Connect with us

Metro

Muhammad Maahir Abdullah Relawan PMI Kota Jakarta Selatan Ekspedisi Jelajah Nusantara

Published

on

Jakarta, – Muhammad Maahir Abdullah (PIND. 2507) akan menuntaskan obsesi kecilnya untuk menjelajah Nusantara dengan bersepeda.

Dalam Ekspedisi Tunggal Jelajah
Nusantara yang dimulai sejak 11 Maret 2018 itu, Maahir telah bersepeda sejauh 21.926 km melintasi 34 provinsi. Dia juga sekaligus mendaki 30 gunung, termasuk di dalamnya pendakian ke tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia (7 Summits). Semua itu dia jalani selama lebih kurang 975 hari.Selasa.(10/11/2020)

Komunitas Organisasi Pendukung Ekspedisi Penjelajahan Nusantara
(Pataga Indoenesia – Korps Sukarela PMI Jaksel – Pramuka – MTB Federal Indonesi – Gowes Literasi – Bike to work)

Salah satu kegiatan ekspedisi yang belakangan cukup ramai dibicarakan adalah perjalanan bertajuk Ekspedisi Tunggal Penjelajahan Nusantara yang dilakukan Muhammad Maahir Abdulloh. Suatu perjalanan yang telah berlangsung sejak Maret 2018.

Ekspedisi ini memang tak biasa. Maahir seorang diri bersepeda melintasi 34 provinsi di Indonesia. Bersepeda dipilih lantaran kesehariannya yang memang gemar menggunakan sepeda. Di samping juga sebagai alat transportasi ramah lingkungan. Tak bising pula. Ini memungkinkannya menikmati perjalanan tanpa distraksi.

Pria 25 tahun tersebut kesehariannya sebelum memulai perjalanan ini adalah anggota Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan. Ia juga aktif di organisasi Pramuka. Juga tergabung komunitas pencinta alam Pataga Indonesia.

Perjalanan panjang yang dimulai sejak 11 Maret 2018 semula ditargetkan finis di Jakarta pada Maret 2020. Namun perkiraan tersebut meleset. “Karena lama di Papua. Banyak bikin taman baca di Kabupaten Mimika,” sebut Maahir.

Selain agenda melintasi 34 provinsi, dalam ekspedisi Maahir menargetkan pendakian di tujuh gunung tertinggi Indonesia.

“Pada akhir perjalanan, saya akan membuat buku. Bermaksud menjadi literasi karena selama ini belum ada panduan untuk ekspedisi seluruh provinsi di Indonesia,” sebutnya.

Ketiadaan referensi memang sudah jadi pergumulan Maahir ketika memulai ekspedisi. Akhirnya ia banyak berburu referensi secara mandiri. Dari pemetaan hingga literasi di tiap-tiap daerah.

Misi lainnya dalam perjalanan itu juga, adalah mendirikan 10 taman baca di sejumlah wilayah Indonesia. Sejauh ini sudah empat taman baca yang terbangun. Termasuk di Papua.

Buku-buku untuk taman bacaan itu dikirim dari Jakarta lewat bantuan rekannya. Baik dari hasil donasi atau bantuan dari berbagai pihak yang turut melibatkan diri. Dalam sekali pengiriman, meliputi 10 kilogram berat buku. Satu taman baca, ada yang mendapat lebih sekali pengiriman.

Mendirikan taman baca di Papua adalah salah satu kenangan paling berkesan untuknya. Provinsi ini memang memberi banyak kenangan mendalam. Tak heran ia sampai menghabiskan sembilan bulan di sana. Paling lama dibanding provinsi lainnya.

Hari ini di terima oleh Pengurus Daerah pmi dki Jakarta Bapak Rustam Effendi diteruskan di terima oleh Pengurus Pusat PMI Bapak M.Muas

Selanjutnya mengakhiri ekspedisi di PMI Kota Jakarta Selatan.

Continue Reading

Metro

H SURADI ST MT ANGGOTA DPRD KABUPATEN KULON PROGO TENTANG KARIER DAN PENGABDIAN UNTUK KEMAJUAN DAERAH

Published

on

By

Kulon Progo,8/4/2026_Karyapost.com, Dalam sebuah kesempatan yang penuh makna H.Suradi STMT, menyampaikan kisah perjalanan karier serta pengabdiannya yang panjang di bidang pembangunan, sebagai bentuk inspirasi dan motivasi bagi masyarakat.

Dalam penyampaiannya, beliau mengawali dengan salam dan rasa syukur kepada Allah SWT, seraya mengenang awal kariernya yang dimulai pada tahun 1981 di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dedikasi dan konsistensinya dalam bekerja mengantarkan beliau pada berbagai amanah penting hingga pada tahun 2007 dimutasi ke Kementerian PUPR pusat khususnya di bidang sumber daya air.

Pengabdian beliau semakin matang ketika dipercaya bertugas di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, sebuah institusi strategis dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah DIY dan sekitarnya.

Hingga akhirnya pada masa purna tugas beliau tetap eksis berkegiatan dengan diberi kepercayaan sebagai Ketua Dewan Kode Etik GABPEKNAS / Gabungan perusahaan kontraktor nasional Daerah Istimewa Yogyakarta sebuah amanah yang menunjukkan integritas dan keteladanan beliau dalam dunia profesional.

