Connect with us

Uncategorized

Syrilus Fensi Harma Antang : Program Bantu Rakyat Pilah Sampah Jadi Jalan PAN Dekat dengan Masyarakat Manggarai Timur

Published

on

Jakarta – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Fraksi PAN, Syrilus Fensi Harma Antang , menghadiri Workshop Partai Amanat Nasional (PAN) bertajuk “Bantu Rakyat Pilah Sampah” yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada 7–9 Juni 2026.

Bagi Syrilus Fensi Harma Antang, kehadirannya dalam kegiatan yang digelar DPP PAN tersebut merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah untuk membawa manfaat bagi masyarakat di daerah. Menurutnya, workshop ini tidak hanya memperkenalkan program unggulan PAN kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kesamaan visi dan semangat seluruh kader.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami kader daerah yang diundang langsung oleh DPP PAN. Workshop ini bertujuan agar masyarakat semakin mengenal PAN, sekaligus menyatukan cita-cita besar seluruh kader.

Kami mendapatkan empat prinsip dasar mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah agar gerakan ini dapat berjalan hingga ke kampung-kampung di Manggarai Timur,” ujar
Syrilus Fensi Harma Antang.

Ia menjelaskan, sebagai daerah yang didominasi wilayah pegunungan dan sektor pertanian, Manggarai Timur memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah. Sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga dan pertanian perlu diolah secara tepat agar tidak mencemari lingkungan.

“Banyak sampah organik yang sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali. Jangan sampai dibuang begitu saja ke sungai atau lahan pertanian. Ilmu yang kami peroleh dari workshop ini akan menjadi bekal untuk mengedukasi masyarakat dan kader PAN di daerah,” katanya.

Selain membahas isu lingkungan, Vency juga menyinggung target politik PAN di Manggarai Timur. Saat ini PAN memiliki empat kursi di DPRD Kabupaten Manggarai Timur. Ke depan, partainya menargetkan peningkatan perolehan kursi menjadi enam serta kembali meraih posisi Ketua DPRD.

Menurutnya, pencapaian tersebut hanya dapat diraih melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Rakyat akan memberikan kepercayaan apabila mereka mengenal dan merasakan manfaat dari kerja kita. Melalui program Bantu Rakyat Pilah Sampah, PAN hadir secara nyata di tengah masyarakat. Kami berharap publikasi kegiatan ini semakin memperkenalkan figur-figur PAN yang siap berjuang untuk rakyat pada pemilu mendatang,” tambahnya.

Workshop Bantu Rakyat Pilah Sampah menjadi wadah bagi kader PAN dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi dan komitmen dalam menjalankan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dari Jakarta, Syrilus Fensi Harma Antang
membawa semangat baru untuk Manggarai Timur, yakni mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, kader yang semakin solid, serta pelayanan yang lebih nyata bagi rakyat.

Continue Reading

Uncategorized

HUT ke-18 KAI, Dr. Surya Wahyu Danil Tegaskan Komitmen KAI Jaga Independensi dan Kawal Reformasi Hukum Nasional

Published

on

By

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumatera Utara, Dr. Surya Wahyu Danil, S.H., M.H., menegaskan bahwa Kongres Advokat Indonesia (KAI) akan terus menjaga independensi organisasi serta konsisten berperan aktif dalam mendorong pembangunan hukum nasional yang progresif, berkeadilan, dan berintegritas.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Surya Wahyu Danil kepada awak media di sela-sela rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang dirangkaikan dengan Kongres Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KAI 2026 di Jakarta Pusat, pada 30–31 Mei 2026.

Kegiatan nasional tersebut berlangsung di bawah kepemimpinan Presiden KAI, Adv. Dr. Nasrullah Nawawi, S.H., M.M., dan menjadi momentum konsolidasi organisasi advokat dari berbagai daerah untuk memperkuat profesionalisme, integritas, serta peran strategis advokat dalam pembangunan hukum nasional.

Menurut Dr. Surya Wahyu Danil, perjalanan KAI selama 18 tahun merupakan bukti nyata komitmen organisasi dalam menjaga cita-cita para pendiri, khususnya almarhum Prof. Adnan Buyung Nasution, yang menginginkan lahirnya organisasi advokat yang profesional, independen, dan berintegritas dalam mengawal penegakan hukum di Indonesia.

“Kongres Advokat Indonesia hingga saat ini tetap konsisten menjaga semangat perjuangan yang telah dicetuskan para pendiri. Salah satu ciri khas organisasi ini adalah konsistensi dalam menjalankan aturan organisasi, termasuk periodesasi kepemimpinan yang diatur secara jelas dalam anggaran dasar sehingga regenerasi organisasi dapat berjalan dengan baik,” ujar Surya.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai etika, adab organisasi, dan profesionalisme selalu menjadi fondasi utama KAI dalam menjalankan roda organisasi. Selain itu, KAI juga aktif memberikan kontribusi terhadap perkembangan hukum nasional melalui berbagai gagasan, rekomendasi, serta masukan terhadap pembaruan regulasi dan kebijakan hukum di Indonesia.

