Yogyakarta, 3 Mei 2026, karyapost.com — Majelis Dzikir Wa Maulidur Rasul SAW dalam rangka Lapanan Ahad Kliwon Pengajian Pondok Pesantren Nurul Haromain Yogyakarta berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan suasana religius pada Ahad pagi, 3 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dihadiri jamaah Al Khidmah, wali santri, serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian dzikir, maulid, dan tausiyah keislaman.
Acara yang digelar untuk umum ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menambah ilmu dan ketakwaan kepada Allah SWT. Jamaah tampak khidmat mengikuti lantunan dzikir dan sholawat yang menggema di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Haromain Yogyakarta.
Dalam tausiyahnya, Kyai Abdullah Salam selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Dholam, menyampaikan kisah kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz sebagai teladan pemimpin yang adil, bijaksana, serta memiliki ketakwaan tinggi kepada Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa keberkahan suatu negeri dapat terwujud ketika seorang pemimpin menjalankan amanah dengan penuh kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab terhadap rakyatnya.
“Umar bin Abdul Aziz adalah contoh pemimpin yang mengutamakan keadilan dan takut kepada Allah SWT. Karena ketakwaannya, rakyat hidup dalam kemakmuran dan keberkahan,” tutur beliau dalam tausiyahnya.
Selain membahas kepemimpinan Islami, Kyai Abdullah Salam juga mengingatkan pentingnya menjaga sholat berjamaah sebagai bentuk ketaatan dan sarana membersihkan hati. Menurut beliau, ahli ibadah yang senantiasa menjaga hubungannya dengan Allah SWT akan memiliki hati yang lembut, bersih, serta membawa ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat.
Beliau turut menekankan pentingnya akhlak mulia dalam aktivitas perdagangan dan kehidupan sehari-hari. Pedagang yang amanah, jujur, gemar bersedekah, serta mencari rezeki dengan cara halal akan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
“Dunia akan menjadi indah apabila para pedagang berlaku amanah, jujur, suka bersedekah, dan menjaga keberkahan rezekinya,” pesan beliau di hadapan jamaah.
Melalui kegiatan rutin Ahad Kliwon ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memperkuat ibadah, menjaga akhlak, serta meneladani kepemimpinan Islami yang membawa kemaslahatan bagi umat.
Jurnalis Firmanda Dedi Wibowo
