Connect with us

TNI / Polri

Cerdaskan Prajurit dan PNS, Kadislitbangad Buka Lomba Kreativitas Prajurit/PNS TNI AD TA 2021

Published

on

JAKARTA, – Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama.,S.I.Kom.,M.M, membuka lomba kretivitas Prajurit/PNS TNI AD TA 2021 dalam wujud Karya Cipta Teknologi (KCT) dan Karya Tulis IImiah (KTI) yang dilaksanakan mulai dari tanggal 12 s.d.14 Juli di Madislitbangad Jakarta, Senin (12/7/2021).

Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama.,S.I.Kom.,M.M, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa dalam rangka mencerdaskan Prajurit dan PNS, Dislitbangad menyelenggarakan Lomba Kreativitas Prajurit PNS di lingkungan TNI AD dalam wujud Karya Cipta Teknologi (KCT) dan Karya Tulis IImiah (KTI) yang merupakan wadah temu karya ilmiah dan kreativitas bagi personel yang memiliki minat, kemampuan dan potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dalam rangka menghadapi tantangan masa depan.

Kadislitbangad berharap melalui lomba kreativitas Prajurit/PNS di lingkungan TNI AD, akan memacu timbulnya daya inovasi dan kreativitas, sehingga dihasilkan ide-ide atau gagasan baru berupa perekayasaan penelitian maupun kajian-kajian yang bermanfaat untuk kepentingan pembinaan kekuatan dan kemampuan Prajurit TNI/PNS di lingkungan TNI AD.

” Lomba kreativitas Prajurit/PNS di lingkungan TNI AD dilaksanakan setiap tahun dalam rangka program kegiatan tahunan sebagai wujud kegiatan penelitian dan pengembangan di lingkungan TNI AD, ” ujar Kadislitbangad.

Selanjutnya Kadislitbangad menambahkan pada lomba Karya Cipta Teknotogi (KCT) dan Karya Tulis IImiah (KTI) mengusung tema “Peningkatan Penerapan Iptek dalam Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Prajurit/PNS Guna Mendukung TNI yang Kuat, Solid, Profesional dan Dicintai Rakyat Dalam Rangka Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI”.

Rasa hormat dan bangga serta ucapan terima kasih diungkapkan Kadislitbangad kepada dewan juri Lomba Kreativitas Prajurit/ PNS di lingkungan TNI AD TA 2021 atas waktu yang telah disediakan untuk melaksanakan kegiatan penjurian pada tahap semifinal dan final.

Lomba Kreativitas Prajurit dan PNS di lingkungan TNI AD yang dilaksanakan ini merupakan sarana temu ilmiah bagi Prajurit dan PNS TNI AD yang bertujuan untuk meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi Prajurit dan PNS TNI AD di lingkungan satuannya guna mendukung pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI yang profesional, efektif, efisien dan modern serta penyerapan terhadap pemahaman Iptek.

Disadari bersama bahwa kemampuan sumber daya manusia TNI AD dihadapkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan Teknologi Alutsista yang sangat pesat saat ini masih belum memadai dan perlu ditingkatkan. Sehingga dengan diadakannya Lomba Kreativitas Prajurit dan PNS TNI AD TA 2021 diharapkan akan muncul ide yang kreatif dan inovatif dalam penguasaan iptek bidang pertahanan, sehingga akan tercipta produk-produk unggulan guna menyongsong kemandirian alutsista TNI serta solusi-solusi permasalahan yang ada di TNI.

Lomba kreativitas Prajurit/PNS di lingkungan TNI AD TA 2021 yang diselenggarakan Dislitbangad merupakan pertama kali dilaksanakan sebelum melangkah ke tingkat TNI. Dalam lomba ini terdapat dua kategori yaitu Karya Cipta Teknologi (KCT) dan Karya Tulis Ilmiah (KTI).

” Pada penyelenggaraan lomba saat ini terlihat besarnya animo dari prajurit maupun PNS TNI AD untuk berpartisipasi. Untuk itu, partisipasi prajurit dan PNS TNI AD dalam lomba kreativitas ini perlu kita wadahi dan berikan apresiasi, semoga di tahun-tahun mendatang akan lebih baik lagi, ” imbuh Kadislitbangad.

