Connect with us

Metro

Merespon Situasi Nasional Pasca Pelaksanaan Pilkada 2024

Published

on

Pilkada 2024 selesai digelar. Pilkada kali ini merupakan pilkada terbesar pertamakali yang digelar di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota di Indonesia. Tentu banyak catatan baik permasalahan maupun capaian yang turut membayangi pilkada. Namun masih terdapat hal-hal yang tidak luput menjadi perhatikan adalah terkait kondusifitas pasca pilkada.

 

Sebelumnya JPPR turut menyoroti dengan serius catatan soal keamanan dalam penyelenggaraan pilkada. Sebab arena pilkada merupakan arena damai yang dipilih untuk menentukan kepimpinan secara konstitusional. JPPR juga turut memastikan bahwa narasi di ruang publik benar-benar murni merupakan narasi yang mencerdaskan atau mendidik bukan narasi pecah belah.

 

Dalam penyelenggaraan pilkada 2024, tercatat beberapa insiden yang melibatkan antar pendukung calon. Misalnya pengeroyokan dan pembacokan pendukung calon bupati di Sampang, Madura, Jawa Timur, yang berujung kematian. Kemudian tawuran antar pendukung di Parepare, bentrok antar pendukung di Jeneponto, ketegangan karena konvoi berujung saling kejar antar pendukung di Gowa, bentrok pendukung di Musi Rawas Utara, bentrok di Puncak Jaya, kerusuhan di Memberamo Tengah sampai Kapolres tertusuk panah, pembakaran kotak suara di Kota Sungai Penuh, dan penembakan Rumah Bupati di Solok Selatan.

 

Dari insiden-insiden ini, JPPR telah menyampaikan untuk memperkuat pendidikan politik untuk mencegah konflik sebelum pelaksanaan pilkada. JPPR mengingatkan semua pihak terutama bawaslu untuk mempeketat pengawasan dan mengutamakan upaya pencegahan. Selain itu mengingatkan pemerintah daerah, para calon, tim sukses, dan relawan pasangan calon bagaimana mewujudkan pilkada damai dan kondusif.

 

JPPR juga meminta seluruh pihak untuk melakukan upaya-upaya pendidikan politik kepada masyarakat di seluruh daerah, agar tak terjadi konflik horizontal atau kekerasan jelang hari pencoblosan Pilkada Serentak 2024. Sebab upaya pendidikan politik atau pendidikan pemilih belum masif dilakukan. Pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah bagaimana menyerukan kepada masyarakat soal kedewasaan politik dan kesadaran berpolitik. Harus ditanamkan memang sejak dini di masyarakat, terkait perbedaan dukungan politik dan perbedaan pendapat merupakan keniscayaan. JPPR juga menyerukan upaya pencegahan dari pihak keamanan harus lebih ditingkatkan untuk mencegah

terjadinya konflik dalam proses Pilkada Serentak 2024.

 

Maka dari itu pasca pilkada 2024 isu soal kondusifitas sangat urgen untuk menjadi perhatian JPPR dan seluruh pihak. Hal ini dilakukan untuk menjaga potensi pengulangan konflik kembali pasca pilkada. JPPR bersama seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga demokrasi Indonesia dari rongrongan kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab yang bisa mengganggu stabilitas dan persatuan nasional.

 

Untuk itu JPPR merekomendasikan:

 

   1. Mendorong pihak keamanan untuk meningkatkan kesiagaan dalam menjaga kondusifitas situasi pasca pilkada 2024, tentu dengan cara-cara humanis dan persuasif

 

   2. Meminta para calon dan seluruh pendukung di pilkada 2024 untuk dewasa menyikapi perbedaan pilihan politik, serta berbesar hati untuk bersatu padu membangun daerah agar lebih baik dan lebih maju.

 

   3. Mendorong KPU dan Bawaslu untuk mengevaluasi total pelaksanaan pilkada untuk mewujudkan pilkada yang damai dan kondusif dimasa yang akan datang.

Continue Reading

Metro

Ketua Korwil APGN Banten Djamaludin Sasmita: Kualitas Garam Jadi Kunci Mewujudkan Generasi Penerus Bangsa yang Unggul

Published

on

By

Jakarta – Ketua Koordinator Wilayah Provinsi Banten Asosiasi Pengusaha Garam Nusantara (APGN), Djamaludin Sasmita, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas garam nasional sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Menurut Djamaludin, garam bukan sekadar komoditas kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pengusaha garam harus mengedepankan standar mutu, kebersihan, serta proses produksi yang sesuai dengan ketentuan agar menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.

“Kualitas garam adalah hal yang paling utama. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan garam berkualitas demi mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan mumpuni,” ujar Djamaludin.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha garam di Provinsi Banten untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kualitas produk, serta berinovasi dalam menghadapi tantangan industri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat daya saing garam lokal.

Selain meningkatkan kualitas produk, APGN Banten juga berkomitmen mendukung pemberdayaan petambak garam melalui pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan mutu hasil panen.

Djamaludin berharap komitmen tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri garam nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai negara maritim yang mampu memenuhi kebutuhan garam berkualitas secara mandiri.

