Connect with us

Metro

SKK Migas Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) Berkerja Sama Gramedia Jakarta Gelar Bedah Buku

Published

on

Jakarta, 23 Desember 2023 – SKK Migas Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) Berkerjasama dengan Gramedia Jakarta mengadakan Bedah Buku “Dinamika Masyakat Di Sekitar Industri Hulu Migas Studi Etnografi Di Wilayah Sumbagut (Riau, Sumut, Aceh, Kepulauan Riau) yang diadakan di Gedung Granedia Matraman Jakarta pada hari Sabtu, 23 Desember 2023.

Dimana acara Bedah Buku ini dihadiri narasumber Rikky (Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut), Dr. M. Rawa El Anady (Ketua AAI Pengda Riau), Yamin Kholison (Kadep Formalitas & Komunikasi SKK Migas Sumbagut), Fikarwin Zuska, dkk (Penulis Buku).

Buku Dinamika Masyarakat Di Sekitar Industri Industri Hulu Migas dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian pertama mengambil tema Dinamika Suku Bangsa, bagian kedua Potensi Ekonomi dan bagian ketiga Pariwisata. Dibagian Dinamika Suku Bangsa terdapat 12 tulisan sedangkan dibagian Potensi Ekonomi terdapat 8 tulisan dan dibagian Pariwisata terdapat 5 tulisan.

Buku ini merupakan salahsatu luaran program yang ditaja oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minya dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) dan KKS dengan Asosiasi Antopologi Indonesia (AAI) pengurus Daerah Riau.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 9 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama.

Pembetukan lrmbaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan maanfaat dan penerimaan maksimal bagi negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ricky Rahmat Firdaus sebagai Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut saat ditemui awak Media Online mengatakan ; “Jadi kegiatan ini kami dorong melalui Asosiasi. Asosiasi inilah yang bekerjasama dengan 7 Universitas di 5 Pemprov yang ada untuk turun menempatkan di 17 Kabupaten/Kota atau Desa. Kita tahu bersama bahwa mahasiswa-mahasiswi adalah pure generasi milenial saat ini. Harapan kami itu mereka tergerak untuk memotret sosial masyarakat. Jadi perusahaan-perusahaan minyak dan gas berada di belakang tidak terlalu memberikan titipan-titipan messages.

Jadi yang disampaikan Pak Dirjen didalam bahwa penyampaian dari masyarakat dan mahasiswa yang memotret kegiatan ini lebih bersifat deskriptif, ini yang menjadi PR kita berikutnya sehingga pemaknaan itu yang nantinya akan kita tindak lanjuti supaya ada makna dan bisa ditarik benang merahnya. Apa dari para kontraktor-kontraktor disana yang pas untuk bisa engage sehingga Pak Bupati atau Pemerintah Kabupaten bisa ikut terlibat terhadap aspirasi dari masyarakat daerah tempatan.

Jadi kami melihat ini satu langkah kecil untuk langkah-langkah berikutnya. Seperti yang kami sampaikam setelah kegiatan ini kami memberi ruang kepada para wartawan untuk memotret kegiatan hulu migas melalui suatu kegiatan jelajah migas.

Wartawan mungkin sudah punya pemahaman yang lebih luas sehingga akan jauh lebih bermakna. Ini akan membuat kami menambah percaya diri untuk bisa selanjutnya apakah ada messages yang disampaikan kepada pemerintah Kabupaten.

Di awal tahun kami selalu melaksanakan kegiatan come from the top, bertemu dengan pemimpin tertinggi di daerah di level Gubernur menyampaikan rencana kegiatan transparansi dan Alhamdulillah 5 Provinsi di daerah Sumatera Bagian Utara tidak banyak dampak-dampak benturan antara kepentingan industri hulu migas dengan masyarakat tempatan.

