Connect with us

Metro

Festival JIKF 2026 Dorong Diplomasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Kulonprogo

Published

on

Kulonprogo —17/5/2026 karyapost.com
Penyelenggaraan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat promosi budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Festival bertaraf internasional tersebut akan digelar pada 4–5 Juli 2026 di wilayah kabupaten Kulonprogo dan direncanakan diikuti oleh delegasi dari sekitar 18 negara.

Ketua Panitia JIKF Anang Sarjiyanto S.Pd menyampaikan bahwa festival layang-layang internasional tersebut merupakan agenda rutin yang didukung oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta kemudian ia menegaskan penyelenggaraan tahun 2026 ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pusat kegiatan budaya tidak hanya di kawasan pantai saja tetapi juga ke wilayah lain yang memiliki potensi besar khususnya di wilayah kabupaten Kulonprogo dan kami berharap kegiatan ini tidak hanya terpusat di Parangkusumo tetapi juga mampu mengangkat potensi wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tahun ini penyelenggaran festival layang-layang internasional dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu tanggal 11 sampai 12 Juli 2026 di pantai parangkusumo Bantul bekerjasama dengan dinas pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta kemudian kami memilih kegiatan rod to jogja internasional kite festival yang direncanakan tanggal 4 dan 5 Juli 2026 di lapangan Tayuban panjatan  Kulonprogo sebagai lokasi pengembangan kegiatan budaya dan pariwisata internasional ujar Anang ketua panitia.

Dalam pelaksanaannya panitia akan menghadirkan berbagai kategori lomba dan pertunjukan layang-layang yang terbuka untuk masyarakat umum, Kategori tersebut meliputi layang-layang tradisional, kreasi, trenaga untuk kelas dewasa, hingga kategori tren anak yang diperuntukkan bagi peserta usia anak-anak dan festival ini tidak hanya berorientasi pada hiburan dan wisata tetapi juga memiliki misi pelestarian budaya bahwa layang-layang merupakan salah satu warisan budaya tertua yang memiliki jejak sejarah kuat di Indonesia
“Budaya layang-layang harus terus dilestarikan salah satu bukti sejarahnya terdapat pada lukisan prasejarah di Gua Sugi Patani, Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, yang diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun ” begitu disampaikan kepada awak media.

Lebih lanjut panitia ingin menjadikan festival tersebut sebagai ruang promosi kearifan lokal Yogyakarta kepada dunia internasional dengan berbagai unsur budaya daerah, mulai dari seni tradisional, pertunjukan budaya, hingga kuliner khas lokal akan ditampilkan sebagai bagian dari identitas budaya Yogyakarta yang beragam dan bernilai tinggi dan kami ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa Yogyakarta memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sangat beragam, baik dari sisi kesenian, tradisi, maupun makanan khas daerah,” tambahnya kemudian
Panitia juga berharap adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Bupati Kulon Progo, DPRD Kulonprogo dan pemerintah daerah agar program budaya tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang mampu memberi ruang bagi kreativitas seni dan budaya masyarakat.

Sementara itu anggota  DPRD Kulonprogo
H Suradi ST MT menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan JIKF 2026 dan  berharap festival internasional tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas terutama dalam penguatan sektor UMKM,pemberdayaan PKL,destinasi wisata,
pusat belanja di pasar wates maupun pasar bendungan termasuk penginapan seperti hotel maupun home stay sekaligus momen event JIKF pertama kalinya berkegiatan di kabupaten kulon Progo tahun ini semoga menjadi semangat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan  mengingatkan pentingnya koordinasi yang intensif antara panitia penyelenggara dengan Pemerintah Daerah Kulonprogo guna memastikan kelancaran dan kesuksesan acara jadwal JIKF di wilayah kabupaten kulon Progo agar berjalan dengan lancar.

RM Kukuh Hertriasning Wayah dalem Sri sultan HB VIII juga menyampaikan melalui penyelenggaraan JIKF 2026 Pemerintah Daerah bersama para pelaku seni dan budaya berharap tercipta sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata internasional serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal kemudian Drs H Sutedjo Mantan bupati kulon Progo mengapresiasi semangat Komunitas GMK’2009/Generasi muda kulon Progo yang akan berpartisipasi aktif mendukung kegiatan event JIKF 2026 yang akan di laksanakan di kabupaten kulon Progo sebagai bentuk tanggung moral peran aktif generasi mudanya dalam membangun karya ide dan Agus Supriyanto SM selaku ketua KB FKPPI PC 1204 / Forum Komunikasi putra dan putri purnawirawan TNI-Polri Kabupaten kulon Progo menyambut baik event JIKF 2026 di kabupaten kulon Progo menjadi menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM maupun pemberdayaan bagi para PKL yang ada di kabupaten kulon Progo dalam mensukseskan sekaligus meramaikan event tersebut.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Rian Hidayat Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua Umum BM PAN: Usung Tiga Agenda Besar untuk Kemenangan PAN 2029

Published

on

By

JAKARTA, 17 Mei 2026 – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) hari ini secara resmi menerima pendaftaran Rian Hidayat sebagai Calon Ketua Umum BM PAN.

