Connect with us

Metro

Nono Sampono Ketum PENGNAS STI Melantik Fahira Idris Jadi Ketua PENGPROV STI DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan : STI akan Berkembang di Kepengurusan Barunya

Published

on

Jakarta – Anggota DPD RI Dapil Provinsi DKI Jakarta, Fahira Idris dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Tingkat Provinsi DKI Jakarta Senam Tera Indonesia (STI) di Ruang Aula Gedung C, Kantor Administrasi Walikota Jakarta Timur (4/9). Hadir menyaksikan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Tingkat Nasional STI, Kormi DKI Jakarta, Pengurus Tingkat Provinsi STI, Pengurus Tingkat Kota STI Se-DKI Jakarta, Asisten Kesra Pemkot Jaktim, Kasudin Dispora Jaktim, dan Para Tamu Undangan lainnya.
.
Pelantikan dan pengukuhan Ibu Fahira Idris sebagai Ketua Pengurus Tingkat Provinsi DKI Jakarta didampingi bersama 5 Ketua Pengkot di lingkup DKI Jakarta diantaranya Ketua STI Tingkat Walikota Jakarta Timur Sudarminto, SE, Ketua STI Tingkat Walikota Jakarta Selatan Nurdin, Ketua STI Tingkat Walikota Jakarta Barat Ir. Hj. Fawzy Gani, MM, Ketua STI Tingkat Walikota Jakarta Utara Yaya dan Ketua STI Tingkat Walikota Jakarta Pusat Hj. E. Maryana Ardaya, MM. Adapun Kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketum Pengnas STI Bapak Letnan Jenderal TNI Mar (Purn.) Dr. Nono Sampono, S.Pi., M.Si didampingi Ketua Harian Pengnas STI Ibu Dra. Hj. Juniwati T. Masjchun Sofwan yang sebelumnya Surat Keputusan telah dibacakan terlebih dahulu oleh Sekum Pengnas STI Ibu Jetty Sri Roosmijati,S.Psi.M.M.
.
Ibu Fahira Idris Ketua Senam Tera Indonesia (STI) Pengurus Tingkat Provinsi DKI Jakarta menyampaikan Fahira mengungkapkan, salah satu program penting Pengurus STI DKI Jakarta ke depan adalah mengenalkan Senam Tera ke semua lapisan masyarakat sehingga semakin banyak orang atau keluarga mempraktikkan Senam Tera. Untuk mewujudkan itu, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kuncinya. Oleh karena itu, lanjutnya, berbagai relasi dengan berbagai pemangku kepentingan diintensifkan. Dari berbagai relasi ini akan tercipta kerja sama untuk memasyarakatkan Senam Tera terutama di Provinsi DKI Jakarta.
.
“Setidaknya ada lima organ atau lima stakeholder utama yang perlu kita ajak berkolaborasi dalam memasyarakatkan Senam Tera. Lima stakeholder ini sering disebut dengan pentahelix yaitu pemerintah, pengusaha (dunia usaha), akademisi (dunia pendidikan), komunitas, dan media. Selain itu, di masa pandemi ini menjadi momentum yang baik bagi kita untuk menyebarkan sebanyak mungkin informasi mengenai banyaknya manfaat Senam Tera. Seperti yang kita ketahui bersama, daya tahan tubuh yang kuat menjadi salah satu benteng menghadapi virus corona (Covid-19). Olahraga teratur menjadi cara untuk menjaga kesehatan, kebugaran, daya tahan tubuh, kebahagian dan Senam Tera adalah olahraga paling tepat untuk itu semua,” ujar Fahira.

