JAKARTA — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus mendorong pengembangan produk kerajinan lokal agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan adalah kain batik khas Barito Utara dengan motif ikan seluang yang menjadi ikon daerah tersebut.sabtu (26/9/2026)

Ketua Dekranasda Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, mengatakan pihaknya saat ini membina sekitar 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Muara Teweh, Lampleong, dan Benangin.

“Kami memperkenalkan kain batik dan kerajinan rotan khas daerah kami. Lokasi pengrajin cukup jauh, sekitar tiga jam dari Barito Utara dan tujuh sampai delapan jam dari ibu kota provinsi,” kata Maya saat ditemui dalam sebuah pameran.

Menurut dia, batik Barito Utara memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dari produk batik daerah lain. Salah satunya terlihat dari penggunaan motif ikan seluang sebagai ikon utama dalam desain kain.

“Kain batik khas kami ikonnya ikan seluang. Proses pembuatannya secara handmade membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk satu helai kain,” ujarnya.

Maya mengatakan proses produksi yang masih mengandalkan keterampilan tangan membuat setiap kain memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri.

Selain batik, Dekranasda Barito Utara juga memperkenalkan berbagai produk kerajinan berbahan rotan yang menjadi salah satu potensi kerajinan masyarakat setempat.

Produk-produk tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah Kalimantan, tetapi mulai dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sebagian produk kerajinan Barito Utara telah dipasarkan ke luar negeri melalui jaringan para pengrajin.

“Sebagian produk sudah ada yang diekspor melalui jaringan teman-teman pengrajin. Kami juga aktif mengikuti berbagai pameran, termasuk di Bali,” katanya.

Dari sisi harga, kain batik dan produk kerajinan khas Barito Utara ditawarkan mulai sekitar Rp250.000. Harga tersebut dapat meningkat sesuai tingkat kerumitan motif, bahan yang digunakan, serta proses pembuatannya.

Maya berharap keikutsertaan dalam berbagai pameran dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM dan pengrajin di Barito Utara.

Ia juga menilai pengembangan sektor kerajinan memiliki dampak langsung terhadap perekonomian keluarga karena sebagian besar pengrajin merupakan ibu rumah tangga.

“Saya berharap UMKM di daerah kami semakin maju, semakin banyak berkarya, dan tentunya dapat menambah pendapatan keluarga para ibu-ibu di sana,” kata Maya.

Dekranasda Barito Utara pun terus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta mempertahankan identitas budaya daerah melalui motif dan bahan khas lokal.