Connect with us

Metro

Konco Rambut Putih (Krapu) Gelar Nobar Debat Capres Edusi ke -3

Published

on

Jakarta,  7 Januari 2023.    –  Konco Rambut Putih (Krapu); “Mencari Pemimpin Negara bukan Sekedar Makan GRATIS dan Susu GRATIS”.

Kelompok Relawan Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo bernama Konco Rambut Putih (Krapu),  yang di Ketuai oleh Danang Girindra Wardhana, adakan Nobar Debat Capres ke -3 (7/1/23).

Danang mengatakan, “Dengan sisa waktu yang kurang dari 40 hari ini, prinsip pentingnya adalah kita harus selalu dekat dengan masyarakat, dekat dengan para pemilih.

Dengan cara mendekatinya melalui kanvasing, ketemu warga, ketemu kelompok-kelompok kecil, tidak sekedar hura-hura tapi ketemu dengan warga dan menjelaskan, apa saja yang menjadi kekuatan dari Capres Ganjar Pranowo dan Prof.Mahfud, dan apa yang menjadi visi nya,” ungkap Danang.

“Karena (kadang) masyarakat yang budaya baca nya rendah (tidak sempat), akan lebih senang mendengar dari cerita orang atau melalui media sosial, karena 
Media sosial menjadi salah-satu yang sangat efektif dan berbuat murah, berbeda jika ketemu orang (tentu) biaya nya lebih mahal,” lanjut Danang.

“Prinsip pentingnya adalah sisa waktu 37 hari ini, KRAPU melakukan program-program door to door, kanvasing, ketemu kelompok-kelompok warga secara terbatas sesuai dengan kemampuan teman organ relawan, dan masalah yang paling penting saat ini adalah menghindarkan warga atau keluarga dekat kita dari faktor salah pilih,” jelasnya.

“Kadang-kadang masyarakat, warga, keluarga atau teman-teman tidak tahu bahwa pasangan calon lawan itu tampil dengan hura-hura, tampil dengan pesta-pesta, dengan topeng-topeng yang mana hal itu tidak boleh (kita kira), bahwa memilih calon presiden dan calon wakil presiden adalah bukan memilih orang-orang yang hanya happy happy, hanya menjanjikan program-program yang sangat sederhana, bukan…. ini masalah negara bukan pemilihan Ketua osis.

keKita harus membedakan, masalah nya adalah banyak warga masyarakat yang belum mengerti tentang bagaimana cara memilihnya,” tegas Danang.

“Jadi kita harus memberikan edukasi pada masyarakat agar mereka tepat memilih calon presiden calon wakil presiden yang benar-benar menguasai permasalahan negara.

Program kepentingan negara ini bukan sekedar kepentingan makan siang gratis, bukan kepentingan sekedar susu, bukan ada banyak masalah-masalah lain, masalah Korupsi, masalah kebijakan, masalah politik luar negeri, masalah-masalah yang terkait dengan anggaran, itu loh…, ” ujar Danang.

“Jadi kawan-kawan harus sadar bahwa memilih presiden dan calon wakil presiden itu adalah memilih pemimpin bangsa yang memahami seluruh permasalahan negara, bukan sekedar bagi susu atau bukan sekedar makan siang gratis, (itu program ecek-ecek), sisa waktu ini harus benar-benar kita manfaatkan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat dari sudut pandang itu, yang sederhana-sederhana,” ujar Danang.

“Krapu juga melakukan berbagai program kegiatan secara rutin, tidak sekedar deklarasi-deklarasi tapi program-program kegiatan secara rutin, Krapu lakukan Aksi tebus murah setiap hari Jumat di Jumat berkah, atau hari Minggu, ke warga Kelurahan di seluruh DKI, hari ini 10 titik,” jelas Danang.
 
“Kami sudah sediakan sedikitnya 50.000 paket sembako yang akan kami sebar di Jakarta. Jika dirasa kurang, kami akan berupaya terus menambah jumlah ini,” ujar Danang, Minggu (7/1/2024). 

Danang menambahkan, presentase penduduk miskin di Provinsi DKI Jakarta sebesar 4,44 persen atau sekitar 477.000, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023. Angka tersebut turun sebesar 0,25 persen dari tahun 2022 yang mencapai 4,69 persen atau sebanyak 502.000 penduduk.  

Bagi provinsi sekelas kota metropolitan, tentu saja angka ini sangat memprihatinkan. Selain karena angkanya yang masih sangat tinggi, faktor kesenjangan sosial yang sangat tajam menghantui perjalanan perkembangan Ibukota Negara Indonesia.

