Connect with us

Metro

“The 2nd ANIMAL WELFARE CONFERENCE – INDONESIA INTERNATIONAL CONFERENCE 2023”

Published

on

Bogor – The 2nd Animal Conference – Indonesia International Conference 2023 dengan tema “Improving Animal Welfare by Building Capacity, Collaboration and Adopting a One Health Approach sukses digelar di IPB Convention Centre pada Kamis, 7 Oktober 2023.

Agenda yang dibuka dengan welcoming remarks dari Karin Franken, selaku Co-Founder Jakarta Animal Aid Network (JAAN Domestic) danCEO of Yayasan JAAN Kesejahteraan Hewan dan juga Chair of The WSAVA Animal Wellness and Welfare Commitee (AWWC) yakni Dr. Natasha Lee, M.Sc, DVM ini dibuka langsung oleh Walikota Bogor, Dr. Bima AryaSugiarto, S. Hum., M.A.
Salah satu pembicara, yakni Drh. RD. Wiwiek Bagja yang membahas “The Role of Positive Collaboration Amongst Stakeholders, ketika diwawancara sempat membahas beberapa hal penting.

Dr. Karanvir Kukreja, BVSc, MVPHM (Head of Campaigns Southeast Asia Companion Animals), saat ditemui awak Media Online menjelaskan
bahwasanya “Kesejahteraan lingkungan terutama pemeliharaan hewan yang teekait dengan sinergi jenis hewan tersebut adalah suatu hal yang sudah pasti dimana hewan adalah sebuah ciptaan Tuhan juga, dimana di Indonesia terutama sebagai negara berkembang yang juga sudah aware dengan kesejahteraan hewan di Indonesia.

Apalagi setelah diskusi ini, kesejahteraan heean adalah sebuah hal yang terus bertumbuh dimanapun, apalagi di Indonesia sebagai negara yang memiliki keterbukaan informasi terkait kesejahteraan hewan yang ada di Indonesia.

Akhirnya hal ini adalah sebuah perkembangan baik bagi kesejahteraan hewan yang bisa memperbaiki situasi yang mana contohnya adalah anjing sebagai hewan peliharaan yang juga dikonsumsi juga di beberapa provinsi di Indonesia, seperti yang juga dibahas oleh Pak Drs. … selaku pembicara terkait sosialisasi Peraturan Daerah Pelarangan Konsumsi Anjing Di Semarang.

Kalau kita tidak merawat dan mengurusi kesejahteraan lingkungan hidup kita maka akan banyak masalah muncul seperti pandemi covid dan kita akan menderita. Begitu banyak konsekuensi akan sampai ke manusia. Kita dulu mengurusi seluruh ekosistem. Orang-orang sering memiliki prioritas lain yang lebih penting maka cenderung lupa.

Begitu pandemi telah berlalu kita cenderung kembali ke kehidupan kita yang seperti dulu. Disini banyak orang yang bersemangat ada dari Kesehatan Hewan dan dari media juga. Diharapkan orang-orang melihat untuk kesejahteraan hewan di Indonesia bisa bertumbuh.

Kita bisa bertukar pengalaman dan bekerja sama dana pada akhirnya kita bisa membantu untuk memperbaiki situasi di Indonesia dan kita bisa menjadi teladan bagi negara lain,” tutupnya

Dr. R. D. Wiwiek Bagja (Medical Manager) mengatakan ; “Saya membahas mengenai pemangku kebijakan, kalau pemangku kebijakan itu pihak pemerintah. Kalau pemerintah membuat kebijakan atau regulasi harus ada dasar payung hukum.

Payung hukum yang bikin DPR, berarti dari pemerintah yang ngurusin hewan ketemu DPR. Baru lahirlah itu Undang-undang, nanti dari undang-undang diturunkan ada aturan lagi yang lain. Kalau sudah peraturan pelaksanaan seperti apa, hewan tidak hanya 1 macam.

Kita bicara kelompok hewan untuk dimakan, penghasil daging, susu dan telur. Berarti Sapi, Kambing, Domba, Kerbau, Ayam, Itik, Entok dan Bebek itu semua hewan ternak.

Kelompok kedua itu hewan kesayangan atau hobi seperti Anjing dan Kucing. Ada 2 jenis pets yang Anjing dan Kucing yang asli ada dirumah dan pets yang aslinya di alam ditangkapi dipelihara dirumah.