Dr. Surya Wahyu Danil menegaskan bahwa KAI merupakan organisasi advokat yang lahir dari semangat independensi dan hingga kini tetap berdiri sebagai organisasi yang mandiri, bebas dari intervensi kekuasaan maupun kepentingan politik tertentu.

“Kami tegaskan bahwa KAI adalah organisasi yang independen. Tidak ada intervensi kekuasaan dalam menentukan sikap organisasi. Advokat harus tetap bebas dan objektif dalam memberikan pendapat hukum, membela kepentingan masyarakat, serta mengawal kebijakan publik tanpa adanya kepentingan tertentu,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Advokat yang saat ini masih berada dalam proses legislasi di DPR RI. Menurutnya, keberadaan undang-undang yang lebih komprehensif sangat diperlukan untuk memperkuat profesi advokat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Selain itu, KAI juga mengusulkan pembaruan kode etik advokat secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan profesi hukum di era modern yang terus berkembang.

“Kami mendorong agar Undang-Undang Advokat segera disahkan dan kode etik advokat diperbarui secara komprehensif. Hal ini penting untuk menjaga marwah profesi sekaligus memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan tugas advokat,” katanya.

Lebih lanjut, Surya berharap seluruh pemangku kepentingan penegakan hukum, mulai dari advokat, kepolisian, kejaksaan, pengadilan hingga lembaga pemasyarakatan, dapat memiliki persepsi dan komitmen yang sama dalam mewujudkan sistem hukum yang berkeadilan dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menurutnya, hukum tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar menghadirkan rasa aman, kepastian, dan keadilan bagi masyarakat.

“Keadilan harus benar-benar dirasakan masyarakat. Hukum tidak boleh menjadi alat yang menimbulkan ketakutan atau kesan diskriminatif. Semua pihak harus bersatu membangun sistem hukum yang memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi rakyat Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dr. Surya Wahyu Danil juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden KAI, Adv. Dr. Nasrullah Nawawi, S.H., M.M., beserta seluruh jajaran pengurus pusat yang dinilai berhasil menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat peran advokat dalam menghadapi berbagai tantangan hukum di tingkat nasional.

Menutup keterangannya, Surya berharap Kongres Advokat Indonesia tetap menjadi organisasi yang konsisten mengawal reformasi hukum nasional, menjaga independensi profesi advokat, serta memperjuangkan tegaknya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peringatan HUT ke-18 KAI, Kongres Nasional, dan Rakernas KAI 2026 pun menjadi momentum strategis bagi para advokat dari seluruh Indonesia untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta memperkokoh komitmen dalam mendukung pembangunan hukum nasional yang berkeadilan, modern, dan berintegritas.

Continue Reading

Uncategorized

Pattimura International Big Fight 2026 Jadi Titik Kebangkitan Tinju Profesional Indonesia Menulis

Published

on

By

JAKARTA — Setelah hampir satu dekade mengalami stagnasi, secercah harapan baru mulai menyala bagi dunia tinju profesional Indonesia. Ajang Pattimura International Big Fight 2026 hadir sebagai momentum penting untuk membangkitkan kembali ekosistem tinju nasional yang selama ini tertidur.

Event yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 tersebut resmi menuntaskan agenda teknikal meeting dan timbang badan para petinju di Auditorium LPP TVRI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026).

Promotor Pattimura International Big Fight 2026, Nikolas Johan Kilikily, SH., MH., menegaskan bahwa meski dipersiapkan dalam waktu singkat, kualitas pertandingan tetap menjadi prioritas utama. Sejumlah petinju terbaik Indonesia akan berhadapan dengan jawara nasional asal Thailand dalam laga penuh gengsi.

“Kita adakan acara tinju ini berhubungan dengan Hari Pattimura yang ke-209. Dalam waktu singkat memang belum memungkinkan menghadirkan pertarungan perebutan gelar. Namun saya ingin memberikan semangat dan ruang bagi petinju-petinju Indonesia untuk kembali menunjukkan kualitasnya,” ujar pria yang akrab disapa Niko KiliKily dalam konferensi pers.

Pertandingan yang akan berlangsung Jumat, 29 Mei 2026 di Auditorium TVRI Senayan ini disebut Niko sebagai langkah awal menuju agenda yang lebih besar di masa mendatang.
“Ini baru pemanasan karena sifatnya non-title.

Tetapi tahun depan kami menargetkan menghadirkan kejuaraan internasional dengan perebutan sabuk minimal level OPBF atau IBO,” tegasnya optimistis.

Menurut Niko, laga yang tersaji dipastikan berlangsung sengit karena mempertemukan petinju pilihan dari dua negara.

“Kami melihat Thailand membawa petinju berkualitas yang merupakan juara nasional mereka. Indonesia juga menurunkan juara nasional terbaik. Saya yakin pertandingan ini akan menyuguhkan teknik bertanding yang luar biasa dan memuaskan pecinta tinju,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Promotor, Letkol Inf. (Purn) G. Borlak, S.Sos., MM., menyampaikan nada kritis sekaligus penuh harapan terhadap masa depan tinju profesional Indonesia. Ia menilai olahraga ini memiliki potensi besar, namun selama ini belum mendapat dukungan maksimal dari berbagai pihak.

