Connect with us

Metro

“SELAGI PUNYA WAKTU” Ade Govinda memilih Sammy Simorangkir

Published

on

Mengapa Ade Govinda memilih Sammy Simorangkir? Dan untuk apa?! Ya, di awal tahun 2024 ini Ade Govinda memilih Sammy Simorangkir untuk berduet dalam lagu “SELAGI PUNYA WAKTU”. “Lagu ini bercerita dan sebagai pengingat, dimana biasanya seseorang akan merasa sedih, kecewa dan kehilangan pada saat ia benar-benar sudah kehilangan cinta tersebut.” Kata Ade Govinda selaku pencipta lagu ini. Ade menambahkan pesan bahwa “Selagi punya waktu, gunakanlah waktu tersebut sebaik-baiknya dengan pasangan, karena cinta tak hanya kata, namun butuh tindakan nyata!”.

Mengapa Sammy Simorangkir? Ade pun menjelaskan mengapa ia memilih Sammy sebagai rekan duetnya, karena pada saat pandemic covid-19, mereka pernah bertemu untuk mengisi sebuah acara live di salah satu platform, dimana pada saat itu ia dan Sammy membawakan salah satu ciptaan nya yaitu “Terpukau” yang mendapatkan respon yang luar biasa dan viral di semua social media platform.

Semenjak itu banyak komentar, baik di social media milik Ade Govinda ataupun Sammy Simorangkir agar mereka berkolaborasi. Dan akhirnya di awal 2024 hal itu dapat ter-realisasi sebagai jawaban dari komentar-komentar tersebut. Sammy pun menambahkan bahwa bekerjasama dengan Ade Govinda merupakan impian dan tantangan bagi Sammy, karena tak pernah terpikirkan oleh Sammy menyanyikan sebuah lagu yang sedikit di luar genre musiknya!

Dan Sammy merasa langsung “klik” ketika mendengarkan “Selagi Punya Waktu” untuk pertama kali, dimana di lagu ini Sammy bernyanyi tidak seperti biasanya, namun ia tetap bisa mengimbangi dan mempercantik lagu yang mewah tersebut, dengan tetap mempertahankan karakter seorang Sammy Simorangkir.

Dan Sammy pun sangat senang dan bangga bisa bekerjasama dengan Ade Govinda, dan berharap lagu ini dapat membawa berkah bagi banyak orang dan menjadi cerita hidup yang nyata. Kolaborasi ini akan menjadi sebuah kolaborasi yang sangat ditunggu oleh penikmat musik di Tanah Air, mengingat Ade Govinda adalah seorang musisi yang telah menciptakan banyak lagu “HITS” baik untuk band nya ataupun penyanyi lain. Dan Sammy Simorangkir, seorang solois pria yang sudah lama mencetak banyak single “HITS” yang sudah melalang buana di industri musik Tanah Air, dengan karakter vokalnya yang khas.

Dan kolaborasi ini ternyata bukan hanya menjadi kolaborasi antara Ade Govinda dan Sammy Simorangkir saja, namun ternyata juga sebagai pembuka kerjasama antara 2 (dua) label yaitu MyMusic Records, label musik tempat Ade Govinda bernaung, dan PRO-M, label musik dari Sammy Simorangkir. Besar harapan lagu ini dapat memberikan inspirasi bagi para pendengar dan penikmat musik di Tanah Air, dan menjadi soundtrack dalam kehidupan orang banyak. Salam musik Indonesia.

Song Credit Title
Artist : Ade Govinda, Sammy Simorangkir
Title : Selagi Punya Waktu
Producer : William Chow
Composer : Ade Govinda
Music Producer : Ade Govinda
Mixed by : Jones Roma
Mastered by : Stephan Santoso
Label : MyMusic Records & Pro M
Publisher : Kreatif Indigo Musik

Continue Reading

Metro

Deden Rumaji: Rakernas I Titik Awal Perjalanan Politik Gerakan Rakyat

Published

on

By

Jakarta, 17 Januari 2026 — Ketua DPW Gerakan Rakyat Jawa Barat, Deden Rumaji, menegaskan bahwa Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi perjalanan organisasi menuju tahapan perjuangan yang lebih strategis. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan awak media pada hari pertama Rakernas I Gerakan Rakyat 2026 yang digelar pada 17–18 Januari 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (17/1).

Rakernas perdana ini mengusung tema Keadilan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia, sebagai penegasan komitmen Gerakan Rakyat dalam memperjuangkan keadilan lingkungan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Deden Rumaji menyampaikan bahwa kehadiran DPW Gerakan Rakyat Jawa Barat dalam Rakernas I merupakan bentuk kesungguhan dan komitmen daerah dalam mendukung agenda nasional Gerakan Rakyat. Ia menyebut, seluruh jajaran dari berbagai wilayah di Indonesia hadir ke Jakarta dengan membawa harapan, cita-cita, serta keinginan yang sama, yakni menjadikan Rakernas sebagai momentum penting untuk memberi dan mendapatkan gagasan strategis bagi masa depan gerakan.

