Connect with us

Metro

Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) Bersama TKN Prabowo-Gibran Resmikan Sekretariat DPP REPNAS

Published

on

Jakarta, 8 Januari 2024 – Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) bersama TKN Prabowo-Gibran meresmikan Sekretariat DPP REPNAS (di Gedung THE EAST Kuningan Barat Jakarta Selatan) dan Mengadakan Talkshow Ekonomi dengan tema “Indonesia Economic Outlook 2024: Membedah Strategi Pertumbuhan Ekonomi Nasional di atas 6%” yang dilakasnakan di Gedung The East, Mega Kuningan-Kuningan Barat Jakarta Selatan pada hari Senin, 8 Januari 2024.

Dalam peresmian Seketariat DPP REPNAS diisi dengan doa bersama, santunan yatim piatu, pemotongan tumpeng dan talkhow Indonesia Economi Outlook 2024 dengan menghadirkan narasumber ; Erwin Aksa (Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran), Dradjad Wibowo (Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran), Anggawira (Ketum REPNAS), Ajib Hamdani (Konsultan Pajak), Arief Rosyid Hasan (Komandan TKN Fanta), Mayjen (Purn) Ben Yura Rimba (Wakil Ketua Umum Perhimpunan Indonesia-Tionghoa), Harizah P Mangkunegara (Wasekjen DPP REPNAS)

Alvin Kennedy sebagai Sekjen REPNAS saat ditemui awak Media Online ; “Acara ini adalah peresmian Kantor Sekretariat daripada REPNAS Indonesia Maju yang tad ikita saksikan bersama ada Talkshow yang bagaimana salah satu isu yang terpenting untuk Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi kedepan sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju di tahun 2045.

Beberapa poin tadi sudah disampaikan oleh narasumber saya pikir sangat kompeten yaitu ada Komandan TKN Fanta, Wakil Ketua TKN Bang Erwin Aksa, Bang Ajib Hamdani senior di HIPMI dan para narasumber lainnya dan mereka sudah menunjukkan bahwa TKN Prabowo-Gibran dan juga relawan itu sangat konsen dan punya program-program yang jelas apabila Pak Prabowo-Gibran Insya Allah menang di Pilpres tahun 2024.

Kantor Sekretariat REPNAS ini yang sudah kita resmikan rencananya akan menjadi Think Thank dan juga tempat berkumpul para pengurus daripada REPNAS pusat dan juga tempat kita konsolidasi bersama REPNAS yang sudah terbentuk di seluruh Indonesia yaitu ada 38 Provinsi sudah terbentuk.

Adapun Program unggulan dari DPP REPNAS ini adalah menciptakan 2 juta pengusaha baru dan 19 juta lapangan kerja. Itu adalah program utama karena kita akan sangat fokus kepada penciptaan pengusaha baru dan juga menjadi isu lapangan pekerjaan.

Saya pikir mengacu kepada program visi dan misi Pak Prabowo-Gibran, salah satunya adalah keberpihakan kita kepada pengusaha muda seperti melalui dana seperti startup ada namanya Santripreneur dan juga dalam waktu dekat kita akan mengadakan jobfair besar di Jakarta dan diimplementasikan di seluruh daerah untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Jadi dalam program Prabowo-Gibran tentu tidak menaikkan besaran pajaknya tetapi rasio kepada pengkolekan wajib pajaknya dimana potensi-potensi pendapatan pajak atau pendapatan income dari Pemerintah yang selama ini belum maksimal atau belum ada regulasinya.

REPNAS Indonesia Maju sudah mempunyai cabang di 38 Provinsi dan kita akan memakai penjaringan produk di seluruh Provinsi untuk menggaet kedepan pengusaha-pengusaha muda.

Tidak hanya startup tapi juga startup untuk kita kolaborasikan nantinya untuk kita bantu dalam perizinan baik itu akses, pelatihan maupun juga seperti fasilitas kredit kita akan fasilitasi.

