Connect with us

Metro

KONFERENSI PERS KETUA UMUM DPN GEPENTA DR. DRS. PARASIAN SIMANUNGKALIT

Published

on

Jakarta – Gepenta adalah Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis, yang dibentuk 10 November 2000, mempunyai visi “Menciptakan Indonesia negeri aman, damai, makmur dan sejahtera tanpa narkoba, tawuran dan anarkis, demi tetap tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”.
Dengan visi tersebut agar tercapai maksud dan tujuan visi tersebut maka disusunlah misi Gepenta yaitu “Menggérakkan rakyat setempat diseluruh Indonesia untuk sadar dan bangkit bersama pemerintah berperan serta menanggulangi bahaya narkoba, perbuatan tawuran dan anarkis untuk
tercapainya tujuan nasional bangsa Indonesia masyarakat adil dan makmur”.
Setelah mengamati kondisi masyarakat, bangsa dan negara sejak era reformasi dari tahun 1998 sampai dengan sekarang, masalah narkoba tidak pemah surut bahkan anak negeri ini semakin banyak korban pengguna narkoba. Kepedulian Gepenta untuk membebaskan atau menurunkan penyalahgunaan narkoba, Gepenta telah mengusulkan kepada Presiden RI Joko Widodo, Kepala BNN dan Kapolri, agar meningkatkan strategi penanggulangan narkoba di Indonesia. Supaya di BNN dibentuk Pasukan Khusus Anti Narkoba (PASKAN) yang setara dengan DEA di Amerika Serikat.
Dengan pelaksanaan terpusat di BNN dan tidak membentuk BNNP dan BNNK didaerah. Demikian di Bareskrim POLRI dibentuk Densus 99 Anti Narkoba sebagaimana sepeni BNPT mempunyai pasukan Densus 88 Anti Terorisme Penanggulangan narkoba tidak seperti sekarang dilaksanakan oleh Direktorat Reserse Narkoba tidak berbentuk pasukan dari berbagai unsur, agar
semua bandar, pengedar, pembuat dan penyelundup narkoba dapat diberantas dan ditangkap sena diajukan ke pengadilan untuk dihukum mati.
Bagaimana dengan keamanan dalam negeri, gangguan kamtibnas. Setelah kita memasuki era reformasi dimana UUD 1945 telah diamandemen empat kali, tahun 1999,2000,2001 dan 2002.
Dengan diamandemennya UUD 1945 yang asli, maka hal ini telah membuat Indonesia semakin jauh dari tujuan nasional masyarakat adil dan makmur.
Saya mengutip pidato Bung Karno pada waktu menetapkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali ke UUD 1945 mengatakan “UUD 1945 adalah jiwa daripada revolusi 1945 dan UUD 1945. UUD 1945 adalah anak kandung atau saudara kembar dari Proklamasi 17 Agustus 1945”. Kalau kita rasakan, renungkan dan analisa serta evaluasi bahwa amandemen UUD 1945 merupakan “Sumber dari pada korupsi, meningkatnya perbuatan tawuran dan anarkis”. Yang diwarnai adanya pilpres dan pilkada secara langsung yang dianut oleh demokrasi liberal meninggalkan bahkan mengkhianati demokrasi Pancasila yaitu yang terdapat pada alinea ke empat dari Pancasila: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratakan dan perwakilan”.
Bahwa demokrasi Pancasila adalah permusyawarakatan dan perwakilan ini artinya telah ada wadah Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia sebagai lembaga tertinggi negara untuk memilih dan mengangkat presiden. Tetapi setelah diamandemen UUD 1945 MPR R1 di degradasi dari lembaga tertinggi negara menjadi lembaga tinggi negara, yang sejatinya tidak mempunyai kewenangan memutuskan dan menetapkan serta pengangkatan presiden.
Kembali ke amandemen UUD 1945 merupakan pelanggaran teori hukum konstitusi bahwa MPR RI periode 1997-1999 diketuai Harmoko menerbitkan ketetapan MPR Nomor V111 Tahun 1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR Nomor IV Tahun 1983 tentang Referendum. Pencabutan referendum ini sejatinya tidak boleh dan tidak dapat ditetapkan sebelum dilaksanakan. Setelah dilaksanakan barulah diadakan analisa dan era reformasi.
Bilamana tidak bermanfaat maka dapat dicabut. Setelah kita telah mengalami perubahan UUD 1945 asli menjadi UUD 1999, 2000, 2001 dan 2002 dimana telah 20 tahun meninggalkan demokrasi Pancasila dan UUD 1945 hasil amandemen pasal-pasalnya banyak bértcntangan dengan Pancasila. Maka Gepenta yang berpedoman kepada visi dan misi mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (asli) maka mengambil pepatah nasehat orang tua leluhur Indonesia, “ibarat orang yang kesasar ditengah hutan belantara dengan bahaya yang mengancam dihadapannya, maka tidak ada pilihan
lain selain bergegas mencari jalan pulang. Setelah itu barulah berjalan kembali dengan penuh kehati-hatian . Maka kita usulkan “Kembali ke UUD 1945 (ASLI) dan demokrasi Pancasila dengan dua pilihan: 1. Dekrit presiden 2. Sidang MPR RI.
Untuk itulah Maka Gepenta di seluruh Indonesia akan mengadakan seminar dan diskusi publik menghimpun rakyat berikrar ” Kembali ke UUD 1945 dan Demokrasi Pancasila”

