Connect with us

Metro

Kopdar Pesama Yang Ke 3 Di Setu Babakan Jagakarsa

Published

on

Jakarta, KaryaPost.com – Menjalin silaturahmi merupakan hal penting yang selalu ditekankan dalam agama. Dengan silaturahmi, rasa persaudaraan dan saling memiliki akan terbangun. Dengan begitu, silaturahmi akan senantiasa terjalin satu sama lain.

Untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga komunikasi antar anggota, baru – baru ini Komunitas Peduli Saudara Sesama (Pesama) pimpinan Arya Braga mengadakan Kopi Darat (Kopdar) yang ke 3, dengan lokasi di Warung Kopi Mpok Rini, Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Acara dihadiri oleh para anggota Pesama dan beberapa tamu undangan yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya ketua umum Pesama Arya Braga mengatakan, hargai orang lain, siapapun itu, dan jangan pernah menaruh dendam kepada siapapun. Isi harimu dengan kebaikan. Silaturahmi itu meluaskan pikiran dan memperkaya sudut pandang dan salah satu dari sekian banyak pintu rezeki.

“Persaudaraan adalah penyatuan, menjadikan kita menyatu dengan mereka, layaknya ikatan saudara kandung yang tak mungkin bisa lepas.” semangat Arya.

Sekjen Pesama Mawar Orombo menambahkan, kebersamaan itu mahal dan tak ternilai harganya. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang mampu membelinya. Yaitu orang-orang yang peduli pada kebersamaan dengan keluarga dan orang terdekatnya.

“Kebersamaan itu penting bukan hanya menjaga silaturahmi, tapi harus menghasilkan sesuatu yang lebih baik.”ujar Mawar.

Ditempat yang sama Wakil Ketua Pesama Ida Royanih menuturkan bahwasannya dengan Kopdar ini kita saling bertemu yang sebelum nya di dunia maya hanya sebatas komunikasi saja. Dan juga bisa merajut teman sangat spesial didalamnya.

Lebih lanjut lagi Ida menekankan pentingnya merajut dan menyambungkan tali silaturahmi sebagai sarana mempererat persahabatan dan persaudaraan, serta menjaga kesucian diri, baik dari jiwa maupun raga. Semua itu dilakukan dengan syukur, rukun dan ikhlas.

“Terima kasih banyak untuk tamu undangan, semua yang hadir dalam acara Kopdar yang ketiga ini. Semoga ini menjadi kebaikan dan bisa terus berlanjut” ucap Ida. (Ag)

Continue Reading

Metro

Korban Penipuan Proyek Fiktif Kemenkes Berharap Segera Dituntaskan

Published

on

By

Jakarta – Dalam suasana ekonomi lesu dampak dari pandemi Covid-19 masih ada saja oknum-oknum Kemenkes dan BUMN yang berbuat curang sehingga merugikan orang lain.

Doni Kasdiyanto,SH di restoran mie King Kong di kawasan Kebayoran Baru, Rabu, 16/06/2021. Banyak pihak korban yang tertipu agar pelaku segera di tangkap . Adapun pasal yang di kenakan adalah 372 ,378 dan 263 KUHP .

Beliau mengumpulkan semuanya yang jadi korban agar dapat menghubunginya atau langsung ke Bareskrim Mabes Polri

Sebab nilai kerugian yang mencapai Rp 20 M bahkan bisa lebih. Para korban banyak berdomisili di Jakarta Surabaya , Bogor dan lainnya serta tidak saling mengenal satu sama lain. Tetapi begitu kasus ini mencuat, mereka bertemu di Kemenkes para korban yang dirugikan membentuk tim dengan pengacara Doni Kasdiyanto, SH.

Doni menambahkan berharap pelaku segera di tahan untuk kasusnya .

