Connect with us

Metro

“Pelantikan & Diskusi Publik” Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Kajian Dan Peduli Hukum Indonesia (DPD LKPHI DKI Jakarta)

Published

on

Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia DKI Jakarta (DPD LKPHI DKI Jakarta) menggelar Pelantikan & Diskusi Publik mengusung tema “KUHP & NEGARA HUKUM DEMOKRASI”

Tujuan dari pembentukan lembaga kajian dan peduli hukum Indonesia (LKPHI) adalah untuk mengadvokasi masyarakat se Indonesia yang nantinya mengalami problematika hukum.

Jadi LKPHI menjadi wadah untuk masyarakat yang menghadapi masalah hukum ungkap Direktur Eksekutif DPN LKPHI Ismail Marasabessy dalam acara pelantikan DPD LKPHI DKI Jakarta di Hotel Sofyan Jakarta, Jum’at (10/3/23).

Direktur Eksekutif DPD LKPHI DKI Jakarta M Tahatawi Letsoin, Bendahara Umum DPD LKPHI Nahronnita, Sekretaris Eksekutif DPD LKPHI DKI Jakarta Amiruddin Emon acara dilanjutkan dengan diskusi mengangkat tema “KUHP dan Negara Hukum Demokrasi” .

Menurut Ismail banyak lembaga lembaga bantuan hukum yang sudah jarang mengadvokasi dan kurang memperhatikan kondisi masyarakat yang tidak mampu. Sehingga dari landasan itulah LKPHI hadir membantu problematika hukum yang dialami masyarakat.

LKPHI sudah terbentuk di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Maluku Utara. Namun yang sudah melakukan pelantikan adalah DPD DKI Jakarta. Tgl 20 Maret 2023 yang akan datang DPD Maluku akan dilantik, bebernya.

LKPHI akan menjadi mitra kerja sama pemerintah dan mitra abadi masyarakat. Kami pastinya bermitra dengan seluruh instrumen negara dalam hal ini lembaga yang bergerak dalam penegakan hukum terutama polri dan juga Kejaksaan Agung, urainya.

Tujuan kita sambung Ismail nanti bermitra dalam arti kita menjadi sandaran masyarakat untuk kita mengawal segala segala kebijakan kebijakan instrumen negara polri dan kejaksaan agung. Bagaimana polri dan kejaksaan agung tidak semena mena terhadap perkara perkara pidana permasalahan hukum yang mereka tangani.

Karena kita lihat banyak permasalahan hukum yang ditangani pemerintah banyak kejanggalan kejanggalan yang terjadi.
Sehingga kehadiran kami menjadi pengingat kepada pemerintah bahwa masih ada lembaga lembaga non pemerintah yang menjadi mitra kita melakukan kritik.

LKPHI mempunyai lembaga bantuan hukum. LKPHI bukan saja menjadi tempat pengaduan masyarakat. Apabila ada problematika di masyarakat yang dilaporkan maka dan kami diperkenankan untuk mendampingi maka kami melakukan pendampingan baik dalam pengadilan maupun luar pengadilan, urai Ismail.

Rata-rata anggota LKPHI adalah mahasiswa hukum, praktis hukum dan pengacara.

Kalau masyarakat yang tidak mampu maka pertolongan yang LKHPI diberikan secara cuma-cuma dan tidak ada biaya sepeserpun. Kami hadir menjadi penyambung atau sandaran Masyarakat untuk mengadvokasi segala permasalahan hukum, jelas Ismail.

LKHPI mendukung polri menjalankan supremasi hukum. Kwajiban Polri adalah merespon dan menindaklanjuti laporan masyarakat. Polri harus tegas dalam penegakan hukum, pungkasnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif LKHPI DPD DKI Jakarta M. Tahatawi Letsoin menambahkan setelah acara pelantikan akan melaksanakan rapat kerja (raker) sehingga menghasilkan program kerja yang akan dilaksanakan.

Kami melakukan kajian problematika hukum yang ada di wilayah DKI Jakarta.
Dalam waktu dekat melakukan kajian KUHP dan negara hukum demokrasi. Mengkhususkan kepada persoalan permasalahan hukum adat. Kami akan melakukan uji banding kepada lembaga terkait, terang M Tahatawi.

LKHPI adalah mewujudkan pemerintahan dan masyarakat yang demokratis, humanis demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan UUD NKRI 1945 dan Pancasila.

