Connect with us

Metro

IKANAS STAN 2025: Kongres dan Reuni Akbar Jadi Momentum Besar Alumni Bangun Negeri

Published

on

Jakarta, 30 September 2025, -Ikatan Alumni Nasional Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (IKANAS STAN) direncanakan akan menyelenggarakan Kongres IKANAS dan Reuni Akbar Alumni pada November hingga Desember 2025.

Kongres ikatan alumni perguruan tinggi yang saat ini bernama Politeknik Keuangan Nagara (PKN) STAN ini sendiri, dirancang secara inklusif dan transformatif dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen alumni.

Sebagai forum tertinggi dalam struktur organisasi, kongres akan memilih Ketua Umum IKANAS STAN untuk masa bakti berikutnya sekaligus merumuskan agenda strategis organisasi dalam menjawab tantangan zaman serta dinamika kebangsaan.

Wakil Ketua Umum IKANAS STAN, Taufiq Supriadi, Taufiq Supriadi yang baru tiba dr Beijing dalam rangka undangan Shooting di CCTV China dan Undangan Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia sebagaimana https://www.liputan6.com/citizen6/comment/6171147/sulap-selokan-jadi-kolam-lele-inovasi-ketua-rt-ini-sedot-perhatian-media-china, mengatakan Agenda kongres sendiri mencakup pembahasan isu strategis organisasi, penyusunan keputusan melalui mekanisme demokratis dan akuntabel, serta rangkaian reuni yang dikemas secara profesional melalui forum intelektual, kegiatan kebersamaan, dan agenda rekreatif.

Ditegaskannya, bahwa rangkaian kegiatan Kongres dan Reuni akbar ini akan dijalankan dengan tata kelola yang transparan, inklusif, serta berorientasi hasil. Dengan demikian, alumni diharapkan memperoleh manfaat nyata baik dari sisi penguatan jejaring maupun kontribusi kolektif.

“Kami ingin memastikan seluruh tahapan, mulai dari kongres hingga reuni, berjalan tertib, produktif, dan berdampak. Agenda ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung agenda pembangunan nasional,” ujar Alumnus PKN STAN Angkatan 1995 yang saat ini juga menjadi Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi RTRW Indonesia (ARWT Indonesia).

Lebih lanjut, rangkaian kegiatan reuni akbar dirancang sebagai perayaan inspiratif penuh makna, yang mencakup diskusi panel bersama tokoh nasional, sesi networking lintas profesi, serta kegiatan kebersamaan lintas angkatan.

Selain itu, panitia juga telah menyiapkan kompetisi olahraga antar angkatan untuk memupuk sportivitas serta konser musik spesial yang diharapkan semakin mempererat persaudaraan dan juga menambah semarak kebersamaan.

Ketua Umum IKANAS, Heru Muara Sidik, menekankan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk mengukuhkan kembali semangat kolektif alumni PKN STAN.

“Kami percaya, alumni PKN STAN memiliki potensi luar biasa untuk berkontribusi nyata di berbagai bidang. Melalui kongres dan reuni akbar ini, kami ingin memperkuat semangat persatuan sekaligus merumuskan langkah strategis agar alumni dapat semakin berdampak positif bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kongres IKANAS STAN 2025, Rainando Ganda Tuah Saragih menambahkan bahwa momentum ini bukan sekadar ajang demokrasi internal, melainkan juga platform kolaborasi nasional yang memperkuat kontribusi alumni dalam mendukung transformasi bangsa di berbagai sektor.

“Peran alumni tidak berhenti pada nostalgia atau jejaring sosial semata, tetapi juga sebagai agen perubahan dengan komitmen moral dan intelektual untuk berkontribusi nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

IKANAS STAN mengajak seluruh alumni PKN STAN, baik di dalam negeri maupun mancanegara, untuk berpartisipasi aktif dalam momen bersejarah ini.

Informasi lebih lanjut mengenai waktu, lokasi, dan agenda acara akan diumumkan secara resmi melalui kanal komunikasi IKANAS.

Continue Reading

Metro

FTPI Restui Promotor Maluku Gelar Sabuk Emas Presiden RI ke-III di Era Prabowo

Published

on

By

Jakarta – Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) memastikan Sabuk Emas Presiden RI ke-III akan digelar di era Presiden Prabowo Subianto. Untuk hajatan bergengsi itu, FTPI resmi mendukung Nikolas Johan Kilikily, SH., MH, promotor Pattimura Internasional Big Fight dari Maluku Barat Daya Promotion.

Kepastian dukungan disampaikan langsung oleh pencetus Sabuk Emas Presiden RI, Yance Rahayaan, http://S.Sos. Ia menegaskan langkah ini diambil setelah event Pattimura Internasional Big Fight 2026 tuntas digelar. “FTPI selaku pencetus akan mengantar promotor dari Maluku ini menuju Sabuk Emas Presiden RI ke-III,” ujar Yance yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas FTPI Pusat.

Sabuk Emas Presiden RI merupakan ajang tertinggi tinju profesional di tanah air. Sebelumnya, sabuk pertama diperebutkan pada 2016 di Gedung Balai Sarbini, Jakarta. Edisi kedua menyusul pada 2018 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI. Kedua event tersebut lahir di era Presiden Joko Widodo atas prakarsa Yance Rahayaan.

