Connect with us

Metro

Pengurus DPN LPPKI Pusat Bersama Dirwaster Jawa Barat Gelar Acara Peresmian Dan Bimtek POSBAKUM LPPKI Jawa Barat

Published

on

Bekasi, 10 April 2021 – Pengurus DPN LPPKI Pusat bersama Dirwaster Jawa Barat mengadakan acara Peresmian Bimtek POSBAKUM LPPKI Jawa Barat di Yayasan Amanah Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi pada hari Sabtu, 10 April 2021 (pk.14.00 WIB).

Acara Peresmian Bimtek POSBAKUM LPPKI ini dihadiri oleh Perwakilan-perwakilan DPC Jawa Barat, tamu-tamu undangan, rekan-rekan media yang berjalan sesuai protokol kesehatan 3M yang dibuka dengan seminar Kinerja LPPKI dalam perlindungan konsumen juga dihadiri oleh :

1. Azwar Siri, SH. Med. Cpl. (Ketua Umum DPN LPPKI)
2. Rahmawati. SH
3. Meylina. SH (Bendahara LPPKI)
4. Pantas Yadiaman Siregar (Dirwaster LPPKI Jabar)
5. Andi Anggara (Ketua DPC Bekasi Raya)
6. Erwin Maulana (Ketua DPC Bogor Raya)
7. Zainal Abidin (Ketua DPC Subang)
8. Dedi Iskandar (Ketua DPC Kerawang)

DPN LPPKI yang berdiri tanggal 20 April 2020 yang didirikan di Kantor DPN LPPKI, Jl. Rimbo Data Bandar Buat RT 01/ RW 02 No. 20 Padang, memiliki DPC di 3 Provinsi di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Azwar Siri (Ketum DPN LPPKI) bahwa LPPKI berdiri karena keprihatinan terhadap konsumen yang dirugikan dalam perjanjian bisnis properti, pinjaman online, otomotif, dll karena kita semua adalah konsumen dan LPPKI ini berdiri berdasarkan UU YLKI no. 8 tahun 1999. Salah satu tugas LPPKI adalah melindungi konsumen, memberikan advokasi, dan memberikan nasehat kepada konsumen yang membutuhkan. Jadi, LPPKI ini berjuang untuk konsumen yang dasarnya itu UU YLKI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen adalah sebenernya tugasnya pada pemerintah seperti lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat maka berdirilah untuk tujuan perlindungan konsumen diseluruh Indonesia.

LPPKI ini memiliki beberapa DPC di 3 provinsi yaitu Padang, Aceh, Jawa Barat dengan anggota berjumlah kurang lebih 300 orang yang rencananya menyusul lagi DPC baru yaitu Jambi, Palembang, Riau.

LPPKI lebih banyak menangani kasus untuk perlindungan konsumen diadvokasi bidang konsumennya untuk bidang perdatanya yaitu menyelesaikan berbagai persoalan konsumen dalam kasus makanan, obat-obatan, perumahan, dll.
Seperti konsumen yang terkena kasus perumahan contohnya konsumen ini ambil perumahan di Padang dengan dia beli perumahan dan dikasihkan DP ke pengembangnya tetapi rumah itu tidak ada, maka dari itu konsumen ini meminta kembali uang tersebut tapi tidak dikembalikan maka dari itu LPPKI sebagi lembaga konsumen berupaya membantu konsumen tersebuy supaya uang tersebut kembali. Contoh yang lainnya kasus Leasing yaitu 2-3 bulan ditarik karena permasalahan pelunasan dan kasus-kasus lain-lainnya, maka dari itu tugas LPPKI mengayomi, mengadvokasi dan memberikan perjanjian kepada konsumen tersebut agar mereka tidak meminjam. Jadi hal yang penting dari tugas LPPKI yaitu : 1. Memberikan perlindungan sebelum mengalami kerugian, 2. Setelah mengalami kerugian.

Harapan dari LPPKI terhadap perlindungan konsumen adalah agar semua konsumen bisa lebih tegas, mengerti dengan hak dan kewajibannya (kalau seandainya dia mengalami kerugian kemana dia harus mengadu, apa yang harus dia tuntut) maka LPPKI harus hadir diseluruh nusantara Indonesia dengan memberikan perlindungan konsumen dan mencerdaskan seluruh konsumen. Harapan lainnya supaya konsumen itu tidak mengalami kerugian terhadap para pelaku usaha agar para pelaku usaha tersebut menjalankan usahanya dengan jujur dan benar dan tidak merugikan masyarakat konsumen (carilah usaha, keuntungan sebanyak-banyaknya tetapi jangan merugikan orang lain, marilah sama-sama kita untung), dan saya berharap kepada semua jajaran lembaga perlindungan konsumen, mari kita sama-sama membantu konsumen, mencerdaskan konsumen dan kehidupan bangsa Indonesia.

