Connect with us

TNI / Polri

Sepanjang 2025, Polda Metro Jaya Sita 3,2 Ton Narkoba, Didominasi Sabu

Published

on

JAKARTA  — Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mencatat capaian signifikan dalam pemberantasan narkotika sepanjang 2025. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita 3,291 ton narkoba dari berbagai pengungkapan kasus, dengan estimasi nilai ekonomi mencapai Rp1,7 triliun.

Data tersebut disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Ahmad David saat memaparkan Rilis Akhir Tahun (RAT) 2025 di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta Selatan, Rabu, 31 Desember 2025.

Jenis narkoba yang paling banyak disita adalah sabu dengan total berat 874,94 kilogram. Selain itu, polisi juga mengamankan ganja seberat 693,86 kilogram, tembakau sintetis 644,95 kilogram, sabu cair 67,7 kilogram, ekstasi sebanyak 111.120 butir, serta etomidate 23,89 kilogram.

Sepanjang 2025, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangani 7.426 laporan polisi (LP) tindak pidana narkotika. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1,1 persen dibandingkan tahun 2024. Dari ribuan perkara itu, polisi menetapkan 9.894 tersangka.

Mayoritas tersangka merupakan laki-laki, yakni 9.162 orang, sementara 732 orang perempuan. Kepolisian juga mencatat 56 anak yang berhadapan dengan hukum serta 51 tersangka warga negara asing (WNA).

Berdasarkan peran dalam jaringan narkoba, sebanyak 21 tersangka berperan sebagai produsen, satu tersangka sebagai bandar, 3.445 tersangka sebagai pengedar, dan 6.427 tersangka sebagai pengguna atau pecandu narkotika.

Ahmad David menyebutkan, data tersebut menunjukkan tingkat kerentanan masyarakat Jakarta dan sekitarnya terhadap penyalahgunaan narkoba masih tinggi. Berdasarkan pemetaan kepolisian, rata-rata terdapat 27 orang per hari yang berisiko terdampak penyalahgunaan narkotika.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki kerentanan tinggi terhadap penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Karena itu, diperlukan perhatian serius dan sinergi lintas sektor,” kata Ahmad David.

Sebagai upaya pencegahan, Polda Metro Jaya membentuk 32 Posko Kampung Tangguh Anti Narkoba di sejumlah RT dan RW. Posko tersebut difungsikan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi bahaya narkoba.

“Kami tidak sekadar mendirikan papan nama program, tetapi membangun benteng pertahanan terkecil dan terkuat, yakni keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Ahmad David.

Dalam penanganan perkara, Polda Metro Jaya juga mengedepankan pendekatan penegakan hukum yang berimbang dengan rehabilitasi. Sekitar 35 persen tersangka atau 3.460 orang diproses melalui mekanisme peradilan pidana, sementara 56 persen atau 6.420 orang diarahkan menjalani rehabilitasi medis dan sosial.

Pemberantasan narkotika menjadi salah satu sorotan utama dalam Kaleidoskop 2025 Polda Metro Jaya. Kepolisian mencatat peningkatan pengungkapan kasus narkoba hingga 12 persen, dengan estimasi penyelamatan masyarakat mencapai lebih dari 10 juta jiwa.

Continue Reading

TNI / Polri

Korlantas Polri Perkuat Digitalisasi Penegakan Hukum Lalu Lintas Dengan ETLE Mobile Handheld di Polda Kalsel

Published

on

By

Kalsel –  Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mendorong transformasi digital penegakan hukum lalu lintas melalui implementasi perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile Handheld di wilayah hukum Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.

Kebijakan ini merupakan arahan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryo Nugroho, S.H., M.Hum yang menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi penindakan sebagai bagian dari transformasi Polri Presisi.

Pelaksanaan kegiatan tersebut berada di bawah kendali Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, S.I.K., M.H, yang secara konsisten mengawal implementasi ETLE secara nasional agar berjalan terstandar, terintegrasi, dan akuntabel di seluruh jajaran.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H usai penyerahan perangkat ETLE Mobile Handheld kepada Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Kombes Pol Dr. M. Fahri Anggia Natua Siregar, S.H., S.I.K., M.H, Kamis (26/2/26).