Continue Reading

Metro

KULON PROGO SUKSES MENJADI TUAN RUMAH FESTIVAL DAN LOMBA LAYANG-LAYANG JIKF TAHUN 2026 DENGAN TAJUK ” DARI KULON PROGO UNTUK INDONESIA

Published

on

By

Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta – Karyapost.com, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata, pelestarian budaya, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Festival dan Lomba Layang-Layang Internasional Kulon Progo 2026 yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur.

Festival berskala internasional yang menjadi pembuka rangkaian Jogja International Kite Festival 2026 tersebut berlangsung meriah, aman, dan sukses. Selama dua hari pelaksanaan, lebih dari 15.000 pengunjung memadati lokasi acara untuk menyaksikan ratusan layang-layang tradisional, kreasi, hingga train kite beraneka bentuk, ukuran, dan warna yang menghiasi langit pesisir selatan Kulon Progo.

Ajang ini tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya yang mempertemukan para pecinta layang-layang dari berbagai penjuru dunia. Sebanyak 17 negara turut mengirimkan delegasi untuk berpartisipasi, mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni, budaya, dan olahraga rekreasi yang menjadi bahasa universal.

Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan, fesyen, hingga berbagai hasil usaha kreatif masyarakat lokal.

Berdasarkan estimasi penyelenggara, perputaran uang di sektor UMKM selama penyelenggaraan festival mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pariwisata berbasis budaya mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat Kulon Progo.

Festival ini juga memberikan ruang bagi para perajin layang-layang lokal untuk memperkenalkan salah satu karya kebanggaan Kulon Progo, yakni layang-layang train naga, yang memiliki nilai seni tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara. Kehadiran peserta internasional menjadi kesempatan berharga bagi para perajin untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, sekaligus memperkenalkan kreativitas masyarakat Kulon Progo kepada dunia.

Salah seorang peserta asal Beirut, Lebanon, Sami, mengungkapkan kekagumannya terhadap masyarakat Kulon Progo.

«”Masyarakatnya sangat ramah, hangat, dan murah senyum. Di era gawai seperti sekarang, menjaga tradisi layang-layang ini sangat penting bagi generasi muda.”»

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa keramahan masyarakat Kulon Progo memberikan kesan mendalam bagi para tamu mancanegara sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai budaya dan persaudaraan.

Keberhasilan penyelenggaraan festival merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, panitia penyelenggara, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, komunitas layang-layang, pelaku UMKM, media, hingga seluruh masyarakat yang bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Tidak hanya itu, festival ini juga menjadi wadah pemberdayaan generasi muda. Puluhan pemuda dari wilayah sekitar turut dilibatkan dalam pengelolaan keamanan lingkungan, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Keterlibatan mereka tidak hanya membantu kelancaran penyelenggaraan acara, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi serta pengalaman berharga dalam mengelola sebuah event berskala internasional.

Adapun para juara Festival dan Lomba Layang-Layang Internasional Kulon Progo Tahun 2026 adalah sebagai berikut.

Kategori Tradisional

– Juara I: Mandala Berwarna – Club Ronggolawe
– Juara II: Owel – Club Ronggolawe
– Juara III: Wijaya Kusuma – Club PWM Kite

Kategori Kreasi

– Juara I: Kencana Langit – Club PWM Kite
– Juara II: Anoman – Club Mustika Team
– Juara III: Drum – Club PWM Kite

Kategori Train Dewasa

– Juara I: Animasakaa – Independent
– Juara II: Naga Dewangkara – Club Santiko Buwono
– Juara III: Naga Krisna – Club Royal Team

Kategori Train Anak

– Juara I: Nyai Ageng Serang – Club Bolo Srewu Kite
– Juara II: Kaiyang – Club Bolo Dewo
– Juara III: Grasesa – Club Nogo Ruwet Team

Sementara itu, penghargaan Juara Favorit diberikan kepada Pelatuk Kite atas kreativitas, keunikan desain, dan penampilan atraktif yang berhasil memikat perhatian para pengunjung.

Keberhasilan penyelenggaraan Festival dan Lomba Layang-Layang Internasional Kulon Progo 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Kulon Progo sebagai destinasi unggulan wisata budaya, sport tourism, dan ekonomi kreatif yang mampu menyelenggarakan agenda bertaraf internasional.

Bapak Bupati Kulon Progo  Dr. R. Agung Setyawan S.T M.Sc,M.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap festival ini dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas, menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, meningkatkan investasi di sektor pariwisata, memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat, serta menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan budaya bangsa.

