.

Politik Nasional yang Rentan

Dalam refleksi kebangsaan, CDCC menilai politik nasional Indonesia bersifat rentan dan mudah retak (fragile). Pengalaman sejarah perubahan besar pada 1966 dan 1998 menunjukkan bahwa kerentanan politik dapat memunculkan perubahan mendadak. Pasca-Reformasi, liberalisasi politik dan ekonomi, sistem multipartai, serta pertautan kekuasaan ekonomi dan politik dinilai belum sepenuhnya melahirkan budaya politik yang sehat dan kompetitif.

CDCC mendorong perbaikan serius dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan, serta menaruh harapan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah-langkah strategis sebagai prajurit-negarawan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Dialog sebagai Jalan di Tengah Krisis Global

Selain isu domestik, CDCC juga menyoroti krisis global yang ditandai konflik bersenjata berkepanjangan, penderitaan kemanusiaan, serta menguatnya politik kebencian berbasis identitas, termasuk Islamofobia dan berbagai bentuk diskriminasi. CDCC menegaskan bahwa dialog yang jujur, kolaborasi global yang berkeadilan, serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan universal merupakan satu-satunya jalan ke depan.

Organisasi masyarakat dan tokoh lintas agama didorong untuk tampil sebagai kekuatan moral yang menolak kebencian, merawat harapan, dan membangun jembatan damai lintas bangsa dan peradaban.

Agenda Strategis CDCC 2026

Setelah sukses menyelenggarakan Forum Perdamaian Dunia ke-9 (The Ninth World Peace Forum) pada 9–11 November 2025, CDCC menyiapkan sejumlah agenda strategis pada 2026, antara lain:

Peringatan World Interfaith Harmony Week (WIHW) dan International Day of Human Fraternity (IDHF) pada 8 Februari 2026, bekerja sama dengan Inter Religious Council Indonesia dan difasilitasi DPD RI.

Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN di Dili, Timor Leste, pada Mei 2026, sebagai wadah penguatan saling pengertian generasi muda kawasan.

Majelis Cendekiawan Madani Malaysia–Indonesia (MCM Malindo) II yang akan digelar di Jakarta pada Agustus 2026, guna memperkuat landasan intelektual negara madani dan kerja sama serantau.

Forum ini menghadirkan narasumber:
Prof. Dr. M. Din Syamsuddin – Ketua CDCC
Prof. Dr. Didik J. Rachbini – Ketua Yayasan CDCC
Amb. Drs. Hajriyanto Y. Tohari – Pembina CDCC
Prof. Dr. Sudarsono A. Hakim – Sekretaris Yayasan CDCC
Puti Hasanatu Syadiah, M.I.Kom – Direktur Eksekutif CDCC

Melalui Resonansi CDCC 2026, CDCC menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang dialog, refleksi, dan kerja sama lintas peradaban demi Indonesia yang rukun, adil, dan bermartabat di tengah dinamika nasional dan global.

Continue Reading

Metro

Dikaios Mangapul Sirait, S.H, Ketua Umum DPP Perisai Kebenaran Nasional Hadiri Perayaan Natal Partai Demokrat Tahun 2025

Published

on

By

Jakarta – Partai Demokrat menggelar Perayaan Natal Tahun 2025 dengan penuh sukacita, khidmat, dan semangat persaudaraan. Mengangkat tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang di gelar di Hotel Bidakara, Jakarta Senin (12/01/2026),

Perayaan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus penguatan komitmen Partai Demokrat dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan bangsa.

Acara ini dihadiri oleh Presiden ke-6 SBY, jajaran pimpinan partai, kader dari berbagai daerah, tokoh agama, serta masyarakat, yang bersama-sama merayakan Natal dalam suasana hangat dan penuh makna.

Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang dalam pesannya menekankan pentingnya merawat nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan beragama dalam membangun Indonesia.

“Berbangsa dan bernegara dalam semangat umat beragama adalah sesuatu yang harus kita jaga dan lestarikan,” ujar  SBY.