Ketua Umum FTPI Pusat Neneng A Tuty, SH menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah administratif. “Setelah Pattimura Internasional Big Fight selesai dan berhasil, FTPI akan menyurati Presiden dan Menpora. Kami mengusulkan Sabuk Emas Presiden RI ke-III dilaksanakan dengan promotor Nikolas Johan Kilikily,” tegas Neneng,

Menurut Yance, penunjukan promotor asal Maluku itu bukan tanpa alasan. Nikolas dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam pembinaan tinju nasional. “Beliau punya jiwa kepahlawanan Pattimura Muda Lawamena Haulala dan integritas tinggi. Komitmennya untuk tinju Indonesia tidak diragukan,” kata Yance, alumni FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta.

Dengan dukungan penuh FTPI, Sabuk Emas Presiden RI ke-III diproyeksikan menjadi panggung kebangkitan tinju nasional sekaligus pembuktian kapasitas promotor daerah di level tertinggi.

Continue Reading

Metro

Muslim Tionghoa Gelar Acara Halal Bihalal di Masjid Lautze

Published

on

By

Jakarta – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Muslim Tionghoa bersama Gubernur DKI Jakarta yang digelar di Masjid Lautze, Jumat (16/04/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat persatuan lintas budaya di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Ketua Panitia sekaligus Ketua DKM Masjid Lautze, Hans Ahmad Yamin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Gubernur DKI Jakarta pada hari Jumat menjadi kesempatan istimewa yang tidak ingin dilewatkan.

“Momentum ini kami manfaatkan bukan hanya untuk Halal Bihalal, tetapi juga sebagai jembatan silaturahmi antara pemimpin daerah dengan jamaah, khususnya komunitas Muslim Tionghoa,” ujarnya.

Menurut Hans, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang ukhuwah lintas budaya. Ia menyoroti masih adanya “blind spot” atau kesenjangan persepsi di masyarakat terkait identitas Muslim Tionghoa.

“Masih ada anggapan bahwa mayoritas Muslim identik dengan pribumi, sementara etnis Tionghoa identik dengan non-Muslim. Padahal, jika melihat sejarah, peran Muslim Tionghoa dalam perkembangan Islam dan perjuangan bangsa Indonesia sangat signifikan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya membuka kembali narasi sejarah yang selama ini kurang terekspos, termasuk kontribusi tokoh-tokoh Muslim Tionghoa dalam masa perjuangan kemerdekaan.

Acara ini turut dihadiri oleh jamaah dari berbagai latar belakang, termasuk Muslim Tionghoa dari berbagai daerah seperti Bandung dan Cirebon, serta tamu dari luar negeri.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa komunitas Muslim Tionghoa memiliki jaringan yang luas dan tersebar di berbagai wilayah.

Menariknya, momen kebersamaan terjadi usai salat Jumat, ketika Gubernur DKI Jakarta berinteraksi langsung dengan jamaah. Ia menyampaikan apresiasi atas undangan tersebut dan mengaku terkesan dengan antusiasme serta keberagaman yang hadir.

“Beliau sangat senang dan mengaku tidak menyangka bahwa selain Muslim Tionghoa WNI, juga hadir Muslim dari Tiongkok yang cukup banyak,” ungkap Hans.

Kegiatan Halal Bihalal ini, meskipun digelar di penghujung bulan Syawal, tetap menjadi ajang yang bermakna dalam mempererat tali persaudaraan.

Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman.

“Di atas bumi Allah, kita semua bersaudara dalam iman. Tidak ada sekat budaya yang dapat memisahkan ukhuwah,” tutup Hans

Continue Reading

Metro

Tani Merdeka Indonesia Bersama Aliansi Masyarakat Petani Menyampai kan Sikap Tegas Desak Penegakan Hukum atas Pernyataan Feri Amsari Soal Swasembada Pangan

Published

on

By

Jakarta – Tani Merdeka Indonesia bersama Aliansi Masyarakat Petani menyampaikan sikap tegas atas pernyataan Feri Amsari yang menyebut keberhasilan swasembada pangan sebagai “kebohongan publik”.

Pernyataan tersebut dinilai tidak berdasar, menyesatkan, serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Koordinator Aksi, Aiman Adnan, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak hanya merusak kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga melukai kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia.

“Pernyataan seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merendahkan kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia.

Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar Aiman.

Menurutnya, tudingan yang tidak berbasis data berpotensi memicu keresahan publik, memecah belah persatuan bangsa, serta menyesatkan informasi yang diterima masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Kepolisian untuk segera mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi yang tidak benar.

Dalam pernyataan sikapnya, Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan capaian nyata yang dirasakan langsung oleh petani dan pedagang di berbagai daerah. Mereka juga menilai pernyataan yang menyebut sebaliknya sebagai bentuk provokasi yang berpotensi menciptakan kegaduhan publik.

Aliansi turut menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional, serta mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Sebagai dasar, aliansi memaparkan data dari Badan Pangan Nasional yang menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 2025 dengan produksi mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025.

“Ini bukan sekadar klaim. Ini fakta di lapangan. Produksi meningkat, stok tersedia, dan masyarakat bisa mengakses pangan dengan baik,” tegas Aiman.

Lebih lanjut, Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.

Mereka juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga persatuan. Para petani dan pedagang diminta tetap solid dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dinilai menyesatkan.

Aiman menegaskan bahwa setiap pernyataan di ruang publik seharusnya disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis data, khususnya terkait isu strategis seperti pangan.

“Petani dan pedagang akan terus berada di garis depan menjaga pangan negeri. Kami tidak akan diam ketika kerja keras kami direndahkan oleh informasi yang tidak benar,” pungkasnya

Continue Reading

Trending