.
Fahira mengungkapkan, visi STI yaitu terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat, bugar, dan gembira; terpeliharanya masyarakat yang tenteram, damai, dan bahagia; dan terciptanya sikap, perilaku, dan lingkungan yang indah, adalah sebuah visi yang sangat mulia dan agung. Setelah iman dan takwa, kesehatan adalah yang paling penting dan mendasar yang harus dijaga dan diteguhkan oleh semua insan.
.
“Kesehatan adalah fondasi dalam membangun sebuah bangsa. Kesehatan adalah sumber utama terpeliharanya masyarakat yang tenteram, damai, dan bahagia serta terciptanya sikap, perilaku, dan lingkungan yang indah. Berbagai upaya yang telah dilakukan STI selama puluhan tahun dalam meningkatkan derajat dan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia adalah upaya luhur yang wajib terus kita kuatkan demi kemaslahatan bangsa dan negara. Saya merasa sangat bangga dipercaya menjadi bagian dari sebuah organisasi yang mempunyai cita-cita yang sangat luhur ini,” pungkasnya.
.
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rekaman video mengatakan, 
“Izinkan saya mengucapkan Selamat kepada Ibu FAHIRA IDRIS . Yang diberikan amanat untuk memimpin SENAM TERA INDONESIA. InsyaAllah Amanat yang di Embankan kepada Ibu FAHIRA IDRIS akan bisa dijalankan dengan baik. Senam Tera Indonesia makin berkembang di bawah kepemimpinan Ibu FAHIRA IDRIS. Dan InsyaAllah makin banyak warga Indonesia yang memahami, menguasai dan melaksanakan Senam Tera Indonesia. Sehingga InsyaAllah kita lebih sehat, lebih bugar dan Bisa melewati masa yang Penuh Tantangan ini. Sekali lagi Selamat Kepada Ibu FAHIRA IDRIS dan Seluruh Kepengurusan yang baru di Bentuk. Salam Hangat dan Hormat”, ujar Bapak Gubernur DKI Jakarta Bang H. Anies Baswedan.
.
Nono Sampono Ketum Pengurus Nasional STI menjelaskan singkat akan Senam Tera Indonesia, Senam Tera Indonesia merupakan latihan fisik dan mental, memadukan gerakan bagian tubuh dengan teknik dan irama pernapasan melalui pemusatan pemikiran yang dilaksanakan secara teratur, serasi, benar dan berkesinambungan. Senam ini bersumber dari senam pernapasan Taichi yaitu senam yang mepunyai dasar olah pernapasan yang dipadukan seni beladiri, yang di Indonesia dikombinasikan dengan gerak peregangan dan persendian jadilah sebagai olahraga kesehatan.
.
Lebih lanjut Nono Sampono menyebutkan, ada tiga bagian penting pada Senam Tera Indonesia yakni, stretching atau peregangan, persendiaan dan pernapasan. Bisa dipraktekan semua golongan usia. “Pada kenyataannya, senam ini paling diminati kaum perempuan, tapi tidak apa-apa, jalan saja. Kita berharap kesadaran masyarakat semakin tinggi akan dirinya untuk sehat.
.
Dirinya menambahkan, kepengurusan senam tera Di daerah lain, sudah sampai tingkat kelurahan. “Identitas Senam Tera Indonesi berwarna merah putih, yang menandakan dalam keberagaman, kita tetap satu dalam Bhineka Tunggal Ika. Tercermin pada nilai-nilai kebangsaan empat pilar,” Tutur Pak Nono Sampono Ketum Pengnas STI.
.
Melalui Senam Tera Indonesia, menjadi dasar ke depan akan mempunyai ketahanan tubuh yang kuat dan prima. Sebagai informasi, Senam Tera merupakan latihan fisik dan mental, memadukan gerakan bagian-bagian tubuh dengan teknik dan irama pernapasan melalui pemusatan pemikiran yang dilaksanakan secara teratur, serasi, benar dan berkesinambungan. Senam ini bersumber dari senam pernapasan Tai Chi yaitu senam yang mempunyai dasar olah pernapasan yang dipadukan seni bela diri, yang di Indonesia dikombinasikan dengan gerak peregangan dan persendian jadilah sebagai olahraga kesehatan. Secara resmi pertama kali senam ini mulai berdiri pada 12 November 1985 dan hingga saat ini anggotanya sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Continue Reading

Metro

Bhayangkari Sulut Promosikan UMKM Lokal di KKN 2026, Sambal Roa Jadi Produk Terlaris

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Sulawesi Utara (Sulut) mempromosikan puluhan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dari 15 Polres di wilayah Sulawesi Utara dalam ajang Karya Kreatif Nusantara (KKN) 2026 yang digelar di Jakarta.

Produk yang dipamerkan meliputi beragam kuliner khas Sulawesi Utara, seperti sambal roa, keripik cakalang, olahan pisang, aneka kacang, hingga wastra tradisional yang diproduksi oleh para perajin lokal. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya Bhayangkari memperluas pasar sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Sulut, Tari Minardi, mengatakan seluruh Polres di Sulawesi Utara dilibatkan untuk membawa produk UMKM terbaik hasil pembinaan masing-masing.

“Kita punya 15 Polres, jadi semua Polres ikut terlibat,” kata Tari saat ditemui di sela-sela pameran KKN 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, partisipasi seluruh Polres merupakan bentuk komitmen Bhayangkari dalam mendorong pertumbuhan UMKM agar mampu meningkatkan daya saing serta memperluas akses pemasaran produk lokal di tingkat nasional.