Ketua Umum DPP Perisai Kebenaran Nasional (PKN), Dikaios Mangapul Sirait, S.H, menghadiri Perayaan Natal Partai Demokrat Tahun 2025 yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan.

Dalam wawancara awak media, Mangapul Sirait menyampaikan bahwa perayaan Natal ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan nasional di tengah keberagaman bangsa.

“Saya Mangapul Sirait, Ketua Umum DPP Perisai Kebenaran Nasional (PKN), merasa terhormat diundang dalam perayaan Natal Partai Demokrat ini. Acara seperti ini mencerminkan jati diri bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persaudaraan lintas iman,” ujar Mangapul.

Ia menilai kehadiran para tokoh agama dari berbagai denominasi dan latar belakang daerah menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi kebangsaan yang kuat.

“Kita patut berharap, memasuki tahun 2026 bangsa kita mampu menjadi bangsa yang bangkit, bangsa yang mengubah nasibnya menjadi lebih baik, dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang terus terjaga,” lanjutnya.

Mangapul Sirait menambahkan bahwa perayaan Natal seperti ini menjadi pengingat bahwa keharmonisan, toleransi, dan persatuan merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan Indonesia.

“Melalui Natal ini, kita berharap kebersamaan dalam persatuan bangsa terus terpelihara dan semakin kokoh, demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

Perayaan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, doa bersama, dan pesan perdamaian, mencerminkan komitmen seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan dalam keberagaman.

Continue Reading

Metro

FWJI Korwil Kab Bekasi Tegur Kepekaan Pemerintah Dalam Aksi Bersih-Bersih

Published

on

By

KAB BEKASI – Ketua Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Siti Mariam bersama jajaran pengurus dan anggotanya menunjukkan kepedulian sosial dengan melakukan aksi bersih-bersih ilalang yang menghalangi pengguna jalan serta perbaikan jalan rusak di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdiannya kepada organisasi FWJ Indonesia untuk warga terdampak pengguna jalan dan masyarakat.

Sebagai bentuk kegiatan nyata, Siti Mariam menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respon atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus melintasi jalan rusak dan berlubang sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari bahkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dengan penuh semangat kebersamaan, ketua korwil FWJI Kab Bekasi turun langsung ke lokasi bersama jajarannya, mereka bergotong royong melakukan penambalan jalan menggunakan material batu, pasir dan semen, serta merapikan permukaan jalan agar dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman.

“Ini merupakan wujud nyata peran kami di organisasi Pers FWJ Indonesia serta kepekaan kami sebagai wartawan untuk masyarakat. Peran dan fungsi kami bukan hanya sebagai penyampai informasi akan tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggungjawab sosial. “Kata Mariam.

Lebih dari itu, dia juga menekankan bahwa FWJ Indonesia tidak hanya hadir dalam pemberitaan, namun juga hadir secara langsung di tengah masyarakat. “Jalan ini sangat vital bagi warga Desa Kertamukti, sehingga kami tergerak untuk ikut membantu memperbaikinya. “Ucap Siti Mariam di sela-sela kegiatan.

Sebagai bentuk kemandirian organisasinya, dia menegur Pemerintahan setempat untuk lebih melihat realita dan fakta yang ada dilapangan. Melalui aksi sosial ini diharapkan dapat menginspirasi berbagai pihak, baik pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya, untuk bersama-sama peduli terhadap infrastruktur lingkungan.

Sementara warga Desa Kertamukti ikut menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian FWJ Indonesia ditengah masyarakat. Salah satu warga setempat mengaku sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Siti Mariam dan FWJ Indonesia. Jalan ini sering dilalui anak-anak sekolah dan warga yang bekerja. Semoga ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah. “Harap seorang warga.

Selain perbaikan jalan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara FWJ Indonesia korwil Bekasi Kabupaten dengan masyarakat Desa Kertamukti.[]

Continue Reading

Trending