Connect with us

nasional

Praktisi Hukum : Serikat Pekerja Maupun Pekerja Bisa Memahami Pengesahan UU Cipta Kerja

Published

on

JAKARTA, – Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law disahkan Pemerintah penolakan dari buruh hingga mahasiswa.

Praktisi hukum Frans Andrianus Polnaya SH, MH dengan disahkannya UU Omnibus Law atau UU Cipta Kerja ini adalah satu pengesahan yang dilakukan oleh DPR RI atas usulan pemerintah dan ini adalah keputusan tepat dan benar.

“Kenapa saya katakan itu menjadi keputusan tepat dan benar dan menguntungkan para pihak, karena sudah melalui sebanyak 64 kali paripurna,” ujar Wakil Sekjen KAI (Kongres Advokat Indonesia), saat ditemui wartawan dibilangan Dago, Bandung Jawa Barat.Kamis.(8/10/2020)

Dalam proses Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law semua para pihak dihadirkan dan dilibatkan, baik dari unsur akademisi, para pakar, pemerintah, pengusaha maupun para pekerja dan telah melalui rumusan-rumusan sistematik dan melalui pertimbangan-pertimbangan yang dalam.

“Karena tidak mungkin, DPR RI itu mengesahkan Undang-undang atas usulan pemerintah yang merugikan pengusaha maupun pekerja ataupun masyarakat. Karena DPR RI itukan adalah suara rakyat. Dengan demikian, segala legitimasi tidak perlu diragukan lagi dengan pengesahan DPR RI itu,” tandas Dewan Pembina Projo.

Mengapa para pekerja atau serikat pekerja menolak undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law itu? Kalau yang namanya penolakan itu adalah sesuatu yang wajar, karena ini sistem demokrasi dan mereka juga mempunyai regulasi yang mengatur itu tentang kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat di muka umum.

“Jadi demonstrasi itu boleh, tetapi jangan sampai demokrasi itu diduga ‘diboncengi’ oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang membuat kondisi negara ini tidak baik. Kalau mau demonstrasi, pekerja juga harus berpikir, dia meninggalkan pekerjaan itu yang berdampak berapa kerugian yang ditimbulkan oleh perusahaan.

Apalagi mereka demontrasi dengan kumpul-kumpul massa yang begitu banyak dimasa pandemi Covid-19. Inikan bisa mengancam nyawa karena akan menimbulkan klaster-klaster baru,” ujarnya kepada wartawan.

Frans menambahkan, mungkin dalam demonstrasi itu tidak semua para pekerja maupun serikat pekerja yang ikut demonstrasi. Karena secara fakta, di perusahaan-perusahaan tidak semua ada serikat pekerja, dan walaupun ada serikat pekerja, mereka tidak mau ikut-ikutan mogok kerja (demontrasi).

“Sebenarnya sederhana, apakah ikut demo itu mereka sudah tahu isi daripada keputusan undang-undang Omnibus Law atau Cipta Kerja, mungkin mereka belum membaca atau mungkin mereka belum memahami isi daripada keputusan UU tersebut.

Atau mungkin ada diduga penyebaran beberapa statement hoaks yang seolah-olah bahwa dikeluarkan UU Omnibus Law atau Cipta Kerja ini menghilangkan hak-hak pekerja seperti yang sebagaimana diatur dalam UU Nomor 03 Tahun 2003, padahal tidak seperti itu. Karena didalam UU Omnibus Law ini masih dalam Lex Specialis tetap ada dan KepMen 101, 102. Pekerja boleh demo, apabila hak-hak yang diatur dalam UU itu dihapus,” imbuhnya

Mengenai status kerja atau hubungan kerja yang diatur penerapannya adalah, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan sudah diatur sebaik mungkin dan itu tidak ada pembatasan. Artinya tidak pengkebirian UU tersebut.

“Terkait ada kabar yang menyebut semua cuti, cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti babtis, cuti kematian, cuti melahirkan dihapuskan dan tidak ada kompensasinya, adalah tidak benar,” ujarnya.

Frans Andrianus Polnaya SH, MH berharap, agar serikat pekerja maupun pekerja bisa memahami, namun jika pengesahan UU Cipta Kerja belum bisa diterima oleh pihak serikat pekerja maupun pekerja atau pihak lain yang tidak puas, dapat mengajukan judisial review (uji materi) UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mengutip dari pernyataan Presiden Joko Widodo terkait UU Cipta Kerja yang disahkan oleh 9 fraksi DPR menjadi Undang-undang Cipta Karya, terjadi disinformasi.

“Saya melihat unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja yang pada dasarnya dilatarbelakangi disinformasi mengenai substansi undang-undang ini dan hoaks di media sosial,” ujarnya

Continue Reading

nasional

Sukarno Ali Serahkan Remisi Khusus Waisak Tahun 2024 Kepada 9 Warga Binaan Rutan Cipinang

Published

on

By

Jakarta – Hari Raya Waisak merupakan momen penting bagi umat Buddha di seluruh dunia, di mana kita memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Sang Buddha, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya. Perayaan ini bukan hanya sekedar seremonial, namun juga merupakan waktu untuk merenung, mengingat ajaran-ajaran kebajikan, dan memperbaharui tekad kita dalam menjalani hidup dengan penuh damai dan kasih sayang.

