Connect with us

Metro

Walikota Banjarmasin Kunjungi RT8 RW4 Malaka Jaya: Belajar Model Pengelolaan Lingkungan Viral hingga Tiongkok

Published

on

Jakarta Timur, 20 November 2025,
RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, kembali menerima kunjungan penting dari pemerintah daerah luar Jakarta. Hari ini, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin HR beserta jajaran termasuk Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas terkait melakukan kunjungan langsung untuk mempelajari inovasi pengelolaan lingkungan, persampahan, hingga keamanan berbasis warga yang telah menjadikan RT8 viral secara nasional bahkan internasional, termasuk mendapat perhatian media Tiongkok.

Rombongan Walikota Banjarmasin diterima oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Jakarta Timur, Bapak Fauzi, yang hadir mewakili Walikota Jakarta Timur, bersama Sekretaris Kecamatan Duren Sawit Bapak Dede, dan Lurah Malaka Jaya Bapak Eko Purnomo.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut ketertarikan Pemkot Banjarmasin untuk mengadopsi sistem penanganan sampah, pengelolaan lingkungan, serta pola pemberdayaan warga ala RT8 Malaka Jaya yang terbukti berhasil menata kawasan padat penduduk menjadi model pembelajaran “Pencegah Krisis Planet”.

Walikota Banjarmasin: “Banjarmasin ingin belajar, mengamati, meniru, dan memodifikasi.”
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menyampaikan rasa bangga terhadap prestasi warga RT8.

“Kami bangga melihat bagaimana RT8 RW4 Malaka Jaya mampu menjadi percontohan nasional bahkan dunia. Karena itu saya datang langsung bersama istri saya yang juga Anggota Dewan. Kami ingin belajar, mengamati, meniru, dan memodifikasi inovasi yang sudah terbukti berhasil di sini,” ujar Walikota Yamin.

Beliau menambahkan bahwa semangat warga dan kepemimpinan lokal yang kuat merupakan kunci yang ingin direplikasi di Banjarmasin dengan tetap mengedepankan kearifan lokal daerah.Asisten Ekbang Jakarta Timur: RT8 adalah Role Model
Nasional.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Jakarta Timur, Bapak Fauzi, juga memberi apresiasi  bahwa “Ketua RT 08/04 Malaka Jaya adalah role model penanganan kelestarian lingkungan. Ruang yang terbatas tidak menjadi hambatan justru menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan yang asri, aman, dan nyaman. Harapan kami, semakin banyak lingkungan di Jakarta dan daerah lain yang mengikuti jejak positif RT8,” ujarnya.

Sementara itu Ketua RT8 Dr. Taufiq Supriadi sebagai founder Media Pembelajaran Krisis Planet Malaka jaya menuturkan,  “Dari lorong sempit, kami buktikan Indonesia
bisa memimpin gerakan hijau dunia.”
Ketua RT8 RW4 Malaka Jaya, Taufiq, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bukti bahwa gerakan warga tingkat akar rumput dapat memberikan inspirasi nasional.

“Dari lorong sempit ini, kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa memimpin gerakan penghijauan dan ekonomi sirkular dunia. Jika satu RT bisa, bayangkan apa yang bisa dilakukan 3,3 juta RT/RW di seluruh Indonesia. Ini bukan hanya tentang lingkungan, ini tentang masa depan bangsa,” kata Taufiq.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antardaerah merupakan masa depan pembangunan Indonesia saling belajar, saling memperkuat, dan saling mengangkat nama baik bangsa.

RT8 Menjadi Destinasi Studi Banding Nasional
RT8 RW4 Malaka Jaya dalam dua tahun terakhir tercatat menerima kunjungan dari berbagai kementerian, lembaga, perguruan tinggi, daerah, hingga media internasional. Program unggulan yang menarik perhatian antara lain:
1. Pengelolaan sampah berbasis warga dan komposter mikro
2. Kolam lele u-ditch dua tingkat yang viral hingga tembus 1,1 juta penonton
3. Sistem keamanan lingkungan berbasis Speaker TOA dan CCTV 16 titik
4. Taman vertikal dan lorong hijau (green alley)
5. Sumur resapan dalam
6. Pemberdayaan UMKM hijau
7. Dashboard RTOnline & Edukasi Asta Cita

Dengan semakin banyaknya daerah yang datang untuk belajar, RT8 Malaka Jaya secara tidak langsung telah menjadi laboratorium sosial Indonesia dalam menghadapi Triple Planetary Crisis krisis iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Tentang RT8 RW4 Malaka Jaya

RT8 dikenal sebagai Media Percontohan Pembelajaran Pencegah Krisis Planet, sebuah gerakan warga yang menggabungkan teknologi, ekologi, edukasi, dan partisipasi sosial. Melalui konsistensi, inovasi, dan gotong royong, RT8 terbukti dapat mengubah lingkungan padat penduduk menjadi kawasan hijau, sehat, dan inspiratif “. Pungkas  Taufiq.