Sekarang kamar tidur orang ada Ular, Monyet dan Burung-burung hasil nangkap tidak mungkin burung datang sendiri. Termasuk anjing pelacak narkotika, pelacak pembunuhan, bahan peledak itu semua didalam ketergantungan pada manusia.

Isu kesejahteraan hewan adalah sebetulnya bagaimana manusia memanfaatkan hewan tapi jangan menjadi orang yang berjiwa atau berperilaku kejam dan tidak manusiawi. Hewan itu mahluk yang bisa sengsara dan bisa sedih dan merasa sakit dan merasa lapar. Ini yang harus diangkat, terserah mau diapakan.

Kita negara Pancasila nomor 1 Ketuhanan yang Maha Esa. Berarti di 5 Agama yang resmi di Indonesia, firman-firman Allah seperti apa inikan ciptaannya. Manusia itu bisa hidup hanya dari yang hidup. Saya bilang tadi tidak makan plastik dan beling.

Makannya tumbuhan, daging, sayur, buah, nasi, singkong dan hewani. Bagaimana kita sebagai manusia yang beradap, berperikemanusiaan, beragama dan bertatakrama tahu bahwa jahat sama hewan itu melanggar. Baik dari segi aturan hukum maupun dari segi perintah-perintah agama. Jadi ada moral dan akhlak.

Kalau moral itu di aturan hukum, kalau akhlak itu di Firman-Firman Allah. Jadi sekarang kalau ada orang peduli sama hewan tadi baru 2 jenis kelompoknya yaitu ternak dan kesayangan. Yang ketiga satwa liar atau hewan kebum binatang. Kalau hutan digunduli terus hewannya kemana. Orang hutan lari kemana dibunuh akhirnya Indonesia di boikot kelapa sawitnya.

Harga minyaknya jatuhin karena dia menghancurkan satwa dilindungi. Satwa langka terancam punah itu milik dunia bukan hanya milik kita. Yang keempat adalah hewan akuatik atau hewan laut. Ada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kita bukan hanya bicara ikan saja.

Ada lobster, udang, cumi, penyu dan segala macam. Itu yang dimakan belum ikan hias dan sebagainya. Sekarang bagaimana membudidayakan, apa boleh merebus kepiting hidup-hidup cemplungin di air mendidih. Dari hasil riset ternyata bisa merasakan sakit. Jadi kalau bisa dibacok dulu baru dimasak. Jangan jadi penyiksa.

Kelompok yang kelima adalah hewan percobaan. Hewan mana yang boleh digunakan untuk percobaan. Memang cangkok jantung itu bisa misalnya Bapak jadi relawan saya pindahin jantungnya itu tidak bisa. Dicoba dulu bagaimana pembuluh darah misalnya kepotong muncrat-muncrat darahnya.

Dokter bedah harus belajar, jadi akhirnya kami Dokter Hewan membantu menyediakan Domba, Kambing, Babi yang dibius sehingga kepotong pembuluh darah ada latihan jahit untuk Dokter Bedah sehingga lebih terampil.

Jadi hewan percobaan untuk pendidikan di sekolah Kedokteran dan peternakan semuanya harus ada dasar kesejahteraan hewan. Ini yang menjadi isu global bagaimana manusia memperlakukan hewan untuk dimanfaatkan oleh kehidupan manusia dan lingkungan.

Ternyata karena mau jualan mau gila-gilaan berdagang akhirnya tiba-tiba cara melihara jadi semena-mena dan kejam. Apakah enak kita makan suatu produk dari hewan yang disiksa.

Continue Reading

Metro

SYAWALAN DAN HALALBIHALAL PAGUYUBAN TRAH HB III DEWA DARU KULON PROGO DARI SILSILAH KETURUNAN RM BAGUS SINGLON ATAU KI SADEWA PUTRA KANDUNG PANGERAN DIPONEGORO

Published

on

By

Kulon Progo, 12/4/2026 – karyapostcom ,pada hari minggu pukul.09.30 wib-selesai Paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kulon progo mengadakan acara syawalan dan halalbihalal yang bertempat di rumah sesepuh Trah sekaligus merupakan pembuka sejarah pertama kali terkait silsilah keturunan dari RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa putra kandung Pangeran Diponegoro yang ada di kabupaten kulon Progo.

Kegiatan acara syawalan idul fitri 1447 H dari paguyuban trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo Yogyakarta di hadiri bersifat perwakilan dari masing-masing trah seperti Trah RM Rono Wongso maupun Trah RM Rekso Bongso yang ada di wilayah kecamatan pengasih,sentolo,wates,panjatan dan temon.