Continue Reading

Metro

GMK”2009 / Generasi Muda Kulon Progo, FKPPI PC.1204,DPC IP-KI DAN PAGUYUBAN TRAH HB III DEWA DARU KULON PROGO GIAT BERSAMA MEMBAGIKAN TAKJIL BUKA PUASA DI SEPUTAR KOTA WATES

Published

on

By

Kulon progo ,13/3/2026 – Pelaksanaan kegiatan membagikan takjil buka puasa bagi warga yang melintas di seputaran pasar kota wates terutama tukang becak maupun tukang parkir pada hari jumat tanggal 13 Maret 2026 ,Pukul 17.00 wib-selesai dengan kegiatan yang bersifat edukatif yaitu sosialisasi dengan membagikan buku sejarah kepahlawanan RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa putra kandung Pangeran Diponegoro yang ikut melakukan perlawanan kepada penjajah kolonial belanda di wilayah kabupaten kulon Progo.

Kegiatan tersebut di hadiri perwakilan dari Organisasi seperti Komunitas GMK’2009 /Generasi muda kulon Progo, KB-FKPPI PC.1204 / Forum komunikasi putra dan putri purnawirawan TNI-Polri kabupaten kulon progo, DPC IP-KI/Ikatan Pendukung Kemerdekaan indonesia Kabupaten Kulon progo serta Paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo.

Apresiasi dalam kegiatan bersama  tersebut mendapat dukungan serta perhatian dari Pondok pesantren Al Khafi Kecamatan Galur, Trisno Raharjo Ketua MLKI/Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia Kulon progo kemudian Albani ST mantan anggota DPRD Provinsi DIY maupun Maryono Direktur Bumdesa Binangun Lestari yang mana merupakan bagian dari anggota Generasi muda Kulon progo GMK”2009 yang ikut mendukung usulan Pahlawan Nasiona RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa di kulon Progo kemudian  Sidik dari pengurus DPC IP-KI /Ikatan Pendukung Kemerdekaan indonesia dari dusun Teganing , Desa Hargotirto Kecamatan Kokap kabupaten kulon Progo ikut menyampaikan bahwa kegiatan pada bulan suci Ramadhan 2026 ini

Selain kita jalin siltrahmi bersama setelah kemarin melaksanakan agenda Audensi di Pemda kulon Progo dan DPRD Kulon progo terkait usulan Pahlawan Nasional RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa maka pada kesempatan sore ini sebagai penutup kegiatan yang sudah di lakukan bersama-sama dengan giat akhir yaitu membagikan takjil buka puasa di seputaran kota wates dengan membagikan beberapa buah buku sejarah Kepahlawanan RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa.

R .Wagiantoro dari Dusun Cekelan ,Desa Karangsari, Kecamatan pengasih kabupaten kulon Progo sebagai perwakilan dari Paguyuban Trah HB III Dewa Daru Kabupaten kulon Progo menjelaskan keikutsertaan dalam kegiatan membagikan takjil buka puasa sore hari ini juga mengisi tambahan kegiatan membagikan beberapa buku sejarah perjuangan dan kepahlawanan RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa untuk kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Agus supriyanto Ketua KB-FKPPI PC.1204 / Forum komunikasi putra dan putri purnawirawan TNI-Polri kabupaten kulon progo yang juga merupakan anggota DPRD kabupaten kulon Progo dari fraksi Golkar berhalangan hadir karena jadwal yang sama sehingga mewakilkan Sekertarisnya Budi Legowo Santoso dari Dusun Gadingan, Wates, Kulon progo untuk hadir dalam kegiatan membagikan takjil  tersebut.

Kristianus Hermawan mewakili Komunitas GMK”2009 dari wilayah Desa Salamrejo, Kecamatan sentolo menghaturkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut berproses dari rona awal sampai rona alhir dalam rangkaian kegiatan bersama yaitu usulan Pahlawan Nasional RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa di kabupaten kulon Progo mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membangun kepedulian bersama serta ikut berpartisipasi aktif khususnya dalam kegiatan pada sore hari ini membagikan takjil buka puasa pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2026 bagi warga yang melintas di seputaran kota wates terutama Tukang becak maupun tukang parkir.

