Connect with us

Metro

Yayasan Trisakti Disingkirkan Setelah 58 Tahun Mencerdaskan Putra Putri Bangsa

Published

on

 

Jakarta –  Puncak kesewenang-wenangan pemerintah terhadap Yayasan Trisakti, terjadi pada 20 Februari 2023, dimana Kemenkumham RI mengeluarkan Surat Keputusan No AHU-AH.01.06-0009012 tanggal 20 Februari 2023 yang mengesahkan susunan Pembina, Pengurus dan Pengawas “Yayasan Trisakti” versi Pemerintah berdasarkan Akte No. 03 tanggal 10 Februari 2023.

 

Padahal Yayasan Trisakti yang asli sudah berdiri sejak tahun 1966. “Inilah tindakan sewenang-wenang dan menyalahi segala perundang-undangan yang berlaku terhadap yayasan yang telah mengabdi lebih dari 5 dasawarsa,” kata Ketua Pembina Yayasan Trisakti, Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung kepada puluhan wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, (15/07/2024).

 

Surat Keputusan ini kata Anak Agung bertentangan dengan undang-undang RI No. 16 Tahun 2001 jo. Undang-undang RI No. 28 Tahun 2004 tentang Yayasan.

 

Sebagai akibat dari pengesahan Kemenkumham RI atas Akta No. 03 tersebut, selanjutnya Bank Negara Indonesia memblokir rekening Yayasan Trisakti yang sah berdasarkan Anggaran Dasar tahun 2005. “Ini mengakibatkan operasi Yayasan Trisakti terpuruk karena tidak lagi memiliki pendanaan yang diperlukan,” papar Anak Agung.

 

Menurut Anak Agung perubahan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) menjadi PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) merupakan tindakan melawan hukum. Apalagi dilakukan dengan cara paksa dan intimidasi. “Kami menolak dijadikan PTN BH, karena kami sudah mandiri sejak lama. Dan kami tidak pernah mengajukan diri untuk ikut program PTN BH. Teror terhadap pengurus Yayasan Trisakti yang asli adalah bentuk pemaksaan yang sangat radikal,” papar Menteri Sosial era Presiden Gus Dur tersebut.

 

Independensi Perguruan Tinggi Swasta lanjut Anak Agung jelas ada dasar hukumnya.

 

“Seperti tertera pada undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mengakui adanya Perguruan Tinggi Swasta dan Perguruan Tinggi Negeri masing-masing dengan kewenangannya sendiri,” jelasnya.

 

Anak Agung menegaskan, pihaknya tidak bersedia, tidak berminat dan tidak membutuhkan bantuan pemerintah untuk menjadi PTN BH.

 

“Yayasan Trisakti dan perguruan-perguruan tingginya menyatakan dengan tegas tidak bersedia, tidak berminat dan tidak membutuhkan bantuan pemerintah,” paparnya.

 

Anak Agung berkisah, sejak berdirinya, Yayasan Trisakti dan perguruan-perguruan tingginya sudah tegak mandiri. Fakta inilah yang melatarbelakangi Universitas Trisakti tidak berminat menjadi PTN BH.

 

Anak Agung menceritakan, rencana pengambilalihan Yayasan Trisakti dan aset-asetnya oleh oknum pemerintah bukan pertama kalinya dilakukan. Melainkan sudah sejak lama mereka bergerilya.

 

Namun naas bagi Universitas Trisakti, sejak tahun 1998, tepatnya ketika terjadi pengambilalihan Universitas Trisakti secara tidak sah oleh rektor Thoby Mutis. “Sejak saat itulah pemerintah tidak henti-hentinya melakukan berbagai rentetan usaha untuk mengambilalih Yayasan Trisakti,” kata Anak Agung.

 

Buntutnya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim tanggal 25 Agustus 2022 mengeluarkan Kepmen No. 330/P/2022 yang mengangkat 9 Pejabat Pemerintah aktif menjadi anggota pembina Yayasan Trisakti Tandingan.

 

Padahal, Yayasan Trisakti yang lama masih ada berdiri kokoh.

