Connect with us

Metro

KulineRun Nanggulan Meriahkan Kulon Progo, Perkuat Semangat Sportivitas, Persaudaraan, dan Kebangkitan Wisata Daera

Published

on

KULON PROGO — karyapost.com, Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kegembiraan mewarnai pelaksanaan Event KulineRun Nanggulan yang digelar di Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan yang memadukan olahraga lari dengan promosi wisata dan kuliner khas Kulon Progo tersebut berhasil menarik antusiasme kurang lebih 800 peserta dari berbagai daerah.

Sejak pagi hari, para peserta tampak memadati lokasi kegiatan dengan penuh semangat dan antusias. Tidak hanya menjadi ajang olahraga, KulineRun Nanggulan juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga, komunitas, dan para pecinta olahraga, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, wisata alam, serta kuliner khas Kulon Progo kepada masyarakat luas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kulonprogo Dr. R. Agung Setyawan, Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat, Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho, Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono, Panewu Nanggulan Drs. Sri Wahyuniarto, Lurah Kembang Edy Purwanto, serta para peserta dan masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Kegiatan KulineRun Nanggulan menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi sarana membangun persatuan dan semangat kebersamaan. Dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan jasmani merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga amanah tubuh yang diberikan Allah SWT. Dengan tubuh yang sehat, seseorang dapat menjalankan ibadah, bekerja, dan mengabdi kepada masyarakat dengan lebih baik.

Selain itu, kegiatan seperti ini juga mengajarkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama, yang semuanya merupakan akhlak mulia yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat saling mendukung antar peserta selama kegiatan berlangsung menjadi gambaran indahnya ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Kulonprogo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta runner serta Dinas Pariwisata selaku penyelenggara kegiatan yang telah sukses menghadirkan event positif bagi masyarakat.

“Terima kasih atas partisipasi seluruh runner dan Dinas Pariwisata yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Event lari dalam rangka mengenalkan pariwisata Kulon Progo ini nantinya akan menjadi agenda tahunan,” ujar Bupati Kulon Progo.

Beliau juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan terus mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan kreatif yang mampu mengangkat potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Setelah KulineRun Nanggulan, pemerintah daerah juga akan kembali menggelar sejumlah event olahraga dan wisata lainnya, di antaranya Sermo Run, jelajah Menoreh bertajuk “Menoleh Menoreh”, serta Kabanaran Run dengan berbagai kategori perlombaan.

Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan produk UMKM lokal, serta membangun citra positif daerah agar semakin dikenal oleh wisatawan dari berbagai wilayah.

Sementara itu, kehadiran Kapolres Kulonprogo dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap kegiatan positif masyarakat yang mampu memperkuat sektor pariwisata, olahraga, dan perekonomian daerah melalui event berbasis kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Jajaran kepolisian juga melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa nyaman sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan call center 110 yang dapat diakses secara gratis.

Nilai-nilai kebaikan yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan KulineRun Nanggulan, diharapkan tumbuh generasi masyarakat yang sehat, berakhlak mulia, cinta daerah, serta memiliki semangat untuk terus berbuat kebaikan bagi sesama. Sebab sebaik-baik manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Semoga kegiatan positif seperti ini terus berkembang dan menjadi sarana mempererat ukhuwah, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan keindahan alam yang diberikan Allah SWT, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kulon Progo dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jurnalis Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

IPB Terjunkan Mahasiswa KKNT di Desa Pandowan, Kulon Progo, Usung Inovasi untuk Desa Berkelanjutan

Published

on

By

KULON PROGO – Karya post.com,20/7/2026, Kalurahan Pandowan, Kapanewon Galur, kini tengah bersiap melangkah menjadi pelopor desa mandiri di Kulon Progo. Melalui program pengabdian masyarakat selama 40 hari, 8 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor (IPB) ditempatkan di Pedukuhan Prembulan akan menancapkan fondasi kuat dalam optimalisasi potensi lokal dan modernisasi tata kelola desa.

