Kulon Progo – karyapost.com, Suasana penuh khidmat, damai, dan keberkahan menyelimuti Kompleks Pondok Pesantren Baiturrahman, Tubin, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, pada Kamis malam (23 /7/ 2026).
Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi untuk menghadiri Pengajian Akbar dan Sholawat, sebuah majelis ilmu yang menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Acara menghadirkan Gus Muhammad Ulin Nuha dari Cilacap, Jawa Tengah, sebagai pembicara utama, Dalam tausiyahnya, beliau mengajak umat Islam untuk terus memperdalam ilmu agama, menjaga ibadah, memperbanyak dzikir dan sholawat, serta menjadikan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Rangkaian acara semakin syahdu dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh Grup Hadroh Shoutul Hijaz bersama Gus Ahmad Suja’i dari Pondok Pesantren Nurul Haromain.
Lantunan sholawat yang menggema menghadirkan suasana haru dan penuh kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sementara para jamaah larut dalam doa dan munajat memohon keberkahan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, majelis seperti ini menjadi pengingat bahwa seorang mukmin tidak boleh kehilangan harapan. Islam mengajarkan bahwa setiap kesulitan pasti disertai kemudahan.
Krisis ekonomi bukan hanya persoalan berkurangnya harta, tetapi juga ujian kesabaran, kejujuran, dan keteguhan iman.
Pandangan Islam mengajarkan bahwa menghadapi krisis ekonomi harus dimulai dengan memperkuat hubungan kepada Allah SWT melalui shalat, doa, istighfar, sedekah, dan tawakal. Rezeki pada hakikatnya berasal dari Allah, sedangkan manusia diwajibkan untuk terus berikhtiar dengan cara yang halal, bekerja keras, menjauhi riba, tidak berputus asa, serta saling membantu di antara sesama. Kesulitan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kejujuran,melainkan menjadi momentum memperbaiki akhlak dan meningkatkan kepedulian sosial.
Majelis ilmu juga mengingatkan bahwa keberkahan rezeki tidak selalu diukur dari banyaknya harta, tetapi dari ketenangan hati, kesehatan, keluarga yang harmonis,serta kemampuan berbagi kepada sesama. Ketika masyarakat saling menguatkan melalui silaturahmi, gotong royong, infak, sedekah, dan kepedulian terhadap fakir miskin,maka ketahanan sosial akan semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.
Para jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan hingga selesai. Semangat menuntut ilmu, bersholawat, dan berdzikir menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian besar terhadap pembinaan spiritual sebagai bekal menjalani kehidupan di era yang penuh perubahan.
Pengajian Akbar dan Sholawat ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal lahirnya pribadi-pribadi muslim yang lebih bertakwa, berakhlak mulia, produktif, dan optimis. Sebab, bangsa yang kuat bukan hanya dibangun dengan kemajuan ekonomi, tetapi juga dengan masyarakat yang memiliki iman yang kokoh, ilmu yang bermanfaat, kerja keras yang halal, serta kepedulian terhadap sesama.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan kepada seluruh panitia, para ulama, habaib, tamu undangan, jamaah, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini.
Semoga majelis ilmu dan sholawat terus tumbuh di berbagai daerah sebagai cahaya yang menerangi hati, menguatkan persaudaraan, dan menjadi jalan meraih kebahagiaan dunia serta keselamatan di akhirat, Aamiin.
Ustad Yus Saryadi S.Pd.I yang juga sebagai sekertaris Panitia Pengajian Akbar dan Sholawat Merti Pedukuhan Tubin menyampaikan kepada awak media selamat dan sukses telah dibukanya Kabiro Karya Post di Yogyakarta semoga media ini memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya informasi dan publikasi secara menyeluruh.
Jurnalis Budi Legowo Santoso