Menurut Deden, selama kurang lebih satu tahun terakhir, Gerakan Rakyat masih berbentuk perkumpulan atau organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum. Dalam periode tersebut, fokus utama gerakan adalah membangun infrastruktur organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, hingga kecamatan.

“Alhamdulillah, untuk Jawa Barat pembangunan infrastruktur organisasi sudah tuntas seratus persen. Struktur dari DPW, DPD, hingga tingkat kecamatan telah terbentuk dan berjalan,” ujar Deden.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur organisasi tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi awal untuk melanjutkan perjuangan Gerakan Rakyat ke tahap berikutnya yang lebih besar dan strategis.

Rakernas I, lanjut Deden, menjadi ruang pertemuan penting antara kekuatan daerah dengan Dewan Pimpinan Pusat, sekaligus forum untuk bertemu tokoh inspirasi nasional yang selama ini menjadi simbol harapan perubahan bagi rakyat, yakni Anies Baswedan.

Deden menilai, pertemuan ini menandai langkah awal Gerakan Rakyat dalam menentukan arah perjuangan selanjutnya. Salah satu agenda utama yang dinilai sangat krusial adalah pembahasan dan pengambilan keputusan terkait transformasi Gerakan Rakyat dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik.

“Hari ini kami sampaikan bahwa sudah saatnya Gerakan Rakyat melangkah lebih jauh. Cita-cita kami adalah pada tahun 2029 Gerakan Rakyat sudah sah menjadi partai politik dan menjadi peserta pemilu,” tegasnya.

Ia menambahkan, esensi utama Rakernas I Gerakan Rakyat 2026 adalah bagaimana merumuskan langkah konkret dan konstitusional agar Gerakan Rakyat dapat beralih status menjadi partai politik, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Deden, sebelum mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gerakan Rakyat harus terlebih dahulu memastikan status hukum sebagai partai politik yang sah. Oleh karena itu, Rakernas menjadi momentum yang tepat untuk menyatukan pandangan seluruh daerah agar keputusan strategis tersebut dapat diambil secara kolektif.

“Harapan kami dari Jawa Barat, Rakernas ini bisa memutuskan secara tegas bahwa Gerakan Rakyat berubah menjadi partai politik. Ini bukan sekadar ambisi, tetapi bagian dari perjuangan yang lebih besar untuk menghadirkan perubahan,” ungkapnya.

Deden menekankan bahwa tujuan Gerakan Rakyat bukan semata-mata memenangkan figur atau kepentingan sesaat, melainkan membawa misi perubahan yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia agar menjadi lebih baik dari kondisi saat ini.

Ia menegaskan bahwa meskipun saat ini Gerakan Rakyat masih berstatus organisasi kemasyarakatan berbadan hukum, Rakernas I menjadi titik awal transformasi menuju partai politik yang siap berkompetisi dalam pemilihan umum mendatang.

Rakernas I Gerakan Rakyat 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan agenda utama konsolidasi nasional, evaluasi pembangunan struktur organisasi, perumusan program kerja strategis, serta penentuan arah politik Gerakan Rakyat dalam memperjuangkan keadilan ekologis, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat.

Dengan kesiapan struktur dan soliditas kader di Jawa Barat, Deden Rumaji optimistis Gerakan Rakyat mampu melangkah ke fase baru sebagai kekuatan politik yang sah, konstitusional, dan berpihak pada kepentingan rakyat serta masa depan Indonesia yang lebih baik.

Continue Reading

Metro

Cecep Muhammad Yasin Ketua Dewan Penasehat DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur Hadiri Rakernas I Tahun 2026

Published

on

By

Jakarta — Ketua Dewan Penasehat DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur, Cecep Muhammad Yasin, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 Gerakan Rakyat yang digelar di Hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Rakernas perdana ini mengusung tema “Keadilan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia”, sebagai penegasan komitmen organisasi terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

Rakernas I 2026 menjadi momentum konsolidasi nasional Ormas Gerakan Rakyat, organisasi masyarakat yang lahir dari para relawan pendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Di bawah kepemimpinan Sahrin Hamid, Gerakan Rakyat bertujuan memperkuat basis dukungan, mewadahi aspirasi rakyat, serta melanjutkan gagasan perubahan. Ke depan, organisasi ini juga membuka peluang untuk bertransformasi menjadi partai politik dalam menghadapi Pilpres 2029.

Dalam kesempatan tersebut, Cecep Muhammad Yasin menyampaikan laporan perkembangan organisasi dari Jawa Timur. Ia mengungkapkan bahwa struktur Gerakan Rakyat di tingkat daerah di Jawa Timur telah terbentuk secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, seluruh DPD Gerakan Rakyat se-Jawa Timur sudah 100 persen terbentuk. Untuk struktur di tingkat kecamatan juga sudah mencapai sekitar 80 persen,” ujar Cecep.