Continue Reading

Metro

Festival Bulungan Berkarya di Sarinah, H. Riyanto: 30 Produk UMKM Siap Go Nasional

Published

on

By

Jakarta, 30 April 2026 – Festival Bulungan Berkarya yang dirangkaikan dengan launching gerai produk UMKM Kabupaten Kabupaten Bulungan di Gedung PT Sarinah Jakarta mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Bulungan, H. Riyanto, S.Sos.

Dalam wawancara dengan awak media, H. Riyanto menegaskan bahwa langkah Pemerintah Kabupaten Bulungan menghadirkan produk UMKM ke Sarinah merupakan terobosan strategis yang patut diapresiasi.

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua. Kami mengapresiasi kehadiran Menteri UMKM Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili Deputi Usaha Kecil, Bupati Bulungan beserta jajaran, Wakil Bupati, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, manajemen Sarinah, serta seluruh mitra strategis dan tamu undangan yang hadir.

Menurut H. Riyanto, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM Bulungan.

Selama ini produk UMKM kita cenderung hanya dipasarkan di daerah masing-masing. Dengan adanya kerja sama dan kehadiran di Sarinah, kita memiliki peluang untuk masuk ke pasar nasional bahkan internasional.

Ia menambahkan bahwa Sarinah bukan hanya menyediakan ruang, tetapi juga sistem dan program yang dapat meningkatkan daya saing UMKM.

Di sini bukan hanya tempat, tetapi ada program pengembangan. Ini yang kita harapkan bisa mendorong UMKM Bulungan naik kelas.

Lebih lanjut, H. Riyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kami yakin ini menjadi langkah awal yang positif, bukan hanya bagi Kabupaten Bulungan tetapi juga kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti potensi produk UMKM yang ditampilkan, mulai dari cokelat khas Bulungan, keripik, produk olahan ikan, hingga kerajinan daerah.

Tadi kita lihat ada kurang lebih 30 produk UMKM yang ditampilkan. Ini potensi besar yang harus terus didorong agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Ia berharap ke depan dampak ekonomi dari kegiatan ini dapat dirasakan hingga ke tingkat desa.

Harapan kita tentu ini akan memberikan efek berantai, tidak hanya di kabupaten tetapi sampai ke desa-desa lain.

H. Riyanto juga menyinggung posisi strategis Bulungan sebagai wilayah perbatasan dengan Malaysia, khususnya Sabah.

Kita berada di wilayah perbatasan. Produk dari luar cukup banyak masuk, sehingga penting bagi kita untuk memperkuat produk lokal agar mampu bersaing dan dikenal luas.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah melalui berbagai program, termasuk pembiayaan UMKM, sangat penting dalam meningkatkan daya saing.

Kami sangat mendukung program pemerintah daerah seperti kredit mesra dan fasilitasi lainnya untuk mendorong UMKM berkembang.

Sementara itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan kerja sama pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, penyerahan cinderamata kepada kementerian dan mitra strategis, serta sesi foto bersama.

Usai launching dan prosesi gunting pita di lantai 4 Gedung Sarinah, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni di lantai Ground Floor yang menampilkan tarian tradisional Dayak sebagai simbol kekayaan budaya daerah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi UMKM Bulungan untuk terus berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Continue Reading

Metro

Hendra Jeje, S.T., M.M Anggota DPRD Bengkalis Riau: Bimtek PBB Jadi Bekal Strategis Tingkatkan Kursi di Bengkalis hingga DPR RI 2029 Bengkalis Anggota DPRD Dapil I

Published

on

By

Jakarta –  Hendra Jeje, S.T., M.M., menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Partai Bulan Bintang (PBB) usai mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD PBB se-Indonesia.

Kegiatan ini dinilai memberikan banyak wawasan penting, khususnya terkait efisiensi pengelolaan negara serta strategi peningkatan pendapatan daerah.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas ilmu serta pengalaman berharga yang kami dapatkan dari kegiatan Bimtek ini, terutama dari narasumber Sekretaris Daerah Jawa Barat. Banyak masukan strategis yang bisa kami implementasikan untuk penguatan program ke depan,” ujar Hendra Jeje.