Beliau ketua paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo yang akrab di panggil eyang sepuh karena usianya yang sudah memasuki umur 91 tahun ini mempunyai nama
simbah Sarwanto Hadi yang pernah mengabdi di kantor Depag kulon Progo, berkarya di Yayasan Darmais kemudian Pengelola pendidikan PKBM /Pusat kegiatan belajar masyarakat sampai sekarang dan merupakan sejarawan dari kulon Progo yang mendapatkan penghargaan dari PWMOI / Perkumpulan wartawan media online Indonesia menjelaskan kepada awak media yang meliput acara tersebut di Dusun gunung pentul desa Karangsari kecamatan pengasih kabupaten kulon Progo Yogyakarta.

Acara syawalan dan halalbihalal dalam momen hari raya idul fitri 1447 (12/4/2026 ) yang dilaksanakan oleh Paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo turut  mengundang Bupati kulon Progo, Ketua DPRD kabupaten kulon Progo dan RM Kukuh Hertriasning wayah dalem Sri sultan HB VIII dari dalem benawan kota yogyakarta sebagai wujud dalam jalin silatrahmi berkelanjutan
setelah Paguyuban Trah selesai melaksanakan audensi untuk usulan Pahlawan Nasional RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa yang mana telah mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat khususnya salah satunya seperti GMK’2009 / Generasi muda kulon Progo,Lembaga MLKI/Majelis Luhur kepercayaan indonesia kulon Progo,Ormas KB-FKPPI/ Forum komunikasi putra dan putri purnawirawan TNI-Polri PC.1204 kulon Progo &
DPC IP-KI /Ikatan Pendukung Kemerdekaan
indonesia Kabupaten Kulonprogo terkait sosialisasi tentang perjuangan RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa sebagai pahlawan desa karena jejak kepahlawanannya di kabupaten kulon Progo ketika berperang melawan penjajah kolonial belanda mengunakan strategi perlawanan gerilya dari desa ke desa begitu dijelaskan oleh simbah Sarwanto Hadi yang juga merupakan keturunan grad ke 7 dari Pangeran Diponegoro ( Pahlawan nasional ).

Acara syawalan dan halalbihalal paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo hadiri oleh bapak Wakil Bupati kulon Progo
H Ambar Purwoko,A.Md kemudian dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang makna arti syawalan dan halalbihalal di hari raya idul fitri 1447 H bahwa pentingnya menanamkan jiwa saling memaafkan serta mempererat tali silaturahmi sekaligus menguatkan persaudaraan,disela sambutannya beliau juga  mengapresiasi acara yang dilaksanakan oleh paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo semoga misi dalam kegiatan mengumpulkan balung pisang agar tidak kepaten obor menjadi fondasi utama dalam mempererat persaudaraan khususnya di masing-masing warga Trah dari silsilah keturunannya
RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa yang ada di kabupaten kulon Progo pada umumnya.

RM Kukuh Hertriasning wayah dalem Sri sultan HB VIII dari Dalem Benawan kota Yogyakarta menyampaikan terimakasih atas kehadiran bapak H Ambar Purwoko,A.Md Wakil Bupati kulon Progo dalam pelaksanaan acara tersebut dan mengucapkan terimakasih kepada simbah Sarwanto Hadi selaku sesepuh Trah RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa di kabupaten kulon Progo semoga semangat dalam detak, gerak maupun gerakan beliau dalam misi berbagi serta berbakti menjadi tauladan kita bersama khususnya bagi generasi penerusnya yang muda mudi di kalangan Trah bahwa apa yang sudah dilakukan oleh beliau merupakan bentuk kepedulian serta kesadaran kolektif yang terbangun karena kecintaannya kepada leluhur dalam memaknai  kepahlawanan Pangeran Diponegoro ( Pahlawan nasional ) artinya semangat juang dari perlawanan maupun perjuangan beliau pangeran Diponegoro bersama putranya RM bagus Singlon atau Ki Sadewa menjadi dasar bagi warga trah terutama bagi generasi mudanya di masa depan senantiasa berperan aktif dalam mengemban cita-cita pahlawan bangsa.

Ketua MLKI kabupaten kulon Progo Bapak
Trisno Raharjo menyampaikan terimakasih atas kehadiran bapak H Ambar Purwoko, A.Md Wakil Bupati kulon Progo dan RM Kukuh Hertriasning wayah dalem Sri sultan HB VIII yang telah mengisi banyak pesan penuh makna dalam acara syawalan dan halalbihalal paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo.

