Connect with us

nasional

Sambut HUT DWP Ke-24, Dharma Wanita Persatuan Rutan Cipinang Gelar Pertemuan Rutin dan Sosialisasi Kesehatan

Published

on

Jakarta – Menyambut Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Ke – 24 Tahun 2023, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Kelas I Cipinang menggelar pertemuan rutin sekaligus melaksanakan Sosialisasi Kesehatan bersama Rumah Sakit Jantung Jakarta, Jumat (8/12).

Pertemuan Rutin DWP kali ini dibuka oleh Kepala Rutan Kelas I Cipinang, Sukarno Ali didampingi oleh Ibu Fifit Ali selaku Ketua DWP dan diikuti oleh seluruh anggota DWP Rutan Kelas I Cipinang.

Sukarno Ali selaku Kepala Rutan Kelas I Cipinang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pertemuan rutin DWP yang diselenggarakan setiap 2 bulan sekali ini dimaksudkan untuk mempererat tali silahturahmi serta memupuk rasa kekeluargaan antar anggota.

“Saya berharap kegiatan ini dapat mampu berperan aktif yang konstruktif dalam pelaksanaan pembangun. Oleh karena itu, peran wanita khususnya ibu-ibu istri Pegawai Negeri Sipil sangat penting dalam mendukung kegiatan suami untuk melaksanakan tugas kesehariannya.

Peran wanita tidak saja dalam hal rumah tangga, namun harus mampu menciptakan suasana yang mendukung untuk keluarganya, sehingga rumah tangga dan pekerjaan menjadi sejahtera,” ucapnya.

Kegiatan pertemuan dilanjutkan dengan Penyuluhan kesehatan dengan membahas tentang, “Waspada Penyakit Varises yang bisa memicu Serangan Jantung” oleh dr. Dimas Trisetyo Nugroho, Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular RS Jantung Jakarta.

Menurut dr. Dimas Trisetyo Nugroho, Penyakit varises merupakan penyakit yang disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah vena. Pembengkakan tersebut dikarenakan darah menumpuk di bagian pembuluh tersebut.

Munculnya tonjolan yang berwarna ungu dan biru tua, menjadi indikasi bahwa telah menderita penyakit varises dan ini merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu serangan jantung.

Untuk menghindari adanya varises, dr. Dimas Trisetyo sangat menyarankan untuk menjaga postur tubuh tegak saat berdiri. Dengan berdiri tegak, maka berat badan Anda akan ditahan secara seimbang di kedua kaki. Selain itu, perlu pula untuk menjaga berat badan dan melakukan peregangan kaki secara teratur serta makan makanan berserat. “Terakhir rutin berolahraga. Itu penting sekali,” kata dr. Dimas

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ibu Fifit Ali dalam sambutannya memberikan ucapan Dirgahayu ke-24 DWP. Jadikan moment HUT DWP ini mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakan demi mencapai tujuan organisasi.

“Semoga kegiatan silaturahmi hari ini terus terjalin dan ditingkatkan, sehingga dapat berpartisipasi memberikan dorongan semangat bagi suami untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rutan Kelas I Cipinang,” Tutup Ibu Fifit Ali.

Continue Reading

nasional

Irwan Linaksita Dirut Kreasi Mewangikan Indonesia Ikut Serta Buka Stan di Indonesia Cosmetic Ingredients

Published

on

By

Jakarta — Direktur Utama Kreasi Mewangikan Indonesia, Irwan Linaksita, turut ambil bagian dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) dengan membuka stan pameran sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan industri kosmetik nasional.

Keikutsertaan Kreasi Mewangikan Indonesia dalam pameran ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan berbasis bahan kosmetik berkualitas, sekaligus memperluas jejaring bisnis di sektor industri kecantikan.

Dalam kesempatan tersebut, Irwan Linaksita menyampaikan bahwa ajang Indonesia Cosmetic Ingredients merupakan momentum penting bagi pelaku industri untuk berinovasi dan berkolaborasi.