KKNT Inovasi IPB Desa Pandowan 2026 mengusung tema “Pandowan Berkarya: Pertanian Inovatif, Edukasi Sains dan Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”, dengan harapan dapat menghadirkan berbagai program kerja yang mampu menjawab tantangan di bidang pertanian, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Mahasiswa IPB berangkat dengan membawa berbagai program kerja, mulai dari menyulap berbagai limbah rumah tangga menjadi berkah, pembuatan peta administrasi Desa Pandowan, fasilitas bimbingan belajar bagi siswa siswi Sekolah Dasar di Desa Pandowan, dan beberapa kegiatan menarik yang akan dilaksanakan di SD Negeri Prembulan seperti praktikum eksperimen kimia sederhana, pembuatan pohon harapan dan kegiatan menarik lainnya. Selain itu, akan ada kegiatan puncak ketika masa KKN akan berakhir berupa Jalan Pagi Sehat (JAPAS), senam, perlombaan, dan akan ada nonton bersama “_After Movie_ KKNT Inovasi IPB Desa Pandowan 2026”.

Perwakilan KKNT IPB Desa Pandowan, Ganesha Harrymurti, mengungkapkan bahwa seluruh program yang dirancang bukan sekadar untuk memenuhi tugas akademis, melainkan investasi jangka panjang untuk masyarakat.
“Harapan besar kami, kami dapat berdampak baik dan bisa diterima dari berbagai program kerja kami” ujar Ganesha selaku Koordinator Desa kelompok KKNT IPB Desa Pandowan.

Gayung bersambut, langkah konkret para mahasiswa ini mendapat dukungan tinggi dari Pemerintah Kalurahan setempat. Lurah Pandowan, Budi Santoso, menyatakan rasa bangga dan menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program ini.

Selama 40 hari ke depan, berbagai program tersebut akan dijalankan secara bertahap bersama masyarakat dengan mengedepankan prinsip partisipatif dan keberlanjutan. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan warga, KKNT Inovasi IPB 2026 diharapkan mampu menjadi katalis lahirnya inovasi-inovasi lokal yang berdampak nyata serta memperkuat langkah Kalurahan Pandowan menuju desa yang berdaya, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Mahasiswa KKN IPB Tiara Kinar Oktavian

Continue Reading

Metro

PP AMPG Perkuat Konsolidasi di Aceh, Said Aldi Al Idrus Temui Tokoh Senior Golkar dan Kunjungi Masjid Giok Nagan Raya

Published

on

By

Nagan Raya, 20 Juli 2026 – Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke daerah. Dalam rangkaian Gerakan Nasional PP AMPG KETUK 2 JUTA PINTU, rombongan yang dipimpin Ketua Umum PP AMPG Datuk Said Aldi Al Idrus melakukan silaturahim ke kediaman Drs. H. T. Zulkarnaini, Bupati pertama Kabupaten Nagan Raya yang juga merupakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Said Syahrul Rahmad, Anggota DPRK Kabupaten Nagan Raya.

Silaturahim ini menjadi bagian dari upaya PP AMPG memperkuat komunikasi dengan para tokoh senior Partai Golkar sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat sebagai bekal memperkuat kerja-kerja organisasi dan pengabdian kepada rakyat.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Berbagai pandangan mengenai pembangunan daerah, penguatan kaderisasi, serta pentingnya menjaga soliditas Partai Golkar hingga ke akar rumput menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut.

Ketua Umum PP AMPG, Datuk Said Aldi Al Idrus, menegaskan bahwa silaturahim kepada para senior merupakan tradisi organisasi yang harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan mereka dalam membangun Partai Golkar.

“Kami datang untuk bersilaturahim, mendengarkan nasihat, serta belajar dari pengalaman para senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah dan perjalanan Partai Golkar. Semangat dan keteladanan beliau menjadi inspirasi bagi kader muda untuk terus hadir, bekerja, dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Datuk Said Aldi Al Idrus.