Ia menjelaskan, produk kuliner masih menjadi daya tarik utama di stan Bhayangkari Sulut. Dari berbagai produk yang dipamerkan, sambal roa tercatat sebagai produk yang paling banyak diburu pengunjung sejak hari pertama pameran berlangsung.

“Yang paling diminati masyarakat dari hari pertama sampai sekarang itu sambal roa,” ujarnya.

Selain produk kuliner, Bhayangkari Sulut juga menampilkan wastra tradisional yang dibuat secara handmade oleh perajin lokal. Setiap lembar kain maupun busana tradisional dikerjakan dengan teknik tradisional sehingga membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk proses penyelesaiannya.
“Pembuatannya kurang lebih sebulanan,” katanya.

Menurut Tari, keikutsertaan dalam Karya Kreatif Nusantara 2026 bukan hanya bertujuan meningkatkan penjualan produk selama pameran, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis dan memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Utara kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia berharap promosi melalui pameran berskala nasional tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet pelaku UMKM sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan Sulawesi Utara di pasar nasional.

“Harapannya supaya dagangannya laris dan omzetnya banyak,” tutur Tari.

Karya Kreatif Nusantara 2026 menjadi salah satu ajang promosi produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia yang mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan produk-produk lokal semakin dikenal, memiliki nilai tambah, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Continue Reading

Metro

PD Bhayangkari Bengkulu Tampilkan Keunggulan UMKM di Ajang Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

Published

on

By

Jakarta —  Dalam perhelatan Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026, Pengurus Bhayangkari dari berbagai daerah turut serta menampilkan produk-produk unggulan terbaik, salah satunya datang dari PD Bhayangkari Bengkulu.

Ibu Salma Imam Asfali selaku Ketua Seksi Ekonomi yang juga istri dari Kombes Imam Asfali, S.I.K., M.H. (Dirreskrimsus Polda Bengkulu) memaparkan partisipasi aktif dari 10 cabang Bhayangkari / kepolisian resor (polres) di wilayah Daerah Polda Bengkulu.
Dari setiap cabang di 10 daerah tersebut, dikurasi dan diambil banyak produk UMKM Bhayangkari unggulan untuk dipamerkan.

​Setiap cabang menghadirkan ragam produk pilihan yang merepresentasikan kekayaan daerah. Dari sekian banyak produk yang dipamerkan, minuman jeruk kalamansi menjadi salah satu primadona yang paling diunggulkan dan paling laris diburu pengunjung.

​”Ada macam-macam, ada ini ciri khasnya Bengkulu minuman jeruk kalamansi… karena kalau sudah mencoba pasti mau mencoba kembali,” ungkap Salma Imam Asfali di lokasi pameran.

​Produk-produk yang dibawa oleh kontingen Bhayangkari Daerah Bengkulu mencakup kategori kuliner hingga kerajinan non-kuliner. Variasi harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif agar dapat dijangkau oleh berbagai kalangan pengunjung:

● ​Produk Kuliner & Umum: Dibanderol mulai dari harga Rp35.000.

● ​Produk Non-Kuliner (Kerajinan Tertentu): Ada yang mencapai harga tertinggi hingga Rp1,800,000,-

​Antusiasme pengunjung yang tinggi membuat tingkat penjualan pada hari tersebut melampaui perkiraan. Bahkan, stok produk yang sedianya disiapkan untuk hari berikutnya terpaksa harus dikeluarkan lebih awal karena tingginya permintaan pembeli.

​Meskipun pencapaian materi dan target penjualan menjadi salah satu indikator kesuksesan pameran, prioritas utama yang ingin dicapai adalah memperkenalkan hasil karya tangan kreatif ibu-ibu Bhayangkari dari lingkup Polda Bengkulu ke kancah yang lebih luas.

​Melalui keikutsertaan dalam ajang Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 ini, diharapkan dapat menambah semangat ibu-ibu yang ikut serta pada tahun ini untuk kembali berpartisipasi pada KBN di masa mendatang, sekaligus memperluas jangkauan promosi produk secara berkelanjutan.

Continue Reading

Metro

STOP BAHAS “GEN-GEN”, KEMBALIKAN DIDIKAN KE BHINEKA TUNGGAL IKA

Published

on

By

Agus Harta Ketua Bidang Pemuda Dan Olahraga PP AMPG

Bangsa ini sedang terlalu sibuk berdebat tentang label. Gen Milenial disebut tahan banting. Gen Z disebut tidak sabaran. Gen Alfa disebut korban gadget. Seolah-olah karakter, etos kerja, dan masa depan 270 juta rakyat bisa dikotak-kotakkan hanya berdasarkan tahun lahir.

