Connect with us

TNI / Polri

Dandim 1606/Lobar Silaturrahmi dan Beri Bantuan Ke Nenek Kalsum

Published

on

Lombok Barat – Kondisi kehidupan seorang nenek di Dusun Karang Bedil Desa Kediri Induk Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat yang sempat viral di media sosial khususnya di Pulau Lombok beberapa hari ini, mengundang simpati banyak pihak. Termasuk Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, SIP., MM.

Seperti diketahui beberapa hari terakhir ini Papuq (Nenek) Kalsum (78) sempat ramai diberitakan di media online dan sosial media setelah salah satu media online di NTB menaikkan tulisan terkait kondisi Papuq Kalsum yang hidup bersama putranya yang pengangguran, tak sanggup memenuhi kebutuhan hidup dan tinggal di rumah yang juga tak layak huni.

Dandim 1606/Lobar setelah mendengar kabar tersebut menyempatkan diri bersilaturrahim menyambangi Papuq Kalsum, dikediamannya di Dusun Karang Bedil Desa Kediri Induk Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, Ahad (17/5).

“Dari laporan Babinsa keadaan Nenek Kalsum memang cukup memprihatinkan hingga kami dari Keluarga Besar Kodim 1606/Lobar menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan melihat keadaan Papuq Kalsum, serta memberikan bantuan sembako,” kata Dandim.

Didampingi Danramil 1606-04/Gerung Lettu Inf Maturidi, Pasilog Kodim 1606/Lobar Kapten Inf Sutarmin, Dandim menyerahkan bantuan sumbangan berupa sembako kepada Papuq Kalsum. Hadir juga dalam penyerahan bantuan Sekda Lobar DR Baihaki, Camat Kediri dan Kadus Karang Bedil.

“Semoga apa yang kita berikan bisa meringankan beban hidup Papuq Kalsum. Ini juga sebagai bentuk perhatian serta kepedulian TNI kepada rakyat,” kata Efrijon.

Selain memberikan bantuan sembako Dandim juga membagikan masker kepada Papuq Kalsum dan anaknya serta warga sekitar. Tak lupa, Dandim Lobar Alumni Akmil 1995 ini mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan dan mengikuti semua anjuran pemerintah terkait tata cara pencegahan penyebaran virus Corona.

Sementara itu, dari keterangan Muhlis putra Papuq Kalsum bahwa sebenarnya banyak sumbangan atau bantuan dari pemerintah seperti program jambanisasi atau perbaikan rumah yang mau diberikan kepada dia dan ibunya. Namun seringkali mereka tolak karena terkendala harus ada kontribusi dari penerima manfaat yang tidak sanggup mereka penuhi.

Untuk itu Dandim meminta agar pihak terkait, baik Camat, Kades dan Kadus yang kebetulan juga hadir untuk membantu mencari jalan keluarnya agar rumah Papuq Kalsum bisa diperbaiki tanpa harus berkontribusi atau mengeluarkan dana untuk bisa menerima manfaat dari program pemerintah, seperti program bedah rumah dan jambanisasi tersebut.

“Kami berharap semoga ada jalan keluar untuk permasalahan ini agar rumah Papuq Kalsum ini bisa segera di perbaiki,“ ucap Dandim.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Lampung Promosikan Tapis dan Produk UMKM Khas Bumi Ruwa Jurai di Pameran Kreasi Bhayangkari Jakarta

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Lampung menampilkan beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Lampung dalam ajang Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Mengusung tema Siger sebagai simbol kebanggaan budaya Lampung, booth Bhayangkari Lampung menyuguhkan aneka kerajinan tradisional hingga kuliner khas yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Lampung, Ny. Andria Boby, mengatakan tema Siger dipilih untuk memperkenalkan identitas budaya Lampung melalui berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai seni dan kearifan lokal.

“Tahun ini kami mengangkat tema Siger. Kami membawa kain Tapis dengan motif Siger, tas celugam khas Pesisir Barat, sulam usus, serta berbagai produk kerajinan lainnya yang menjadi kebanggaan Lampung,” ujar Andria di sela-sela pameran.

Salah satu produk yang menjadi daya tarik utama adalah kain Tapis tradisional hasil tenun manual dari perajin Lampung Selatan. Proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi membuat kain tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dengan harga mulai dari jutaan rupiah hingga mencapai Rp25 juta per lembar.

“Harga Tapis paling mahal sekitar Rp25 juta. Perbedaannya terlihat dari jenis benang yang digunakan. Tapis premium menggunakan benang berwarna cokelat dengan kualitas lebih tinggi, sedangkan yang lebih terjangkau menggunakan benang emas kuning,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan satu lembar kain Tapis dapat memakan waktu antara tiga bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat kerumitan motif yang dipesan.
“Kalau motifnya sederhana bisa selesai dalam beberapa bulan. Namun untuk motif yang padat dan detail, pengerjaannya bisa sampai tahunan sesuai permintaan,” katanya.

Pada pameran kali ini, PD Bhayangkari Lampung melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan dari berbagai Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari di seluruh wilayah Lampung. Selain produk fesyen dan kerajinan, pengunjung juga disuguhi berbagai kuliner khas seperti keripik pisang, klenting, dan kopi Lampung yang menjadi favorit masyarakat.

