Connect with us

TNI / Polri

TNI AL Lanal Lhokseumawe Berikan Edukasi Dasar Bela Negara dan Kebaharian Kepada Mahasiswa Almuslim Bireun

Published

on

TNI AL, Aceh Utara,- Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe menerima kunjungan 26 Mahasiswa/i dan 3 dosen pendamping dari Universitas Almuslim Bireun, kedatangan mereka disambut oleh Perwira Pelaksana (Palaksa) Letkol Laut (KH) Irfan Hasibuan, S.Sos., M.M., di Mako Lanal Lhokseumawe, Palo Igeuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (31/1/2024).

Kunjungan Mahasiswa Almuslim Bireun Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Almuslim bersama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional tersebut ke Mako Lanal Lhokseumawe semata untuk belajar tentang Bela Negara dan pengetahuan mendalam soal Kebaharian.

Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto melalui Palaksa Lanal Lhokseumawe dalam sambutannya mengatakan “TNI Angkatan Laut khususnya Lanal Lhokseumawe senantiasa siap sedia menyukseskan dan mengawal setiap kebijakan pemerintah dalam membangun sektor kelautan, termasuk didalamnya memberikan perhatian terhadap pembentukan generasi bahari lewat program pembinaan dan pendidikan, seperti yang dilaksanakan sekarang lewat kegiatan pentingnya wawasan kebaharian dan pengenalan pelatihan pendidikan dasar-dasar bela negara,” ucapnya.

Untuk memahami betapa pentingnya kesadaran bela negara dan pengetahuan kebaharian yang perlu ditanamkan sejak dini, karena dari pemahaman tersebut akan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air, dan visi untuk mempertahankan kedaulatan bangsa serta mengisi kemerdekaan lewat karya-karya nyata terutama pembangunan sektor kelautan.

Kegiatan ini selaras dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, yakni “Dimanapun berada TNI AL harus memberikan manfaat kepada rakyat”.

Bukan hanya memberikan materi tentang pentingnya pengetahuan Bela Negara dan Kebaharian, Palaksa juga mengajak Mahasiswa/i tour ke KRI Tuna-876 yang saat ini sedang bersandar di Pelabuhan Umun Krueng Geukuh guna memperkenalkan pengoperasian dan alat tempur Milik TNI AL.

Dua mahasiswi pertukaran dari Jepang Akane dan Hikari mengaku sangat senang karena bisa mempelajari hal baru yang didapatkannya tentang kegiatan ini, “Kami merasa senang dan bangga karena kegiatan ini kami mendapatkan hal baru dari Indonesia, Prajurit TNI AL nya juga ramah tanpa melihat melihat kami ini dari mana, kami merasa kami ini seperti orang pribumi, dan tentunya ini menambah pengetahuan kami tentang bahari dan Bela Negara dari Indonesia,” tutur Akane.

Dosen Universitas Almuslim Al Azhar, S.S., M.Sos., berterima kasih kepada pihak Lanal Lhokseumawe karena sudah memberikan ilmu kepada mahasiswanya penjelasan tentang pemahaman arti penting dari Bela Negara dan pentingnya menjaga ekosistem laut melalui penyampaian materi kebaharian dan pemetaan laut untuk keamanan navigasi pelayaran di Perairan Indonesia yang dipaparkan oleh Palaksa Lanal Lhokseumawe.

Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto melalui Palaksa Lanal Lhokseumwe Letkol Laut (KH) Irfan Hasibuan berharap bahwa apa yang sudah disampaikan tadi bisa dipraktekan dan bisa menjadi pedoman bagi adik-adik mahasiswa dalam kehidupan bernegara dan bersosial.

(Pen Lanal Lhokseumawe)

Continue Reading

TNI / Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Ormas, OKP, Mahasiswa 

Published

on

By

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan Ormas, OKP, mahasiswa hingga masyarakat sipil.

Dalam kesempatan ini, Sigit menyerukan untuk menjaga nilai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.Menurut Sigit, menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa, merupakan kunci utama dalam mendukung dan menyukseskan seluruh program Pemerintah Indonesia.

“Tentunya kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk terus merajut persatuan dan kesatuan untuk bisa mendukung apa yang menjadi program pemerintah dalam rangka mewujudkan program-program Asta Cita,” kata Sigit di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Sigit juga menyinggung soal dinamika situasi global yang sedang tidak baik-baik saja dan berpotensi berimplikasi ke dalam negeri.

“Artinya kita tentunya harus terus bersiap-siap menghadapi implikasi dari dampak global dan tentunya kita butuh persatuan dan kesatuan,” ujar Sigit.Di sisi lain, Sigit memastikan bahwa, institusi Polri tetap memberikan ruang kepada mahasiswa dan pemuda untuk tetap menyalurkan aspirasinya.

Mengingat, hal tersebut adalah bagian dari demokrasi.”Namun di satu sisi ada satu titik di mana kita bersama-sama harus bersatu, bahu-membahu untuk menjaga agar negara ini tetap bisa bertumbuh dengan baik karena stabilitas kamtibmas itu menjadi salah satu modal utama sebagai prasyarat untuk kita bisa melaksanakan pembangunan,” ucap Sigit.

Menurut Sigit, Polri bakal tetap memberikan pelayanan terbaik kepada generasi penerus bangsa untuk menyampaikan suaranya. Bahkan, Ia juga menegaskan Korps Bhayangkara selalu terbuka terhadap kritik.

