Connect with us

Metro

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Apel Pengamanan Malam Idul Adha, Patroli Skala Besar Jaga Kondusifitas Wilayah

Published

on

TANGERANG – Ratusan personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, Senkom dan Pokdarkamtibmas di Kota Tangerang siap mengamankan pelaksanaan malam takbiran Idul Adha 1445 Hijriah tahun 2024, Minggu (16/6/2024) malam WIB.

 

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho diwakili oleh Waka Polres, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang memimpin langsung apel dalam rangka persiapan pengamanan malam takbiran Idul Adha dan sholat Ied 1445 H, di halaman Mapolres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.

 

“Apel malam hari ini, dalam rangka pengamanan malam takbiran idul adha 1445 hijriah tahun 2024, Kami melibatkan 320 personel gabungan,” kata Waka Polres kepada wartawan usai apel. Minggu, (16/6/2024).

 

Disampaikan Yolanda, apel kesiapan pengamanan malam lebaran Idul Adha 1445 Hijriah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengecek kesiapan personil dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

 

“Pengamanan dilakukan tidak hanya di malam takbiran saja. Tetapi hingga besok pada pelaksanaan salat idul adha di masjid-masjid yang dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban,” terangnya.

 

Kendati demikian, khusus di malam takbir Idul Adha 144 H ini. Personel gabungan akan melaksanakan patroli dalam skala besar. Tim akan dibagi berpatroli di titik-titik pusat keramaian di Kota Tangerang telah ditentukan.

 

“Ada 61 titik yang akan dipantau petugas gabungan. Termasuk kami mensiagakan personel di pos-pos pantau yang sudah ada dan itu menjadi kegiatan rutin kepolisian,” ungkapnya.

 

Menurut, Waka Polres berdasarkan laporan dan pantauan di lapangan, beberapa kegiatan masyarakat khusus di malam takbir idul adha 1445 hijriah tahun ini tidak se-masif hari raya lebaran idul fitri.

 

Lanjutnya, dari hasil laporan diketahui tidak banyak kegiatan masyarakat di jalan-jalan untuk melaksanakan takbir keliling. Masyarakat lebih melaksanakan takbiran di masjid,-masjid, musholla dan rumah masing-masing.

 

“Namun kembali lagi, kita tidak boleh underestimate dengan kegiatan-kegiatan masyarakat. Dengan patroli skala besar ini kami (polisi) dapat memantau langsung kegiatan masyarakat malam ini dan insyaallah, harkamtibmas akan berjalan kondusif,” jelasnya.

 

Sementara Pj Walikota Tangerang, Nurdin yang hadir turut apel gabungan di Mapolres Metro Tangerang Kota mengungkapkan pengamanan kegiatan keagamaan pada momen lebaran idul adha tahun 2024 adalah upaya TNI-Polri bersama Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

“Kami (Pemkot) bersama TNI-Polri, akan berupaya agar masyarakat dapat merasakan ketertiban dan kenyamanan,” kata Pj Walikota.

 

Senada dengan Waka Polres, menurut Nurdin, konsentrasi masyarakat dalam perayaan malam takbiran idul adha 1445 H masih dalam situasi yang kondusif.

 

“Dengan semangat berkurban akan membangkitkan nilai-nilai berbagi bersama, memajukan Kota Tangerang dengan memberikan sumbangsih terbaik. Termasuk para ASN dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kota Tangerang,” pesan Idul Adha disampaikan Pj Walikota Tangerang itu.

Continue Reading

Metro

Ketua Umum PB PSUI Prof. Tubagus Bahrudin Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya H. Rachmat Gobel

Published

on

By

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Santri dan Ulama Indonesia (PB PSUI), Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya H. Rachmat Gobel. Menurutnya, kepergian almarhum merupakan duka bagi keluarga, sahabat, dan seluruh pihak yang mengenal dedikasi serta pengabdiannya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar PB Persatuan Santri dan Ulama Indonesia, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya H. Rachmat Gobel. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Prof. Tubagus Bahrudin dalam keterangannya, Jumat.
Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Prof. Tubagus Bahrudin menilai setiap pengabdian yang telah diberikan almarhum selama hidup akan menjadi warisan keteladanan yang patut dikenang. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan almarhum agar memperoleh husnul khatimah.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Mari kita bersama-sama mengirimkan doa terbaik untuk almarhum. Semoga segala amal baiknya diterima Allah SWT dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.
Ucapan belasungkawa tersebut menjadi bentuk empati dan solidaritas PB Persatuan Santri dan Ulama Indonesia kepada keluarga besar almarhum, seraya berharap seluruh pihak diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

Continue Reading

Metro

Prof. Sofyan Sitompul: Integritas Moral Jadi Kunci Membangun Ekosistem Keadilan di Indonesia

