Connect with us

Metro

BPH Migas Goes to Campus di PEM Akamigas, Edukasi Kebijakan Hilir Migas bagi Calon Pemimpin Masa Depan

Published

on

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali menggandeng perguruan tinggi untuk menyebarluaskan informasi kebijakan hilir migas. Kali ini, BPH Migas mendatangi Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas, Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 700 mahasiswa, Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan bahwa BPH Migas senantiasa berkomitmen untuk selalu berkomunikasi dengan berbagai pihak, di antaranya melalui diskusi dan berbagi informasi dengan dunia pendidikan, seperti perguruan tinggi atau universitas, termasuk PEM Akamigas.

“Program BPH Migas Goes to Campus bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kegiatan hilir migas dan isu-isu terkini di bidang energi kepada para calon pemimpin masa depan Indonesia, yaitu adik-adik sekalian,” ungkapnya di Grha Oktana PEM Akamigas, Kamis (29/2/2024).

Melalui tema “Menjaga Subsidi, BergeGAS untuk Transisi”, Erika berharap mahasiswa mendapatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pemanfaatan subsidi migas tepat sasaran dan pentingnya keberlanjutan energi melalui kebijakan yang mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.

“Generasi muda, khususnya mahasiswa merupakan agent of change dapat berperan dan berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah di bidang energi,” tambah Erika.

BPH Migas Goes to Campus secara rutin dilaksanakan sejak tahun 2018. Tahun 2024, PEM Akamigas merupakan tempat pertama dilaksanakannya kegiatan BPH Migas Goes to Campus. Turut hadir juga Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, Wahyudi Anas, serta Iwan Prasetya Adhi.

Dalam paparan, Wahyudi Anas menyampaikan tugas dan fungsi, capaian kinerja BPH Migas, skema kegiatan usaha hilir migas, serta pemanfaatan gas bumi yang menjadi jembatan utama dalam transisi energi Indonesia.

“Dalam proses transisi energi di Indonesia, BPH Migas berperan dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional. Saat ini jalur gas bumi memang masih sektoral, oleh karenanya pengembangan dan pemanfaatan gas bumi yang terintegrasi memerlukan dukungan dari berbagai pihak,” jelas Wahyudi.

Peningkatan pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan dalam negeri ini sejalan dengan peta jalan kebijakan gas bumi nasional. “Dari tahun ke tahun ekspor (gas bumi) diperkecil dan akan memperbesar untuk pemanfaatan dalam negeri, untuk rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, Abdul Halim menjelaskan bahwa BPH Migas sebagai regulator terus adaptif dan bergerak cepat terhadap perubahan, yaitu dengan mengakselerasi inovasi kebijakan dan pemanfaatan teknologi terkini dalam pengawasan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

“Sustainable improvemet terhadap kebijakan dan teknologi terus kita lakukan. Salah satu peraturan yang saat ini tengah diusulkan untuk direvisi adalah Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Kita akan segmentasi lebih detail. Sementara untuk sistem yang kita improve adalah QR Code, Surat Rekomendasi berbasis teknologi informasi (aplikasi), serta regulasi terkait sub penyalur” ujar Halim.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menyampaikan, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan peran hilir migas dalam menunjang ketahanan energi nasional, salah satunya dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengembangkan industri migas.

“Terima kasih kepada BPH Migas telah menginisiasi kegiatan ini, semoga dapat menjadi bekal pengetahuan mahasiswa PEM Akamigas untuk bersaing di dunia industri setelah lulus nanti,” ujarnya.

Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani menyampaikan terima kasih atas dipilihnya PEM Akamigas sebagai tempat penyelenggaraan BPH Migas Goes to Campus.

“Suatu kehormatan bagi kami, terima kasih kepada Ibu Erika dan tim BPH Migas yang telah memilih PEM Akamigas menjadi tempat pertama BPH Goes To Campus di tahun ini. Semoga PEM Akamigas akan selalu masuk radar kolaborasi BPH Migas,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan hari ini, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Aji Anom Purwasakti dan Senior Analyst Corporate Planning PT Perusahaan Gas Negara Tbk M. Haryo Pramantyo.