Kalau kita melihat program untuk membuat Indonesia Emas 2045, kita punya pertumbuhan ekonomi itu harus diatas 7% ataupun setidaknya dari 5 naik ke 6% step by step dan untuk pertumbuhan ekonomi yang konsisten diatas 7% ini banyak hal yang harus dilakukan seperti hilirisasi dan investasi yang tidak tertutup kemungkinan nantinya kita akan mendapatkan presisten dari asing.

Kita butuh berkelanjutan, ini sudah 10 tahun kita bangun dimana kita butuh program yang benar-benar berkelanjutan dan kita butuh pemimpin yang tegas yang bisa membela Indonesia agar kita bisa menuju Indonesia Emas supaya kedepannya pertumbuhan 7% ekonomi dan tanpa intervensi asing. “Prabowo-Gibran harus menang!, ” tutupnya.

Anggawira sebagai Ketum REPNAS mengatakan dalam sambutannya bahwa ; “REPNAS sebagai bagian dari pendukung Prabowo-Gibran berfokus akan melahirkan sebanyak dua juta pengusaha baru kelas menengah dimana yang sudah kita lakukan hari ini bagaimana kita terus berfokus untuk menumbuhkembangkan target 2 juta pengusaha baru. Kita harus melahirkan kelas menengah pengusaha bukan hanya mikro.

Dengan banyak lahirnya pengusaha muda, otomatis banyak juga lapangan pekerjaan yang akan tercipta di Indonesia. Karena kita yakini lapangan pekerjaan itu akan ada dan lahir kalau pengusahanya lebih banyak lagi.

Saya opimis terciptanya pengusaha baru otomatis menurutnya pertumbuhan ekonomi akan tumbuh menjadi lebih dari 6 persen.

Saya rasa tujuan kita sama, kita ciptakan lebih banyak pengusaha sehingga ekonomi akan tumbuh lebih dari 6%, kita akan menggali lebih jauh strategi-strategi agar perekonomian ini tumbuh di atas 6%,” tutupnya.

Continue Reading

Metro

STOP BAHAS “GEN-GEN”, KEMBALIKAN DIDIKAN KE BHINEKA TUNGGAL IKA

Published

on

By

Agus Harta Ketua Bidang Pemuda Dan Olahraga PP AMPG

Bangsa ini sedang terlalu sibuk berdebat tentang label. Gen Milenial disebut tahan banting. Gen Z disebut tidak sabaran. Gen Alfa disebut korban gadget. Seolah-olah karakter, etos kerja, dan masa depan 270 juta rakyat bisa dikotak-kotakkan hanya berdasarkan tahun lahir.

Saya menyebutnya: omon-omon pengelompokan generasi. Mari kita menoleh sebentar. Lihat Jepang, China, bahkan Iran. Kapan terakhir kita mendengar negara-negara itu sibuk membahas “Gen Z vs Milenial”? Tidak ada. Yang mereka ajarkan turun-temurun adalah satu hal: disiplin waktu, disiplin ilmu, dan tanggung jawab pada bangsa. Hasilnya kita lihat sekarang. Mereka maju karena fokus mendidik, bukan mendebat label.

Di negeri kita, teori pengkotak-kotakan generasi justru masif. Masuk ke seminar, konten media sosial, ruang rapat, bahkan kebijakan. Padahal secara ilmiah dasarnya rapuh. Ini lebih mirip mitos zaman dulu, feodal, seperti ramalan. Bahayanya, tanpa sadar ini menciptakan sekat baru. “Oh dia Gen Z, ya wajar.” “Oh dia Milenial, pasti begini.” Lama-lama kita kehilangan rasa satu bangsa. Bukankah ini justru bertentangan dengan cita-cita para pendiri?

Para almarhum dan almarhumah pejuang bangsa tidak pernah sibuk membahas generasi. Yang mereka genggam erat adalah *Bhineka Tunggal Ika* di bawah naungan *Garuda Pancasila*. Mereka adalah para pemikir ilmiah dan logis. Mereka sudah mengunci generasi mendatang dengan satu semboyan: berbeda-beda, tetapi tetap satu. Tidak ada dikotomi suku, agama, daerah.