“Polri siap juga untuk selalu dievaluasi dan dikritik untuk supaya bisa mengantarkan Polri ini sesuai dengan mandat dan amanat reformasi menjadi civilian police yang bisa dekat dan dicintai masyarakat,” tutur Sigit.

Dengan terjaganya iklim demokrasi dan situasi kamtibmas yang sehat serta kondusif, Sigit menyebut, hal tersebut bisa mewujudkan visi bersama Indonesia Emas 2045.”Oleh karena itu, saya titip agar institusi ini terus dijaga dan dirawat sehingga kita bersama-sama bisa menjaga, bisa mengarah, dan mewujudkan apa yang menjadi cita-cita besar bangsa kita mencapai tujuan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.

Continue Reading

TNI / Polri

Perkuat Kepemimpinan Satuan, Kasad Bekali Calon Komandan TNI AD

Published

on

By

BANDUNG, – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. memberikan pembekalan kepada peserta pendidikan calon komandan satuan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD, Bandung, Rabu (25/2/2026). Pembekalan ini bertujuan memperkuat kepemimpinan satuan serta menyiapkan perwira yang berintegritas dan profesional dalam membangun institusi dan negara.

Peserta pembekalan terdiri dari siswa Pendidikan Komandan Korem (Dikdanrem), Komandan Rindam (Dikdanrindam), Komandan Brigade (Dikdanbrig), Komandan Kodim (Dikdandim), Komandan Batalyon (Dikdanyon), Wakil Komandan Batalyon (Dikwadanyon), serta Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) Infanteri.

Dalam pembekalannya, Kasad menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kejuangan. Setiap perwira TNI AD dituntut memiliki integritas moral, loyalitas, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat di tengah dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks.

Kasad juga menyampaikan bahwa para perwira yang saat ini menjalani pendidikan calon komandan satuan ini, kelak akan menjadi juru bicara pemerintah dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Saya sangat antusias dengan kebijakan Presiden sekarang, supaya jangan ada lagi ilegal-ilegal. Jadi ini harus kita mengerti semua. Anda akan menyebar di seluruh Indonesia, orang-orang di daerah berharap, anda dapat menjadi sumber informasi, sehingga seluruh masyarakat memiliki kesamaan pemahaman untuk mempertahan kan NKRI,“ ujar Kasad.

Ditegaskan pula bahwa para siswa merupakan calon-calon pemimpin satuan di masa depan yang akan menentukan keberhasilan pembinaan personel dan kesiapan operasional satuan. Oleh karena itu, proses pembinaan dan kemampuan para calon komandan satuan yang sedang dijalani harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, kemampuan dasar keprajuritan.

Menurut Kasad, profesionalisme prajurit TNI AD harus senantiasa dibangun sejalan dengan kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan strategis. Para perwira diharapkan mampu memahami mekanisme latihan dan perlengkapan latihan serta menguasai taktik dan strategi sesuai perkembangan dinamika global. Ia juga mengingatkan pentingnya peran perwira sebagai teladan bagi anggotanya. Keteladanan dalam disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarga menjadi faktor kunci dalam menciptakan soliditas dan moril satuan yang kuat dengan landasan loyalitas tegak lurus. *(Dispenad)*

Continue Reading

TNI / Polri

Kapolri Gelar Bukber Bareng Media, Tegaskan: Suara Pers adalah Jeritan Publik yang Wajib Direspons

Published

on

By

Jakarta – Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya sinergi Polri dan media sebagai representasi suara publik.
Jakarta Selatan | sorottoday.id – Momentum Ramadan dimanfaatkan Listyo Sigit Prabowo untuk mempererat soliditas dengan insan pers. Dalam suasana hangat buka puasa bersama di Rupatama Mabes Kepolisian Negara Republik Indonesia, Rabu (25/2/2026), Kapolri menegaskan satu pesan kuat, media adalah representasi suara rakyat yang tidak boleh diabaikan.

Acara yang dihadiri berbagai perwakilan media nasional itu menjadi panggung penegasan komitmen Polri terhadap keterbukaan informasi dan respons cepat atas setiap aspirasi publik.

“Kami menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar. Kewajiban kami sebagai institusi Polri adalah melaksanakan amanah sebagaimana yang diserukan oleh suara publik yang diwakili oleh rekan-rekan media,” tegas Kapolri.

Dalam arahannya, Kapolri secara lugas menginstruksikan seluruh jajaran untuk tidak menganggap remeh setiap pemberitaan media. Menurutnya, laporan sekecil apa pun bisa menjadi indikator adanya persoalan riil di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa pemberitaan bukan sekadar narasi, melainkan refleksi keresahan, keluhan, bahkan jeritan warga yang menuntut penyelesaian konkret.

“Tolong seluruh jajaran, sekecil apa pun suara dari teman-teman media, itu adalah jeritan dari masyarakat. Mau tidak mau kita harus melakukan langkah cepat, respons cepat untuk menanggapi,” ujarnya dengan nada tegas.

Lebih jauh, Listyo Sigit berharap hubungan sinergis antara Polri dan media terus diperkuat. Baginya, sinergi ini bukan hanya soal komunikasi, tetapi tentang membangun kebijakan dan tindakan yang benar-benar berpijak pada kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa respons kepolisian di lapangan harus lahir dari hasil mendengar dan memahami suara publik, bukan sekadar inisiatif sepihak institusi.

“Sehingga ke depan, respons kita bukan respons karena keinginan sendiri, tapi betul-betul respons di lapangan yang bergerak karena kita mendengarkan suara publik yang disuarakan oleh rekan-rekan media,” jelasnya.

Continue Reading

Trending