“Saya berbicara mewakili seluruh insan tinju Indonesia—mulai dari manajer, pelatih, ring official, hingga petinju. Kami ingin berbuat yang terbaik agar Indonesia kembali disegani di level nasional maupun internasional. Kami berharap pemerintah dapat melihat perjuangan insan tinju saat ini,” ujar Borlak.

Ia juga mengajak para pengusaha dan pemilik modal untuk ikut berperan aktif menghidupkan kembali industri tinju nasional.

“Mari para pemilik kapital mendukung olahraga ini seperti yang dilakukan Pak Niko KiliKily. Industri tinju harus dihidupkan kembali karena mampu menggerakkan ekonomi banyak orang,” katanya.

Komitmen kebangkitan tinju nasional turut mendapat dukungan penuh dari Lembaga Penyiaran Publik TVRI. Direktur Program dan Berita LPP TVRI, Arif Adi Kuswardono, menyatakan bahwa TVRI siap menjadi rumah bagi kebangkitan olahraga tinju Indonesia melalui kanal olahraga yang dimiliki.

“Kami memiliki kanal sport yang aktif 24 jam dan salah satu fokusnya adalah mendorong kemajuan olahraga nasional, termasuk tinju,” ujar Arif.
Ia mengapresiasi semangat besar para promotor dan insan tinju yang terus berupaya menghidupkan kembali olahraga tersebut di tengah keterbatasan dukungan.

“Kami berharap ajang ini menjadi momentum kebangkitan tinju Indonesia yang sudah lama tertidur. Jika rencana kejuaraan internasional tahun depan terwujud, tentu itu akan menjadi kabar baik, bukan hanya bagi TVRI, tetapi juga masyarakat, pencinta tinju, dan para atlet,” pungkasnya.

Pattimura International Big Fight 2026 kini menjadi harapan baru bagi pencinta olahraga adu pukul di tanah air. Publik menanti apakah dentuman sarung tinju di Senayan akan menjadi awal kebangkitan kembali kejayaan tinju profesional Indonesia di pentas dunia.

Continue Reading

Uncategorized

Transformasi Menuju Strategic Force, TNI AD Gelar Seminar Nasional di Seskoad

Published

on

By

BANDUNG, — TNI Angkatan Darat menggelar Seminar Nasional bertema “Transformasi Militer: _From Combat Force to Strategic Force_ – Transformasi TNI AD melalui Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP), _Artificial Intelligence_ (AI), dan Ekonomi Nasional” di Aula Dr. Satrio, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Rabu (13/5/2026).

Seminar tahunan Seskoad ini menjadi forum strategis untuk membahas arah transformasi TNI AD menuju kekuatan yang tidak hanya unggul dalam aspek tempur, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu mendukung pembangunan nasional dan ketahanan negara secara menyeluruh.

Dalam seminar tersebut, Perwira Siswa (Pasis) Seskoad Letkol Inf Denny Sopyan memaparkan konsep transformasi kekuatan militer modern yang kemudian dibahas bersama para narasumber dan peserta seminar. Salah satu fokus utama ialah pengembangan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) sebagai satuan yang memiliki kemampuan tempur sekaligus mendukung pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan menghimpun berbagai masukan guna mendukung pelaksanaan program-program Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya yang berkaitan dengan tugas dan pengabdian TNI AD di lapangan.

“Ini memang salah satu kegiatan yang rutin dilakukan, yakni pengkajian yang dilanjutkan seminar saat pelaksanaan pendidikan Seskoad. Namun, di tengah banyaknya program-program Presiden yang baik, nanti akan kita detailkan lagi kepada pihak-pihak yang memiliki peranan langsung mengenai berbagai permasalahan di lapangan. Rekan-rekan TNI yang bertugas di daerah juga dapat menjelaskan kondisi di wilayah masing-masing. Kajian-kajian ini akan terus dilanjutkan melalui seminar agar mendapatkan masukan dari berbagai pihak, sekaligus dapat menjelaskan kepada masyarakat,” terang Kasad.

Kasad juga menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait keberadaan Yonif TP yang tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan wilayah, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah, penanggulangan bencana, hingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain membahas transformasi organisasi, seminar turut menyoroti pemanfaatan _Artificial Intelligence_ (AI) dalam sistem pertahanan modern. Direktur Peneliti Surya Research Education Center, Yohanes Surya, Ph.D., memaparkan materi bertema “Kedaulatan Teknologi AI untuk TNI AD”, yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi AI guna mendukung efektivitas pengambilan keputusan, sistem komando dan pengendalian, analisis intelijen, serta modernisasi alutsista.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan membawakan materi “Transformasi Ekonomi Menghadapi Tantangan Global”, sedangkan Prof. Sri Fatmawati, Ph.D., memaparkan tema “Biodiversitas Sebagai Aset Strategis” yang menyoroti pentingnya stabilitas keamanan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Melalui seminar ini, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan strategis yang profesional, modern, adaptif, dan responsif terhadap tantangan masa depan guna mendukung terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaulat. *(Dispenad)*

Continue Reading

Trending