 

Pengangkatan pejabat pemerintah aktif tersebut menurut

Anak Agung jelas bertentangan dengan Undang-undang RI No. 16 Tahun 2001 jo. Undang-undang RI No. 28 tahun 2004 tentang Yayasan.

 

“Dalam UU itu, yang dapat diangkat menjadi anggota pembina adalah orang perseorangan berdasarkan keputusan rapat anggota pembina dan bukan oleh keputusan menteri,” ujarnya.

 

Anak Agung tidak diam, Yayasan Trisakti asli lantas menggugat Kepmen No. 330/P/2022 melalui PTUN dan memenangkan perkara tersebut dengan Putusan No. 407/G/2022/PTUN.JKT tanggal 16 Mei 2023 yang menyatakan Kepmen No. 330/P/2022 tidak sah demi hukum dan harus segera dicabut.

 

Namun oknum-oknum pemerintah tidak mengindahkan putusan PTUN tersebut. Mereka malah pada 10 Februari 2023, melalui akta No.03 yang dibuat oleh notaris membentuk Yayasan Trisakti versi pemerintah berikut susunan kepengurusannya yang didasari Kepmen No. 330/P/2022 yang sebelumnya dinyatakan tidak sah.

 

“Inilah yang saya katakan radikal sekali merebut Yayasan Trisakti,” jelas Anak Agung.

 

Sebagai warga negara yang taat hukum,  saat ini, pihaknya melakukan perlawanan kepada pemerintah untuk mengembalikan kembali Yayasan Trisakti untuk dikelola langsung oleh para pembina sebelumnya.

 

Kuasa Hukum Yayasan Trisakti, Nugraha Kusumah mengatakan langkah hukum baik di PTUN maupun di Mahkamah Agung sudah dimenangkannya.

 

Gugatan selanjutnya adalah pengajuan pembatalan akta nomor 3 tahun 2023 versi pemerintah sedang dibatalkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

 

“Ada memang beberapa langkah yang kita lakukan tapi tidak kita sampaikan dulu, secara politis juga kita berharap Komisi X DPR RI dapat memantau juga kasus ini,” tegasnya.

 

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tengah mempersiapkan perubahan perguruan tinggi menjadi PTN-BH untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Pemerintah juga memberi kesempatan kepada perguruan tinggi swasta untuk mengikuti program ini.

 

Namun kampus Universitas Trisakti tidak tertarik mengikuti program tersebut karena sejak puluhan tahun sudah terbukti kualitasnya.

 

Upaya paksa terhadap Universitas Trisakti, menurut Anak Agung, salah satu tujuannya adalah untuk mengambil seluruh aset milik yayasan.

 

Upaya yang mereka lakukan adalah pada tahun 2011, Yuswar Zainul Basri, salah satu termohon eksekusi, membuat laporan yang tidak benar ke Kemenkumham RI menyatakan bahwa Yayasan Trisakti tidak sah berdasarkan putusan pengadilan. Laporan ini berakibat dilakukannya pemblokiran Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) Yayasan Trisakti, walaupun Menristekdikti melalui Surat No. B/124/M/HK.04.00/2009 tanggal 20 Maret 2019 menyatakan bahwa Kemenristekdikti tidak pernah mengajukan permohonan pemblokiran Yayasan Trisakti pada SABH.

 

Pemblokiran SABH ini kata Anak Agung mengakibatkan Yayasan Trisakti lumpuh.

 

“Kami tidak bisa melakukan tindakan-tindakan hukum sehari-hari seperti mengangkat dan memberhentikan kepengurusan universitas dan perguruan-perguruan tingginya, membuat kurikulum baru, bahkan tidak bisa membuka rekening bank,” paparnya.

 

Seperti diketahui, Yayasan Trisakti didirikan berdasarkan Akta No. 31 tanggal 27 Januari 1966 yang dibuat di hadapan Notaris Eliza Pondaag dengan disaksikan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Republik Indonesia Dr. Sjarif Thayeb.

