Connect with us

TNI / Polri

Jemput Bola, Upaya Danrem 061/SK Terjun ke Desa Percepatan Vaksinasi Covid-19

Published

on

JAKARTA, – Dalam rangka mendukung pemerintah percepatan vaksinasi Covid-19 Kepada masyarakat di seluruh wilayah, Korem 061/SK terus gencar melaksakan serbuan vaksinasi dibeberapa lima wilayah jajaran Korem 061/SK, salah satunya di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, Rabu (11/10/2021).

Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 061/SK, Kamis (12/8/2021), berkolaborasi dengan Batalyon Pomad, Korem 061/SK berhasil memberikan vaksinasi kepada 5000 warga Kecamatan Jonggol.

Untuk memudahkan para relawan dan Nakes dalam memberikan layanan kepada masyarakat, maka penyaluran vaksin tersebut dibagi menjadi dua kali pelayanan, untuk pelayanan pertama yang diberikan kepada 2.500 orang dan kemudian pada hari kedua yaitu sebanyak 2.500 orang dalam dua hari.

“Kita melaksanakan percepatan serbuan vaksinasi, kami dari TNI AD saling berkolabolarasi, di sini ada Dandim 0621/Kabupaten Bogor kemudian ada Danyonpom Puspom TNI Angkatan Darat, termasuk juga ada pak Camat Jonggol dan juga Wakapolsek, bisa kita lihat semangat masyarakat yang sangat luar biasa, di sini selama dua hari kita memberikan pelayanan vaksinasi sebanyak 5000 kuota dan insya Allah itu tercapai, “ tutur Danrem.

Lebih lanjut diungkapkan Danrem, masih banyak masyarakat yang belum divaksinasi dan menginginkan untuk divaksinasi.

“Artinya kami TNI akan tetap melaksanakan semangat vaksinasi bukan hanya di sentral-sentral vaksinasi, tapi kami pun akan terus masuk ke wilayah Kecamatan bahkan ke desa-desa untuk menjemput bola, karena kami paham ternyata banyak sekali warga Yang di pinggiran atau di kampung yang ingin melakukan vaksinasi namun terkendala oleh situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, misalnya tidak adanya akses kendaraan untuk mencapai lokasi sentral vaksinasi ataupun kondisi seseorang yang tidak memungkinkan misalnya sudah lanjut usia atau penyandang Disabilitas. Jadi kedepannya kami akan melakukan upaya jemput bola atau menjemput warga yang akan divaksin, ” ujar Danrem.

Danrem menjelaskan, sampai hari ini jajaran Korem 061 Suryakencana sudah berhasil melaksanakan vaksinasi tahap pertama Kepada 214.709 orang, serta suntikan tahap kedua kepada 45.539 orang. Dan secara keseluruhan jumlah warga masyarakat di wilayah Korem 061 Suryakencana yang sudah divaksin baik tahap pertama maupun kedua yaitu sebanyak 260.248 orang.

Kemudian lanjutnya, bahwa Korem 061/SK bersama jajaran mengadakan program lainnya yaitu Program Go Babinsa. Yang mana program tersebut adalah salah satu andalan Korem 061/SK dalam membantu meringankan masyarakat kurang mampu yang sedang menjalani isolasi mandiri dalam memenuhi kebutuhan sembako, obat dan vitamin.

“Kami akan memberikan kebutuhan obat-obatan dan vitamin, hanya dengan memberikan persyaratan foto copy KTP, surat keterangan tidak mampu dan surat keterangan positif Covid-19. Jika persyaratan tersebut sudah diberikan kepada Babinsa, maka Babinsa kami akan langsung mengantarkan obat-obatan tersebut sampai depan rumah pasien. Dan sampai dengan kemarin kami mendistribusikan obat gratis kepada masyarakat sejumlah 8.762 obat Covid-19 gratis, ” terangnya.

” Ini upaya kami untuk terus berjuang melawan Covid-19, berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Karena melihat semangat dan antusiasme masyarakat di sini, saya rasa kami perlu menambah lagi sesuai kebutuhan, yang jelas kita akan terus melaksanakan Semangat vaksinasi ini setiap hari kepada masyarakat, “ tambahnya.