Pendaftaran yang berlangsung pada Minggu malam (17/05) ini menjadi momentum penting bagi organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut dalam menyongsong regenerasi kepemimpinan.

​Rian Hidayat hadir didampingi oleh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari berbagai provinsi, di antaranya Jambi, Bengkulu, Jakarta, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, dan Sumatera Barat. Selain dukungan struktural, kehadiran sejumlah aktivis dan mantan Presiden Mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Trisakti, dan IPB University turut memperkuat barisan pendukung Rian.

​Dalam sambutannya, Rian Hidayat menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar pengejaran jabatan personal, melainkan sebuah perjuangan kolektif untuk menjadikan BM PAN sebagai rumah besar bagi semua golongan.

​”Kami membawa gagasan besar untuk bagaimana BM PAN tidak hanya besar sebagai organisasi, tetapi betul-betul punya dampak nyata dalam kemenangan Partai Amanat Nasional di pemilu mendatang, khususnya mencapai target tiga besar pada tahun 2029,” ujar Rian.

​Untuk mewujudkan visi tersebut, Rian Hidayat memaparkan tiga agenda strategis yang akan dijalankannya jika terpilih:

​Konsolidasi Organisasi secara Menyeluruh: Melakukan penguatan struktur dari Sabang sampai Merauke guna memetakan dinamika akar rumput di seluruh Indonesia secara utuh.
​Kaderisasi Sistematis dan Masif: Menjalankan gerakan kaderisasi yang terstruktur mulai dari tingkat pusat hingga ke ranting-ranting di tingkat desa dan sub-desa (PAR).

​Pengawalan Kemenangan PAN secara Konkret: Fokus pada rekrutmen relawan dan saksi berbasis data di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk memastikan suara PAN terjaga secara maksimal.

​Juru Bicara Tim Pemenangan Rian Hidayat, Hendri Satrio, menambahkan bahwa dukungan luas dari berbagai wilayah dan elemen aktivis menunjukkan adanya kesamaan visi untuk membawa BM PAN ke arah yang lebih progresif.

​Proses pencalonan ini merupakan tahap awal dari rangkaian Kongres BM PAN yang nantinya akan mencakup agenda debat kandidat serta penyampaian visi-misi secara mendalam sebelum pemilihan resmi dilakukan.

Continue Reading

Metro

Monitoring Normalisasi Kali Peni, Anggota DPRD Kulon Progo H Suradi ST MT Apresiasi Sinergi Pemda dan Balai Besar dalam Upaya Pencegahan Banjir

Published

on

By

Kulonprogo – karyapost.com  – DPRD Kulon Progo bersama pemerintah daerah dan pihak balai besar terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperlancar aliran sungai melalui kegiatan monitoring pekerjaan normalisasi Kali Peni yang berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 15.05 WIB, dengan meninjau langsung proses normalisasi sungai yang membentang sepanjang kurang lebih 8 kilometer, mulai dari wilayah Karangwuni, Wates, Panjatan hingga Galur.

Anggota Komisi III DPRD Kulon Progo, H. Suradi, menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi ini merupakan langkah penting dalam menjaga kelancaran arus air sungai sekaligus mengantisipasi potensi banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Beliau menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi difokuskan pada pengerukan dan pembersihan sungai dari tanaman eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air.

Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali dinilai dapat mempersempit badan sungai serta menghambat sirkulasi air, terutama saat intensitas hujan tinggi maka
Kami dari Komisi III DPRD Kulon Progo melakukan monitoring pekerjaan normalisasi Kali Peni sepanjang kurang lebih 8 kilometer, dari Karangwuni sampai Galur dengan dilaksanakan pengerukan serta pembersihan sungai dari eceng gondok, sehingga nantinya arus air sungai tidak tersumbat
ujar H. Suradi ST MT saat melakukan peninjauan lapangan.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak balai besar wilayah Sungai Serayu Opak yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kulon Progo dalam pelaksanaan program normalisasi sungai tersebut.

Menurutnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur pengairan serta keselamatan lingkungan masyarakat maka Kami mengucapkan terima kasih kepada balai besar yang telah bekerja sama dengan Pemda Kulon Progo dalam rangka normalisasi pengerukan dan pembersihan sungai dari eceng gondok yang dilakukan secara rutin setiap tahunnya tambahnya.

Program normalisasi Kali Peni sendiri menjadi perhatian serius pemerintah karena sungai tersebut melintasi sejumlah kawasan penting di Kulon Progo, mulai dari Karangwuni, Wates, Panjatan hingga Galur selain berfungsi sebagai jalur aliran air, kawasan sungai juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat baik untuk pertanian maupun aktivitas lingkungan lainnya.

Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan normalisasi tersebut dan Warga berharap pembersihan sungai secara berkala dapat menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi risiko banjir, serta menciptakan aliran sungai yang lebih sehat dan tertata.

Kegiatan monitoring ini sekaligus menunjukkan pentingnya kepedulian bersama terhadap ekosistem sungai dengan adanya pengerukan dan pembersihan rutin, diharapkan Kali Peni dapat terus berfungsi optimal sebagai jalur pengairan yang aman, bersih, dan bermanfaat bagi masyarakat Kulon Progo dalam jangka panjang.

Liputan ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur darat namun juga pada pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Jurnalis Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Permata Jaya 2026 Gelar Halal Bihalal, Pererat Persaudaraan Masyarakat Taeh di Perantauan

Published

on

By

Jakarta – Permata Jaya 2026 (Persatuan Masyarakat Taeh Jakarta Raya dan Sekitarnya) menggelar kegiatan Halal Bihalal bertema “Menjalin Silaturahmi Mempererat Persaudaraan di Rantau” di Aula Gedung B Kantor BPSDM Kemendagri, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Taeh yang merantau di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus melepas kerinduan dengan sesama warga kampung halaman.

Acara yang dihadiri ratusan peserta itu berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Selain menjadi ajang saling memaafkan pasca-Idulfitri, kegiatan juga menjadi ruang memperkuat solidaritas antarperantau agar tetap menjaga nilai kebersamaan di tanah rantau.

Wakil Ketua Permata Jaya 2026, Wandi Setiadi, menjelaskan bahwa Halal Bihalal merupakan agenda rutin tahunan organisasi yang biasanya dilaksanakan setelah Lebaran. Namun, tahun ini pelaksanaannya sempat tertunda karena beberapa kendala internal.

“Halal Bihalal ini sebenarnya agenda rutin Permata Jaya setiap tahun setelah Lebaran. Karena ada beberapa kendala, pelaksanaannya sedikit tertunda. Alhamdulillah antusias masyarakat tetap tinggi,” ujarnya kepada media.

Ia mengatakan Permata Jaya telah berdiri selama 52 tahun dan kini memasuki periode kepengurusan ke-6. Menurutnya, meski aktivitas organisasi tidak selalu berjalan intensif, namun semangat sosial kemasyarakatan tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau ada anggota yang mengalami musibah atau meninggal dunia, biasanya kita langsung bergerak bersama. Semangat gotong royong dan kebersamaan itu masih sangat kuat,” katanya.

Wandi memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 300 hingga 400 orang. Kehadiran tersebut menunjukkan tingginya semangat silaturahmi masyarakat Taeh yang kini tersebar di wilayah Jabodetabek.

Ia berharap Permata Jaya ke depan semakin maju dan mampu merangkul generasi muda yang baru datang merantau ke Jakarta.
“Setiap tahun pasti ada masyarakat Taeh yang datang ke Jabodetabek. Harapannya Permata Jaya bisa menjadi rumah bersama dan mampu mengakomodasi generasi muda agar organisasi semakin kuat dan solid,” tambahnya.

Nur Ihklas Kusmiati Ketua Pelaksana Permata Jaya 2026, mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan membutuhkan kerja keras seluruh panitia. Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyatukan para perantau yang memiliki kesibukan dan tinggal terpencar di berbagai wilayah.

Panitia bekerja cukup keras karena kehidupan di Jakarta membuat masing-masing orang sibuk dengan urusan keluarga dan pekerjaan. Tetapi semangat untuk berkumpul sangat besar,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Permata Jaya juga mengangkat tema budaya Minang, “Rang Taeh Bakumpua Maota Malope Taragak”, yang bermakna orang-orang Taeh di perantauan berkumpul, berbincang, dan melepas rasa rindu.

Nur Ihklas juga mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat yang tetap berupaya menyelenggarakan kegiatan meskipun dengan keterbatasan dana melalui sistem gotong royong dan iuran bersama.

“Dengan dana yang minim dan hasil patungan bersama, acara sebesar ini akhirnya dapat terlaksana. Ini bukti semangat kebersamaan masyarakat kita masih sangat kuat,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung setiap tahun agar hubungan antarsesama perantau semakin erat, saling mengenal, serta saling membantu saat menghadapi kesulitan dan musibah.

Melalui Halal Bihalal ini, Permata Jaya ingin terus menjaga nilai persaudaraan, kebersamaan, dan budaya gotong royong sebagai identitas masyarakat Taeh di tanah rantau. Acara pun ditutup dengan suasana penuh keakraban serta hiburan budaya tradisional yang menambah hangat kebersamaan para peserta.

Continue Reading

Trending