Gunungkidul – karyapost.com, Semangat membangun Gunungkidul dari desa kembali terasa saat H. Subardi, Anggota Komisi VI DPR RI dari Partai NasDem Daerah Pemilihan DIY, melakukan rangkaian kegiatan serap aspirasi masyarakat di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (12/7/2026).
Dalam sehari, Subardi mengunjungi dua kalurahan, yakni Kalurahan Jetis dan Kalurahan Planjan, untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Kunjungan pertama berlangsung di Balai Kalurahan Jetis yang dihadiri lebih dari 150 warga dari enam padukuhan di Kalurahan Jetis dan enam padukuhan di Kalurahan Krambilsawit. Hadir pula Lurah Jetis Agus Susanto, anggota DPRD DIY Suharno, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Wulan Tustiana dan Kuswarini, serta mantan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, Supriyadi.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Subardi menegaskan bahwa tugas seorang anggota DPR RI bukan hanya menyusun kebijakan di Senayan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendengar langsung suara rakyat.
“Sebagai wakil rakyat, kami tidak hanya hadir untuk mendengar, tetapi juga memiliki tanggung jawab mengawal dan memperjuangkan setiap kebutuhan masyarakat agar dapat diwujudkan melalui berbagai kebijakan maupun program pemerintah,” tegas tokoh yang akrab disapa Mbah Bardi tersebut.
Menurutnya, berbagai kebutuhan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan APBD maupun Dana Desa yang saat ini semakin terbatas. Karena itu, ia terus berupaya membuka peluang melalui kemitraannya di Komisi VI DPR RI, termasuk mendorong pemanfaatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) BUMN sebagai salah satu solusi mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Lurah Jetis Agus Susanto mengaku optimistis kehadiran Subardi membawa harapan baru bagi masyarakat. Dengan kemampuan keuangan desa yang terbatas, masih banyak kebutuhan mendesak seperti peningkatan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, hingga pembangunan balai padukuhan yang belum dapat dipenuhi.
Usai berdialog di Jetis, Subardi melanjutkan kegiatan serap aspirasi di Balai Kalurahan Planjan. Pertemuan ini dihadiri lebih dari 120 warga dari Kalurahan Planjan, Kanigoro, Kepek, dan Monggol, bersama para lurah, anggota DPRD DIY Suharno, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Wulan Tustiana dan Kuswarini, serta Supriyadi.
Bagi masyarakat, forum tersebut bukan sekadar menyampaikan usulan, tetapi menjadi kesempatan menitipkan harapan kepada wakil rakyat yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat. Berbagai aspirasi mengemuka, mulai dari pembangunan dan renovasi balai padukuhan, peningkatan dan pengecoran jalan lingkungan, pemasangan penerangan jalan umum hingga penyediaan fasilitas umum lainnya.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Subardi memastikan seluruh aspirasi akan didata, diverifikasi, dan diperjuangkan sesuai mekanisme serta skala prioritas.
Ia menjelaskan bahwa usulan yang disampaikan saat ini belum dapat direalisasikan pada tahun 2026 karena proses penganggaran telah ditutup. Namun, seluruhnya akan dipersiapkan untuk diusulkan dalam program pembangunan tahun 2027 hingga akhir masa jabatannya pada 2029.
Tim Subardi Center (SC) juga akan mendampingi pemerintah kalurahan mulai dari penyusunan proposal hingga administrasi agar setiap program dapat berjalan dengan baik.
Mewakili para lurah yang hadir, Lurah Planjan Mulyono Asih menyampaikan apresiasi atas perhatian Subardi terhadap wilayah Saptosari. Ia mengungkapkan bahwa berkurangnya alokasi Dana Desa membuat ruang pembangunan di kalurahan semakin terbatas sehingga dukungan dari pemerintah pusat menjadi harapan besar masyarakat.
Sementara itu, Supriyadi menegaskan bahwa seluruh proses pengusulan program akan terus dikawal hingga pelaksanaan dan pertanggungjawabannya. Senada dengan itu, Suharno menilai sinergi antara DPRD Kabupaten, DPRD DIY, dan DPR RI menjadi kunci agar pembangunan di Gunungkidul berjalan lebih cepat, merata, dan berkelanjutan.
Menutup rangkaian kegiatan, Subardi menegaskan bahwa setiap aspirasi yang diterimanya adalah amanah yang wajib diperjuangkan. Ia mengajak masyarakat terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat komunikasi, dan bersama-sama mengawal pembangunan, agar harapan warga Gunungkidul tidak berhenti sebagai usulan, tetapi benar-benar terwujud menjadi manfaat yang dirasakan hingga pelosok desa. (ar)
Jurnalis Budi Legowo Santoso