Kombes Pol Dwi Sumrahadi mengatakan, penyerahan perangkat ETLE Mobile Handheld tersebut sebagai bentuk penguatan operasional serta tindak lanjut kebijakan penegakan hukum berbasis elektronik di daerah.

Implementasi ETLE Mobile Handheld ini dirancang untuk memperluas jangkauan pengawasan pelanggaran lalu lintas secara mobile, fleksibel, dan presisi, ujar Kombes Dwi Sumrahadi.

Dengan sistem berbasis digital, lanjut Kombes Pol Dwi Sumrahadi petugas dapat melakukan perekaman pelanggaran secara real-time, sehingga proses penindakan lebih efektif, profesional, serta meminimalisir potensi penyimpangan.

Seluruh data hasil tangkapan ETLE Mobile Handheld  akan terintegrasi dengan sistem ETLE Nasional dan melalui proses verifikasi oleh petugas validator sebelum diterbitkan surat konfirmasi kepada pemilik kendaraan sesuai data registrasi.

Mekanisme ini memastikan penegakan hukum berjalan secara terstandar, transparan, dan akuntabel, pungkas Kombes Pol Dwi Sumrahadi.

Sementara itu Direktur lalulintas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Dr. M. Fahri Anggia Natua Siregar berharap penguatan teknologi ini diharapkan mampu menjawab dinamika mobilitas masyarakat yang terus berkembang sekaligus meningkatkan kepatuhan pengguna jalan di wilayah hukum Polda Kalsel.

Perangkat ini nantinya akan dioptimalkan pada jalur arteri, kawasan perkotaan, serta titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Selatan, termasuk wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya, ujar Kombes Fahri.

Dirlantas Polda Kalsel yang merupakan salah satu Tim pelopor ETLE pertama di Indonesia mengatakan melalui implementasi ini, Korlantas Polri menegaskan komitmennya dalam menghadirkan penegakan hukum lalu lintas yang presisi dan berintegritas.

Ini untuk mendukung terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) secara berkelanjutan di wilayah Kalimantan Selatan, pungkasnya.

Continue Reading

TNI / Polri

Polri Gelar Operasi Ketupat 13-25 Maret, Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan

Published

on

By

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

Hal itu diungkapkan Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan operasi ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

“Oleh karena itu, kita tahun ini melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan kita mulai dari 13 Maret sampai 25 Maret,” kata Sigit.

Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.

“Tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan,” ujar Sigit.

Sigit juga mengungkapkan, dalam struktur operasi juga sudah dibuat, dan ada sedikit perubahan. Sehingga kemudian Kaopsus yang dipimpin oleh Kakorlantas,  betul-betul bisa mengendalikan seluruh jajaran pada saat harus mengambil satu keputusan-keputusan yang bersifat diskresi.

Di sisi lain, Sigit menyatakan, dalam operasi ketupat sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan untuk memaksimalkan pengamanan dan pelayanan masyarakat ketika arus mudik dan balik Lebaran.

“Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik,” tutup Sigit.

Continue Reading

TNI / Polri

Kasad Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

Published

on

By

JAKARTA, – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri upacara pemakaman Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, yang berpulang di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB.

Almarhum yang menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998 tersebut wafat di usia 90 tahun. Sosoknya dikenal sebagai negarawan dan tokoh militer senior yang memiliki dedikasi panjang bagi bangsa dan negara.

Upacara pemakaman dilaksanakan secara militer dengan Inspektur Upacara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang sekaligus memimpin Apel Persada. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pejabat tinggi negara, tokoh militer senior, serta perwakilan masyarakat juga terlihat hadir di lokasi pemakaman.

Kasad juga turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-15 (1986–1988) dan Panglima ABRI (1988–1993), sebelum akhirnya menjabat Wakil Presiden RI ke-6.

Atas nama keluarga besar TNI Angkatan Darat, Kasad menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno terhadap TNI AD dan bangsa Indonesia.

Sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka dan disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa. Prosesi berlangsung khidmat sebagai penghormatan terakhir kepada salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya bagi Indonesia. *(Dispenad)*

Continue Reading

Trending