 

Pada tanggal 31 Desember 1979 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan SK No. 0281/U/1979 yang “Menyerahkan pembinaan dan pengelolaan Universitas Trisakti kepada Yayasan Trisakti, seluruh harta benda bergerak maupun tak bergerak milik Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Baperki dan semua harta benda bergerak maupun tak bergerak Universitas Trisakti menjadi milik dan tanggung jawab sepenuhnya Yayasan Trisakti”.

 

Pada  31 Januari 1992 dilakukan perubahan Anggaran Dasar Yayasan Trisakti melalui Akta No. 152 tanggal 31 Januari 1991 dibuat di hadapan Notaris Achmad Abid, SH, yang telah diumumkan dalam Berita Negara RI No. 29, tanggal 9 Juli 1991 Tambahan No. 55.

 

Pada tahun 1998, Rektor Universitas Trisakti Thoby Mutis merevisi Statuta yang pada hakikatnya mengambil alih Universitas Trisakti secara tidak sah.

 

Terakhir Anggaran Dasar Yayasan Trisakti diubah berdasarkan Berita Acara Rapat Yayasan Trisakti dengan Akta No. 22 tanggal 7 September 2005 yang dibuat di hadapan Sutjipto, SH dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI No. 21 tanggal 6 Januari 2006 dan dicatat dalam Daftar Yayasan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Continue Reading

Metro

Menyemai Generasi Beriman Sejak Dini, TKIT Berlian Gelar Trial Class Mendidik Dengan Cinta

Published

on

By

Sleman-Senin, 20 April 2026, karyapost.com. Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Berlian, Dusun Jatisawit, Kalurahan Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta akan menggelar trial class pada Sabtu (2/5/2026) mendatang.

Trial class sebagai pintu awal bagi anak-anak dan orang tua untuk mengenal lebih dekat dunia belajar yang dirancang dengan cinta dan keteladanan.

Kegiatan ini bukan sekadar perkenalan biasa. Trial class menjadi momen berharga bagi anak untuk merasakan langsung suasana kelas, berinteraksi dengan guru, serta bermain dan belajar bersama teman sebaya. Di saat yang sama, orang tua diajak menyaksikan bagaimana proses pendidikan berlangsung, sehingga dapat menilai kesesuaian lingkungan belajar dengan kebutuhan dan tumbuh kembang buah hati mereka.

Kepala TKIT Berlian, Abdul Razaq, menjelaskan bahwa trial class dirancang sebagai simulasi kegiatan harian di kelas, mulai dari circle time, bermain terarah, hingga aktivitas motorik, yang semuanya disusun sesuai dengan Kurikulum Berlian Insan Kamil.

“Selama kegiatan, guru melakukan observasi perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik anak, sekaligus melihat kemampuan adaptasi dan interaksinya,” ujarnya saat meninjau kesiapan ruang belajar, Senin (20/4/2026).

Sementara itu, Ketua Tim Penjaminan Mutu, Wedy Prahoro, menegaskan bahwa Kurikulum Berlian Insan Kamil menjadi ruh utama dalam proses pendidikan di TKIT Berlian. Kurikulum ini menekankan pembentukan karakter dan spiritualitas anak secara menyeluruh melalui integrasi nilai tauhid, adab, dan kecerdasan sejak dini.

Pendekatannya memadukan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, filosofi Ki Hadjar Dewantara, serta teori psikologi modern seperti Montessori, Piaget, dan Vygotsky dalam pembelajaran yang holistik dan menyenangkan.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman yang kuat, akhlak mulia, dan kemandirian, sehingga tumbuh seimbang antara akal, hati, dan perilaku,” ungkapnya.

Trial class ini terbuka secara gratis bagi anak-anak yang akan memasuki jenjang taman kanak-kanak. Melalui kegiatan ini, TKIT Berlian berharap dapat menghadirkan pengalaman awal pendidikan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan melekat sepanjang perjalanan tumbuh kembang anak.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial resmi TKIT Berlian atau langsung mengunjungi lingkungan sekolah di Jatisawit, Balecatur, Gamping, Sleman. (ar)

Jurnalis: Muhammad Walid Nugroho

Continue Reading

Metro

SILATURRAHIM AHAD LEGI ALUMNI PONDOK PESANTREN NURUL HAROMAIN DIY, PERKUAT UKHUWAH, SATUKAN LANGKAH MENUJU KEBERKAHAN BERSAMA

