Connect with us

Metro

Dewan Pendidikan Kota Bekasi Bersama Pemda Kota Bekasi Gelar Seminal Nasional Pendidikan dalam rangka Hari Guru Nasional Tema “Transformasi Pendidikan Di Era Dirupsi”

Published

on

Bekasi, 22 November 2023 – Dewan Pendidikan Kota Bekasi bersama Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Universitas UNISMA & Pemda Kota Bekasi Menggadakan Seminal Nasional Pendidikan dalam rangka Hari Guru Nasional dengan Tema ; “Transformasi Pendidikan Di Era Dirupsi” di Universitas Islam 45 (UNISMA), Bekasi pada hari Rabu, 22 November 2023.

Hadir sebagai Narasumber diacara Seminar Nasional Pendidikan adalah ; Dudung Abdul Qodir, S.Pd., M.Pd. (Ketua PB PGRI Pusat), Dr. Eviana Hikamudin, S.Pd., M.M. (Peneliti Balitbang Kemendikbud Dosen Pascasarjana UPI), Assoc. Prof. Dr. Joseph, M.I. (Renwarin Ketua 2 Dewan Pendidikan), Dr. Dindin Abidin, S.Pd., M.Si. (Dosen FKIP Unisma Bekasi), Moderator : Dr. H. Andi Sopandi, M.Si. (Ketua 1 Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Dosen Besar Pemerintahan Fisip Unisma), R. Gani Muhammad, S.H., M.A.P. (PJ Walikota Bekasi), Dr. Uu Saeful Mikdar (Kepala Dinas Pendidikan), Drs. H. Alie Fauzi, M.Pd. (Ketua Umum Dewan Pendidikan), Dr. Amin, S.Pd., M.Si.
(Rektor UNISMA Bekasi).

Drs. H. Alie Fauzi, M.Pd. sebagai Ketua Umum Dewan Pendidikan dalam sambutannya dihadapan peserta Seminar mengatakan ; “Marilah kita mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk kita bisa hadir di tempat ini. Terima kasih kepada Rektor UNISMA Bekasi yang telah mengizinkan kegiatan Dewan Pendidikan untuk melakukan kegiatan seminar pendidikan dalam rangka memperingati HUT PGRI.

Sekaligus juga pada hari ini mengukuhkan seluruh pengurus Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kota Bekasi.

FKKS ini merupakan kegiatan organisasi wadah masyarakat Kota Bekasi terkait pendidikan. Terimakm kasih juga kepada para peserta seminar yang hadir di acara ini.

Berbicara tentang peran serta pendidikan sesuai dengan Undang-Undang bahwa pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Didalamnya juga ada tanggung jawab masyarakat.

Oleh karena itu sesuai dengan undang-undang Sisdiknas disana ada yang namanya Dewan Pendidikan dan Pemilik Sekolah.

Lembaga ini merupakan lembaga mandiri yang berpartisipasi langsung membantu tercapainya pendidikan. Tentu saja ketika masyarakat membantu dunia pendidikan tentunya harus ada wadahnya.

Disekolah ada yang namanya pemilik sekolah, jadi sudah dituangkan dalam Undang-Undang dari tahun 2000. Permendiknas itu sudah ada dari tahun 2002.

UU Sisdiknas 2003, jelas sekali bahwa peran serta masyarakat dan sekolah itu namanya Komite Sekolah. Kalau di tingkat Kota/Kabupaten namanya Dewan Pendidikan.

Lembaga ini belum optimal kewenangannya bahkan sampai hari ini itu yang namanya Dewan Pendidikan Nasional itu belum ada. Bahkan Ketua Umum Dewan Pendidikan tingkat nasional belum ada.

Dari situ peran serta masyarakat kurang mendapat perhatian. Padahal UU nya jelas. Ketika pendidikan kurang mendapat perhatian, kurang optimal, sehingga keberadaan komite sekolah itu terkadang ada dan tidak”.

Dr. Amin, S.Pd., M.Si. sebagai Rektor UNISMA Bekasi juga memberikan sambutan ; “Mengapresiasi kepada Dewan Pendidikan, Forum Komunikasi Komite Sekolah dan Bapak Ibu semua yang sudah berkenan hadir disini. Kita sama-sama insan pendidikan marilah kita bahu membahu membangun sinergi pendidikan yang harus maju.

Mudah-mudahan inisiasi kegiatan ini mampu menjadi pemicu Unisma untuk bisa beralih dan berevolusi menjadi teaching university, lesson university dan democracy university.

“Transformasi itu suatu keharusan apalagi sekarang perkembangan pendidikan sudah maju pesat. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu untuk menginspirasi kita semua sehingga bisa berkontribusi besar dalam dunia pendidikan”.

Continue Reading

Metro

Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DPW DKI Jakarta Gelar Musyawarah Wilayah

Published

on

By

Jakarta – Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) APPSI ke-22, bertempat di Gedung Juang, Minggu (12/04/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pedagang pasar untuk memperkuat soliditas organisasi, melakukan evaluasi kepengurusan sebelumnya, serta menyusun arah program kerja ke depan demi kemajuan pasar tradisional di DKI Jakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum APPSI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. Kehadiran beliau memberikan semangat tersendiri bagi para pedagang pasar untuk terus berkontribusi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Dalam wawancara dengan media, Ketua DPW APPSI DKI Jakarta, Ngadiran, menegaskan bahwa agenda utama Muswil kali ini adalah laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, pembahasan program kerja, serta pemilihan Ketua DPW APPSI DKI Jakarta yang baru.

“Yang utama dibahas adalah laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, termasuk kepengurusan kami saat ini.

Tugas hari ini adalah melaksanakan Muswil dalam rangka memilih kepengurusan Ketua DPW yang akan datang, sekaligus menjalankan program-program sesuai pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah pemilihan ketua, akan segera dibentuk tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru dalam waktu paling lama 30 hari.
Menurut Ngadiran, salah satu harapan terbesar dari Muswil ini adalah terwujudnya persatuan seluruh pedagang pasar.

“Sebagai pedagang, persatuan itu sangat penting. Di pasar kita boleh berbeda warna dan berbeda pemahaman, tetapi semuanya tetap bersaudara. Bagaimana kita mempersatukan berbagai unsur yang ada di pasar, itu yang menjadi kunci,” tegasnya.

Ngadiran menambahkan bahwa pasar tradisional memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai penampung hasil bumi, peternakan, perikanan, dan produk industri kecil masyarakat.

“Pasar adalah tempat yang sangat penting. Pedagang bukan hanya menjual kepada masyarakat, tetapi juga menampung hasil pertanian, peternakan, nelayan, hingga industri kecil. Ini bagian dari penguatan ekonomi rakyat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi antara pedagang dengan pengelola pasar, khususnya PD Pasar Jaya, serta komunikasi yang baik dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pasar tradisional sebenarnya menjadi tempat lahirnya entrepreneur mandiri dan penampungan tenaga kerja. Karena itu ke depan harus ada kerja sama yang kondusif antara pedagang dan pengelola pasar agar semuanya berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Saat ini, APPSI DKI Jakarta mencatat terdapat sekitar 153 pasar di bawah PD Pasar Jaya, dengan target pembentukan kepengurusan yang terus diperluas.

Muswil V dan peringatan HUT ke-22 ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kesejahteraan pedagang, serta menjaga eksistensi pasar tradisional sebagai pilar utama ekonomi masyarakat.

Continue Reading

Metro

DPP GMNI Gelar Puncak Dies Natalis ke-72, Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Ideologi

Published

on

By

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menggelar puncak Dies Natalis ke-72 pada Sabtu (11/4/2026) di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, sebagai keynote speaker. Turut hadir Ketua Umum GMNI M. Risyad Fahlefi, Sekretaris Jenderal GMNI Patra Dewa, Bendahara Umum Anselmus Ersandy S., serta Ketua Panitia Dies Natalis ke-72, Adi Suherman Tebwayanan.

Dalam sesi diskusi, sejumlah tokoh nasional turut dihadirkan, di antaranya Eros Djarot, Ir. Suko Sudarso, Theo L. Sambuaga, serta Prof. Dr. Drs. Adv. Ganjar Razuni.

Dalam sambutannya, Faisol Riza menekankan bahwa implementasi Pasal 33 UUD 1945 hanya dapat dilakukan oleh negara yang kuat, terutama dalam mengelola kekayaan alam yang melimpah. Menurutnya, kemampuan finansial menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah berinisiatif membentuk Danantara sebagai upaya mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, peluang masuknya investasi dinilai sangat besar.

“Kita tidak punya alasan untuk menjadi negara tertinggal. Potensi kita sangat besar, dan generasi muda harus melihat peluang industrialisasi sebagai masa depan bangsa,” ujar Faisol.

Sementara itu, Ketua Umum GMNI, M. Risyad Fahlefi, dalam orasinya menyoroti pentingnya menjaga konsolidasi organisasi di tengah dinamika politik yang kerap kehilangan arah ideologis.

Mengutip ajaran Soekarno, Risyad menegaskan bahwa konsep berdikari tidak hanya bermakna kemandirian ekonomi, tetapi juga kemandirian dalam berpikir agar tidak mudah terpengaruh kepentingan sesaat.

“GMNI harus menjadi ruang perjuangan ideologis yang kuat. Momentum Dies Natalis ini harus dimanfaatkan untuk menemukan kembali jati diri perjuangan kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh kader GMNI untuk memperkuat solidaritas dan konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pasal 33 UUD 1945, demi terwujudnya kemandirian politik dan ekonomi bangsa.

Continue Reading

Metro

IKA ITS Gelar Idul Fitri Funfest 2026, Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Sosial-Ekonomi di Jakarta

Published

on

By

Jakarta – MPP IKA ITS berkolaborasi dengan PW dan KOMJUR menggelar Idul Fitri Funfest 2026 bertema “Berbagi Beraksi Berkolaborasi” di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang halal bihalal sekaligus ruang kolaborasi alumni, komunitas, dan masyarakat.

Acara tahunan ini tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menggabungkan aksi sosial, pemberdayaan UMKM, dan penguatan identitas budaya dalam satu panggung.

Kolaborasi Alumni IKA ITS Dorong Aksi Nyata

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IKA ITS, Ir. Wiluyo Kusdwiharto, menegaskan bahwa Funfest bukan sekadar temu kangen.

“Acara ini adalah bukti nyata rasa syukur sekaligus kepedulian kita terhadap masyarakat sekitar,” ujar Wiluyo dalam sambutannya, Sabtu (11/4/2026).

Salah satu sorotan adalah keterlibatan Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus (YABK), mulai dari penampilan tari hingga partisipasi dalam bazar kuliner.

Di sela acara, saya sempat mencicipi kopi dari booth YABK. Rasanya tidak kalah dengan kedai profesional. Momen seperti ini terasa sederhana, tapi memberi perspektif baru soal inklusi.

Selain itu, panitia juga menyalurkan donasi simbolis sebagai bagian dari program “Charity in Diversity” serta menggelar donor darah “Red Heroes Day”.

Dari Budaya hingga Ekonomi, Dampak Diperluas

Mengusung nuansa “Nusantara Tradisional”, acara ini memadukan unsur budaya dengan inovasi. Ada cosplay adat, pertunjukan seni, hingga live painting dari anak berkebutuhan khusus.

Di sisi lain, bazar UMKM menjadi magnet tersendiri. Kuliner khas seperti rawon dan bakso Malang ramai diserbu pengunjung.

Keterlibatan sponsor seperti PT Pertamina, PT BNI, PT PLN Persero, dan PT Dua-Dua Indonesia menunjukkan kuatnya jejaring alumni dalam menggerakkan kegiatan sosial-ekonomi.

Wiluyo menyebut, kolaborasi ini bukan hal baru. Sebelumnya, IKA ITS telah menjalankan berbagai program, mulai dari kebun buah alumni hingga bantuan kemanusiaan di Aceh dan Sumatera Utara.

Saya teringat beberapa tahun lalu, konsep event alumni masih cenderung formal dan terbatas. Kini, formatnya berubah lebih cair menggabungkan hiburan, bisnis, dan filantropi dalam satu ruang.

Continue Reading

Trending