Dalam kesempatan yang sama, rombongan PP AMPG juga mengunjungi Masjid Giok Nagan Raya, salah satu ikon religi dan destinasi wisata kebanggaan Aceh. Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Nagan Raya.

Melalui Gerakan Nasional PP AMPG KETUK 2 JUTA PINTU, organisasi sayap Partai Golkar ini terus membangun kedekatan dengan masyarakat, mempererat komunikasi dengan para tokoh bangsa dan tokoh daerah, serta memperkuat konsolidasi kader dari tingkat pusat hingga daerah. PP AMPG menegaskan komitmennya untuk terus merawat basis Partai Golkar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan menjaga kesinambungan perjuangan partai.

Continue Reading

Metro

Program KITA SEHAT Diluncurkan, NTT Perkuat Puskeswan demi Pertahankan Status Bebas PMK dan LSD

Published

on

By

Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Pemerintah Australia resmi meluncurkan Program Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Program kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan hewan melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), sekaligus menjaga status Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Peluncuran program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan hewan nasional melalui peningkatan kapasitas layanan veteriner di daerah, khususnya wilayah yang menjadi sentra produksi ternak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, drh. Melky Angsar, M.Sc., menyambut baik hadirnya Program KITA SEHAT. Menurutnya, program tersebut menjawab kebutuhan daerah dalam meningkatkan kualitas layanan dasar kesehatan hewan, mulai dari penanganan kasus penyakit hingga penguatan fasilitas laboratorium.

“Layanan dasar yang dimaksud adalah penguatan pelayanan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Seluruh Puskeswan di NTT memang perlu ditingkatkan kapasitasnya, baik dalam penanganan kasus penyakit maupun pemeriksaan laboratorium sehingga setiap kasus dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur,” ujar Melky usai peluncuran program.

Ia menegaskan, keberhasilan mempertahankan status bebas PMK dan LSD memiliki arti strategis bagi perekonomian daerah. Selama ini NTT merupakan salah satu daerah pemasok utama ternak sapi ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatra.

“Status bebas PMK dan LSD harus terus dipertahankan karena menjadi modal penting bagi NTT sebagai daerah pemasok ternak nasional. Kepercayaan pasar terhadap sapi asal NTT harus terus dijaga,” katanya.

Sebagai tindak lanjut peluncuran program, pemerintah daerah bersama para mitra telah menggelar rapat awal pelaksanaan. Tahap pertama akan difokuskan pada tiga kabupaten, yakni Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kabupaten Sikka.

Di tiga wilayah tersebut akan dilakukan penguatan layanan Puskeswan melalui pelatihan petugas kesehatan hewan, peningkatan kompetensi tenaga veteriner, serta perbaikan fasilitas laboratorium kesehatan hewan.

“Kami akan melaksanakan berbagai kegiatan di tiga kabupaten lokus, yaitu Belu, Sumba Barat Daya, dan Sikka, untuk memperkuat layanan dasar kesehatan hewan, meningkatkan kapasitas petugas Puskeswan, serta memperbaiki laboratorium kesehatan hewan,” ujar Melky.

Selain penguatan sumber daya manusia dan sarana laboratorium, Program KITA SEHAT juga akan mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) sebagai sistem pelaporan digital penyakit hewan.

Menurut Melky, percepatan pelaporan melalui iSIKHNAS akan mempercepat proses diagnosis dan respons terhadap munculnya penyakit, sehingga potensi penyebaran wabah dapat ditekan sejak dini.

“iSIKHNAS akan diperkuat agar pelaporan kasus menjadi lebih cepat. Dengan laporan yang lebih cepat, diagnosis juga lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan dan penyebaran penyakit dapat dicegah,” ujarnya.

Melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Australia ini, diharapkan sistem layanan kesehatan hewan di daerah semakin tangguh, mampu mendeteksi penyakit secara dini, menjaga kesehatan ternak, serta mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan peternak di Nusa Tenggara Timur maupun wilayah Indonesia lainnya.

Continue Reading

Trending