Bapak Lajiyo Yok Mulyono Wakil ketua DPRD kabupaten kulon Progo yang pada kesempatan acara tersebut sebagai undangan mewakili Ketua DPRD kabupaten kulon Progo tidak bisa menghadiri kemudian karena bersamaan dengan jadwal yang sama sehingga beliau mohon ijin pamit kemudian tak lupa  mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1447 H kepada segenap warga trah RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa yang hadir dalam acara tersebut khususnya kepada bapak Sarwanto Hadi Ketua paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo.

Bapak Samuji ( Dukuh ) dari dusun, Josutan,Karangsari pengasih sebagai Ketua paguyuban Trah Ki sadewa mengucapkan terimakasih kehadiran para tamu undangan serta warga yang hadir dalam acara Syawalan dan Halalbihalal paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo semoga menjadi ibadah bagi kita semuanya dalam memaknai hari raya idul Fitri 1 Syawal 1447 H tahun 2026 ini.

R.Ngt Anastasia Padminingsih BA ,ibu Rusmini ( Putri Almarhum LVRI Sindurejo atau Dolah Yasir  dari wates ) , Drs Ramidjo ( mantan camat ) dan Budi Legowo Santoso ( Penasehat DPD PWMOI KP /Perkumpulan Wartawan media online Indonesia ) yang mana semuanya hadir sebagai undangan perwakilan dari warga Trah RM Rekso Bongso dari Wates mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi
aktif dalam kegiatan tersebut kemudian mengucapkan terimakasih atas perhatian dari Bapak H Ambar Purwoko A.Md Wakil Bupati kulon Progo dan RM Kukuh Hertriasning wayah dalem Sri sultan HB VIII yang berkenan hadir serta memberikan sambutan dalam acara syawalan dan halalbihalal paguyuban Trah
HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo.

Agus Supriyanto,SM Ketua KB-FKPPI PC.1204 / Forum komunikasi putra dan putri purnawirawan TNI-Polri kabupaten kulon progo yang juga merupakan anggota DPRD kabupaten kulon Progo dari dapel wilayah Galur – Lendah menyampaikan terimakasih undangannya namun beliau ijin pamit tidak bisa menghadiri acara syawalan trah
HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo karena bersaman dengan jadwal acara syawalan dan halal bihalal di wilayahnya kemudian beliau mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1syawal 1447 H mohon maaf lahir dan batin untuk segenap keluarga warga Trah RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa yang ada di kabupaten kulon Progo.

Acara berlangsung dengan khidmat penuh rasa kebersamaan hati bagi semua yang hadir di acara tersebut selesai menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya bersama-sama setelah itu dilanjutkan dengan acara ikrar syawalan dari Paguyuban trah HB III Dewa daru kabupaten kulon Progo kemudian di isi pemaparan silsilah dari Trah termasuk sejarah singkat RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa untuk tamu undangan beserta warga trah yang hadir mewakili.

Penutup semua rangkaian acara syawalan dan halal bihalal tersebut lalu di isi acara tauizah yang disampaikan oleh ustad romadhon dari pondok pesantren Al Khafi ,desa Pandowan ,kecamatan Galur kabupaten kulon progo,Yogyakarta.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Alumni IPNU Gelar Halal Bihalal, Teguhkan Ukhuwah dan Persatuan

Published

on

By

Jakarta – Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar Halal Bihalal Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU dengan mengusung tema “Meneguhkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah” di Hotel Acacia Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahim antaralumni, sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan dan keorganisasian di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ketua Umum Alumni IPNU, Asrorun Ni’am, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam mengenai makna silaturahim sebagai perekat utama persaudaraan di tengah berbagai perbedaan.

Menurutnya, Halal Bihalal tidak boleh dimaknai sekadar sebagai tradisi seremonial, melainkan menjadi ruang untuk “mempertaruhkan hati” demi menjaga hubungan antarsesama. Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan konflik secara bijak serta tetap menjaga kebersamaan.

“Perbedaan pilihan, afiliasi, maupun pandangan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun dengan bertemu dan bersilaturahim, minimal kita bisa membangun kesepahaman, meskipun belum tentu langsung mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam kehidupan berorganisasi, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, seluruh elemen harus tetap berpegang pada prinsip dasar yang diwariskan para pendiri.