Sumber dana LKPP didapat dari yaitu : 1. Kekayaan pribadi yang disisihkan oleh pengurus, 2. Iuran sosial daripada anggota pengurus, 3. Sumbangan/hibah yang tidak mengikat dari pihak lain.

Harapan LPPKI terhadap pemerintah yaitu untuk bisa bekerja sama, untuk diperhatikan lembaga LPPKI ini karena lembaga kami ini berswadaya antar pengurus anggota dengan pihak lain, karena kami bekerja juga membantu pemerintah dalam program pemerintah itu sendiri dalam perlindungan konsumen agar terciptanya konsumen yang cerdas, mengerti hak dan kewajibannya sehingga mengurangi kerugian dapat dibantu LPPKI dari kerugian konsumen tersebut.

Keuntungan konsumen terhadap LPPKI ini adalah : 1. Apa yang mereka tuntut dapat kembali, 2. Tidak dikenakan biaya apapun dalam membantu konsumen menangani kasus yang dirugikan oleh konsumen tersebut, 3. Berusaha menyelesaikan kerugian konsumen tersebut dengan bekerja, berusaha, berjuang dengan menyediakan advokat/pengacara yang sudah kita siapkan untuk konsumen yang dirugikan tersebut.

Continue Reading

Metro

PMI Mendapat Apresiasi Tinggi dari Panitia Jogja International Kite Festival 2026 atas Dedikasi Pelayanan Kesehatan

Published

on

By

Kulon Progo – karyapost.com,Di balik suksesnya penyelenggaraan Festival dan Lomba Layang-Layang Internasional yang menjadi rangkaian Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, terdapat peran besar berbagai pihak yang bekerja dengan penuh dedikasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Salah satu unsur yang mendapat apresiasi khusus adalah jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) yang telah memberikan pelayanan kesehatan secara profesional kepada peserta, panitia, relawan, maupun masyarakat selama festival berlangsung.

Mewakili Panitia Jogja International Kite Festival (JIKF) Kulon Progo, Gusti RM Kukuh Hertriasning, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Palang Merah Indonesia (PMI). Apresiasi tersebut disampaikan pada Minggu, 5 Juli 2026, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para relawan PMI yang senantiasa hadir memberikan pelayanan kesehatan terbaik selama pelaksanaan Festival dan Lomba Layang-Layang Internasional di kawasan persawahan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo.

Dalam keterangannya,Gusti RM Kukuh Hertriasning menyampaikan bahwa keberadaan tim medis PMI merupakan bagian yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan festival bertaraf internasional tersebut. Sejak hari pertama hingga berakhirnya kegiatan, personel PMI selalu siaga di berbagai titik untuk memberikan pertolongan pertama, layanan kesehatan, serta penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat, sehingga para peserta dari dalam maupun luar negeri serta ribuan pengunjung dapat mengikuti rangkaian acara dengan rasa aman dan nyaman.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Palang Merah Indonesia yang telah memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Kehadiran PMI menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta, tamu undangan, panitia, serta masyarakat yang hadir menyaksikan Jogja International Kite Festival 2026,” ungkapnya.

Menurut panitia, dedikasi yang ditunjukkan PMI mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, profesionalisme, serta kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas. Dengan semangat pengabdian tanpa mengenal lelah, para relawan PMI senantiasa mengedepankan pelayanan yang cepat, tanggap, dan humanis sehingga setiap kebutuhan layanan kesehatan dapat ditangani secara optimal.

Panitia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur pendukung yang telah bekerja sama menyukseskan JIKF 2026, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, pemuda setempat, hingga masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama berlangsungnya festival. Sinergi yang terbangun menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan sebuah penyelenggaraan acara internasional yang aman, tertib, berkualitas, dan membanggakan.

Jogja International Kite Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan budaya yang mempertemukan peserta dari berbagai negara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat citra Kabupaten Kulon Progo sebagai destinasi pariwisata bertaraf internasional yang mengedepankan keramahan, keselamatan, dan pelayanan publik yang prima.