Perlu diketahui bahwa penilaian lomba ini akan diselenggarakan dalam 2 tahap yaitu semifinal dan final. Mengingat waktu yang tersedia sangat singkat dihadapkan dengan banyaknya naskah yang masuk, Kadislitbangad berharap agar para dewan juri dapat memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk memberikan penilaian secara obyektif dan fair (tidak memihak), sehingga hasil akhir yang didapat betul betul produk yang berkualitas dan bermanfaat bagi TNI.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kadislitbangad dengan penuh rasa optimis yang tinggi memberikan target pada naskah Karya Tulis Ilmiah dan Karya Cipta Teknologi Prajurit/PNS Angkatan Darat menjadi yang terbaik dan mendapatkan Nominasi pada tingkat TNI pada tahun 2021.

Hadir dalam acara pembukaan kretivitas Prajurit/PNS TNI AD TA 2021 melalui lomba Karya Cipta Teknologi (KCT) dan Karya Tulis IImiah (KTI) antara lain Pjs. Sesdislitbangad Kolonel Cpl Apandi, Prof. Dr. Alie Humaedi, M.A. tim juri Juri KTI Peneliti Ahli Utama-PMB LIPI. Paban III/Litbangasro Srenaad diwakili, pejabat Distribusi A Dislitbangad, Ketua dewan juri lomba kreativitas prajurit dan PNS TNI AD TA 2021, dan dewan juri dari KTI maupun KCT. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Hadapi Ancaman Masa Depan, Kasad Dorong Transformasi Sishankamrata Aktif

Published

on

By

BANDUNG,  – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mendorong transformasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) menjadi Sishankamrata Aktif sebagai strategi menghadapi dinamika lingkungan strategis, perkembangan geopolitik global, serta ancaman pertahanan yang semakin kompleks.

Gagasan tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Polri Tahun Anggaran 2026 di Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).

Dalam pembekalannya, Kasad menjelaskan bahwa karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, kondisi geografis yang menantang, serta keberagaman suku, agama, ras, dan budaya merupakan potensi strategis yang harus dioptimalkan dalam membangun sistem pertahanan negara. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut lahirnya inovasi, termasuk dalam pengembangan alat utama sistem senjata (Alutsista) yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Indonesia.

“Sering disampaikan oleh Presiden bahwa Sishankamrata kita adalah strategi pertahanan yang terbaik. Indonesia memiliki keunggulan jumlah penduduk dan wilayah Nusantara yang luas. Di antara kerumitan-kerumitan itu, banyak potensi (sumber daya), yang bila kita kreatif bisa kita manfaatkan,” ujar Kasad.

Kasad menegaskan bahwa konsep Sishankamrata yang diwariskan para pendiri bangsa dan sesepuh TNI tetap relevan sebagai sistem pertahanan nasional. Namun, implementasinya perlu terus dikembangkan agar lebih aktif, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pertahanan di masa depan. Karena itu, setiap perwira juga harus memahami sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai landasan dalam merumuskan strategi pertahanan yang tepat.

Selain membahas strategi pertahanan, Kasad menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berintegritas. Menurutnya, seorang perwira tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis dan taktis kemiliteran, tetapi juga memiliki wawasan strategis yang mampu mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi dan industri pertahanan nasional melalui optimalisasi potensi sumber daya yang dimiliki bangsa.

Kasad juga mengingatkan pentingnya memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, hingga berbagai bentuk ancaman multidimensi yang terus berkembang.

Pembekalan berlangsung secara interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab yang membahas berbagai isu strategis pertahanan nasional, transformasi TNI, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan calon pemimpin TNI dan Polri yang diharapkan memiliki cara berpikir strategis, adaptif, serta mampu menghadirkan solusi bagi kepentingan pertahanan negara di tengah perubahan lingkungan global yang semakin dinamis. *(Dispenad)*

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Hormati Putusan PN Jaksel Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo

Published

on

By

Jakarta – Polda Metro Jaya menghormati putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak permohonan praperadilan kedua yang diajukan ARMT Roy Suryo Notodiprojo terkait perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

Kabidkum Polda Metro Jaya Kombes Pol Abrianto Pardede mengatakan, putusan hakim tersebut menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk menghormati dan melaksanakan proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami menghormati putusan hakim yang dengan tegas menolak praperadilan kedua dari Roy Suryo. Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan materi yang diajukan sudah tidak relevan lagi,” ujar Kombes Abrianto, Senin (20/7/2026).

