Connect with us

TNI / Polri

Kopassus Berhasil Juarai Lomba Tembak Dankormar Cup 2021

Published

on

JAKARTA – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berhasil menjuarai Lomba Menembak Dankormar Cup 2021 di Lapangan Tembak Jusman Puger, Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, mulai Rabu 11 November s.d. Minggu tgl 14 November 2021.

Dankormar menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakan lomba menembak ini dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-76 Korps Marinir, juga memunculkan bibit-bibit petembak baru yang memiliki potensi.

Dansat 81 Kopassus Kolonel Inf Benny Rahadian mengapresiasi keberhasilan anggotanya yang banyak menggondol juara dalam lomba tembak Dankormar Cup 2021.

“Selamat dan bangga dengan keberhasilan perolehan juara prajurit saya dalam kejuaraan lomba tembak Dankormar Cup 202,” jelas Kolonel Inf Benny Rahadian mengapresiasi keberhasilan prajuritnya, Minggu (14/11/2021).

Hasil lomba tembak Dankormar Cup 2021 sebagai berikut
1.HPR (High Power Rifle) /Senapan
Perorangan standart 100 m prajurit Kopassus Theo (Baladika SC Grup-1Kopassus ) memperoleh nilai 138,2 berhasil duduk di Juara kedua.

Lalu pada Team standart 100 m Kopassus menduduki Juara 1, Baladika SC (Grup-1Kopassus), dengan total nilai 400. Kemudian Juara 2 : TSC (Sat 81Kopassus ), dengan total nilai 387 diperoleh oleh Serka Ferli, nilai 128 (811), Serka Jaka nilai 125 (Yon 811 Sat 81 Kopassus ) dan Praka Hepy nilai 134 (Yon 811,Sat 81 Kopassus).

Sedangkan Materi 300 m plat babi digondol oleh Praka Hepy, dengan nilai 140 (Yon 811, Sat 81) meraih Juara 1.

Untuk Materi 400 m prone dua prajurit meraih juara 1 dan Juara 3. Juara 1 disabet oleh Praka Haskar 146 (Yon 812 Sat-81Kopassus ) dan Juara 3 Serda Nyoman 144 (Yon 812, Sat 81Kopassus )

Materi 400 m prone ladies (wanita) sukses diraih oleh Aprilia, nilai 138,5 (Persit Yon 811 Sat-81Kopassus) sebagai Juara 1.

2. Lomba tembak Materi Pistol Eksekutif, keluar sebagai pemenang dalam Pistol Executive jarak 20 m perorangan Putra(TNI/POLRI) adalah Juara 1 Letda inf Lantik (Kopassus), nilai 197,6.

Dan pemenang Pistol Eksekutif Beregu Putra (TNI/POLRI) yaitu Juara 2 Serka Aditya, Sertu Safron, Sertu Gede (Sat 81Kopassus ) nilai 583,0, dan Juara 3 oleh Kapten Inf Sihombing, Lettu Inf Totok, Letda Inf Lantik (Kopassus), dengan nilai 582,8.

Kategori Materi Pistol Presisi Perorangan Jarak 25m TNI/POLRI Juara 2 Serda Mike (Kopassus) dengan nilai 98,3.

Untuk Pistol Presisi Beregu (TNI/POLRI), Tim 1 Kopassus menggondol Juara 2 dengan nilai nilai 286,7 yaitu Kapten inf Sihombing (95,1), Lettu inf Totok (93,3) dan Serda Mike (98,3). Dan Juara 3 : TSC (Sat 81 Kopassus), nilai 284,9 diperoleh Serka Aditya (96,4) (Yon 812 Sat 81 Kopassus), Sertu Safron (95,4) (Yon 811 Sat 81 Kopassus) dan Sertu Gede (93,1) (Yon 811 Sat 81 kopassus ).

Menembak Reaksi, kategori Overall Match kelas Production untuk Juara 2 disabet Kapten Inf Ridho (TSC/Sat 81 Kopassus) dan kategori Overall Match kelas PCC diraih Serka Agus Sutrisno (TSC/Sat 81Kopassus) sedangkan kategori Overall Match Production (Non IPSC) diraih Juara 1 oleh Serka Hendro Susilo (TSC/Sat 81Kopassus ).

Continue Reading

TNI / Polri

Polri Luncurkan Buku Strategi Pemberantasan TPPO di Era Digital

Published

on

By

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar peluncuran dan bedah buku berjudul “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital” pada hari ini, pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Bareskrim Polri Lantai 9. Rabu (21/1/2026)

Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi publik untuk memahami perkembangan dan dinamika kejahatan Perlindungan Perempuan dan Anak–Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang kini semakin kompleks dan lintas sektor.

Buku ini ditulis oleh tiga penulis, yakni Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, purnawirawan Polri Komjen Pol. (Purn.) Drs. I Ketut Suardana, serta Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah. Isinya merangkum pengalaman, strategi, dan kerja kolaboratif Polri bersama kementerian/lembaga, akademisi, serta mitra internasional dalam mencegah dan memberantas TPPO.

Wakapolri menegaskan bahwa TPPO saat ini tidak lagi berdiri sendiri sebagai kejahatan konvensional, melainkan telah bertransformasi memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga jaringan lintas negara. Karena itu, Polri mengedepankan pendekatan terpadu dan kolaboratif, mulai dari penguatan Direktorat PPA-PPO, kerja sama internasional, hingga pencegahan berbasis keluarga, sekolah, dan literasi digital masyarakat.

“Buku ini penting agar masyarakat tahu bahwa kejahatan PPA-PPO terus berkembang, dan penanganannya tidak bisa hanya oleh Polri, tetapi harus melibatkan semua pihak,” tegas Wakapolri. Ia juga menekankan prinsip penanganan yang menempatkan korban sebagai subjek perlindungan, bukan untuk disalahkan.

Bedah buku dilakukan langsung oleh para penanggap ahli dan akademisi nasional, yaitu Poengky Indarty, Komjen Pol. Dr. Dwiyono, Prof. Dr. Nurini Aprilianda, Prof. Hj. Sri Endah Wahyuningsih, Prof. Dr. Ani Purwanti, dan Prof. Dr. Eva Achjani Zulfa. Para penanggap menilai buku ini relevan sebagai rujukan akademis sekaligus panduan praktis kebijakan karena memotret langsung praktik penanganan TPPO di lapangan.

Wakapolri berharap buku ini dapat dibaca luas oleh masyarakat sebagai sarana edukasi dan kewaspadaan bersama. Dengan memahami pola, risiko, dan upaya penanganan TPPO yang dilakukan Polri bersama kementerian/lembaga, masyarakat diharapkan turut berperan aktif mencegah kejahatan perdagangan orang, khususnya terhadap perempuan dan anak, di era digital yang terus berubah.

Continue Reading

TNI / Polri

Wisuda 380 Perwira Remaja, Kasad: Gelar Akademik Bukan Tujuan Akhir

Published

on

By

JAKARTA,  — Gelar akademis bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi awal untuk pengabdian yang lebih luas, dan berdampak bagi satuan, masyarakat, bangsa dan negara di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman yang diiringi kemajuan teknologi digital dan siber.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., saat memimpin Wisuda 380 Perwira Remaja Abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun Akademik 2025 Program 3 Tahun di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Selasa (20/1/2026).

Di momen tersebut, sebanyak 380 Perwira Remaja secara resmi menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan (S.Tr.Han). Mereka berasal dari lima program studi, yakni Manajemen Pertahanan, Administrasi Pertahanan, Teknik Mesin Pertahanan, Teknik Elektronika Pertahanan, dan Teknik Sipil Pertahanan, dengan capaian akademik terbaik di masing-masing program studi.

Kasad mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas capaian yang diraih selama menempuh pendidikan di Akademi Militer. “Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, refleksi kedisiplinan, serta semangat belajar yang tinggi selama mengikuti pendidikan di Akademi Militer,” tuturnya.

Kasad menjelaskan bahwa pendidikan berorientasi terapan merupakan langkah strategis TNI Angkatan Darat dalam menyiapkan perwira yang tidak hanya tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga unggul secara intelektual serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya meyakini, lulusan Sarjana Terapan Pertahanan Angkatan ke-16 ini akan menjadi motor penggerak perubahan di tubuh TNI Angkatan Darat. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah perwira yang mampu memberi warna dan dampak positif dalam setiap penugasan,” tegas Kasad.

Menutup sambutannya, Kasad berpesan agar para perwira muda terus memelihara semangat belajar melalui pendidikan formal maupun pengalaman empiris di lapangan, dengan tetap memegang teguh nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara. *(Dispenad)*

Continue Reading

TNI / Polri

Korlantas Polri Gelar ETLE Mobile Handheld di Sulawesi Tenggara untuk Penegakan Hukum Modern

Published

on

By

Jakarta –  ETLE Nasional Sistem ETLE menjadi fondasi penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis elektronik yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Seluruh data yang terekam oleh ETLE Mobile Handheld terintegrasi langsung dengan ETLE Nasional (ETLE-Nas).(19/1) di Korlantas Polri

Hal ini memastikan setiap pelanggaran diproses secara digital dan terstandar di tingkat nasional.

Mekanisme ini memungkinkan penindakan tanpa menghentikan kendaraan di tempat. Data pelanggaran akan diproses melalui sistem ETLE-Nas, dan surat konfirmasi pelanggaran atau tilang akan dikirimkan kepada pemilik kendaraan sesuai data registrasi. Proses ini diklaim lebih cepat, tepat, dan meminimalkan potensi kesalahan administrasi serta praktik transaksi

Continue Reading

Trending