Semboyan itu kemudian diperkuat oleh *Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928*: Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Itu kontrak kita sebagai anak bangsa. Bukan kontrak “kamu Gen ini, aku Gen itu”.

Lalu di mana letak persoalannya hari ini? Banyak pejabat negara yang korup, lupa pada perjuangan, dan lupa pada sumpahnya. Apakah itu salah “generasi”? Tidak. Itu salah karena meninggalkan nilai. Karena ketika nilai Bhineka dan Sumpah Pemuda ditinggalkan, yang muncul adalah ego kelompok, ego golongan, dan ego pribadi.

Maka solusinya bukan menambah label baru. Solusinya kembali ke rumah, kembali ke sekolah, kembali ke lingkungan.

*Didiklah anak-anak kita secara utuh.*
Pertama, dengan *Ilmu Agama* sebagai kompas moral. Kedua, *Ilmu Pengetahuan Sosial dan Alam* sebagai cara berpikir. Ketiga, *Teknologi Digital* sebagai bekal zaman. Dan di atas semuanya, ajarkan *kedisiplinan dan keteraturan*.

Interaksi sosial antara anak dan orang tua harus persuasif, bukan otoriter. Batasi dan arahkan pergaulan mereka. Jika ada anak yang sudah terpapar gadget, game online berlebihan, jangan langsung menghakimi. Duduk, diskusi, cari solusi bersama. Menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan masa depan satu keluarga.

Contoh kecil tapi berdampak: Jika ada halaman kosong di rumah atau di lingkungan, sulap jadi taman bunga dan buah. Buat kolam ikan. Jadikan rumah sebagai ruang edukasi yang berkelanjutan, bukan hanya seremoni 17 Agustus atau 28 Oktober setahun sekali.

Latih anak-anak kita di dunia teknologi yang positif. Ajari desain grafis agar bisa buka jasa. Ajari digital marketing agar bisa jual produk UMKM. Ajari service elektronik agar punya keterampilan. Jangan pernah bosan berpikir untuk membekali mereka.

Sebaliknya, berhentilah mengajarkan generasi muda hal yang tidak membangun. Joget-joget TikTok tanpa arah, konten tanpa nilai, hanya akan menghabiskan waktu dan mengikis daya juang.

Wahai para orang tua, guru, dan pemimpin. Sudah saatnya kita berhenti terjebak dalam wacana “Gen-gen”. Sudah saatnya kita kembali ke pangkuan *Bhineka Tunggal Ika* dan *Sumpah Pemuda*.

Karena kemajuan bangsa tidak ditentukan oleh tahun berapa kita lahir. Tetapi ditentukan oleh ilmu apa yang kita pelajari, disiplin apa yang kita latih, dan nilai apa yang kita jaga bersama.

Jakarta, 22 April 2026

Continue Reading

Metro

Bhayangkari Kaltim Pamerkan Produk UMKM Unggulan, Siap Tembus Pasar Internasional

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) menampilkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan dalam pameran yang digelar di Jakarta. Produk-produk tersebut merupakan hasil karya UMKM binaan dari 10 cabang Bhayangkari Polres di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Ketua Urusan UMKM Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, Ineke, mengatakan seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil kurasi dari masing-masing cabang Bhayangkari yang membawa produk khas daerahnya.
“Setiap cabang Bhayangkari dari Polres di Kalimantan Timur membawa produk unggulan daerah masing-masing, kemudian kami satukan dalam pameran ini agar masyarakat bisa melihat keberagaman hasil karya UMKM Kaltim,” kata Ineke di sela pameran di Jakarta.
Ia menjelaskan, berbagai produk yang dipamerkan antara lain tas, vest, celana, koper, hingga aneka kerajinan tangan berbahan dasar rotan yang menjadi salah satu ciri khas Kalimantan Timur. Menurutnya, dibandingkan pameran sebelumnya, kualitas dan desain produk tahun ini semakin berkembang dengan sentuhan inovasi yang mengikuti tren pasar.
Selain mengedepankan kualitas, sejumlah produk juga mengangkat identitas budaya dan kekayaan alam Kalimantan Timur, termasuk ornamen khas Ibu Kota Nusantara (IKN). Beberapa produk menampilkan motif Burung Enggang sebagai simbol budaya Kalimantan, serta suvenir bergambar Beruang Madu yang menjadi ikon Kota Balikpapan.