Menurutnya, perkembangan industri kosmetik di Indonesia terus menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap produk yang aman, berkualitas, dan berbasis bahan lokal.

Stan Kreasi Mewangikan Indonesia menampilkan beragam produk serta solusi bahan baku kosmetik yang inovatif, menarik perhatian para pengunjung dan pelaku industri yang hadir dalam pameran tersebut.

Partisipasi ini juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri kosmetik nasional agar semakin kompetitif di pasar global.

Continue Reading

nasional

Abdillah Arif Nasution Resmi Dilantik sebagai Dekan FEB USU, Dapat Ucapan Selamat dari Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM

Published

on

By

Jakarta — Abdillah Arif Nasution resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kepemimpinan dan pengembangan akademik di lingkungan FEB USU.

Ucapan selamat dan sukses turut disampaikan oleh Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM, Presiden Eksekutif Pengurus Besar Persatuan Sekolah Tinggi Swasta dan Negeri. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta membawa kemajuan bagi institusi pendidikan yang dipimpin.Selasa (5/5/2026)

“Selamat dan sukses atas pelantikan Saudara Abdillah Arif Nasution sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Semoga dapat mengemban amanah ini dengan integritas, dedikasi, dan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar
Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM dalam keterangannya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai inovasi dan terobosan strategis, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, riset, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai salah satu fakultas unggulan, FEB USU memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap dinamika global. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa semangat pembaruan serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dilantiknya Abdillah Arif Nasution, civitas akademika menaruh harapan besar akan lahirnya berbagai program unggulan yang mampu meningkatkan daya saing institusi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Continue Reading

nasional

Gus Imam: Deklarasi Ampetra Jadi Momentum Satukan Visi Penambang Tradisional

Published

on

By

Jakarta, 3 Mei 2006 — Ketua DPW Ampetra Jawa Tengah, Gus Imam Susanto, menilai Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia di Jakarta sebagai momentum penting dalam menyatukan visi para penambang tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam wawancara usai kegiatan, Gus Imam menyampaikan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses panjang konsolidasi organisasi yang telah dipersiapkan secara matang.

“Agenda ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Sehari sebelumnya kita sudah lakukan pertemuan awal untuk konsolidasi. Yang hadir juga cukup luas, dari pengurus pusat hingga wilayah di berbagai provinsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran perwakilan daerah, termasuk dari Jawa Tengah, merupakan bentuk komitmen dalam membangun organisasi yang solid dan terstruktur. Dari total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sebagian besar telah terbentuk kepengurusan, meski dalam deklarasi diwakili oleh sejumlah delegasi.

Lebih lanjut, Gus Imam menegaskan bahwa arah perjuangan Ampetra ke depan akan difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan badan hukum berbasis koperasi.

“Kita ingin membangun kelembagaan yang jelas. Fokus kita bukan ke PT atau perseorangan, tapi ke koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan. Ini penting agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan Ampetra di Jawa Tengah diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan tradisional. Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya di wilayah tersebut.

“Dari hasil pemetaan kami, sekitar 25 kabupaten di Jawa Tengah memiliki potensi tambang, terutama pasir dan batuan. Ini sangat dibutuhkan, misalnya untuk proyek strategis seperti pembangunan Tol Jogja–Bawen,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa para penambang tradisional masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait perizinan. Kondisi ini kerap menimbulkan ketidakpastian bahkan potensi konflik antara masyarakat dan pemerintah.

“Kendala utama ada di perizinan. Banyak penambang yang belum mendapatkan pendampingan yang memadai. Di sinilah peran Ampetra menjadi penting, untuk menjembatani agar aktivitas tambang bisa berjalan legal, aman, dan tidak melanggar aturan,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui pendampingan dan penguatan kelembagaan, para penambang tradisional dapat bekerja dengan lebih tenang serta memiliki kepastian hukum.

Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia diharapkan menjadi titik awal gerakan besar dalam menata sektor pertambangan tradisional agar lebih terorganisir, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Continue Reading

Trending