Ini yang terus kita jaga supaya iklim investasi pencapaian target energi nasional tetap dapat dicapai. Itu yang ingin kita sampaikan diacara bedah buku ini. Harapannya kalau memang ini baik kita akan terus keluarkan virusnya ke masyarakat sehingga ada balancing antara kepentingan pemburu ekonomi dengan masyarakat tempatan,” tutupnya

Continue Reading

Metro

Gandeng Lintas OPD, Perukunan Tuwanggana Galur Akselerasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Warga

Published

on

By

KULON PROGO — Karya post.com,
Mengawali langkah nyata dalam mengawal isu-isu strategis di tingkat akar rumput, Perukunan Tuwanggana Kapanewon Galur resmi memulai rangkaian roadshow silaturahmi ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (23/7/2026).

Rangkaian kunjungan ini mengusung berbagai tema dialog yang disesuaikan secara presisi dengan kebutuhan dan kondisi faktual masyarakat bawah.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Perukunan Tuwanggana Galur, Drs. H. Sardal, dengan didampingi oleh Sekretaris, Priyo Santoso, S.H., M.H., yang juga dikenal luas sebagai praktisi civil society.
Sebagai pijakan awal, roadshow menyasar dua instansi vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar dan pemberdayaan warga, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU PR) serta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Kehadiran rombongan Perukunan Tuwanggana Galur disambut hangat oleh Kepala Bagian Kesra, Ridwan Usman.

Dalam perjumpaan penuh keakraban tersebut, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif proaktif dan langkah terobosan yang diambil oleh Perukunan Tuwanggana Galur.

“Ini adalah langkah konkret dan ruang sinergi yang sangat luar biasa. Inisiasi dari Perukunan Tuwanggana Galur ini patut menjadi percontohan yang layak diduplikasi oleh perukunan tuwanggana di wilayah lainnya,” ungkap Ridwan Usman.

Gerakan silaturahmi ini bukan sekadar agenda seremoni, melainkan wujud tanggung jawab moral dan kepedulian sosial untuk memastikan program-program pemerintah hadir serta berdampak nyata di masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan ini, Perukunan Tuwanggana Kapanewon Galur membuktikan bahwa ketika masyarakat dan pemerintah berjalan bergandengan tangan, percepatan pembangunan dan kesejahteraan warga bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan realitas yang sedang diwujudkan bersama.

Langkah awal ini menjadi pemantik semangat untuk terus membawa nama harum Perukunan Tuwanggana—sebagai mitra strategis pemerintah, penyeimbang aspirasi, sekaligus pengabdi yang selalu hadir dan dekat dengan hati rakyat.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Bhayangkari Sulut Promosikan UMKM Lokal di KKN 2026, Sambal Roa Jadi Produk Terlaris

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Sulawesi Utara (Sulut) mempromosikan puluhan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dari 15 Polres di wilayah Sulawesi Utara dalam ajang Karya Kreatif Nusantara (KKN) 2026 yang digelar di Jakarta.

Produk yang dipamerkan meliputi beragam kuliner khas Sulawesi Utara, seperti sambal roa, keripik cakalang, olahan pisang, aneka kacang, hingga wastra tradisional yang diproduksi oleh para perajin lokal. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya Bhayangkari memperluas pasar sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Sulut, Tari Minardi, mengatakan seluruh Polres di Sulawesi Utara dilibatkan untuk membawa produk UMKM terbaik hasil pembinaan masing-masing.

“Kita punya 15 Polres, jadi semua Polres ikut terlibat,” kata Tari saat ditemui di sela-sela pameran KKN 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, partisipasi seluruh Polres merupakan bentuk komitmen Bhayangkari dalam mendorong pertumbuhan UMKM agar mampu meningkatkan daya saing serta memperluas akses pemasaran produk lokal di tingkat nasional.

Ia menjelaskan, produk kuliner masih menjadi daya tarik utama di stan Bhayangkari Sulut. Dari berbagai produk yang dipamerkan, sambal roa tercatat sebagai produk yang paling banyak diburu pengunjung sejak hari pertama pameran berlangsung.