Kemudian Danrem melanjutkan, bahwa Korem 061/SK mendapat dukungan dari Kesdam III/Siliwangi vaksin sejumlah 30 ribu dosis yang akan disalurkan ke 5 wilayah jajaran Korem 061/SK yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor Kota Cianjur, serta Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“ Yang jelas, sampai dengan hari ini untuk dukungan vaksinasi semua berjalan lancar. Apabila semua terkoordinasi dengan baik maka tentunya dapat mengangkat persentase vaksinasi di daerah, “ pungkasnya

Hadir pada kegiatan tersebut mendampingi Danrem yaitu Wadan Puspomad Brigjen TNI Hendi Hendra Bayu Prasetyo, Brigjen TNI Sudirman, Kasi Intel Korem 061/SK Kolonel Kav Rendra Andrian Siagian, Dandim 0621/KabupatenBogor Letkol Inf Sukur Hermanto serta Danyon Pomad Mayor Cpm Sundoro. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Lampung Promosikan Tapis dan Produk UMKM Khas Bumi Ruwa Jurai di Pameran Kreasi Bhayangkari Jakarta

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Lampung menampilkan beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Lampung dalam ajang Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Mengusung tema Siger sebagai simbol kebanggaan budaya Lampung, booth Bhayangkari Lampung menyuguhkan aneka kerajinan tradisional hingga kuliner khas yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Lampung, Ny. Andria Boby, mengatakan tema Siger dipilih untuk memperkenalkan identitas budaya Lampung melalui berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai seni dan kearifan lokal.

“Tahun ini kami mengangkat tema Siger. Kami membawa kain Tapis dengan motif Siger, tas celugam khas Pesisir Barat, sulam usus, serta berbagai produk kerajinan lainnya yang menjadi kebanggaan Lampung,” ujar Andria di sela-sela pameran.

Salah satu produk yang menjadi daya tarik utama adalah kain Tapis tradisional hasil tenun manual dari perajin Lampung Selatan. Proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi membuat kain tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dengan harga mulai dari jutaan rupiah hingga mencapai Rp25 juta per lembar.

“Harga Tapis paling mahal sekitar Rp25 juta. Perbedaannya terlihat dari jenis benang yang digunakan. Tapis premium menggunakan benang berwarna cokelat dengan kualitas lebih tinggi, sedangkan yang lebih terjangkau menggunakan benang emas kuning,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan satu lembar kain Tapis dapat memakan waktu antara tiga bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat kerumitan motif yang dipesan.
“Kalau motifnya sederhana bisa selesai dalam beberapa bulan. Namun untuk motif yang padat dan detail, pengerjaannya bisa sampai tahunan sesuai permintaan,” katanya.

Pada pameran kali ini, PD Bhayangkari Lampung melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan dari berbagai Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari di seluruh wilayah Lampung. Selain produk fesyen dan kerajinan, pengunjung juga disuguhi berbagai kuliner khas seperti keripik pisang, klenting, dan kopi Lampung yang menjadi favorit masyarakat.

Tak hanya mempertahankan warisan budaya, Bhayangkari Lampung juga menghadirkan inovasi melalui pengembangan kain Tapis dengan desain modern yang memadukan motif tradisional dan material benang wol, sehingga tampil lebih variatif dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Andria, inovasi tersebut merupakan upaya untuk menjaga eksistensi kain Tapis agar tetap diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap keikutsertaan dalam Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari mampu memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku UMKM daerah.

“Kami berharap masyarakat semakin bangga mengenakan kain Tapis, baik untuk acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Kini Tapis hadir dalam berbagai model yang lebih modern sehingga bisa digunakan oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Semoga melalui pameran ini produk-produk UMKM Lampung semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tutup Andria.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Pamerkan Mutiara Laut hingga Minyak Kayu Putih di Kreasi Bhayangkari

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku membawa berbagai produk unggulan khas Maluku dalam ajang Pasar Murah dan Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Produk yang dipamerkan mulai dari mutiara laut, minyak kayu putih, tenun khas Maluku, hingga aneka kuliner tradisional.

Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku, Vitri Dadang Hartanto, mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil karya UMKM binaan dari 11 cabang Bhayangkari atau Polres di wilayah Maluku.

“UMKM yang dilibatkan berasal dari seluruh daerah di Maluku. Kami memiliki 11 cabang Bhayangkari di tingkat Polres dan semuanya membawa produk unggulan masing-masing,” kata Vitri di lokasi pameran, Senin (21/7/2026).

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Maluku menjadi kekuatan utama produk-produk yang dipamerkan. Beberapa di antaranya adalah tenun khas Maluku, mutiara laut, sukun olahan, makanan berbahan kenari, nastar premium, hingga minyak kayu putih asal Pulau Buru.

“Perairan Maluku sangat luas sehingga menghasilkan mutiara dengan kualitas yang sangat baik dan sudah terkenal. Kami juga membawa minyak kayu putih dari Pulau Buru yang menjadi salah satu produk unggulan Maluku,” ujarnya.

Vitri mengungkapkan, mutu produk UMKM Maluku telah diakui hingga pasar internasional. Salah satu produk yang telah berhasil menembus pasar ekspor adalah mutiara laut karena dinilai memiliki kualitas tinggi.

Ia berharap penyelenggaraan Kreasi Bhayangkari dapat terus menjadi ruang promosi bagi UMKM daerah sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain membantu memasarkan produk UMKM, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” tutupnya.

Continue Reading

TNI / Polri

UMKM Maluku Utara Promosikan Produk Unggulan di Kreasi Bhayangkari 2026, Olahan Kenari Jadi Favorit Pengunjung

Published

on

By

Jakarta – Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Maluku Utara mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Pameran Kreasi Bhayangkari 2026 di Jakarta. Beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, perhiasan, ikan asin hingga kain batik khas Maluku Utara dipamerkan sebagai upaya memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Ny. Sofia Margareta Widjaja, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut merupakan bagian dari komitmen Bhayangkari untuk mendukung pemberdayaan UMKM binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Maluku Utara kepada masyarakat luas. Ada makanan khas, perhiasan, kain batik, hingga berbagai kerajinan yang merupakan hasil karya UMKM daerah,” ujar Sofia kepada awak media di sela-sela pameran.

Menurut Sofia, produk kuliner menjadi daya tarik utama di stan Maluku Utara. Olahan kenari, keripik pisang mulut bebek, ikan asin, hingga berbagai makanan khas lainnya menjadi produk yang paling banyak diburu pengunjung selama pameran berlangsung.

“Produk yang paling diminati adalah olahan kenari, kemudian kain, ikan asin, dan keripik. Untuk makanan unggulan kami, olahan kenari dan pisang mulut bebek menjadi favorit pengunjung,” katanya.

Ia menjelaskan harga produk yang ditawarkan juga cukup terjangkau, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp40.000 sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pada ajang Kreasi Bhayangkari 2026, Bhayangkari Daerah Maluku Utara membawa sedikitnya 10 UMKM binaan untuk memamerkan produk unggulan mereka. Meski saat ini sebagian besar produk masih dipasarkan di dalam negeri, Sofia optimistis pameran tersebut dapat menjadi langkah awal memperluas jaringan pemasaran hingga ke pasar internasional.

Menurutnya, pameran seperti Kreasi Bhayangkari tidak hanya menjadi sarana promosi dan penjualan produk, tetapi juga media untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, dan potensi ekonomi Maluku Utara kepada masyarakat Indonesia.

“Harapan kami, masyarakat Indonesia semakin mengenal produk-produk dari seluruh nusantara, khususnya Maluku Utara. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui potensi daerah kami, sehingga melalui pameran ini mereka bisa melihat langsung kualitas dan keunggulan produk-produk UMKM Maluku Utara,” ujar Sofia.

Pameran Kreasi Bhayangkari 2026 menjadi wadah bagi UMKM dari berbagai daerah untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah melalui promosi produk unggulan dari seluruh Indonesia.

Continue Reading

Trending