Tak hanya mempertahankan warisan budaya, Bhayangkari Lampung juga menghadirkan inovasi melalui pengembangan kain Tapis dengan desain modern yang memadukan motif tradisional dan material benang wol, sehingga tampil lebih variatif dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Andria, inovasi tersebut merupakan upaya untuk menjaga eksistensi kain Tapis agar tetap diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap keikutsertaan dalam Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari mampu memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku UMKM daerah.

“Kami berharap masyarakat semakin bangga mengenakan kain Tapis, baik untuk acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Kini Tapis hadir dalam berbagai model yang lebih modern sehingga bisa digunakan oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Semoga melalui pameran ini produk-produk UMKM Lampung semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tutup Andria.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Pamerkan Mutiara Laut hingga Minyak Kayu Putih di Kreasi Bhayangkari

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku membawa berbagai produk unggulan khas Maluku dalam ajang Pasar Murah dan Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Produk yang dipamerkan mulai dari mutiara laut, minyak kayu putih, tenun khas Maluku, hingga aneka kuliner tradisional.

Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku, Vitri Dadang Hartanto, mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil karya UMKM binaan dari 11 cabang Bhayangkari atau Polres di wilayah Maluku.

“UMKM yang dilibatkan berasal dari seluruh daerah di Maluku. Kami memiliki 11 cabang Bhayangkari di tingkat Polres dan semuanya membawa produk unggulan masing-masing,” kata Vitri di lokasi pameran, Senin (21/7/2026).

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Maluku menjadi kekuatan utama produk-produk yang dipamerkan. Beberapa di antaranya adalah tenun khas Maluku, mutiara laut, sukun olahan, makanan berbahan kenari, nastar premium, hingga minyak kayu putih asal Pulau Buru.

“Perairan Maluku sangat luas sehingga menghasilkan mutiara dengan kualitas yang sangat baik dan sudah terkenal. Kami juga membawa minyak kayu putih dari Pulau Buru yang menjadi salah satu produk unggulan Maluku,” ujarnya.

Vitri mengungkapkan, mutu produk UMKM Maluku telah diakui hingga pasar internasional. Salah satu produk yang telah berhasil menembus pasar ekspor adalah mutiara laut karena dinilai memiliki kualitas tinggi.

Ia berharap penyelenggaraan Kreasi Bhayangkari dapat terus menjadi ruang promosi bagi UMKM daerah sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain membantu memasarkan produk UMKM, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” tutupnya.

Continue Reading

TNI / Polri

UMKM Maluku Utara Promosikan Produk Unggulan di Kreasi Bhayangkari 2026, Olahan Kenari Jadi Favorit Pengunjung

Published

on

By

Jakarta – Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Maluku Utara mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Pameran Kreasi Bhayangkari 2026 di Jakarta. Beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, perhiasan, ikan asin hingga kain batik khas Maluku Utara dipamerkan sebagai upaya memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Ny. Sofia Margareta Widjaja, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut merupakan bagian dari komitmen Bhayangkari untuk mendukung pemberdayaan UMKM binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Maluku Utara kepada masyarakat luas. Ada makanan khas, perhiasan, kain batik, hingga berbagai kerajinan yang merupakan hasil karya UMKM daerah,” ujar Sofia kepada awak media di sela-sela pameran.

Menurut Sofia, produk kuliner menjadi daya tarik utama di stan Maluku Utara. Olahan kenari, keripik pisang mulut bebek, ikan asin, hingga berbagai makanan khas lainnya menjadi produk yang paling banyak diburu pengunjung selama pameran berlangsung.

“Produk yang paling diminati adalah olahan kenari, kemudian kain, ikan asin, dan keripik. Untuk makanan unggulan kami, olahan kenari dan pisang mulut bebek menjadi favorit pengunjung,” katanya.

Ia menjelaskan harga produk yang ditawarkan juga cukup terjangkau, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp40.000 sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pada ajang Kreasi Bhayangkari 2026, Bhayangkari Daerah Maluku Utara membawa sedikitnya 10 UMKM binaan untuk memamerkan produk unggulan mereka. Meski saat ini sebagian besar produk masih dipasarkan di dalam negeri, Sofia optimistis pameran tersebut dapat menjadi langkah awal memperluas jaringan pemasaran hingga ke pasar internasional.

Menurutnya, pameran seperti Kreasi Bhayangkari tidak hanya menjadi sarana promosi dan penjualan produk, tetapi juga media untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, dan potensi ekonomi Maluku Utara kepada masyarakat Indonesia.

“Harapan kami, masyarakat Indonesia semakin mengenal produk-produk dari seluruh nusantara, khususnya Maluku Utara. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui potensi daerah kami, sehingga melalui pameran ini mereka bisa melihat langsung kualitas dan keunggulan produk-produk UMKM Maluku Utara,” ujar Sofia.

Pameran Kreasi Bhayangkari 2026 menjadi wadah bagi UMKM dari berbagai daerah untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah melalui promosi produk unggulan dari seluruh Indonesia.

Continue Reading

Trending