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Metro

Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Ulang Tahun ke-22 : Launching dan Bedah Buku Judul “Kiprah Srikandi Partai GOLKAR Di Parlemen”

Published

on

By

Jakarta – Acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ke-22 berlangsung meriah bertempat di Ballroom Lantai 2, Graha GOLKAR, Jakarta, Minggu (23/6/2024)

 

Acara ini menampilkan sejumlah kegiatan istimewa, termasuk Launching dan Bedah Buku berjudul “Kiprah Srikandi Partai GOLKAR Di Parlemen” dan Talkshow mengenai “Kesiapan Perempuan GOLKAR Menghadapi Pilkada 2024”

 

Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Umum / Koordinator Penggalangan Strategis DPP Partai Golkar, Bendahara Umum PP KPPG, para Ketua Korbid PP KPPG, Ketua Panitia, narasumber, serta anggota dari seluruh provinsi di Indonesia. Tidak ketinggalan, sambutan istimewa dari Darwin Aksa melalui Zoom turut memeriahkan suasana.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP KPPG, Airin Rachmi Diany, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kolaborasi yang terjalin dalam penyusunan buku ini. “Kolaborasi mengenai buku ini saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya untuk tim PP KPPG, Partai Golkar, dan Golkar Pedia yang telah merampungkan buku ini,” ungkapnya.

 

Buku yang diluncurkan sejalan dengan perayaan HUT ke-22 ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali pemikiran perempuan Partai Golkar.

 

“Membaca dan menulis akan melahirkan budaya literasi yang baik dan kekuatan interaksi ini tentu akan memberikan dampak yang positif bagi kader Partai Golkar untuk terus membaca dan mengkaji berbagai pengalaman sehingga berguna untuk pengayaan pengetahuan kita selama di partai politik,” jelas Airin.

 

Acara ini juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembentukan dan penyiapan acara ini.

 

“Terima kasih banyak tentunya kita jadikan sebagai momentum untuk bisa ditemukan di kegiatan berikutnya dan ke depan sehingga fondasi yang sudah kita bangun saat ini bisa memfasilitasi kepengurusan untuk maju dan lebih baik,” tambahnya sembari mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim untuk membuka acara bedah buku “Srikandi Partai Golkar di Parlemen”.

 

Dengan penuh semangat, acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara resmi Launching Buku kepada anggota legislatif Partai Golkar serta dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dihadiri para narasumber yang kompeten dalam bidangnya.