Published

on

By

JAKARTA –  Mantan Hakim Agung yang juga mewakili Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Sofyan Sitompul, M.H., menegaskan bahwa pembenahan sistem hukum di Indonesia tidak cukup hanya melalui penyempurnaan regulasi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia, terutama integritas moral para penegak hukum, menjadi faktor paling menentukan dalam mewujudkan keadilan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Simposium Nasional bertajuk “Membangun Ekosistem Keadilan: Integrasi Penegakan Hukum, Profesi Advokat, dan Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan oleh PERADI Profesional bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas penguatan sistem penegakan hukum secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Dalam pemaparannya, Prof. Sofyan mengingatkan kembali pentingnya peran empat pilar Catur Wangsa Penegak Hukum, yakni kepolisian, kejaksaan, kehakiman, dan advokat. Ia menilai, keberhasilan penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi sangat bergantung pada integritas dan karakter manusia yang menjalankan sistem tersebut.

Continue Reading

Metro

Korupsi adalah Pengkhianatan terhadap Amanah: Halaqoh BEM Pesantren Dukung Polri menegakan Hukum yang Adil, Tegas, dan Tanpa Tebang Pilih

Published

on

By

Jakarta – Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia menyatakan dukungan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut secara profesional, transparan, independen, dan sesuai hukum setiap dugaan tindak pidana korupsi maupun tindak pidana pencucian uang (TPPU), termasuk apabila terdapat laporan atau dugaan yang melibatkan Febrie Adriansyah.

Sebagai organisasi mahasiswa pesantren, “kami berpandangan bahwa korupsi bukan hanya merupakan kejahatan terhadap negara, tetapi juga merupakan pengkhianatan terhadap amanah Allah SWT, amanah rakyat, dan amanah jabatan,”ungkap Ahmad Syamsul Munir selaku PRESNAS/koordinator pusat Bem Pesantren kepada media, Rabu (9/7/2026) di Jakarta.

Lebih lanjut, Koorpus BEM Pesantren menegaskan, bahwa korupsi merampas hak masyarakat, memperlebar kesenjangan sosial, menghambat pembangunan, serta mencederai nilai-nilai keadilan yang menjadi tujuan syariat Islam (maqāṣid al-syarī‘ah).

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisa’ [4]: 58).

Firman Allah SWT:
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 188).

Rasulullah SAW bersabda: “Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayakan amanah kepadamu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak beriman orang yang tidak dapat dipercaya (tidak amanah).” (HR. Ahmad).

PRESNAS/koorpus Bem Pesantren juga mengungkapkan, bahwa nilai-nilai tersebut menegaskan bahwa amanah dan kejujuran merupakan fondasi kepemimpinan dalam Islam.

“Setiap jabatan adalah titipan yang akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan hukum negara, tetapi juga di hadapan Allah SWT.

“Abu Hamid al-Ghazali dalam pemikirannya menjelaskan bahwa pemimpin adalah penjaga kemaslahatan umat,” sebut Ahmad Syamsul Munir

Dia menegaskan, penyalahgunaan kekuasaan dan harta publik merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang merusak tatanan masyarakat.

“Demikian pula Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan keadilan,” ucapnya.

Menurut beliau, keadilan merupakan dasar tegaknya negara, sedangkan kezaliman dan pengkhianatan terhadap amanah akan menghancurkan kehidupan masyarakat.

Berdasarkan nilai-nilai tersebut, Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mendukung Polri mengusut setiap dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU secara profesional, objektif, transparan, independen, dan tanpa pandang bulu.

2. Mengecam segala bentuk korupsi sebagai pengkhianatan terhadap amanah rakyat, pelanggaran hukum negara, dan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

3. Mengajak seluruh penyelenggara negara untuk menjadikan kejujuran, amanah, dan integritas sebagai prinsip utama dalam menjalankan jabatan.

4. Mengimbau masyarakat untuk mengawal proses penegakan hukum secara objektif serta menghormati asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

5. Mendorong seluruh aparat penegak hukum agar bekerja secara adil, profesional, bebas dari intervensi, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Kami meyakini bahwa Indonesia yang bersih dari korupsi hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa menjunjung tinggi nilai kejujuran, amanah, dan keadilan sebagaimana diajarkan oleh agama dan dijamin oleh konstitusi,” tegas Ahmad Syamsul Munir.

Dia tambahkan, penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga kepercayaan rakyat serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Amanah adalah kehormatan seorang pemimpin. Ketika amanah dikhianati, bukan hanya hukum yang dilukai, tetapi juga nilai agama, keadilan, dan harapan rakyat,” pungkas Ahmad Syamsul Munir, menutup. (Suharto)

Continue Reading

Trending