Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) resmi melantik jajaran pengurus periode 2026–2031 dalam prosesi yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/7/2026). Dalam pelantikan tersebut, H. Abdul Ghoni kembali dipercaya memimpin FORKABI sebagai Ketua Umum DPP untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Terpilihnya kembali Abdul Ghoni mencerminkan kepercayaan besar dari seluruh jajaran organisasi untuk melanjutkan penguatan FORKABI sebagai organisasi masyarakat Betawi yang tidak hanya berkomitmen melestarikan budaya, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan Jakarta dan wilayah penyangga.
Usai pelantikan, Abdul Ghoni menegaskan bahwa agenda pertama kepengurusannya adalah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat DPP, DPD, DPC hingga ranting. Menurutnya,
organisasi yang kuat harus memiliki struktur yang solid, administrasi yang tertib, serta legalitas yang jelas sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Konsolidasi menjadi prioritas utama. Mulai dari tingkat pusat, daerah, cabang hingga ranting wajib tertata dengan baik dan terdaftar secara resmi. Organisasi harus berjalan sesuai aturan hukum karena tata kelola yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun FORKABI,” ujar Abdul Ghoni.
Selain penguatan organisasi, pelestarian budaya Betawi menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru. FORKABI berencana menggelar Festival Budaya Betawi di lima wilayah administrasi Jakarta serta daerah penyangga seperti Bekasi, Bogor, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Depok. Program tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kepengurusan daerah.
Menurut Abdul Ghoni, budaya Betawi merupakan identitas Jakarta yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, terutama generasi muda, agar tetap lestari di tengah perkembangan kota yang semakin modern.
Ia juga mengajak seluruh kader, pengurus, dan tokoh yang pernah menjadi bagian dari FORKABI untuk kembali mempererat persatuan demi membangun organisasi yang lebih kuat dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita harus kembali mempererat komunikasi dan membangun FORKABI bersama-sama. Siapa pun yang masih mencintai FORKABI dan budaya Betawi, pintu organisasi selalu terbuka. Mari kita bersatu untuk memajukan organisasi dan masyarakat Betawi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Ghoni turut menyampaikan pesan Gubernur DKI Jakarta mengenai pentingnya semangat kolaborasi dalam membangun ibu kota. Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pendidikan, dan komunitas.
Ia berharap FORKABI dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Betawi sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman warga ibu kota.
Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, Abdul Ghoni berpesan agar menjaga soliditas organisasi serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kita harus solid dan peka terhadap jeritan masyarakat. FORKABI harus hadir sebagai wadah perjuangan masyarakat. Banyak kader kita yang berada di berbagai profesi, termasuk di dunia politik. Semua itu harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara konstitusional,” tegasnya.
FORKABI merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan untuk meningkatkan harkat, martabat, dan rasa percaya diri masyarakat Betawi agar mampu menjadi tuan rumah sekaligus pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri. Organisasi ini juga memiliki visi menghimpun potensi sumber daya manusia Betawi agar semakin mandiri, berdaya saing, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas Jakarta.
Selama ini FORKABI aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, hingga menjaga keamanan lingkungan melalui sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, FORKABI diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi yang mampu menjaga warisan budaya Betawi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