Juga melaporkan pelaku dengan kroni-kroninya . kasihan para korban yang di tipu sebab mempengaruhi perekonomiannya juga menyangkut banyak masalah yang lain.

kasihan masyarakat yang dirugikan ini mereka punya keluaga . Mengharapkan para pejabat di kepolisian mungkin bisa sampai ke bawah Presiden Joko Widodo bisa membantu supaya kasus ini tuntas dan uangnya dikembalikan tandasnya.

kenapa para korban tergiur sebab kebanyakan mereka juga meminjam dana dan menjanjikan keuntungan yang menggiurkan dengan bermodalkan SPK (Surat Perintah Kerja) sama atau bodong dari Kementrian Kesehatan.

kasus ini sendiri mulai Januari 2020 dari sini ada pekerjaan-pekerjaan berjalannya waktu dia ( pelaku) juga mencari investor ya mereka bekerja di Kementerian / BUMN penunjukan langsung mereka datang ke kantor ke dpemerintah seperti itu makanya mereka tidak ada pikiran negatif

Pelaku membawa salah satu PT ternyata di dalamnya pengurusnya ada kawan keluargan . iPT solusi Persada Sentosa di berdomisili kantor di Jakarta

makanya mohon dibantu dengan para rekan-rekan media yang korban yang ada di luar kota atau di manapun kita datang untuk mengadukan permasalahan ini ke kita ataupun langsung ke 0838 6153 2914 atau langsung ke Bareskrim Mabes Polri

Continue Reading

Metro

Pendaftaraan Uji Materil Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 di Mahkamah Konstitus

Published

on

By

Jakarta – Pada hari Selasa tanggal 15 Juni PATRICE RIO CAPELLA UJI MATERIIL PASAL 11 UU TINDAK PIDANA KORUPSI, H. Patrice Rio Capella, S.H., M.Kn. Politisi dan Pengacara yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasdem, Sekjen Partai Nasdem, Anggota Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu periode 2004-2009 dan mantan Anggota Komisi-III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2014-2019 telah mendaftarkan Permohonan Uji Materill terhadap Pasal 11 Undang -Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Terhadap Pasal 28d Ayat (1) UUD 1945 ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Rio Capella merasa sudah jadi korban kriminalisasi pasal 11 undang-undang tipikor kerena di hukum menurut pikiran orang yang sifatnya sangat subyektif dan abstrak karena fakta dipersidangan tidak ditemukan fakta permintaan uang bahkan tidak pernah menerima uang yang dituduhkan.

Rio Capella sadar bahwa dikabulkan atau tidaknya permohonan judicial review tidak akan mempengaruhi putusan pengadilan yang sudah dijalnkan dikarenakan putusan MK tidak berlaku surut, namun Rio Capella tidak mau ada korban-korbn lain akibat pasal 11 yang multi tafsir.

Janses E. Sihaloho, S.H. dari Kantor Hukum Sihaloho & Co Law Firm selaku kuasa hukum Rio Capella menyampaikan bahwa adanya frasa “yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya” dalam Pasal 11 Undang-Undang Tipikor telah merugikan Hak Konstitusional dari Patrice Rio Capella selaku Pemohon dalam mendapatkan jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

Lebih lanjut Janses menjelaskan dalam hukum pidana dikenal asas cogitationis poenam nemo patitur yang artinya seseorang tidak dapat dipidana terhadap apa yang di dalam pikirannya saja, dengan demikian apabila seseorang memiliki niat jahat yang dilarang oleh Undang-Undang dia tidak bisa dipidana kecuali Niat tersebut telah diwujudkan dalam suatu tindakan konkrit.

Hal ini tentunya menjadi kontradiksi dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 11 UU Tipikor dimana Pegawai Negeri Sipil maupun Penyelenggaran Negara dapat dipidana melakukan tindak pidana korupsi karena pikiran yang berasal dari orang lain. Poin paling penting dengan adanya frasa tersebut adalah bagaimana cara mengetahui, menilai dan membuktikan pikiran seseorang dalam persidangan? Dengan demikian frasa ini tidak memiliki tolak ukur yang jelas sehingga sangat berpotensi menyebabkan penegak hukum seperti Penyidik Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi maupun Hakim menjadi bebas menafsirkan pikiran orang lain dan membuka celah penegak hukum yang bersangkutan untuk bersifat subjektif yang tentunya sifat subjektif tersebut berpotensi terjadi apabila didasarkan atas suka tidak sukanya penegak hukum tersebut kepada tersangka atau terdakwa, bahwa seharusnya hukum ditegakkan tidak didasarkan atas sifat subjektif aparatur yang menjalankan hukum tetapi haruslah didasari dari objektivitas hukum itu sendiri.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka kami meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk menyatakan Pasal 11 Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

sepanjang frasa “yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya”

Untuk itu kami mengundang kawan-kawan wartawan untuk menghadiri dan meliput pendaftaran Permohonan Uji Materiil Pasal 11 UU Tipikor yang diajukan oleh Bapak Patrice Rio Capella ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia pada tanggal 15 Juni 2021 pukul 11.00 WIB.