Kombes Abrianto mengatakan, dalam putusan tersebut hakim juga menilai permohonan praperadilan yang diajukan pemohon tidak lagi relevan karena dianggap sebagai upaya untuk menunda proses pemeriksaan pokok perkara.

“Hakim sudah mempertimbangkan bahwa permohonan tersebut dinilai sebagai upaya menunda-nunda. Karena itu, putusan hakim wajib kita hormati dan laksanakan sesuai ketentuan hukum,” katanya.

Meski demikian, Kombes Abrianto menegaskan bahwa praperadilan merupakan hak hukum setiap warga negara. Menurutnya, setiap pihak yang merasa dirugikan dalam proses hukum memiliki hak untuk menempuh mekanisme praperadilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Praperadilan itu hak setiap masyarakat yang merasa dirugikan secara hukum. Silakan diajukan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, dalam perkara ini, hakim telah memutus bahwa permohonan tersebut tidak relevan lagi,” jelasnya.

Kombes Abrianto menyampaikan, setelah putusan praperadilan kedua tersebut, proses pemeriksaan pokok perkara tetap akan berjalan sesuai agenda persidangan. Polda Metro Jaya memastikan akan mengikuti seluruh tahapan hukum yang berlaku.

“Perkara pokok tetap berjalan. Kami akan hadir dan mengikuti proses persidangan sesuai ketentuan hukum,” ucapnya.

Kombes Abrianto juga menyampaikan, apabila ke depan terdapat permohonan praperadilan lanjutan, Polda Metro Jaya tetap siap menghadapi proses tersebut secara profesional.

“Kalau pun ada praperadilan berikutnya, kami tetap akan hadir untuk menghadapinya. Prinsipnya, kami menghormati seluruh proses hukum,” kata Kombes Abrianto.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak seluruh permohonan praperadilan kedua yang diajukan Roy Suryo. Hakim menilai permohonan tersebut tidak relevan lagi karena perkara pokok telah masuk ke pengadilan dan forum pemeriksaan pokok perkara dinilai menjadi ruang yang lebih tepat untuk menguji dakwaan serta alat bukti.

Continue Reading

TNI / Polri

Wakapolda Metro Jaya Tekankan Pelayanan Humanis dalam Aksi Penyampaian Pendapat

Published

on

By

Jakarta – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pelayanan yang humanis, sabar, dan terukur dalam melayani kegiatan penyampaian pendapat di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Polda Metro Jaya mengerahkan 4.839 personel gabungan untuk memastikan peserta dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, arahan tersebut disampaikan Wakapolda saat memimpin apel kesiapan personel.

“Bapak Wakapolda menekankan agar seluruh anggota menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, mampu mengendalikan diri, serta bertindak sesuai prosedur,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran personel bukan hanya untuk melayani peserta aksi, tetapi juga membantu masyarakat yang melintas dan beraktivitas di sekitar titik kegiatan.

“Personel hadir untuk memberikan rasa aman kepada peserta yang menyampaikan aspirasi serta menjaga kelancaran kegiatan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sebanyak 4.839 personel gabungan tersebut terdiri atas 3.728 personel Polda Metro Jaya, 340 personel Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur, 642 personel TNI, serta 129 personel Pemprov DKI Jakarta.

Unsur Pemprov DKI Jakarta yang dilibatkan meliputi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Kombes Budi menambahkan, seluruh tindakan personel di lapangan harus berada dalam satu komando. Pemeriksaan perlengkapan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api.

“Keselamatan peserta, masyarakat sekitar, dan petugas menjadi prioritas. Tidak ada personel yang membawa maupun menggunakan senjata api,” tegasnya.

Personel ditempatkan di sejumlah titik, antara lain Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, Patung Kuda, Harmoni, Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Semanggi, hingga Bundaran Senayan.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus.

Polda Metro Jaya juga mengajak peserta menyampaikan aspirasi secara damai, menaati ketentuan, dan tidak mudah terprovokasi. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi petugas terdekat atau layanan Polri 110.

Continue Reading

Trending