Panitia berharap sinergi yang telah terjalin dengan PMI dapat terus berlanjut pada berbagai agenda nasional maupun internasional di masa mendatang. Semangat kemanusiaan yang senantiasa diusung PMI diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta semangat melayani demi terwujudnya kegiatan yang aman, sukses, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Apresiasi yang disampaikan kepada PMI menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah festival internasional tidak hanya diukur dari kemegahan acara dan jumlah peserta, tetapi juga dari kesiapan pelayanan kesehatan, keselamatan, dan kepedulian terhadap setiap insan yang terlibat. Nilai-nilai inilah yang menjadikan Jogja International Kite Festival 2026 sebagai salah satu agenda internasional yang tidak hanya meriah, tetapi juga humanis, profesional, dan berkesan.

Jurnalis Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Ketua Korwil APGN Banten Djamaludin Sasmita: Kualitas Garam Jadi Kunci Mewujudkan Generasi Penerus Bangsa yang Unggul

Published

on

By

Jakarta – Ketua Koordinator Wilayah Provinsi Banten Asosiasi Pengusaha Garam Nusantara (APGN), Djamaludin Sasmita, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas garam nasional sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Menurut Djamaludin, garam bukan sekadar komoditas kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pengusaha garam harus mengedepankan standar mutu, kebersihan, serta proses produksi yang sesuai dengan ketentuan agar menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.

“Kualitas garam adalah hal yang paling utama. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan garam berkualitas demi mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan mumpuni,” ujar Djamaludin.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha garam di Provinsi Banten untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kualitas produk, serta berinovasi dalam menghadapi tantangan industri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat daya saing garam lokal.

Selain meningkatkan kualitas produk, APGN Banten juga berkomitmen mendukung pemberdayaan petambak garam melalui pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan mutu hasil panen.

Djamaludin berharap komitmen tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri garam nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai negara maritim yang mampu memenuhi kebutuhan garam berkualitas secara mandiri.

Continue Reading

Metro

KULON PROGO SUKSES MENJADI TUAN RUMAH FESTIVAL DAN LOMBA LAYANG-LAYANG JIKF TAHUN 2026 DENGAN TAJUK ” DARI KULON PROGO UNTUK INDONESIA

Published

on

By

Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta – Karyapost.com, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata, pelestarian budaya, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Festival dan Lomba Layang-Layang Internasional Kulon Progo 2026 yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur.

Festival berskala internasional yang menjadi pembuka rangkaian Jogja International Kite Festival 2026 tersebut berlangsung meriah, aman, dan sukses. Selama dua hari pelaksanaan, lebih dari 15.000 pengunjung memadati lokasi acara untuk menyaksikan ratusan layang-layang tradisional, kreasi, hingga train kite beraneka bentuk, ukuran, dan warna yang menghiasi langit pesisir selatan Kulon Progo.

Ajang ini tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya yang mempertemukan para pecinta layang-layang dari berbagai penjuru dunia. Sebanyak 17 negara turut mengirimkan delegasi untuk berpartisipasi, mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni, budaya, dan olahraga rekreasi yang menjadi bahasa universal.

Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan, fesyen, hingga berbagai hasil usaha kreatif masyarakat lokal.

Berdasarkan estimasi penyelenggara, perputaran uang di sektor UMKM selama penyelenggaraan festival mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pariwisata berbasis budaya mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat Kulon Progo.

Festival ini juga memberikan ruang bagi para perajin layang-layang lokal untuk memperkenalkan salah satu karya kebanggaan Kulon Progo, yakni layang-layang train naga, yang memiliki nilai seni tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara. Kehadiran peserta internasional menjadi kesempatan berharga bagi para perajin untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, sekaligus memperkenalkan kreativitas masyarakat Kulon Progo kepada dunia.

Salah seorang peserta asal Beirut, Lebanon, Sami, mengungkapkan kekagumannya terhadap masyarakat Kulon Progo.

«”Masyarakatnya sangat ramah, hangat, dan murah senyum. Di era gawai seperti sekarang, menjaga tradisi layang-layang ini sangat penting bagi generasi muda.”»

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa keramahan masyarakat Kulon Progo memberikan kesan mendalam bagi para tamu mancanegara sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai budaya dan persaudaraan.

Keberhasilan penyelenggaraan festival merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, panitia penyelenggara, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, komunitas layang-layang, pelaku UMKM, media, hingga seluruh masyarakat yang bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Tidak hanya itu, festival ini juga menjadi wadah pemberdayaan generasi muda. Puluhan pemuda dari wilayah sekitar turut dilibatkan dalam pengelolaan keamanan lingkungan, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Keterlibatan mereka tidak hanya membantu kelancaran penyelenggaraan acara, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi serta pengalaman berharga dalam mengelola sebuah event berskala internasional.

Adapun para juara Festival dan Lomba Layang-Layang Internasional Kulon Progo Tahun 2026 adalah sebagai berikut.