Continue Reading

Metro

Pembukaan Restoran Yougwa Danau Sentani Di Senayan

Published

on

By

Jakarta – Di masa pandemi Covid-19 ini dimana perekonomian masih dalam keadaan yang sulit, namun ada seorang pengusaha atau investor yang berani dan optimis untuk membuka restoran baru yang tentu saja hal ini menandakan perekonomian sudah mulai bangkit dan membaik.

Ibu Miranda Korua dan ibu Engelin Kardinal adalah sosok intrepreneur sejati yang sanggup bertahan dan terus mengembangkan sayap usahanya di Jakarta dan rencananya akan membuka cobang baru antara lain di Surabaya dan Yogyakarta.

Saat ditemui oleh awak media di Restoran Yougwa Danau Sentani di Spark Mall Senayan di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, (15/06/2021)

Ibu Miranda yang didampingi oleh ibu Engelin Kardinal mengatakan bahwa restoran Yougwa Danau Sentani merupakan cabang ke-3 di Jakarta yang sebelumnya ada di Kelapa Gading Jakarta Utara dan Batu Ceper Jakarta Pusat.

Restoran ini menyerap tenaga kerja sebanyak 45 orang yang terdiri dari 5 koki, 20 orang lainnya sebagai asisten dapur antara lain waitres dan office boy, cleaning servise serta kasir dan bartender dengan kapasitas restoran sampai 100 lebih pengunjung setiap. Tersedia pula ruangan ber-AC serta VIP Room, tidak ber AC dengan pemandangan danau yang indah.

Salah satu kelebihan yang ada di restoran ini dibandingkan dengan tempat lain yaitu tersedianya ruang pamer produk UMKM (Usaha Kecil dan Menengah) buatan asli Papua dan ada juga ruang akuarium yang berisi lobster, gabus dan kepiting dari Papua.

Ibu Miranda menjelaskan bahwa makanan yang ada di restorannya tidak hanya makanan dari Papua saja. “Makanan yang ada di restoran ini tidak hanya dari Papua saja tetapi ada dari Manado, lengkap dengan makanan laut, masakan Cina seperti capcay, fuyunghai dan kwetiau,” urainya kepada awak media.

Ibu Miranda juga berharap masakan Papua dapat dikenal masyarakat luas. Seperti Papeda yang selama ini sering kita dengar tidak hanya ada di Papua tetapi ada juga di Maluku, NTT, Sulawesi.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa salah satu makanan ciri khas Papua yaitu bakar batu yang diadakan setelah menang perang antar suku di Papua, tetapi di restoran ini disajikan secara modern.

Ibu Miranda juga berharap masyarakat Indonesia lebih mengenal masakan dari Indonesia Timur tidak hanya masakan dari Pulau Jawa, Padang dll.

Lebih lanjut, semua bahan-bahan masakan ini ada di Jakarta kecuali lobster,ikan gabus dan kepiting. Sementara itu, Ibu Engelin Kardinal menjelaskan banyak ornamen-ornamen di restoran Yougwa Danau Sentani buatan Mache (mama) yang dipromosikan dan dijual di Jakarta sebab mereka untuk membawa hasil buatannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan mahal karena keberadaannya yang sangat jauh di pedalaman Papua (sulit dijangkau) , dibantu penjualanya .

Sementara itu, hasil dari penjualan karya pengrajin dari Papua akan dikembalikan dengan utuh kepada pengrajinnya. Serta jasa hasil dari pengirimannya diberikan PT Freeport secara gratis.

Tiap-tiap daerah mempunyai ciri khas untuk mempromosikan makanannya atau produk UKM-nya sehingga orang Papua yang berada di Jakarta bila kangen dengan makanan khas Papua maka inilah tempatnya.

kegiatan pembuakaan restora ini turut hadir antara lain:
Ibu ratih anggota dewan DPR.RI Faksi Nasdem, komisaris Bank Papua dan sejumlah anggota polri.

Continue Reading

Trending