Connect with us

Metro

Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A1 Zona 2B dan 7B Gelar Donor Darah

Published

on

Jakarta, – Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A1 Zona 2B dan 7B kembali menggelar aksi kemanusiaan melalui Kegiatan Donor Darah yang berlangsung di Neo Soho Mall, L3M Jakarta tanggal 14-15 Maret 2025.

Penanggung Jawab Kegiatan Donor Darah Gabungan Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A1 Edi Nata Prawira mengatakan
donor darah kerja sama dengan Neo Soho dimana kita dapat fasilitas untuk mengadakan secara rutin setiap tiga bulan sekali dan ini adalah acara yang ke enam. Donor darah jelas kerja sama dengan PMI. Didukung oleh Soho, Foriza, Tulus air mineral dan Thalasa, imbuhnya.

Target peserta donor darah 500 kantong untuk dua hari. 1 hari untuk 250 kantong. Even di bulan puasa ini adalah yang pertama dan peserta donor diberikan godiebag.
Rata rata peserta donor darah dari warga yang ada di mall, warga yang ada di tower-tower serta warga sekitar kata Edi Nata Prawira, Jum’at (14/03/25).

Setelah selesai acara donor darah dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan anak yatim dan santunan anak yatim, terang Edi.

Lanjut Edi, Permintaan donor darah selama bulan puasa ini meningkat tapi penyediaan darahnya berkurang. Oleh sebab itu kita tergerak mengadakan donor darah di bulan puasa ini dan kita juga tau tantangannya cukup berat. Kita sudah siapkan tenaga medis.

Acara donor darah kita publis juga di instagram. Donor darah dilakukan secara rutin dan masyarakat kita berikan edukasi.
Selain donor darah ada cek gula darah dan donor kornea mata atau Lions Eye Bank Jakarta serta diberikan edukasi untuk warga masyarakat, jelasnya.

Sementara itu, Andi Murjito, selaku Ketua Kegiatan Donor Darah Gabungan Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A1, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi donor darah, tetapi juga mengajak berbagai komunitas untuk berkontribusi dalam kebaikan bersama.

Neo Soho Mall, sebagai tuan rumah kegiatan, turut mendukung penuh inisiatif ini. Firdianto Agus Putra, Asisten Manager Customer Relation Neo Soho Mall, menegaskan bahwa donor darah memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan dan bukan sesuatu yang perlu ditakuti.

“Donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tapi juga memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor. Kami senang bisa menjadi bagian dari gerakan sosial ini.”

Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah, terutama di bulan Ramadan, serta mempererat kebersamaan dengan berbuka puasa bersama anak-anak panti asuhan.

Mengenai Lions Club

Lions Club adalah organisasi sosial terbesar di dunia dengan lebih dari 1,4 juta anggota di lebih dari 200 negara. Lions Club berkomitmen pada misi sosial dan kemanusiaan yang terangkum dalam 8 Pilar Pelayanan, yaitu:

1. Humanitarian – Memberikan bantuan dan aksi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
2. Diabetes – Edukasi dan pencegahan penyakit diabetes untuk meningkatkan kualitas hidup.
3. Vision (Eye Care) – Pencegahan kebutaan dan pemeriksaan kesehatan mata.
4. Hunger – Mengurangi kelaparan melalui program bantuan pangan.
5. Youth – Program kepemimpinan dan pengembangan generasi muda.
6. Childhood Cancer – Dukungan bagi anak-anak yang berjuang melawan kanker.
7. Environment – Pelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
8. Disaster Relief – Respons cepat terhadap bencana alam.

Dalam kegiatan ini, Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 A1 Zona 2B dan 7B menjalankan empat pilar utama, yaitu:
✅ Humanitarian – Kegiatan donor darah sebagai aksi kemanusiaan untuk membantu sesama.
✅ Diabetes – Mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat melalui cek gula darah gratis.
✅ Eye Care – Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya donor kornea mata bagi yang membutuhkan
✅ Hunger – Berbagi makanan berbuka puasa dengan anak-anak panti asuhan.

Continue Reading

Metro

E. Alex Tadju Ketua Umum Petir : Petir Wadah Pemersatu Masyarakat Bima Diperantauan Miliki Tanggung Jawab Tidak Hanya Terhadap Sesama Perantau Terhadap Kampung Halaman

Published

on

By

Jakarta — Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX Tahun 2026 di Gedung Juang 45, Jakarta, Sabtu (14/2/2026). Forum ini menjadi momentum konsolidasi warga Bima di wilayah Jabodetabek sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2026–2029.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus serta perwakilan masyarakat Bima dari berbagai daerah di Jabodetabek. Selain membahas program kerja organisasi ke depan, Munas juga menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat solidaritas dan peran perantau Bima dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ketua Umum Petir, E. Alex Tadju, menegaskan bahwa Petir merupakan wadah pemersatu masyarakat Bima di perantauan yang memiliki tanggung jawab tidak hanya terhadap sesama perantau, tetapi juga terhadap kampung halaman.

“Musyawarah ini bagian dari kegiatan untuk memikirkan kemaslahatan masyarakat Bima di rantau. Namun saya berpikir bukan hanya untuk di rantau, tetapi juga untuk kampung. Yang sudah sukses jangan sampai melupakan daerah asal,” ujarnya kepada media di sela kegiatan.

Ia menilai forum organisasi seperti Munas tidak boleh sekadar menjadi agenda formal pemilihan ketua umum, melainkan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepedulian terhadap persoalan sosial, termasuk bahaya narkoba di kalangan generasi muda, menurutnya juga perlu menjadi perhatian bersama.Alex juga mencontohkan pentingnya pemberdayaan ekonomi sesama warga Bima melalui langkah sederhana, seperti mendukung usaha masyarakat daerah asal sebagai bentuk solidaritas dan gotong royong.

Menurutnya, keberadaan tokoh-tokoh Bima yang telah berhasil di berbagai bidang dapat berperan strategis dalam mendorong kemajuan daerah, termasuk dalam memberikan akses pendidikan, bantuan pekerjaan, hingga beasiswa bagi generasi muda.

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa BMMB memiliki berbagai program di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya kawasan Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Bali, hingga Jakarta.

“Program kita banyak, mulai dari bakti sosial hingga pemberdayaan masyarakat. Secara keseluruhan mungkin ada lebih dari 50 agenda kegiatan,” katanya.

Ia juga menyampaikan rencana pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BMMB yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2026 di Jakarta.

Alex berharap ketua umum yang terpilih dalam Munas IX dapat menjadi pemimpin yang amanah serta mampu membawa organisasi semakin maju, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Siapapun yang terpilih nanti diharapkan bisa membawa BMMB ke depan lebih maju, sukses, dan semakin jaya,” pungkasnya.

Melalui Munas IX ini, BMMB diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah persatuan masyarakat Bima di perantauan sekaligus menjadi jembatan kontribusi nyata dalam pembangunan sosial, baik bagi warga di rantau maupun di daerah asal, dalam semangat persaudaraan dan kebhinekaan.

Continue Reading

Metro

Salahudin Gaffar Tokoh masyarakat Bima : BMMB Wadah Kebersamaan Warga Bima di Perantauan yang Tidak Hanya Berorientasi Pada Kepentingan Komunitas Dikota

Published

on

By

Jakarta — Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX 2026 di Gedung Juang 45, Jakarta, Sabtu (14/2/2026). Forum ini menjadi momentum konsolidasi warga Bima di wilayah Jabodetabek sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2026–2029.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus serta perwakilan masyarakat Bima dari berbagai daerah di Jabodetabek.

Selain membahas program kerja organisasi ke depan, Munas juga menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat solidaritas dan peran perantau Bima dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Tokoh masyarakat Bima, Salahudin Gaffar, menegaskan bahwa BMMB merupakan wadah kebersamaan warga Bima di perantauan yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan komunitas di kota, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kampung
halaman.

“Musyawarah ini bagian dari upaya memikirkan kemaslahatan masyarakat Bima di rantau, tetapi juga jangan sampai melupakan kampung halaman. Yang sudah sukses harus tetap peduli terhadap kondisi di daerah asal,” ujarnya kepada media di sela kegiatan.

Ia mencontohkan bahwa kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak, seperti memberdayakan sesama warga Bima dalam aktivitas ekonomi maupun membantu mereka yang membutuhkan dukungan pendidikan dan pekerjaan.

Menurutnya, forum seperti Munas tidak boleh hanya menjadi kegiatan formal untuk memilih ketua umum, melainkan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah kemaslahatan. Bagaimana kita bisa membantu sesama, mengangkat derajat yang kurang beruntung, memberikan peluang pendidikan, bahkan mendorong kesadaran terhadap persoalan sosial seperti bahaya narkoba di kalangan generasi muda,” katanya.

Ia juga menilai keberadaan tokoh-tokoh Bima yang sukses di perantauan dapat berperan strategis dalam mendorong kemajuan daerah, termasuk dalam aspek kepemimpinan dan pembangunan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap kepengurusan baru BMMB mampu melanjutkan program-program yang sudah berjalan baik serta menyempurnakan berbagai kekurangan yang masih ada.

“Harapannya tentu kebaikan yang sudah dilakukan bisa diteruskan, yang masih kurang disempurnakan, dan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa ditanggapi dengan baik oleh kepengurusan yang baru,” pungkasnya.

Munas IX BMMB diharapkan semakin memperkuat peran organisasi sebagai wadah pemersatu masyarakat Bima di perantauan sekaligus jembatan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial masyarakat, baik di rantau maupun di daerah asal.

Continue Reading

Metro

Nuraini : Kepengurusan Baru Periode 2026–2029 Mampu Menyatukan Kembali Masyarakat Bima Agar Semakin Kompak

Published

on

By

Jakarta – Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IX di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi warga Bima yang merantau di wilayah Jabodetabek.Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Bima, Nuraini, berharap kepengurusan baru periode 2026–2029 mampu menyatukan kembali masyarakat Bima agar semakin kompak.

“Semoga BMMB pada kepengurusan 2026-2029 ini bisa menyatukan dan membuat masyarakat Bima menjadi kompak lagi di Jabodetabek,” ujar Nuraini.

Ia juga berharap organisasi dapat menjalankan program yang memberikan manfaat langsung bagi warga Bima di perantauan.

“Kedua bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk saudara-saudara kita sesama Bima di rantauan ini. Ketiga semoga tetap kompak selalu dan banyak kegiatan yang bermanfaat,” katanya.

Nuraini menilai momentum Ramadan mendatang bisa dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan warga, terutama melalui kegiatan sosial dan keagamaan.
“Harapan saya di bulan Ramadan nanti ada banyak kegiatan seperti buka puasa bersama, pembagian takjil, dan halal bihalal,” ucapnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada ketua umum yang terpilih agar membawa organisasi menjadi lebih baik.“Untuk ketua umum yang terpilih nanti bisa membawa komunitas BMMB ini ke arah yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” pungkasnya.

Munas IX BMMB diikuti pengurus dan perwakilan masyarakat Bima dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Selain membahas program kerja organisasi, forum ini juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan dan jaringan antarperantau Bima.

Continue Reading

Trending