Kategori Tradisional

– Juara I: Mandala Berwarna – Club Ronggolawe
– Juara II: Owel – Club Ronggolawe
– Juara III: Wijaya Kusuma – Club PWM Kite

Kategori Kreasi

– Juara I: Kencana Langit – Club PWM Kite
– Juara II: Anoman – Club Mustika Team
– Juara III: Drum – Club PWM Kite

Kategori Train Dewasa

– Juara I: Animasakaa – Independent
– Juara II: Naga Dewangkara – Club Santiko Buwono
– Juara III: Naga Krisna – Club Royal Team

Kategori Train Anak

– Juara I: Nyai Ageng Serang – Club Bolo Srewu Kite
– Juara II: Kaiyang – Club Bolo Dewo
– Juara III: Grasesa – Club Nogo Ruwet Team

Sementara itu, penghargaan Juara Favorit diberikan kepada Pelatuk Kite atas kreativitas, keunikan desain, dan penampilan atraktif yang berhasil memikat perhatian para pengunjung.

Keberhasilan penyelenggaraan Festival dan Lomba Layang-Layang Internasional Kulon Progo 2026 semakin memperkuat posisi Kabupaten Kulon Progo sebagai destinasi unggulan wisata budaya, sport tourism, dan ekonomi kreatif yang mampu menyelenggarakan agenda bertaraf internasional.

Bapak Bupati Kulon Progo  Dr. R. Agung Setyawan S.T M.Sc,M.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap festival ini dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas, menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, meningkatkan investasi di sektor pariwisata, memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat, serta menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan budaya bangsa.

RM Kukuh Hertriasning Wayah Dalem Sri Sultan HB VIII Pembina JIKF 2026 menyampaikan melalui semangat gotong royong, inovasi, dan pelestarian budaya, Kulon Progo kembali membuktikan bahwa tradisi mampu berjalan selaras dengan kemajuan zaman. Dari langit Kulon Progo, ribuan layang-layang bukan sekadar menghiasi cakrawala, melainkan menjadi simbol persahabatan antar bangsa, penggerak ekonomi rakyat, serta duta budaya Indonesia yang terbang membawa nama baik daerah menuju panggung dunia kemudian beliau menyampaikan terimakasih kepada Pemda kulon Progo, Ketua DPRD Kabupaten Kulon  Progo,Dinas Pariwisata,Dinas Perhubungan, Satpol PP Kulon Progo, Dinas Koperasi dan UMKM, Kepolisian,TNI, Pemerintah Kalurahan Banaran, Panewu Galur , RAPI Kulon Progo , BANSER Kulon Progo, KOKAM Kulon Progo ,PMI Kulon Progo,     Perwakilan DPC IP-KI / Ikatan pendukung kemerdekaan Indonesia Kabupaten Kulon Progo, GMK”2009 ( Generasi Muda Kulon Progo ),Biro Karya Post Daerah istimewa Yogyakarta,Pokdarwis Galur,Desa Wisata Galur sekaligus semua unsur yang sudah ikut berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan event acara tersebut kemudian mengucapkan terimakasih apresiasi kepada Ketum DPP IP-KI Baskara Harimukti Sukarya di jakarta yang ikut memberikan piala kejuaraan JIKF 2026 di kabupaten kulon Progo kemudian menghaturkan terima kasih kepada segenap kehadiran tamu undangan Bapak AKBP Ridho Hidayat S.I.K., M.H Kapolres Kulon Progo,   Bapak Letkol Dyan Niti Sukma Dandim 0731 Kulon Progo,Agus Supriyanto SM Fraksi DPRD kabupaten kulon Progo,Sendy Yulistya Prihandiny Fraksi Gerindra DPRD Kulon Progo,  Sutarman S.STP, M.Eng Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo,Dhani Kurniawan Dinas Perhubungan Kulon Progo,Kepala Satpol PP Kulon Progo,Dinas PU Kabupaten kulon Progo,Dinas Kebudayaan Kulon Progo,Bapak Kapten Ngasiman Danramil Galur, Bapak AKP Agus Winaryo S.H Kapolsek Galur,Panewu Galur,Lurah Banaran,KRT Sarwanto Hadi sesepuh Paguyuban Trah RM Bagus Singlon atau Ki Sadewa putra kandung dari Pangeran Diponegoro kemudian dari kota Yogyakarta R Wisesa Handaka Ketua PD 12 KB FKPPI DIY (Forum Komunikasi putra dan putri purnawirawan TNI-POLRI) begitu disampaikan kepada awak media Karya Post dari Jakarta.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Trending