Jakarta – Kuliner siap asal Solo, MakanKu mulai merambah pasar Timur Tengah dengan menyasar jamaah haji dan umroh. Ide ini dilatarbelakangi banyaknya jamaah asal Indonesia yang kesulitan beradaptasi dengan makanan selama menjalankan ibadah haji. Selain itu, peluang bagi produk makanan halal masih terbuka dan sangat besar. Hal itulah yang ditangkap oleh pemilik MakanKu sekaligus pemilik Wong Solo Group, Puspo Wardoyo.
Berangkat dari masalah makanan untuk jamaah haji, mereka bisa makan tapi tidak bisa menikmati. Makanannya khas Indonesia tapi yang masak bukan orang Indonesia. Belum lagi kalau makanannya tidak segar, karena tidak langsung dimakan,” papar Puspo, di Aula Gedung Serba Guna II Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Rabu (26/10/2022).
Selain Wong Solo Group ada 3 perusahaan lain yang memenangkan tender menggarap pasar Timur Tengah ini. “Ada 4 perusahaan pemenang tender, satu diantaranya saya. Tapi mereka produksinya harus manut dengan saya,” jelasnya.
Pihaknya menjadi operator karena sudah memiliki pabrik di Jeddah. Pengusaha yang memiliki slogan Sukses Haji Sukses Cita Rasa ini sangat mengedepankan kualitas. Ini terlihat dari penggunaan teknologi canggih tanpa pengawet yang dimilikinya.
“Hanya satu-satunya di Indonesia. Meskipun juga ada di Thailand tapi produksinya berbeda. Kami berkembang dengan 271 rumah makan di Indonesia, 12 di Malaysia, dan 4 di Arab Saudi,” terangnya.
LoSelain Arab Saudi, MakanKu juga melebarkan sayap hingga ke Mesir dengan nilai investasi mencapai Rp 200 miliar. “Market besar lainnya yakni tentara seperti yang datang ke sini dari Mesir, mereka perwakilan dari army,” kata Puspo.
“Kami juga membidik market charity atau sosial. Karena produk MakanKu ini sangat praktis bisa digunakan di mana-mana. Bisa untuk market retail atau market tourism,” sambungnya.