Connect with us

Metro

Minimnya job atau Work Order Perusahaan di Duri Kab Bengkalis, Prov Riau Mengeluh ke PHR, Berdampak pada Jam Kerja Karyawan

Published

on

Duri, Bengkalis 2 Februari 2026 – Kurang lebih 150 Karyawan dari berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menyampaikan keluhan serius kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terkait minimnya pekerjaan atau Work Order (WO) yang tersedia. Kondisi ini dirasakan oleh berbagai sektor usaha, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang RIG pengeboran migas, yang selama ini menggantungkan aktivitas operasionalnya pada pekerjaan dari PHR.

Minimnya job atau Work Order tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan operasional perusahaan-perusahaan lokal maupun rekanan.

Merasa aspirasi mereka belum tersampaikan secara maksimal, sejumlah karyawan akhirnya mengadu kepada Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Bathin Solapan. Lembaga adat ini dipandang sebagai tempat mengadu dan menyampaikan keluh kesah masyarakat serta pekerja tempatan yang terdampak langsung oleh kebijakan dan situasi industri di salah satu karyawan yang menyampaikan pengaduan berasal dari perusahaan PT. KSO  Ia mengungkapkan bahwa minimnya JOB WO dari PHR membuat perusahaan tempatnya bekerja kesulitan melakukan pembayaran Gaji, Operasional dan dll, Hal ini bukan hanya berdampak pada dirinya secara pribadi, tetapi juga dirasakan oleh banyak rekan kerja lainnya yang kini harus menyesuaikan kebutuhan hidup dengan penghasilan yang menurun.

Menanggapi pengaduan tersebut, pihak Tameng Adat LAMR Bathin Solapan menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami para karyawan dan perusahaan lokal di Duri dan sekitarnya.

Tameng Adat menilai bahwa keberadaan perusahaan-perusahaan lokal dan tenaga kerja tempatan merupakan bagian penting dari ekosistem industri migas di wilayah tersebut.

Akibat keterbatasan pekerjaan, banyak perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian jam kerja karyawan. Jika sebelumnya karyawan bekerja dengan sistem waktu 12 jam, kini sebagian besar perusahaan memberlakukan jam kerja 8 jam. Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi untuk menekan biaya operasional di tengah ketidakpastian pekerjaan.

Namun demikian, perubahan jam kerja tersebut menimbulkan dampak lanjutan bagi para karyawan. Penurunan jam kerja berimbas pada berkurangnya pendapatan, tunjangan, serta kesejahteraan keluarga karyawan. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan pekerja, khususnya karyawan perusahaan yang ada di DWI A&l, RIg dan beberaa erushaan suport yang lainnya yang selama ini mengandalkan sistem kerja 12 jam sebagai sumber penghasilan utama.

Jika tidak ada perubahan maka kami akan melakukan ORASI di PHR secara besar besaran.

masyarakat berharap agar pihak PHR dapat memberikan JOB WO dan pekerjaan  utnuk keberlanjutan usaha perusahaan lokal, maupun perlindungan terhadap kesejahteraan karyawan.

Pihak Tameng Adat juga menekankan pentingnya sinergi antara PHR, perusahaan rekanan, serta masyarakat adat dan tenaga kerja tempatan. Dengan komunikasi yang baik dan musyawarah yang berkesinambungan, diharapkan permasalahan ini dapat dicarikan jalan keluar yang adil dan berkeadilan, sehingga roda perekonomian di wilayah Duri Bengkalis tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga.

Continue Reading

Metro

Industri Parfum Lokal Makin Percaya Diri, PT Kreasi Mewangikan Indonesia Tampilkan Inovasi Terbaru di ICI 2026

Published

on

By

Jakarta, 6 Mei 2026 — Industri parfum dan kosmetik nasional menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin positif. Hal ini ditegaskan oleh Direktur PT Kreasi Mewangikan Indonesia, Irwan Linaksita, yang menyampaikan optimisme terhadap masa depan produk wewangian lokal di ajang Indonesia Cosmetics Ingredients (ICI) 2026 yang berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran ini menjadi momentum penting karena menandai 15 tahun penyelenggaraan ICI sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku industri kosmetik dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan baku, formulasi, hingga distribusi.

Dalam wawancara dengan awak media, Irwan Linaksita menjelaskan bahwa PT Kreasi Mewangikan Indonesia terus berinovasi dalam menghadirkan produk parfum berbasis bahan baku lokal. Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing industri kosmetik nasional.

“Kami memproduksi minyak wangi dan komponen parfum secara lokal dengan memanfaatkan bahan-bahan dalam negeri. Ini menjadi kontribusi kami dalam mendukung pengembangan industri kosmetik Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, perusahaan telah empat kali berpartisipasi dalam pameran ICI dan secara konsisten menghadirkan inovasi baru setiap tahunnya. Bahkan, dalam menghadapi dinamika pasar, perusahaan rutin meluncurkan varian produk terbaru setiap tiga bulan.