Continue Reading

Metro

Rosmiaty Azis SC Kongres VI KPI : Kongres Ini Diharapkan Hasilkan Rekomendasi Kebijakan Strategis Guna Perkuat Posisi Perempuan di Berbagai Sektor

Published

on

By

Jakarta — Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menggelar Kongres Nasional VI dengan tema “Perempuan Memimpin Keadilan Transformatif dan Ekologis” di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (09/04/2026).

Kongres ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam mendorong keadilan sosial, demokrasi, serta keberlanjutan lingkungan di Indonesia.

Sebagai organisasi gerakan massa, KPI terus memperjuangkan nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, kesetaraan, kebebasan, demokrasi, hingga non-kekerasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dorong Rekomendasi Strategis dan Kepemimpinan Perempuan

Steering Committee (SC) Kongres VI KPI, Rosmiaty Azis, menegaskan bahwa kongres ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih strategis guna memperkuat posisi perempuan di berbagai sektor.

“Kami berharap Kongres ini dapat melahirkan rekomendasi yang mampu menjadi kebijakan strategis, serta menghasilkan kepengurusan yang membawa KPI semakin bermakna dan mampu mendorong perubahan nyata bagi kehidupan perempuan di Indonesia,” ujarnya.

Rosmiaty juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan sebagai agen sosial di lapangan, bukan sekadar hadir secara simbolik. Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam memastikan program-program pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata, terutama bagi kelompok rentan dan anak-anak.

Perempuan sebagai Agen Pencegahan Korupsi

Sementara itu, Presidium Nasional KPI, Emma Hussein, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam upaya pencegahan korupsi.

Menurutnya, KPI lebih menekankan pendekatan preventif dengan memanfaatkan peran strategis perempuan di masyarakat, seperti dalam keluarga, kelompok PKK, hingga majelis taklim.

“Perempuan memiliki ruang besar untuk menyuarakan pencegahan korupsi. Dari lingkup keluarga hingga komunitas, mereka bisa menjadi agen perubahan yang efektif,” jelas Emma.

Ia juga menegaskan bahwa korupsi memiliki dampak luas dan beririsan dengan berbagai persoalan, mulai dari perdagangan orang, pernikahan anak, hingga buruknya layanan publik yang berdampak langsung pada perempuan.

Dorong Demokrasi Berkeadilan dan Inklusif

Emma menambahkan, KPI mendorong terciptanya demokrasi yang bermakna dan berkeadilan, di mana perempuan tidak lagi menjadi korban, tetapi menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.

“Kami ingin memastikan bahwa perempuan mendapatkan keadilan di semua sektor—ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, hingga lingkungan. Ini yang akan terus kami dorong melalui hasil Kongres,” tegasnya.

Kongres Nasional VI KPI diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi di tingkat wacana, tetapi juga dapat diimplementasikan di tingkat akar rumput serta menjadi acuan bagi kebijakan pemerintah ke depan.

Continue Reading

Metro

CERITA SAMPAH DARI ROROTAN, SAMPAI TELAN KORBAN JIWA DI BANTAR GEBANG

Published

on

By

Rorotan Dulu.

Rorotan ini sebuah perkampungan, yang merupakan kelurahan dikecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Letaknya di dekat perbatasan wilayah DKI Jakarta dengan Kota Bekasi. Kawasan ini masih cukup luas, dulu sebagian besar merupakan daratan tempat pemukiman warga. Sebagian lagi berupa Sawah Produktif serta lahan-lahan kosong.

Jika memasuki kawasan ini, kita melintasi sawah-sawah dan rumah penduduk lewat jalan yang sudah beraspal. Dulunya Rorotan memang merupakan daerah penghasil beras bermutu tinggi. Penduduknya mayoritas suku betawi. Kini Rorotan berkembang dan harga tanah di kawasan ini pun mulai naik. Bahkan jadi incaran pengembang.

Dari mana asal-usul nama Rorotan? Konon pada masa Hindia Belanda berkuasa dengan VOC nya di Batavia, kampung itu mulanya bernama Rawa Rotan, Rawa-rawa yang ditumbuhi pohon rotan, namun warga setempat menyebutnya secara Praktis “Rorotan” atau dari Rawa Rotan. Hingga akhirnya menjadi nama resmi kawasan tersebut dan terkenal sampai sekarang.