Published

on

By

Kulon Progo, 19 April 2026 – Karyapost.com
Nuansa kebersamaan yang hangat, penuh adab, dan sarat nilai keislaman terasa begitu kental dalam kegiatan Silaturrahim Ahad Legi Alumni Pondok Pesantren Nurul Haromain D.I. Yogyakarta Regional Kulon Progo, yang diselenggarakan pada Ahad Legi, 19 April 2026.
Bertempat di Rusunawa Lantai 1, Paten, Tuksono, Sentolo, sejak pagi hari para alumni telah berdatangan dengan wajah penuh semangat dan kerinduan. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, menyambung kembali tali silaturahim, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menebar kebaikan di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang berlangsung tertib dan penuh keakraban. Saling sapa, senyum, dan jabat tangan menjadi pemandangan yang menyejukkan hati, mencerminkan nilai persaudaraan yang telah terbangun sejak masa mondok.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony, dilanjutkan dengan muqodaman Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh alumni. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema, menghadirkan suasana khusyuk yang menenangkan jiwa. Kegiatan berlanjut dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Asbihani, sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam setiap langkah kehidupan.

Memasuki sesi berikutnya, pembacaan Maulid Nabi oleh Ustadz Muhammad Sa’dun dan Tim Hadroh semakin menambah kekhidmatan acara. Shalawat yang dilantunkan bersama menjadi wujud kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, sekaligus pengingat untuk senantiasa meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Pada sesi sambutan, para pengurus dan tokoh alumni menyampaikan pesan-pesan penting terkait peran strategis alumni dalam menjaga nilai-nilai pesantren.

Ditekankan bahwa alumni bukan hanya sekadar lulusan, namun merupakan agen dakwah yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat.

Puncak acara diisi dengan pengajian kitab Khoshoishul Ummatil Muhammadiyah yang disampaikan oleh Kyai Abdulloh Salam. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan materi yang sangat mendalam dan aplikatif, khususnya terkait keutamaan kepemimpinan dalam ibadah dan keistimewaan umat Islam.

Pada pembahasan pertama, beliau menjelaskan tentang keutamaan imamah (menjadi imam salat). Disampaikan bahwa imam bukan sekadar posisi di depan, namun merupakan amanah besar yang mengandung tanggung jawab dunia dan akhirat. Seorang imam menjadi penjamin kualitas salat para makmum, sehingga dituntut memiliki ketakwaan, pemahaman agama yang baik, serta kesadaran penuh atas amanah yang diemban.

Kyai Abdulloh Salam menegaskan bahwa apabila seorang imam melaksanakan salat dengan baik dan benar, maka ia akan mendapatkan pahala sebesar pahala seluruh makmum tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Namun sebaliknya, apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan salat, maka imam turut menanggung akibatnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan kabar gembira bagi para imam yang amanah dan diridhai oleh makmumnya. Di hari kiamat kelak, mereka akan mendapatkan kedudukan yang mulia, di antaranya berada di atas gundukan kesturi, terhindar dari ketakutan besar (faza’ akbar), serta tidak mengalami hisab yang berat. Hal ini menjadi motivasi sekaligus peringatan agar setiap pemimpin, sekecil apapun lingkupnya, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Pada pembahasan kedua, beliau menguraikan tentang keutamaan ucapan “Amin” dan kekhususan umat Islam. Dijelaskan bahwa ucapan “Amin” setelah membaca Al-Fatihah merupakan keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ. Makna “Amin” sendiri adalah doa yang berarti, “Ya Allah, kabulkanlah.”

Dalam penjelasannya, Kyai Abdulloh Salam mengutip bahwa kaum Yahudi sangat iri kepada umat Islam dalam beberapa hal, di antaranya adalah keutamaan hari Jumat, arah kiblat, dan kebiasaan mengucapkan “Amin” di belakang imam. Hal ini menunjukkan betapa agungnya syariat Islam yang seringkali dianggap sederhana namun memiliki nilai besar di sisi Allah.