Beberapa produk unggulan yang ditampilkan antara lain varian wewangian dengan tren aroma terkini seperti aroma teh, dessert manis, hingga karakter fragrance modern yang menyasar segmen anak muda dan pasar premium. Produk seperti “Tepungin” dan “Desa Macaroon” menjadi contoh inovasi berbasis bahan lokal yang mendapat respons positif dari pasar.

“Tahun 2026 ini tren parfum cenderung mengarah pada aroma sweet dan clean, seperti wangi teh dan makanan manis. Kami membawa sekitar 18 varian terbaru yang mengikuti tren tersebut, termasuk koleksi parfum premium khas Indonesia,” jelas Irwan.

Selain fokus pada inovasi, PT Kreasi Mewangikan Indonesia juga memperluas jangkauan distribusi hingga ke berbagai wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Bahkan, produk-produk mereka telah menembus pasar ekspor di kawasan Asia melalui jaringan distributor dan agen.

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Irwan tetap optimistis terhadap pertumbuhan industri kosmetik nasional. Ia menilai, produk lokal kini semakin kompetitif dan mulai menjadi pilihan utama masyarakat.

“Produk-produk lokal saat ini semakin berjaya. Kami optimistis di tahun 2026 ini industri parfum Indonesia masih bisa tumbuh dan bersaing, baik di pasar domestik maupun internasional,” katanya.

Lebih lanjut, Irwan berharap agar pameran seperti ICI terus diselenggarakan secara berkelanjutan karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku industri kosmetik lokal.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus didukung karena sangat positif dalam mendorong industri. Harapan kami kepada pemerintah agar terus memberikan dukungan kepada pengusaha kosmetik Indonesia agar mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara hingga global,” pungkasnya.

Continue Reading

Metro

Dicky Heriyana Pimpin PT Multisari Indoprima Hadirkan Stan Produk Wewangian LUZI di Ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI)

Published

on

By

Jakarta — PT Multisari Indoprima, sebagai agen tunggal produk wewangian LUZI di Indonesia, turut ambil bagian dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) dengan menghadirkan stan pameran yang menampilkan berbagai inovasi bahan baku parfum dan fragrance berkualitas tinggi.di Jiexpo Kemayoran jakarta. Rabu (06/5/2026)

Kehadiran perusahaan dalam pameran ini dipimpin langsung oleh General Manager PT Multisari Indoprima, Dicky Heriyana. Partisipasi tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri kosmetik dan wewangian nasional yang terus berkembang pesat.

Dalam pameran ini, PT Multisari Indoprima menampilkan beragam portofolio produk fragrance dari LUZI yang dikenal memiliki standar kualitas internasional. Produk-produk tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri kosmetik, personal care, hingga produk rumah tangga di Indonesia.

Dicky Heriyana menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang ICI merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan inovasi terbaru serta memperluas jaringan bisnis dengan para pelaku industri kosmetik.

“Melalui keikutsertaan kami di ICI, PT Multisari Indoprima ingin menghadirkan solusi wewangian yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga mampu mengikuti tren pasar dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” ujarnya.

Ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) sendiri menjadi salah satu pameran terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku industri bahan baku kosmetik, manufaktur, hingga brand kecantikan. Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran inovasi antar pelaku industri.

Dengan kehadiran di ajang ini, PT Multisari Indoprima berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya dalam penyediaan bahan baku wewangian, sekaligus berkontribusi dalam mendorong kemajuan industri kosmetik Indonesia.

Continue Reading

Metro

PT Artemis Primavera Kemindo Tampil di ICI 2026, Tawarkan Solusi Inovatif Bahan Baku Kosmetik

Published

on

By

Jakarta — PT Artemis Primavera Kemindo menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri kosmetik nasional dengan berpartisipasi dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI). diJiexpo Kemayoran jakarta. Rabu (06/5/2026)

Dalam pameran tersebut, perusahaan menghadirkan stan yang menampilkan beragam solusi bahan baku serta inovasi terkini untuk industri kecantikan.

Kehadiran PT Artemis Primavera Kemindo dipimpin langsung oleh Business Development Manager Industrial Solutions, Michael Yohanes Setya. Ia menyampaikan bahwa partisipasi dalam ajang ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas jaringan sekaligus memperkenalkan portofolio produk unggulan kepada pelaku industri kosmetik di Indonesia.

“Melalui ajang ICI ini, kami ingin menghadirkan solusi bahan baku yang berkualitas serta mendukung inovasi produk kosmetik agar semakin kompetitif di pasar,” ujar Michael.

Stan PT Artemis Primavera Kemindo menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha kosmetik, formulator, hingga distributor bahan baku. Produk-produk yang dipamerkan mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan bahan berkualitas tinggi yang selaras dengan tren dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sebagai salah satu pameran terbesar di sektor bahan baku kosmetik, Indonesia Cosmetic Ingredients menjadi wadah strategis bagi para pelaku industri untuk bertukar informasi, menjalin kemitraan, serta mengeksplorasi inovasi terbaru di bidang kosmetik.

Partisipasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi PT Artemis Primavera Kemindo sebagai mitra strategis dalam industri kosmetik nasional, sekaligus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan industri kecantikan Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.

Continue Reading

Trending