“Yang paling diminati masyarakat dari hari pertama sampai sekarang itu sambal roa,” ujarnya.

Selain produk kuliner, Bhayangkari Sulut juga menampilkan wastra tradisional yang dibuat secara handmade oleh perajin lokal. Setiap lembar kain maupun busana tradisional dikerjakan dengan teknik tradisional sehingga membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk proses penyelesaiannya.
“Pembuatannya kurang lebih sebulanan,” katanya.

Menurut Tari, keikutsertaan dalam Karya Kreatif Nusantara 2026 bukan hanya bertujuan meningkatkan penjualan produk selama pameran, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis dan memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Utara kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia berharap promosi melalui pameran berskala nasional tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet pelaku UMKM sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan Sulawesi Utara di pasar nasional.

“Harapannya supaya dagangannya laris dan omzetnya banyak,” tutur Tari.

Karya Kreatif Nusantara 2026 menjadi salah satu ajang promosi produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia yang mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan produk-produk lokal semakin dikenal, memiliki nilai tambah, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Continue Reading

Metro

PD Bhayangkari Bengkulu Tampilkan Keunggulan UMKM di Ajang Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

Published

on

By

Jakarta —  Dalam perhelatan Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026, Pengurus Bhayangkari dari berbagai daerah turut serta menampilkan produk-produk unggulan terbaik, salah satunya datang dari PD Bhayangkari Bengkulu.

Ibu Salma Imam Asfali selaku Ketua Seksi Ekonomi yang juga istri dari Kombes Imam Asfali, S.I.K., M.H. (Dirreskrimsus Polda Bengkulu) memaparkan partisipasi aktif dari 10 cabang Bhayangkari / kepolisian resor (polres) di wilayah Daerah Polda Bengkulu.
Dari setiap cabang di 10 daerah tersebut, dikurasi dan diambil banyak produk UMKM Bhayangkari unggulan untuk dipamerkan.

​Setiap cabang menghadirkan ragam produk pilihan yang merepresentasikan kekayaan daerah. Dari sekian banyak produk yang dipamerkan, minuman jeruk kalamansi menjadi salah satu primadona yang paling diunggulkan dan paling laris diburu pengunjung.

​”Ada macam-macam, ada ini ciri khasnya Bengkulu minuman jeruk kalamansi… karena kalau sudah mencoba pasti mau mencoba kembali,” ungkap Salma Imam Asfali di lokasi pameran.

​Produk-produk yang dibawa oleh kontingen Bhayangkari Daerah Bengkulu mencakup kategori kuliner hingga kerajinan non-kuliner. Variasi harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif agar dapat dijangkau oleh berbagai kalangan pengunjung:

● ​Produk Kuliner & Umum: Dibanderol mulai dari harga Rp35.000.

● ​Produk Non-Kuliner (Kerajinan Tertentu): Ada yang mencapai harga tertinggi hingga Rp1,800,000,-

​Antusiasme pengunjung yang tinggi membuat tingkat penjualan pada hari tersebut melampaui perkiraan. Bahkan, stok produk yang sedianya disiapkan untuk hari berikutnya terpaksa harus dikeluarkan lebih awal karena tingginya permintaan pembeli.

​Meskipun pencapaian materi dan target penjualan menjadi salah satu indikator kesuksesan pameran, prioritas utama yang ingin dicapai adalah memperkenalkan hasil karya tangan kreatif ibu-ibu Bhayangkari dari lingkup Polda Bengkulu ke kancah yang lebih luas.

​Melalui keikutsertaan dalam ajang Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 ini, diharapkan dapat menambah semangat ibu-ibu yang ikut serta pada tahun ini untuk kembali berpartisipasi pada KBN di masa mendatang, sekaligus memperluas jangkauan promosi produk secara berkelanjutan.

Continue Reading

Trending