 

Di momen Perayaan Hari Raya Waisak 2568 BE tahun 2024 ini, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang memberikan Remisi Khusus kepada 9 (Sembilan) warga binaan yang beragama Buddha. Remisi ini diberikan langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Cipinang, Sukarno Ali secara simbolis kepada salah satu perwakilan warga binaan Rutan Cipinang, Kamis (23/5).

 

Sebanyak 9 (Sembilan) warga binaan yang mendapatkan remisi tersebut sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : PAS – 852, 854.PK.05.04 Tahun 2024 Tentang Pemberian Remisi Khusus (RK) Waisak Tahun 2024 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

 

Kepala Rutan Kelas I Cipinang, Sukarno Ali menyampaikan kepada seluruh warga binaan yang beragama Buddha agar perayaan Waisak ini dapat menjadi waktu yang penuh makna dan berkah. Meski berada di balik jeruji besi, semangat dan makna dari Hari Raya Waisak hendaknya tetap dirasakan dan dijalani dengan sepenuh hati.

 

“Kebebasan fisik memang terbatas, namun kebebasan spiritual dan batin kita tidak boleh terpenjara. Mari kita jadikan ajaran Sang Buddha sebagai pemandu dalam menjalani hari-hari kita, meningkatkan kebajikan dan kebersamaan di antara sesama warga binaan,” ucap Sukarno Ali dalam sambutannya.

 

Di akhir kata, Sukarno Ali mengucapkan selamat kepada warga binaan yang mendapatkan remisi khusus ini dan saya juga mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Waisak 2024/2568 kepada seluruh umat Buddha. Semoga kebahagiaan, kedamaian, dan berkah selalu menyertai kita semua.

Continue Reading

nasional

Gelorakan Kebangkitan Untuk Indonesia Emas, Rutan Cipinang Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-116

Published

on

By

Jakarta – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-116 Tahun 2024 yang bertemakan “Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas” di Lapangan Terbuka Rutan Cipinang, Senin (20/5).

 

Dalam pelaksanaan Upacara, Kepala Rutan Kelas I Cipinang Sukarno Ali bertindak langsung sebagai Inspektur upacara menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Budi Arie Setiadi. Dalam sambutannya, Sukarno Ali berpesan untuk mengenang apa yang digagas oleh Boedi Utomo, Kartini dan para embrio bangsa yang kemudian dirumuskan oleh Bung Karno sebagai Jembatan Emas yang akan membawa Bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin diatas tanah sendiri.

 

Lebih lanjut, Sukarno Ali menyampaikan, “Hari-hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua.

 

Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Rutan Cipinang ini diharapkan dapat menjadi momen yang mengingatkan kita akan sejarah perjuangan bangsa, serta menjadi perhatian kita sebagai Insan Pengayoman dalam memaknai dan memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-116 dengan mengimplementasikan semangat kebangkitan nasional untuk menuju Indonesia Emas.

Continue Reading

nasional

Coffee Morning Bersama Jajaran, Kepala Rutan Cipinang Susun Strategi Mewujudkan WBK Tahun 2024

Published

on

By

Jakarta – Ada banyak cara untuk membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Tidak perlu membuat forum-forum resmi, bisa juga sambil menyeruput kopi. Pada pagi hari ini, usai melaksanakan upacara Kepala Rutan Kelas I Cipinang, Sukarno Ali dan Pejabat Struktural serta Pegawai Rutan Cipinang menggelar diskusi santai melalui acara Coffee Morning, Senin (20/5).

 

Coffee Morning ini bertujuan untuk memperkuat Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Tidak hanya itu saja, dalam kegiatan santai di teras kantor itu, mereka juga menyusun strategi serta membahas terkait rencana kerja beberapa minggu kedepan meliputi evaluasi tugas dan fungsi serta membahas tentang penguatan komitmen dalam menerapkan program back to basic Pemasyarakatan.

 

Dalam diskusi santai sambil menikmati coffee dan teh tersebut, Kepala Rutan Cipinang Sukarno Ali menyampaikan kepada Tim Kerja yang telah terbentuk untuk segera melakukan langkah-langkah dengan menetapkan rencana kerja dan target prioritas tahun 2024 terkait WBK.

 

Selanjutnya Karutan mengajak seluruh Tim Kerja untuk selalu bersemangat membangun zona integritas. “Ayok kita semangat mengerjakan ini, kita semua harus kerja keras dan seluruh Tim Pembangunan Zona Integritas tetap berkomitmen dalam upaya pembangunan ZI menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” pungkasnya.

 

Pembahasan pada rapat kali ini juga berfokus pada evaluasi pemenuhan data dukung, pengelolaan media publikasi, rencana tim kerja masing-masing bidang dan agenda lain yang dinilai perlu disampaikan.

 

Coffee morning ini berlangsung dengan beberapa masukan yang disampaikan oleh Tim Kerja masing-masing tentang data dukung serta inovasi yang dilakukan oleh satuan kerja dalam hal pelayanan publik pada masyarakat maupun pelayanan tahanan.

 

“Saya berharap seluruh tim kerja yang telah dibentuk dapat bekerja sama dengan baik serta menjaga, mengawal dan merealisasikan program kerja yang telah dibuat. Kerja keras dan kerja bersama ini diharapkan dapat menghantarkan Rutan Cipinang meraih WBK,” ucap Sukarno Ali

Continue Reading

Trending