Menurutnya, hasil Bimtek tersebut akan menjadi pijakan penting dalam menyusun langkah politik dan pembangunan partai menuju Pemilu 2029. Saat ini, PBB di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, masih memiliki keterwakilan terbatas, yakni dua kursi di DPRD. Namun, dengan semangat baru dan strategi yang lebih matang, pihaknya menargetkan lonjakan signifikan.

“Kami menargetkan peningkatan dari 2 kursi menjadi 10 kursi di DPRD Bengkalis. Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud komitmen kami dalam memperkuat kehadiran dan kontribusi PBB di tengah masyarakat,” tegasnya.

Hendra Jeje juga menekankan pentingnya konsolidasi internal partai, mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), ranting, hingga struktur di desa-desa. Menurutnya, penguatan basis akar rumput menjadi kunci utama dalam meraih dukungan masyarakat secara luas.

“Dengan adanya kepemimpinan Ketua Umum yang baru, kami optimistis semangat kader semakin solid. Konsolidasi antar struktur partai akan terus kami perkuat untuk menarik simpati dan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh, ia berharap PBB tidak hanya mengalami peningkatan di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus panggung nasional pada Pemilu 2029.

Mudah-mudahan di tahun 2029, Partai Bulan Bintang bisa memiliki perwakilan di DPR RI. Itu menjadi harapan besar kami, seiring dengan bertambahnya kursi di DPRD kabupaten/kota,” pungkasnya.

Dengan bekal hasil Bimtek dan semangat konsolidasi yang terus digelorakan, PBB optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai kekuatan politik yang semakin diperhitungkan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Continue Reading

Metro

Pameran “TATAH” Hidupkan Kembali Identitas Seni Ukir Jepara di Museum Nasional

Published

on

By

Jakarta, 29 April 2026 – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Jepara Raya bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan menggelar Pameran Seni Ukir Jepara bertajuk “TATAH” yang berlangsung pada 29 April hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Jakarta.

Mengusung tema “TATAH”, pameran ini menjadi simbol kebangkitan sekaligus refleksi terhadap alat utama dalam seni ukir yang memiliki makna mendalam bagi para perajin.

Lebih dari sekadar alat, tatah dimaknai sebagai medium budaya visual yang terus hidup, berkembang, dan beradaptasi mengikuti zaman.

Disampaikan bahwa Jepara bukan sekadar nama kota, melainkan ruang lahirnya identitas, kreativitas, serta warisan budaya yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi. Seni ukir menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya.

Sementara itu, Owner AP Woods, Ali Shodiqin, dalam wawancara dengan media menegaskan bahwa ukiran Jepara merupakan warisan leluhur yang erat kaitannya dengan sejarah, termasuk pengaruh masa R.A. Kartini dan peninggalan kerajaan di Jepara. Salah satu contoh nyata adalah ukiran di Masjid Mantingan yang sarat nilai sejarah dan estetika.

Menurutnya, sejak dahulu Jepara telah dikenal dunia melalui produk kerajinan ukir, termasuk pengiriman karya-karya seperti kotak ukiran yang menjadi identitas daerah tersebut.

Hingga kini, masyarakat Jepara dikenal sebagai pengrajin kayu yang mampu mengolah furnitur maupun elemen interior dan eksterior dengan sentuhan seni ukir sebagai ornamen.

Ali menjelaskan bahwa terdapat dua klasifikasi utama dalam seni ukir Jepara, yakni ukiran sebagai bagian dari furnitur dan ukiran sebagai karya seni rupa murni.

Ali juga ingin mengaplikasikan seni ukiran pada instrumen musik yaitu gitar, dan ia ingin menambah nilai estetika dengan seni ukiran itu.

Mayoritas masyarakat Jepara memiliki kemampuan mengukir, menjadikannya sebagai keterampilan turun-temurun yang melekat kuat dalam budaya lokal.

Namun demikian, ia juga mengakui adanya tantangan dalam beberapa dekade terakhir. Sejak era 2000-an, minat terhadap ukiran cenderung menurun seiring tren desain minimalis yang lebih sederhana.

Selain itu, perubahan teknologi turut memengaruhi proses produksi, di mana sebagian pengrajin mulai beralih menggunakan mesin.

Meski begitu, upaya pelestarian terus dilakukan dengan mengombinasikan teknik manual dan teknologi modern agar seni ukir tetap bertahan. Ia menekankan pentingnya inovasi agar seni ukir tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapit juga mampu berkembang secara komersial.

“Jangan berhenti. Kita harus inovatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, baik sebagai karya seni maupun produk komersial,” ujarnya.

Pameran “TATAH” diharapkan menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap seni ukir Jepara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu identitas budaya Indonesia yang mendunia.

Continue Reading

Trending