“Kami percaya, masyarakat kita itu mandiri. Masyarakat kita punya keinginan kuat untuk dapat hidup diatas kakinya sendiri. Dengan cara tebus murah, kami tidak saja membantu masyarakat yang kurang beruntung, tapi kami juga memelihara marwah masyarakat Indonesia yang mandiri,” ujar Danang.

“Krapu mau kejar sebanyak mungkin warga kurang mampu untuk dibantu dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan bagaimana memilih presiden dan wakil presiden secara bijak, hati-hati dan benar dengan berbagai program, antaralain program lomba konten setiap hari Sabtu, Krapu punya program yang serial, program nonton bareng setiap acara debat, jadi kegiatan kita di sini bukan sekedar 1 atau 2 kegiatan, tapi runtut setiap Jumat, Sabtu, Minggu kita lakukan, itu yang penting dan dari situlah kemudian pertanyaan muncul, dari mana itu anggaran? Kembali kepada organ kebetulan kami melakukan swadaya dari teman-teman pengurus, semua saling iuran, saling membantu, bersyukur ada teman diantara kami yang memiliki bahan-bahan kaos memiliki spanduk percetakan, mereka memberikan dengan gratis, dan teman-teman yang memiliki keahlian tertentu seperti podcast, Krapu punya studio podcast di atas, dan bisa dipakai oleh organ relawan manapun, yang mau pakai, silahkan gratis, asal atur jadwal jangan tabrakan, nah itu kegiatan-kegiatan yang kami selenggarakan secara swadaya,” tutup Danang sebagai ketum Kerapu kepada awak media indonesiannews.co di lokasi.
 

Continue Reading

Metro

AGUS SUPRIYANTO DARI TAMBAL BAN MENUJU KURSI DPRD KABUPATEN KULON PROGO

Published

on

By

Kulon Progo —Karyapost.com, Perjalanan hidup Agus Supriyanto menjadi cermin nyata bahwa ketekunan, kejujuran, dan kesungguhan dalam bekerja mampu mengantarkan seseorang pada amanah yang lebih besar.

Kini, ia dipercaya sebagai anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I, mewakili masyarakat di daerah pemilihan Kecamatan Lendah dan Kecamatan Galur.

Langkah awal Agus Supriyanto, tidak dimulai dari ruang-ruang formal kekuasaan, melainkan dari pinggir jalan, sebagai seorang pengusaha tambal ban di kawasan PAL 18, Galur, yang telah ia tekuni sejak tahun 1996 hingga saat ini.

Dari unit usaha yang sederhana tersebut, ia belajar tentang arti perjuangan, kesabaran, serta pentingnya melayani sesama dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

Pengalaman panjang hidup di tengah masyarakat kecil menjadi bekal berharga dalam membentuk kepekaan sosial dan empati yang tinggi. Nilai-nilai inilah yang kemudian mengantarkannya untuk melangkah lebih jauh, mengabdikan diri sebagai wakil rakyat, membawa aspirasi masyarakat ke dalam ruang-ruang kebijakan.

Dalam menjalankan tugasnya, Agus Supriyanto memegang teguh prinsip amanah karena Ia menyadari bahwa jabatan bukanlah sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT, Oleh karena itu, setiap langkah dan keputusan yang diambilnya senantiasa berlandaskan pada niat untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.

Visi dan misi yang diusungnya pun sangat membumi, yakni berfokus (concern) pada pembangunan infrastruktur pedesaan serta penguatan sektor pertanian, Ia meyakini bahwa kemajuan desa merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah.

Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, sementara sektor pertanian yang kuat akan menjamin ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Desa harus maju, petani harus sejahtera,” menjadi semangat yang terus ia gaungkan dalam setiap kesempatan karena baginya, membangun bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang membangun harapan dan masa depan masyarakat.

Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD dari fraksi Golkar, Agus Supriyanto aktif menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran, khususnya dalam bidang pemerintahan dan pelayanan publik, Ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, dekat dengan masyarakat, serta terbuka terhadap kritik dan masukan.

Kehadirannya di tengah masyarakat bukan hanya saat momentum politik, tetapi menjadi bagian dari keseharian yang terus ia jaga.

Kisah hidup Agus Supriyanto,SM menjadi motivasi bagi banyak orang, bahwa tidak ada usaha yang sia-sia selama dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.

Dari seorang tukang tambal ban, ia mampu membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa dan daerah.

Lebih dari itu, perjalanan ini mengajarkan bahwa amanah adalah hal yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya  sebab pada akhirnya, jabatan akan berakhir, namun nilai pengabdian dan kebaikan akan terus dikenang.