Saya menyebutnya: omon-omon pengelompokan generasi. Mari kita menoleh sebentar. Lihat Jepang, China, bahkan Iran. Kapan terakhir kita mendengar negara-negara itu sibuk membahas “Gen Z vs Milenial”? Tidak ada. Yang mereka ajarkan turun-temurun adalah satu hal: disiplin waktu, disiplin ilmu, dan tanggung jawab pada bangsa. Hasilnya kita lihat sekarang. Mereka maju karena fokus mendidik, bukan mendebat label.

Di negeri kita, teori pengkotak-kotakan generasi justru masif. Masuk ke seminar, konten media sosial, ruang rapat, bahkan kebijakan. Padahal secara ilmiah dasarnya rapuh. Ini lebih mirip mitos zaman dulu, feodal, seperti ramalan. Bahayanya, tanpa sadar ini menciptakan sekat baru. “Oh dia Gen Z, ya wajar.” “Oh dia Milenial, pasti begini.” Lama-lama kita kehilangan rasa satu bangsa. Bukankah ini justru bertentangan dengan cita-cita para pendiri?

Para almarhum dan almarhumah pejuang bangsa tidak pernah sibuk membahas generasi. Yang mereka genggam erat adalah *Bhineka Tunggal Ika* di bawah naungan *Garuda Pancasila*. Mereka adalah para pemikir ilmiah dan logis. Mereka sudah mengunci generasi mendatang dengan satu semboyan: berbeda-beda, tetapi tetap satu. Tidak ada dikotomi suku, agama, daerah.

Semboyan itu kemudian diperkuat oleh *Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928*: Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Itu kontrak kita sebagai anak bangsa. Bukan kontrak “kamu Gen ini, aku Gen itu”.

Lalu di mana letak persoalannya hari ini? Banyak pejabat negara yang korup, lupa pada perjuangan, dan lupa pada sumpahnya. Apakah itu salah “generasi”? Tidak. Itu salah karena meninggalkan nilai. Karena ketika nilai Bhineka dan Sumpah Pemuda ditinggalkan, yang muncul adalah ego kelompok, ego golongan, dan ego pribadi.

Maka solusinya bukan menambah label baru. Solusinya kembali ke rumah, kembali ke sekolah, kembali ke lingkungan.

*Didiklah anak-anak kita secara utuh.*
Pertama, dengan *Ilmu Agama* sebagai kompas moral. Kedua, *Ilmu Pengetahuan Sosial dan Alam* sebagai cara berpikir. Ketiga, *Teknologi Digital* sebagai bekal zaman. Dan di atas semuanya, ajarkan *kedisiplinan dan keteraturan*.

Interaksi sosial antara anak dan orang tua harus persuasif, bukan otoriter. Batasi dan arahkan pergaulan mereka. Jika ada anak yang sudah terpapar gadget, game online berlebihan, jangan langsung menghakimi. Duduk, diskusi, cari solusi bersama. Menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan masa depan satu keluarga.

Contoh kecil tapi berdampak: Jika ada halaman kosong di rumah atau di lingkungan, sulap jadi taman bunga dan buah. Buat kolam ikan. Jadikan rumah sebagai ruang edukasi yang berkelanjutan, bukan hanya seremoni 17 Agustus atau 28 Oktober setahun sekali.

Latih anak-anak kita di dunia teknologi yang positif. Ajari desain grafis agar bisa buka jasa. Ajari digital marketing agar bisa jual produk UMKM. Ajari service elektronik agar punya keterampilan. Jangan pernah bosan berpikir untuk membekali mereka.

Sebaliknya, berhentilah mengajarkan generasi muda hal yang tidak membangun. Joget-joget TikTok tanpa arah, konten tanpa nilai, hanya akan menghabiskan waktu dan mengikis daya juang.

Wahai para orang tua, guru, dan pemimpin. Sudah saatnya kita berhenti terjebak dalam wacana “Gen-gen”. Sudah saatnya kita kembali ke pangkuan *Bhineka Tunggal Ika* dan *Sumpah Pemuda*.

Karena kemajuan bangsa tidak ditentukan oleh tahun berapa kita lahir. Tetapi ditentukan oleh ilmu apa yang kita pelajari, disiplin apa yang kita latih, dan nilai apa yang kita jaga bersama.

Jakarta, 22 April 2026

Continue Reading

Trending