Lebih lanjut H Suradi ST.MT mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2004 kemudian dalam kesempatan itu beliau menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pendukung yang telah memberikan kepercayaan sehingga dirinya dapat mengemban amanah sebagai wakil rakyat dan tak lupa mengucapkan selamat dan sukses kepada Budi Legowo Santoso yang sudah ditunjuk sebagai Kabiro karya pos di Daerah Istimewa Yogyakarta semoga kehadiran media seperti Karyapos di daerah istimewaYogyakarta dapat menjadi pengawal berbagai program dan proyek pembangunan baik di tingkat nasional maupun khususnya di Kulon Progo demi terwujudnya daerah yang semakin maju dan sejahtera begitu disampaikan kepada awak media.

Menutup pernyataannya beliau H Suradi ST MT berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi dalam membangun daerah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab seraya mengakhiri dengan doa dan salam sekaligus mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1 syawal 1447 H mohon maaf lahir dan batin.

Jurnalis : Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Gelar Halalbihalal, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia

Published

on

By

Jakarta – DPP Hidayatullah menggelar Halal Bihalal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatulah dengan tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Halal Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia” di DPP Hidayatullah Jakarta pada hari Kamis, 9 April 2026

Dalam wawancara bersama awak media, Ketua Umum Nardi Hasat menyampaikan pandangan tegas terkait pentingnya kesadaran pola konsumsi di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia. Ia menegaskan bahwa apa yang disuarakan bukanlah bentuk kebencian, melainkan sikap moral yang selaras dengan amanat konstitusi bangsa.

Menurut Nardi Hasat, semangat yang diusung sejalan dengan nilai-nilai dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa konflik dan penjajahan di wilayah Palestina masih berlangsung.

Ia menyoroti bahwa kekuatan finansial yang menopang pihak Israel tidak terlepas dari jaringan bisnis global, termasuk sektor makanan, minuman, dan produk konsumsi lainnya. Ironisnya, sebagian dari produk tersebut memiliki pasar besar di negara-negara dengan mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

“Dengan jumlah umat Islam mencapai sekitar 85 persen dari total penduduk, Indonesia menjadi pangsa pasar yang sangat besar dan menggiurkan bagi berbagai jenis bisnis, termasuk produk-produk yang memiliki keterkaitan dengan Israel,” ujar Nardi Hasat.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah ajakan untuk membenci, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif. Jika tidak ada konflik atau penjajahan, menurutnya, tidak akan ada persoalan terhadap produk-produk tersebut. Namun, karena adanya dugaan bahwa keuntungan dari konsumsi produk tertentu dapat menjadi bagian dari dukungan tidak langsung terhadap konflik, maka umat perlu mengambil sikap.

“Sebagai saudara seagama, kita tentu tidak ingin tragedi kemanusiaan seperti genosida terus berlangsung. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan lebih bijak dalam memilih produk yang kita konsumsi,” tambahnya.

Nardi Hasat berharap masyarakat dapat memahami bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, bukan tindakan diskriminatif. Ia mengajak seluruh elemen umat untuk meningkatkan kesadaran dan memperkuat peran sebagai konsumen yang bertanggung jawab dalam mendukung perdamaian dan keadilan global.

Continue Reading

Metro

ZIARAH RELIGIUS SISWA SMK MA’ARIF 1 NANGGULAN MENAPAKI JEJAK ULAMA DENGAN MENGUATKAN IKHTIAR DAN DOA

Published

on

By

Kulon Progo ,8/4/2026 Karyapost.com – Dalam rangka menghadapi asesmen akhir semester sekaligus memohon kelancaran proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027, siswa-siswi SMK Ma’arif 1 Nanggulan menggelar kegiatan ziarah religi yang berlangsung dengan penuh khidmat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual yang dipadukan dengan nilai-nilai pendidikan karakter, dengan meneladani perjuangan para alim ulama serta memperkuat kedekatan diri kepada Allah SWT.

Rombongan ziarah menempuh sejumlah titik yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas yakni Banjaran Kalibawang (makam Kyai Krapyak Sani), Gunung Pring Muntilan, Santren, Jumoyo (Salam, Magelang), serta Ngadiwongso (Salaman, Magelang).

Dalam suasana penuh kekhusyukan, para siswa bersama para pendamping memanjatkan doa untuk para ulama dan tokoh agama yang telah berjasa dalam menyebarkan syiar Islam, selain itu, doa juga dipanjatkan agar seluruh siswa diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dalam menghadapi ujian akhir, serta memperoleh hasil terbaik dan kelulusan yang membanggakan.

Kegiatan ziarah ini turut didampingi oleh para tokoh dan pendidik yang memiliki komitmen tinggi dalam pembinaan akhlak dan spiritualitas siswa, di antaranya Kyai Sarwidi, S.Pd., M.Pd., Kyai Ali Usman, Kyai H. Ahmad Dainuri Nur, Kyai H. Budiman, serta Kyai Jironi dari Pondok Pesantren Al Miftah Nanggulan, bersama para guru dan karyawan SMK Ma’arif 1 Nanggulan.

Salah satu pendamping menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk menanamkan nilai tawadhu’, rasa syukur, serta kesadaran akan pentingnya doa dalam setiap langkah kehidupan,  “Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi wasilah keberkahan bagi seluruh siswa, baik dalam menempuh ujian maupun dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memohon kepada Allah SWT agar SMK Ma’arif 1 Nanggulan senantiasa diberikan kemudahan dalam proses penerimaan siswa baru, serta terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berakhlakul karimah, dan dipercaya masyarakat.

Dengan terselenggaranya ziarah ini, diharapkan para siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan mental yang kokoh dalam menghadapi setiap tantangan kemudian Nilai-nilai religius yang ditanamkan menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan beradab.

Jurnalis: Albani,ST

Continue Reading

Trending