Dengan komitmen kuat, niat yang lurus, serta dukungan masyarakat, Agus Supriyanto terus melangkah, mengemban amanah, dan berikhtiar menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi Kulon Progo tercinta.

Jurnalis: Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

SYAWALAN DAN TEMU KANGEN PURNA KARYA GURU SERTA KARYAWAN SMA NEGRI 2 WATES

Published

on

By

Kulon Progo,7 April 2026 – Karyapost.com, SMAN 2 Wates, Kulon Progo, menjadi saksi bisu atas sebuah acara yang penuh makna dan kebersamaan, yaitu Syawalan dan Temu Kangen Purna Karya Guru dan Karyawan.

Acara temu kangen purna karya guru serta karyawan diadakan di RM Otentik yang beralamat di desa  Panjatan, kabupaten Kulon Progo yang dihadiri sekitar 65 orang,termasuk 3 mantan Kepala SMAN 2 Wates dan mantan Kadinas Pendidikan Kulon Progo, serta guru dan karyawan yang telah purna karya.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Drs Petrus Surjiyanta, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas anugerah-Nya sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik dalam kebersamaan,tak lupa juga mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada semua yang hadir atas perjuangannya dan peran sertanya selama ini dalam memajukan SMA Negeri 2 Wates.

Acara dilanjutkan dengan ikrar syawalan yang disampaikan oleh Anang Sutarta S.Pd.M.Si. kemudian di ikuti oleh semua hadirin.

Tausyiah disampaikan oleh KH. Drs. Mujiyono, M.Pd. dengan kajian menekankan pentingnya perubahan yang lebih baik dan mendekatkan diri kepada Gusti Alloh SWT.

Suasana menjadi lebih meriah dengan hiburan orgen tunggal dan penyanyi dari para guru dan karyawan yang sudah purna kemudian pemandu acara yang sudah banyak pengalaman serta piawai yaitu Dra. Vipti Retno Nugraheni,M.Ed. semakin menambah semarak acara tersebut.

Acara syawalan ini berlangsung dari pukul 10.30 hingga 12.40 WIB, dengan harapan kedepannya dapat mempererat tali silaturahmi, persaudaraan maupun kekeluargaan antara guru dan karyawan SMA Negri 2 Wates pada umumnya.

Acara ini menjadi sebuah momentum kebersamaan yang tidak akan pernah terlupakan dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kebersamaan, persaudaraan dan kekeluargaan demikian disampaikan oleh Drs Petrus Surjiyanta kepada awak media.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Kang Deden Gurame : Pentingnya Peningkatan Kualitas Guru, Baik dari Sisi Metode Pembelajaran dan Keterampilan Personal

Published

on

By

Jakarta – Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Jakarta Utara menggelar kegiatan AKSERA yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bertema “Membangun Kreativitas dan Karakter Religius Anak melalui Seni, Olahraga dan Nilai Keagamaan”. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Seni Ancol, Selasa (7/4/2026).

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 500 guru dari berbagai lembaga Raudhatul Athfal (RA) se-Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan penggabungan dua agenda besar yang sebelumnya sempat tertunda.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Deden Gurame menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas guru, baik dari sisi metode pembelajaran maupun keterampilan personal.

Ia menekankan bahwa guru perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di kelas.

“Guru harus enjoy bersama siswa di kelas, menghadirkan suasana fun and fresh. Kemudian membangun koneksi dengan anak melalui permainan, dilanjutkan dengan transfer ilmu pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan secara kuat,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, guru juga perlu melakukan refleksi dalam proses pembelajaran, termasuk melatih kemampuan mengelola dan mengulang materi agar mudah diingat oleh anak-anak.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi guru dari generasi muda saat ini. “Sekarang banyak guru dari generasi Z yang masih perlu penguatan skill. Karena itu, IGRA Jakarta Utara terus melakukan upgrade agar para guru semakin berkualitas,” tambahnya.

Kegiatan Halal Bihalal yang digelar turut menjadi momentum mempererat silaturahmi antar guru. Kang Deden pun mengapresiasi semangat para peserta yang dinilai luar biasa.

“Semangat guru dahsyat, mantap. Datang selalu menyenangkan, pulang dirindukan,” katanya.

Ia berharap para guru tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga akhlak yang baik. “Kalau rohnya bagus, berakhlak mulia, skill bagus, ilmu keren, insyaallah anak-anak juga akan menjadi baik. Anak itu belajar dari apa yang dilihat dan akan menirunya,” tutupnya

Continue Reading

Trending