Yang unik, suasana di rorotan terasa sepi-bahkan terkadang hening meskipun sudah masuk Wilayah Jakarta Utara. Dulu udaranya masih cukup bersih. Masih banyak burung bangau berterbangan diswah dan di danau. Hebatnya kawasan ini pada musim hujan tahun 2013, ternyata rorotan tidak kebanjiran. Dulu Banyak semua kalangan menyarankan kawasan ini menjadi cagar budaya Jakarta.

Rorotan Kini.

Rorotan kini telah menjelma menjadi bak sampah, tanah rorotan telah dikorupsi 12,4 hektare kerugian negara 223,8 Milyar oleh manusia- manusia serakah yang kini mendekam di jeruji penjara.

Dan rorotan terlihat tidak lagi Indah seperti cerita terdahulu. Bau busuk yang menyengat hampir membunuh masyarakat Rorotan dengan penyakit infeksi sesak pernapasan.
Program RDF (Refuse Derived Fuel) Rorotan di Jakarta Utara melibatkan protes warga akibat bau menyengat, sampah berceceran, dan gangguan kesehatan (ISPA/mata) sejak awal 2025. Warga menuntut penghentian operasional karena dampak lingkungan yang masif, sementara pemerintah berupaya memperbaikinya dengan pengawasan KPK pada proyek bernilai Rp1,3 triliun tersebut.

Gunung Sampah Bantar Gebang memakan Korban

Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, harus bertanggung jawab sebab Peristiwa Longsornya Gunung sampah di Bantar Gebang sebanyak 7 Orang Korban Jiwa. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden terjadi secara tiba-tiba, sampah runtuh dan menimbun warung hingga beberapa truk sampah.

Gerakan Aktivis Jakarta menyampaikan berdasarkan data,
Jumlah sampah di DKI Jakarta mencapai sekitar 7.400 hingga 8.600 ton per hari. Sebagian besar sampah tersebut, atau sekitar 74%, diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Padahal pemerintah DKI Jakarta Sudah menggelontorkan anggaran 2.50 Triliyun untuk pengelolaan sampah. Namun Mandul dan Keruhnya Ide Gagasan Kepala Dinas untuk mengatasi persoalan sampah di DKI Jakarta.
Penyumbang sampat terbanyak di DKI Jakarta, Mulai dari Rumah Hiburan, Apartement, Hotel, Rumah Sakit dan Restaurant (Kemana Uang Iuaran Sampahnya?)

Kami Gerakan Aktivis Jakarta, Meminta Para Penegak Hukum Baik Kepolisian Ataupun KPK untuk memeriksa dan mengaudit seluruh kekayaan jajaran dilingkaran Dinas Lingkungan Hidup, atas kejadian longsornya sampah yang menimbulkan korban jiwa.

Continue Reading

Metro

Angkat Nama Maluku, Nikolas Kilikily Bawa Event Tinju Internasional ke Senayan

Published

on

By

Jakarta, — Ketua Dewan Pengawas FTPI Pusat, Yance Rahayaan, S.Sos menyampaikan apresiasi kepada promotor internasional asal Maluku, Nikolas Johan Kilikily, atas penyelenggaraan Pattimura International Big Fight 2026.

Event ini akan digelar pada 29 Mei 2026 di Auditorium LPP TVRI dalam rangka memperingati Hari Pattimura ke-209.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangkitkan kembali kejayaan tinju Indonesia, sekaligus memperkuat nilai persatuan bangsa melalui olahraga.

Maluku sebagai daerah dengan sejarah panjang dalam melahirkan petinju dunia seperti Ellyas Pical dan Nico Thomas kembali menunjukkan kontribusinya melalui event ini.

Yance bahkan menyebut Niko Kilikily sebagai representasi semangat Pattimura di era modern.

“Ini adalah bentuk nyata melanjutkan perjuangan Pattimura di dunia olahraga tinju,” ujarnya.

Tokoh tinju nasional, Marasal Hutabarat, turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event tersebut.

“Ini adalah bentuk nyata melanjutkan cita-cita perjuangan Pattimura melalui olahraga tinju. Apalagi Maluku telah terbukti melahirkan petinju legendaris seperti Rachman Kilikily,” ujar Marasal.

Continue Reading

Trending