Riyanto S.Pd yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus kehadirannya ikut mewakili dari pengurus DPC IP-KI /Ikatan Pendukung Kemerdekaan indonesia dari dusun Kendeng, desa Demen Kecamatan Temon menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan sarana untuk menjaga siltrahmi eratkan persaudaraan bersama diantara organisasi yang lain untuk semangat gotong royong membangun jati diri kemudian menambahkan acara tersebut sudah berjalan lancar sesuai yang direncanakan bersama kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama di Warung Angkringan depan Setasion Wates kulon progo demikian disampaikan kepada awak media.

Jurnalis Budi Legowo Santoso.

Continue Reading

Metro

Dompet Dhuafa Gulirkan Service Gratis Bagi Puluhan Motor Jurnalis

Published

on

By

JAKARTA– Dompet Dhuafa bersama Institut Kemandirian pada sabtu 14 Maret 2026 kembali menghadirkan perawatan gratis untuk motor para jurnalis berlokasi di Gedung Filantropi, Jatipadang, Jakarta Selatan. Dengan menargetkan 50 jurnalis dari beragam media massa, Dompet Dhuafa berharap agenda ini menjadi pelecut semangat para jurnalis dalam memberikan informasi dan edukasi untuk masyarakat secara positif ditengah maraknya sumber-sumber berita yang belum dapat dipastikan keakuratannya dan kepastiannya.

Mobilisasi yang tinggi menuntut para jurnalis untuk terus menggenjot beragam sumber berita, motor menjadi kendaraan yang penting dalam mengantarkan para jurnalis bertemu dengan sumber maupun kejadian atau peristiwa terkini. Namun banyak para jurnalis yang memang waktu yang cukup padat dan tidak banyak waktu luang sehingga perawatan untuk kendaraan sangat minim diperhatikan.

Maka dengan melihat hal tersebut Dompet Dhuafa bersama Institut Kemandirian berinisiatif untuk menggelar pelayanan gratis bagi motor para jurnalis. Sementara itu dalam pengelolaan Institut Kemandirian sendiri berasal dari dana zakat yang dihimpun Dompet Dhuafa dari masyarakat. Alhamdulillah, Institut Kemandirian sebagai pusat pelatihan vokasi dan kewirausahaan yang fokus memberdayakan kaum duafa, pemuda putus sekolah, dan penyandang disabilitas, telah memberikan banyak manfaat bagi para kaum duafa. Melalui pelatihan hardskill dan softskill, teknik otomotif, digital live selling, hingga barista, mereka akhirnya mampu berdaya, mandiri, siap kerja dan berwirausaha

TENTANG DOMPET DHUAFA
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial.

Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi,  sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.

Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya.

Continue Reading

Metro

Dompet Dhuafa Gulirkan Mudik Kalcer, Sasar 750 Pemudik Dengan Tujuan Hingga ke Sumatra

Published

on

By

JAKARTA – Dompet Dhuafa pada sabtu, 14 Maret 2026 kembali menggulirkan mudik gratis berlokasi di Cibis Park, Cilandak, Jakarta Selatan. Program mudik tahun ini bertajuk Mudik Kalcer (Kampung Halaman Ceria) pada Ramadan 1447 H menjadi bagian hegemoni rangkain program Dompet Dhuafa selama Ramadan tahun ini. Dompet Dhuafa pada tahun ini menargetkan 750 pemudik.

Adapun dari para pemudik sebagian adalah masyarakat dengan ekonomi bawah. Dari ragam profesi pun turut ikutserta seperti guru ngaji, guru honorer, marbot masjid hingga para pelaku usaha mikro.

Di tengah keterbatasan dan rasa keingan yang kuat menjadikan tahun ini momentum masyarakat berkesempatan untuk menggunakan layanan mudik gratis. Selain untuk menghemat secara ekonomi, juga untuk meringakan dari kemampuan dalam upaya mudik lebaran tahun ini.

Program mudik ini tidak lepas dari dukungan ragam pihak mulai Manfaat Mengalir, d’Besto Jagonya Rasa, Piknik Bus dan Dua Belibis. Dari tahun ke tahun program mudik gratis dengan mensasar fakir miskin mengalami kenaikan, begitu juga dengan peminatnya, khususnya masyarakat dengan ekonomi bawah.

Mudik Kalcer tahun ini mensasar dengan beragam tujuan seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Ponorogo, Surabaya hingga Lampung. Peminat mudik gratis paling banyak dari wilayah Solo.

TENTANG DOMPET DHUAFA
Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial.

Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.

Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya.

Continue Reading

Trending