Cecep juga menyoroti dinamika strategis organisasi terkait arah Gerakan Rakyat ke depan, apakah tetap sebagai organisasi kemasyarakatan atau bertransformasi menjadi partai politik. Menurutnya, kedua opsi tersebut sama-sama memiliki nilai strategis.

“Ada dua isu utama, tetap menjadi ormas atau menjadi partai politik. Keduanya secara politik sama-sama baik. Namun kami di daerah meyakini bahwa keputusan terbaik berada di tangan Mas Anies Baswedan dan Ketua Umum Sahrin Hamid,” jelasnya.

Meski demikian, Cecep menyampaikan aspirasi dari Jawa Timur yang mengharapkan adanya kejelasan arah organisasi, terutama terkait kemungkinan transformasi menjadi partai politik.

“Harapan dari Jawa Timur, Gerakan Rakyat bisa menjadi partai politik karena daya serap dan ruang perjuangannya lebih besar dibandingkan ormas,” katanya.

Selain itu, Cecep juga menekankan pentingnya pembenahan sistem demokrasi nasional. Ia mendorong penerapan e-voting sebagai upaya menciptakan pemilu yang lebih transparan, jujur, dan adil.

“Kami berharap Gerakan Rakyat dapat mendesak pemerintah untuk benar-benar mewujudkan pemilu yang jujur dan adil, salah satunya melalui penerapan e-voting secara terbuka agar rakyat mengetahui perolehan suara yang sesungguhnya,” tegas Cecep.

Rakernas I 2026 Gerakan Rakyat diharapkan menjadi tonggak penting dalam merumuskan langkah strategis organisasi, baik dalam memperjuangkan keadilan ekologis maupun dalam memperkuat demokrasi yang berintegritas di Indonesia.

Continue Reading

Metro

Agus Santosa Ketua DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur Hadiri Rakernas I Tahun 2026

Published

on

By

Jakarta — Ketua DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur, Agus Santosa, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 Gerakan Rakyat yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Rakernas perdana ini mengusung tema “Keadilan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia”, sebagai penegasan komitmen Gerakan Rakyat terhadap isu lingkungan dan masa depan bangsa.

Agus Santoso menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Rakernas pertama Gerakan Rakyat yang dinilainya menjadi momentum penting konsolidasi nasional. Ia menyebut DPW Jawa Timur hadir dengan kekuatan besar sebagai bentuk keseriusan dalam membangun gerakan.

“Kami sangat mengapresiasi Rakernas perdana ini. Dari Jawa Timur, kami datang hampir 40 orang rombongan. Ini menunjukkan semangat dan komitmen kami untuk terus bergerak bersama,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan wilayah dengan struktur organisasi terkuat di Indonesia. Saat ini, Gerakan Rakyat Jawa Timur memiliki 38 DPD dan menjangkau sekitar 3.300 kecamatan, menjadikannya basis terbesar secara nasional.

“Kami adalah DPD terbanyak se-Indonesia. Konsolidasi kami lakukan setiap hari, turun langsung ke DPD dan DPC se-Jawa Timur. Kami tetap solid untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan DPP,” tegasnya.

Rakernas ini juga menjadi ruang strategis bagi DPW dan DPW se-Indonesia untuk saling mengenal, bertukar gagasan, serta memperkuat soliditas gerakan ke depan.

“Di Rakernas ini kami bisa bertemu dan berkenalan dengan DPW lain dari seluruh Indonesia. Dari yang sebelumnya belum saling mengenal, kini kami semakin solid untuk menyatukan langkah dan target perjuangan,” tambah Agus.

Terkait arah perjuangan politik, Agus secara terbuka menyampaikan bahwa Gerakan Rakyat terus memantapkan konsolidasi nasional guna mendukung Anies Baswedan sebagai figur perubahan.

“Target kami ke depan jelas, memperkuat gerakan rakyat dan terus solid untuk mengusung Pak Anies sebagai Presiden,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Gerakan Rakyat ke depan dapat bertransformasi menjadi kekuatan politik formal.

“Harapan kami, Gerakan Rakyat terus melakukan konsolidasi dan ke depan bisa menjadi partai politik, agar pada 2029 dapat tampil dan mengusung Pak Anies menjadi Presiden,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Ormas Gerakan Rakyat merupakan organisasi masyarakat yang lahir dari para relawan pendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Dipimpin oleh Sahrin Hamid, Gerakan Rakyat bertujuan memperkuat basis dukungan, mewadahi aspirasi rakyat, serta melanjutkan gagasan perubahan. Ke depan, organisasi ini juga berpotensi bertransformasi menjadi partai politik dalam menghadapi Pilpres 2029, dengan pendaftaran anggota yang dapat diakses melalui situs web resminya.

Continue Reading

Trending