Selain itu, beliau juga menambahkan keutamaan lain umat Islam, seperti menjawab salam, meluruskan saf dalam salat, serta menjaga kebersamaan dalam ibadah. Nilai-nilai ini mengajarkan pentingnya persatuan, kerapian, dan keselarasan dalam kehidupan berjamaah.

“Dari salat berjamaah kita belajar banyak hal: disiplin, kepemimpinan, ketaatan, dan kebersamaan. Jika ini kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, insyaAllah kita akan menjadi umat yang kuat, rukun, dan sukses bersama,” tutur beliau.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi lain-lain dan ditutup dengan penuh khidmat oleh panitia. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, tertib, dan penuh keberkahan.

Pengasuh kegiatan, Kyai Abdullah Salam, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan silaturrahim ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi penguat semangat kebersamaan.
“Melalui silaturahim ini, mari kita jaga kekompakan, perkuat persatuan, dan satukan hati. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Dengan kebersamaan, kita akan lebih kuat, lebih mudah meraih keberhasilan, dan lebih luas memberikan manfaat,” ungkap beliau.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan umat terletak pada persatuan. Dalam kebersamaan, tumbuh rasa saling memiliki, Kemudahan, Keringanan, Dalam kekompakan, lahir kekuatan. Dan dalam satu hati, terbangun jalan menuju kesuksesan bersama yang diridhai Allah SWT.

Semoga silaturrahim ini terus terjaga, ukhuwah semakin erat, serta seluruh alumni senantiasa istiqamah dalam kebaikan dan meraih keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.

Jurnalis: Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) Gelar Talkshow dan Acara Halal Bihalal Tema “Kolaborasi dan Penguatan Jaringan Lintas Generasi”

Published

on

By

Jakarta, – Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menggelar kegiatan Halal Bihalal bertema “Kolaborasi dan Penguatan Jaringan Lintas Generasi”di Aula Universitas YARSI, Jakarta Pusat.Minggu (19/04/2026)

Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kontribusi alumni Timur Tengah dalam pembangunan nasional.

Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Koperasi, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., sebagai keynote speaker. Dalam forum talk show, turut hadir sejumlah narasumber di antaranya K.H. Dede Muhharam, Lc selaku Ketua Dewan Pembina JATTI dan Ketua Dewan Perdagangan Indonesia Mesir, Deva Rachman, S.Sos., M.Si dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir, serta H. Abdul Jabbar, Lc., M.Si yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Bisnis DPP JATTI. Diskusi dipandu oleh Dr. Hj. Shafiah Tidjani, Lc., M.Si.

Wakil Sekretaris Jenderal I JATTI yang juga Ketua Panitia, Subhan Amier Chaf, Lc., M.Si, dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan pasca-Idulfitri, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah strategis untuk membahas berbagai hal yang bermanfaat bagi anggota JATTI dan bangsa.

“Selain sebagai ajang silaturahmi, Halal Bihalal ini juga kami gunakan untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dan aplikatif, bukan sekadar konsep.

Kehadiran Menteri Koperasi dan para narasumber diharapkan mampu membuka wawasan serta mendorong langkah nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa alumni Timur Tengah memiliki potensi besar yang tidak terbatas pada bidang keagamaan semata.

Menurutnya, banyak alumni yang telah berkiprah sebagai pebisnis, akademisi, hingga negarawan yang berkontribusi nyata bagi Indonesia.

“Selama ini ada anggapan bahwa alumni Timur Tengah hanya fokus pada kajian keagamaan.
Padahal, banyak dari mereka yang juga memiliki kapasitas di bidang ekonomi, bisnis, dan pemerintahan. Potensi ini perlu terus diarahkan agar dapat berkontribusi lebih luas bagi negara,” tambahnya.

Subhan juga menekankan pentingnya memperkuat jaringan lintas generasi di tubuh JATTI, mengingat anggotanya berasal dari berbagai negara di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya, seperti Arab Saudi, Mesir, Turki, Pakistan, hingga India.

Melalui kegiatan ini, JATTI berharap dapat terus mempererat solidaritas internal organisasi sekaligus menghadirkan kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Harapannya, JATTI semakin solid dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat luas dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending