Connect with us

nasional

Safari Ramadhan 1445H, Momen Merajut Kebersamaan

Published

on

Jakarta – Memasuki hari ke-5 puasa pada bulan Ramadhan 1445 H, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun menyambangi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang dalam rangka Safari Ramadhan di Mesjid Nurul Iman, Jumat (15/3) malam.

 

Kedatangan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan, Tony Nainggolan dan Kepala Divisi Administrasi, Mutia Farida beserta rombongan disambut hangat oleh Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang, Sukarno Ali beserta jajaran Rutan Kelas I Cipinang.

 

Safari Ramadhan ini menjadi momen yang berharga bagi Rutan Kelas I Cipinang, selain menjalin silatuhrahmi juga memberikan kesempatan bagi Petugas dan warga binaan Rutan Cipinang untuk mendapatkan pandangan dan arahan serta motivasi langsung dari Kepala Kantor Wilayah selama menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

 

Kegiatan yang diawali dengan shlt isya serta tarawih berjamaah dengan ratusan Warga Binaan ini, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun menyampaikan melalui momentum bulan suci Ramadhan ini dapat digunakan sebagai ajang bersilaturahmi dan dapat dimanfaatkan untuk berlomba dalam hal kebaikan.

 

“Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan meningkatkan ketaqwaan, ini saatnya melakukan hijrah atau perubahan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

 

Usai melaksanakan shalat berjamaah, Kepala Kantor Wilayah Bersama rombongan langsung berkeliling Dapur Sehati untuk memastikan persediaan bahan makanan untuk buka puasa dan sahur warga binaan. Selain itu, Kakanwil juga memeriksa kesiapan petugas pengamanan selama bulan suci Ramadan.

 

“Selama bulan suci ramadhan kegiatan malam warga binaan di luar blok akan bertambah yaitu menunaikan ibadah shalat tarawih. Untuk itu waspada serta perhatikan titik-titik rawan yang ada di area Rutan Cipinang termasuk kualitas makanan untuk sahur dan berbuka bagi warga binaan harus di perhatikan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Cipinang, Sukarno Ali menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Sukarno Ali menyebutkan bahwa kehadiran Kepala Kanwil beserta rombongan sangat menginspirasi dan memberikan semangat baru bukan hanya bagi Petugas tetapi juga seluruh penghuni Rutan Cipinang.

 

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Bapak Kepala Kanwil dan rombongan dalam Safari Ramadhan di Rutan Cipinang.

 

Ini adalah momen kebersamaan yang berharga bagi kami untuk bersilaturahmi dan memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik dan semoga kegiatan di Rutan Cipinang selama bulan ramadhan ini sesampai Hari Raya Idul Fitri 1445 H tahun 2024 selalu di beri kelancaran, ketertiban dan tentunya keamanan,” tutup Sukarno Ali

Continue Reading

nasional

Irwan Linaksita Dirut Kreasi Mewangikan Indonesia Ikut Serta Buka Stan di Indonesia Cosmetic Ingredients

Published

on

By

Jakarta — Direktur Utama Kreasi Mewangikan Indonesia, Irwan Linaksita, turut ambil bagian dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) dengan membuka stan pameran sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan industri kosmetik nasional.

Keikutsertaan Kreasi Mewangikan Indonesia dalam pameran ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan berbasis bahan kosmetik berkualitas, sekaligus memperluas jejaring bisnis di sektor industri kecantikan.

Dalam kesempatan tersebut, Irwan Linaksita menyampaikan bahwa ajang Indonesia Cosmetic Ingredients merupakan momentum penting bagi pelaku industri untuk berinovasi dan berkolaborasi.

Menurutnya, perkembangan industri kosmetik di Indonesia terus menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap produk yang aman, berkualitas, dan berbasis bahan lokal.

Stan Kreasi Mewangikan Indonesia menampilkan beragam produk serta solusi bahan baku kosmetik yang inovatif, menarik perhatian para pengunjung dan pelaku industri yang hadir dalam pameran tersebut.

Partisipasi ini juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri kosmetik nasional agar semakin kompetitif di pasar global.

Continue Reading

nasional

Abdillah Arif Nasution Resmi Dilantik sebagai Dekan FEB USU, Dapat Ucapan Selamat dari Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM

Published

on

By

Jakarta — Abdillah Arif Nasution resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kepemimpinan dan pengembangan akademik di lingkungan FEB USU.

Ucapan selamat dan sukses turut disampaikan oleh Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM, Presiden Eksekutif Pengurus Besar Persatuan Sekolah Tinggi Swasta dan Negeri. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta membawa kemajuan bagi institusi pendidikan yang dipimpin.Selasa (5/5/2026)

“Selamat dan sukses atas pelantikan Saudara Abdillah Arif Nasution sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Semoga dapat mengemban amanah ini dengan integritas, dedikasi, dan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar
Prof. Tubagus Bahrudin SE, MM dalam keterangannya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai inovasi dan terobosan strategis, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, riset, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai salah satu fakultas unggulan, FEB USU memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap dinamika global. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa semangat pembaruan serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dilantiknya Abdillah Arif Nasution, civitas akademika menaruh harapan besar akan lahirnya berbagai program unggulan yang mampu meningkatkan daya saing institusi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Continue Reading

nasional

Gus Imam: Deklarasi Ampetra Jadi Momentum Satukan Visi Penambang Tradisional

Published

on

By

Jakarta, 3 Mei 2006 — Ketua DPW Ampetra Jawa Tengah, Gus Imam Susanto, menilai Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia di Jakarta sebagai momentum penting dalam menyatukan visi para penambang tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam wawancara usai kegiatan, Gus Imam menyampaikan bahwa deklarasi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses panjang konsolidasi organisasi yang telah dipersiapkan secara matang.

“Agenda ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Sehari sebelumnya kita sudah lakukan pertemuan awal untuk konsolidasi. Yang hadir juga cukup luas, dari pengurus pusat hingga wilayah di berbagai provinsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran perwakilan daerah, termasuk dari Jawa Tengah, merupakan bentuk komitmen dalam membangun organisasi yang solid dan terstruktur. Dari total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sebagian besar telah terbentuk kepengurusan, meski dalam deklarasi diwakili oleh sejumlah delegasi.

Lebih lanjut, Gus Imam menegaskan bahwa arah perjuangan Ampetra ke depan akan difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan badan hukum berbasis koperasi.

“Kita ingin membangun kelembagaan yang jelas. Fokus kita bukan ke PT atau perseorangan, tapi ke koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan. Ini penting agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan Ampetra di Jawa Tengah diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan tradisional. Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya di wilayah tersebut.

“Dari hasil pemetaan kami, sekitar 25 kabupaten di Jawa Tengah memiliki potensi tambang, terutama pasir dan batuan. Ini sangat dibutuhkan, misalnya untuk proyek strategis seperti pembangunan Tol Jogja–Bawen,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa para penambang tradisional masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait perizinan. Kondisi ini kerap menimbulkan ketidakpastian bahkan potensi konflik antara masyarakat dan pemerintah.

“Kendala utama ada di perizinan. Banyak penambang yang belum mendapatkan pendampingan yang memadai. Di sinilah peran Ampetra menjadi penting, untuk menjembatani agar aktivitas tambang bisa berjalan legal, aman, dan tidak melanggar aturan,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui pendampingan dan penguatan kelembagaan, para penambang tradisional dapat bekerja dengan lebih tenang serta memiliki kepastian hukum.

Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia diharapkan menjadi titik awal gerakan besar dalam menata sektor pertambangan tradisional agar lebih terorganisir, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Continue Reading

Trending