RM Kukuh Hertriasning Wayah Dalem Sri Sultan HB VIII Pembina JIKF 2026 menyampaikan melalui semangat gotong royong, inovasi, dan pelestarian budaya, Kulon Progo kembali membuktikan bahwa tradisi mampu berjalan selaras dengan kemajuan zaman. Dari langit Kulon Progo, ribuan layang-layang bukan sekadar menghiasi cakrawala, melainkan menjadi simbol persahabatan antar bangsa, penggerak ekonomi rakyat, serta duta budaya Indonesia yang terbang membawa nama baik daerah menuju panggung dunia kemudian beliau menyampaikan terimakasih kepada Pemda kulon Progo, Ketua DPRD Kabupaten Kulon  Progo,Dinas Pariwisata,Dinas Perhubungan, Satpol PP Kulon Progo, Dinas Koperasi dan UMKM, Kepolisian,TNI, Pemerintah Kalurahan Banaran, Panewu Galur , RAPI Kulon Progo , BANSER Kulon Progo, KOKAM Kulon Progo ,PMI Kulon Progo,     Perwakilan DPC IP-KI / Ikatan pendukung kemerdekaan Indonesia Kabupaten Kulon Progo, GMK”2009 ( Generasi Muda Kulon Progo ),Biro Karya Post Daerah istimewa Yogyakarta,Pokdarwis Galur,Desa Wisata Galur sekaligus semua unsur yang sudah ikut berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan event acara tersebut kemudian mengucapkan terimakasih apresiasi kepada Ketum DPP IP-KI Baskara Harimukti Sukarya di jakarta yang ikut memberikan piala kejuaraan JIKF 2026 di kabupaten kulon Progo kemudian menghaturkan terima kasih kepada segenap kehadiran tamu undangan Bapak AKBP Ridho Hidayat S.I.K., M.H Kapolres Kulon Progo,   Bapak Letkol Dyan Niti Sukma Dandim 0731 Kulon Progo,Agus Supriyanto SM Fraksi DPRD kabupaten kulon Progo,Sendy Yulistya Prihandiny Fraksi Gerindra DPRD Kulon Progo,  Sutarman S.STP, M.Eng Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo,Dhani Kurniawan Dinas Perhubungan Kulon Progo,Kepala Satpol PP Kulon Progo,Dinas PU Kabupaten kulon Progo,Dinas Kebudayaan Kulon Progo,Bapak Kapten Ngasiman Danramil Galur, Bapak AKP Agus Winaryo S.H Kapolsek Galur,Panewu Galur,Lurah Banaran,KRT Sarwanto Hadi sesepuh Paguyuban Trah RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa putra kandung dari Pangeran Diponegoro kemudian dari kota Yogyakarta R Wisesa Handaka Ketua PD 12 KB FKPPI DIY (Forum Komunikasi putra dan putri purnawirawan TNI-POLRI) begitu disampaikan kepada awak media Karya Post dari Jakarta.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Kolonel Inf Agus: Kostrad Run 2026 Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat, Budayakan Hidup Sehat dan Semangat Persatuan

Published

on

By

Jakarta – Perhelatan Kostrad Run 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kostrad berlangsung meriah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2026). Ribuan peserta dari berbagai kalangan memadati arena lomba lari 5 kilometer dan 10 kilometer sebagai wujud semangat hidup sehat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Kolonel Inf Agus, S.I.P., M.Si., Widyaiswara Pusat Manajemen Pertahanan (Puspimjemen) Kementerian Pertahanan RI, menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti ajang tersebut. Menurutnya, Kostrad Run bukan sekadar perlombaan olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, persatuan, dan sinergi antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat.

“Saya melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini merupakan hal yang membanggakan karena olahraga mampu menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara masyarakat dengan TNI,” ujar Kolonel Agus.

Ia menilai penyelenggaraan Kostrad Run layak dijadikan agenda rutin setiap tahun karena memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga membangun karakter yang disiplin, sportif, dan memiliki semangat kebersamaan.

Menurutnya, olahraga merupakan salah satu media yang efektif untuk membentuk pola pikir positif serta memperkuat solidaritas sosial, khususnya di kalangan generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Budaya olahraga harus terus kita tumbuhkan. Dengan berolahraga, masyarakat tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan saling mendukung,” katanya.

Kolonel Agus juga memberikan apresiasi kepada Kostrad yang membuka kegiatan tersebut untuk masyarakat umum. Langkah itu dinilai menjadi bukti bahwa TNI semakin dekat dengan rakyat dan terus membangun komunikasi yang harmonis melalui berbagai kegiatan positif.

Ia memperkirakan sekitar 10 ribu peserta turut ambil bagian dalam Kostrad Run 2026. Selain para pelari, masyarakat yang berada di sepanjang lintasan juga tampak antusias memberikan semangat kepada peserta hingga mencapai garis finis. Suasana tersebut mencerminkan tingginya semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat. Saya berharap kegiatan seperti ini terus ditingkatkan dan mampu menjangkau lebih banyak peserta pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Kolonel Agus mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan nasional serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui olahraga.

“Mari kita jadikan olahraga sebagai budaya bersama. Dengan tubuh yang sehat, semangat gotong royong dan persatuan akan semakin kuat. Semoga kegiatan seperti Kostrad Run terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Kostrad Run 2026 menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-65 Kostrad yang tidak hanya menonjolkan semangat kompetisi, tetapi juga memperlihatkan komitmen TNI Angkatan Darat dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, menumbuhkan budaya hidup sehat, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui olahraga.

Continue Reading

Trending