Ineke mengatakan pemasaran produk UMKM binaan Bhayangkari Kaltim saat ini masih berfokus pada pasar dalam negeri. Namun, pihaknya tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor melalui kolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Ke depan kami berencana mengikuti kegiatan promosi UMKM di Malaysia pada September mendatang bersama BRI. Harapannya produk-produk UMKM binaan Bhayangkari Kaltim bisa mulai dikenal di pasar internasional,” ujarnya.

Produk-produk yang dipamerkan dipasarkan dengan harga yang bervariasi, mulai sekitar Rp100 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, bergantung pada jenis produk, bahan baku, dan tingkat kerumitan proses pembuatannya.

Melalui pameran tersebut, Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur berharap produk-produk UMKM lokal semakin dikenal masyarakat luas, mampu memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapan kami tentu produk-produk UMKM binaan Bhayangkari maupun UMKM daerah secara umum semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu memberikan manfaat bagi para pelaku usaha di Kalimantan Timur,” tutur Ineke.

Continue Reading

Metro

IPB Terjunkan Mahasiswa KKNT di Desa Pandowan, Kulon Progo, Usung Inovasi untuk Desa Berkelanjutan

Published

on

By

KULON PROGO – Karya post.com,20/7/2026, Kalurahan Pandowan, Kapanewon Galur, kini tengah bersiap melangkah menjadi pelopor desa mandiri di Kulon Progo. Melalui program pengabdian masyarakat selama 40 hari, 8 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB) ditempatkan di Pedukuhan Prembulan akan menancapkan fondasi kuat dalam optimalisasi potensi lokal dan modernisasi tata kelola desa.

KKNT Inovasi IPB Desa Pandowan 2026 mengusung tema “Pandowan Berkarya: Pertanian Inovatif, Edukasi Sains dan Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”, dengan harapan dapat menghadirkan berbagai program kerja yang mampu menjawab tantangan di bidang pertanian, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Mahasiswa IPB berangkat dengan membawa berbagai program kerja, mulai dari menyulap berbagai limbah rumah tangga menjadi berkah, pembuatan peta administrasi Desa Pandowan, fasilitas bimbingan belajar bagi siswa siswi Sekolah Dasar di Desa Pandowan, dan beberapa kegiatan menarik yang akan dilaksanakan di SD Negeri Prembulan seperti praktikum eksperimen kimia sederhana, pembuatan pohon harapan dan kegiatan menarik lainnya. Selain itu, akan ada kegiatan puncak ketika masa KKN akan berakhir berupa Jalan Pagi Sehat (JAPAS), senam, perlombaan, dan akan ada nonton bersama “_After Movie_ KKNT Inovasi IPB Desa Pandowan 2026”.

Perwakilan KKNT IPB Desa Pandowan, Ganesha Harrymurti, mengungkapkan bahwa seluruh program yang dirancang bukan sekadar untuk memenuhi tugas akademis, melainkan investasi jangka panjang untuk masyarakat.
“Harapan besar kami, kami dapat berdampak baik dan bisa diterima dari berbagai program kerja kami” ujar Ganesha selaku Koordinator Desa kelompok KKNT IPB Desa Pandowan.

Gayung bersambut, langkah konkret para mahasiswa ini mendapat dukungan tinggi dari Pemerintah Kalurahan setempat. Lurah Pandowan, Budi Santoso, menyatakan rasa bangga dan menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program ini.

Selama 40 hari ke depan, berbagai program tersebut akan dijalankan secara bertahap bersama masyarakat dengan mengedepankan prinsip partisipatif dan keberlanjutan. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan warga, KKNT Inovasi IPB 2026 diharapkan mampu menjadi katalis lahirnya inovasi-inovasi lokal yang berdampak nyata serta memperkuat langkah Kalurahan Pandowan menuju desa yang berdaya, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Mahasiswa KKN IPB Tiara Kinar Oktavian

Continue Reading

Trending