Prinsip tersebut mencakup komitmen terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, menjaga sanad keilmuan, keikhlasan dalam berkhidmat, serta tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Asrorun Ni’am juga mengingatkan bahwa dinamika zaman menuntut adanya adaptasi, namun tidak boleh menggeser nilai-nilai fundamental organisasi. Ia menekankan pentingnya kemampuan membedakan antara prinsip dasar yang harus dijaga dan hal-hal yang dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menggarisbawahi bahwa persatuan merupakan fondasi utama berdirinya jam’iyah Nahdlatul Ulama. Semangat kebersamaan, menurutnya, harus terus dirawat agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan orientasi, baik dalam aspek keagamaan maupun politik.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh hadirin, seraya mengajak untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan, baik dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

“Momentum Syawal ini adalah saat yang tepat untuk memperkokoh ukhuwah nahdliyah, mempererat persaudaraan, dan merapatkan barisan demi kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Continue Reading

Metro

Munif Haryadi Terpilih Ketua APPSI DKI Jakarta Siapkan Program Konsolidasi dan Perlindungan Usaha

Published

on

By

Jakarta, – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 di Gedung Juang, Jakarta, Minggu (12/04/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini menjadi momentum penting dalam proses pergantian kepemimpinan organisasi sekaligus penguatan struktur kepengurusan hingga ke tingkat paling bawah. Muswil juga menjadi forum strategis untuk menyusun langkah-langkah organisasi dalam mendukung penguatan sektor perdagangan pasar tradisional di ibu kota.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum APPSI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah. Turut hadir lima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta sekitar 120 komunitas pedagang pasar dari seluruh wilayah Jakarta.

“Muswil ini merupakan agenda lima tahunan untuk pergantian kepemimpinan. Hari ini dihadiri oleh lima DPD pengurus dan sekitar 120 komunitas pedagang pasar di Jakarta.

Melalui musyawarah ini, kita melakukan pembenahan struktur organisasi sampai ke tingkat paling bawah agar mampu mengawal dan menjalankan program Bapak Prabowo Subianto di sektor pedagang pasar,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Munif Haryadi terpilih sebagai Ketua APPSI DKI Jakarta untuk periode kepengurusan berikutnya.

Dalam wawancaranya kepada media, Munif menjelaskan bahwa program jangka pendek kepengurusan baru akan difokuskan pada konsolidasi internal organisasi guna memperkuat soliditas antar pedagang dan pengurus di seluruh wilayah Jakarta.

“Program jangka pendek kami adalah konsolidasi ke dalam, memperkuat koordinasi organisasi dan menyatukan visi seluruh pedagang pasar agar bergerak dalam satu komando untuk memperjuangkan kepentingan bersama,” kata Munif.

Sementara itu, untuk program jangka panjang, pihaknya akan fokus pada perlindungan lokasi usaha pedagang, pelibatan pedagang dalam setiap proses penataan pasar, serta peningkatan kesejahteraan pelaku ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, selama ini pedagang kerap kurang dilibatkan dalam kebijakan penataan pasar yang dilakukan pemerintah daerah, padahal mereka merupakan tulang punggung ekonomi rakyat.

“Kami ingin memastikan lokasi pedagang yang sudah jelas harus dilindungi.
Dalam setiap penataan pasar, pedagang harus dilibatkan karena merekalah pelaku utama ekonomi kerakyatan.

Dengan begitu ekonomi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.

Munif juga menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi pedagang pasar, seperti praktik tengkulak dan panjangnya rantai distribusi bahan pokok yang berdampak pada ketidakstabilan harga.

Ia optimistis, dengan dukungan Ketua Umum APPSI yang juga dekat dengan pemangku kebijakan di sektor pertanian, berbagai persoalan tersebut dapat diatasi.

“Pedagang sering menghadapi permainan pasar dan tengkulak. Karena Ketua Umum kami sangat dekat dengan pemangku kebijakan, kami berharap bisa memutus mata rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga harga bahan pokok menjadi lebih stabil dan pedagang bisa lebih sejahtera,” tambahnya.

Munif menegaskan, kepengurusan baru akan berkomitmen memperjuangkan kepentingan pedagang pasar secara kolektif.

“Harapan saya ke depan, seluruh pedagang bisa satu komando demi kepentingan bersama. Siapa yang akan membela kepentingan kita kalau bukan diri kita sendiri. Kita tidak bisa hanya berharap kepada pihak lain,” tutupnya

Continue Reading

Trending