 

Acara ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menggambarkan semangat dan komitmen Kesatuan Perempuan Partai Golkar dalam berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Continue Reading

Metro

Kapolri Buka Bhayangkara Fun Walk 2024: Bersama Bergerak untuk Persatuan

Published

on

By

Jakarta – Polri menggelar Bhayangkara Fun Walk 2024 guna menyambut HUT Bhayangkara ke-78 pada Juli mendatang. Acara ini dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/6/2024).

 

Selain Kapolri, tampak hadir Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Jaksa Agung ST Burhanudin dan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang ikut membuka acara dengan mengibarkan bendera.

 

Kapolri menuturkan, Bhayangkara Fun Walk 2024 adalah salah satu kegiatan dalam melaksanakan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-78. Adapun tema fun walk ini adalah ‘Berjalan dalam Kesatuan’.

 

“Hari ini kita melaksanakan gerak jalan bersama antara TNI Polri, Kejaksaan dan kemudian teman-teman dari OKP OKP kemahasiswaan.

 

Tentunya sesuai dengan temanya bahwa kita bersama-sama bergerak untuk persatuan dan tentunya kita harapkan bahwa dengan bersama-sama dan bersatu kita bisa membangun dan menjaga Indonesia untuk bisa lebih baik,” kata Kapolri.

 

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, ada berbagai macam kegiatan selain fun walk yang menjadi rangkaian HUT Bhayangkara ke-78, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, dan upacara pada 1 Juli mendatang.

 

“Rencana akan kita laksanakan di Monas, dengan melibatkan masyarakat juga dan kita harapkan kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa Polri bersama-sama dengan TNI dan seluruh stakeholder terkait yang lain selalu bersama-sama untuk rakyat Indonesia,” ucapnya.

 

Dalam Bhayangkara Fun Walk ini ada dua klaster kegiatan. Pertama parade budaya dan seni dengan jarak tempuh 3,1 km dan untuk fun walk umum sekitar 4,2 km. Adapun pesertanya untuk parade seni dan budaya sebanyak 400 orang. Sementara untuk fun walk umum diikuti kurang lebih 4.000 orang baik anggota TNI-Polri dan masyarakat umum.

 

Fun walk pun diisi dengan games dan doorprize untuk anggota TNI-Polri serta masyarakat yang menjadi peserta. Diharapkan acara ini bisa melestarikan budaya Indonesia, memberikan hiburan, pola hidup sehat dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Continue Reading

Metro

DR.H.Tubagus Bahrudin SE,MM Presiden Perserikatan Buruh Pancasila Berterima Kasih Kepada Bahlil Menteri BKPM/Investasi

Published

on

By

Jakarta – Presiden Perserikatan Buruh Pancasila menyampaikan Atas nama organisasi kita berterima kasih kepada sosok generasi penerus anak bangsa Bahlil selaku Menteri BKPM/Investasi, menerima untuk pengurusan, pada intinya beliau menerima pengurusan ataupun ruang gerak untuk pengurusan IUP tersebut,” ujar Presiden

 

Perserikatan Buruh Pancasila DR.H.Tubagus Bahrudin SE,MM di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta.Sabtu (22/6/2024)

 

H. Tubagus Bahrudin mengatakan, Saya mensupport dengan sangat organisasi keagamaanMungkin organisasi manapun juga mungkin beliau menerima untuk pengurusan IUP tersebut,” ucapnya.

 

Saya juga sangat mendukung statement ataupun langkah langkahnya Bahlil sangat bagus. Semoga kedepannya sangat bagus dan terobosan terobosan menteri harus seperti Bahlil menurut pandangan dari Saya Selaku Presiden Dewan Pimpinan Nasional Perserikatan Buruh Pancasila,” ujarnya.

 

Kalau terus menerus seperti ini pasti akan membawa dampak yang positif bagi seluruh organisasi bukan cuma keagamaan tapi organisasi buruh dan yang lain arahnya kesana,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending